Dian Ratu Ayu Uswatun Khasanah, Hascaryo Pramudibyanto, Barokah Widuroyekti
Hasil untuk "pendidikan"
Menampilkan 20 dari ~933036 hasil · dari DOAJ, Semantic Scholar, CrossRef
Edy Sutrisno
Indonesia adalah negara majemuk yang terdiri dari suku, ras dan agama, yang berbeda-beda sehingga diperlukan toleransi dalam memahami semua perbedaan yang ada, begitu juga pada lembaga pendidikan kultur warganya juga beraneka ragam. Oleh sebab itu moderasi beragama sangat tepat sekali diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara terutama pada masyarakat yang multikultural. Moderasi beragama sebagai jalan tengah dalam mengadapi perbedaan baik kelompok ekstrem maupun fundamental. Untuk menerapkan moderasi beragama dimasyarakat multikultural yang perlu dilakukan adalah; menjadikan lembaga pendidikan sebagai basis laboratorium moderasi beragama dan melakukan pendekatan sosio-religius dalam beragama dan bernegara Kata Kunci: Moderasi Agama, Institusi, Pendidikan Indonesia is a pluralistic country consisting of different ethnicities, races and religions, so tolerance is needed in understanding all the differences that exist, as well as the cultural education institutions of its citizens are also diverse. Therefore religious moderation is very appropriate to be applied in national and state life, especially in multicultural societies, it is also expected that religious moderation is a middle way in dealing with differences in both extremes and fundamental groups. To implement religious moderation in multicultural societies, what needs to be done is; make educational institutions as a basis for religious moderation laboratories and take socio-religious approaches in religion and state. Keywords: The Religion Moderation, Education Institution
Shalahudin Ismail, S. Suhana, Qiqi Yuliati Zakiah
Penelitian ini bertujuan mengkaji kebijakan penguatan pendidikan karakter untuk mewujudkan Pelajar Pancasila. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kepustakaan, metode pengumpulan datanya berupa dokumen-dokumen dalam bentuk buku, literatur maupun jurnal-jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan pendidikan karakter dalam mewujudkan Pelajar Pancasila pada dasarnya adalah mendorong lahirnya manusia yang baik, yang memiliki enam ciri utama, yaitu bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, bergotong royong, dan berkebinekaan global dengan harapan agar peserta didik memiliki kemampuan secara mandiri dalam meningkatkan, menggunakan pengetahuannya, mengkaji, dan meninternalisasi serta memersonalisasi nilai-nilai karakter dan akhlak mulia yang dapat diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.
Ummi Kulsum, Abdul Muhid
The emergence of increasingly sophisticated technology requires humans to optimize intellectually and morally. Education plays a role in producing a generation of intellectuals and noble characters. Islamic religious education is the basis for becoming a reference for the source of the actual value of power that can lead to the aspired activity, namely character education as the needs of the Indonesian nation. This study aims to examine character education through Islamic religious education in the era of the digital revolution. This study uses a qualitative method with the type of library research or library research. Researchers analyzed written literature as the primary source in books, research journals, and seminar proceedings. Based on this literature review, character education through Islamic religious education is based on religious values, Pancasila, culture, and national education goals. Implementing morality (character) in Islamic religious education through teaching, habituation, coercion, punishment, fosters student character.
Robby Shadri, Neni Hermita, Dini Deswarni et al.
Assessment is a step to measure students’ learning outcomes. This paper discusses the teachers’ perception and understanding of how to carry out assessments in the Merdeka Curriculum. This paper also uses a qualitative descriptive survey research method with four stages; preparation, data collection, data analysis, and conclusions. Data collection techniques are carried out through interviews. The samples of the research are teachers from Penggerak School throughout Riau Province with a total population of 23 teachers. The data obtained are analyzed using descriptive statistical techniques. The results indicate that the implementation of the assessment in the Merdeka Curriculum, which consisted of diagnostic, formative, and summative assessments, is conducted by the teacher after the learning process is completed. Students’ learning outcomes are obtained from their knowledge, attitudes, and skills during learning activities. The student’s learning outcomes are presented in a school report based on the Merdeka Curriculum school report application. Thus, the teachers overall understand and have conducted the assessments that are required in the Merdeka Curriculum.
Dimas Agung Saputro, Dyah qurrotul A'yun
Penerapan demokrasi pendidikan di sekolah dasar sering menghadapi berbagai tantangan, seperti dominasi metode pembelajaran otoriter, rendahnya partisipasi siswa, serta kurangnya pemahaman nilai-nilai demokrasi oleh guru dan siswa. Artikel ini membahas peran filsafat pendidikan dalam mengatasi tantangan tersebut melalui pengembangan program pelatihan guru berbasis demokrasi dan perancangan kurikulum partisipatif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan studi literatur sebagai pendekatan utamanya. Hasilnya menunjukkan bahwa filsafat pendidikan tidak hanya memberikan kerangka konseptual tetapi juga strategi praktis untuk memperkuat demokrasi pendidikan. Dengan pendekatan ini, siswa didorong untuk berpartisipasi aktif dalam proses belajar, membangun keterampilan berpikir kritis, serta menjadi individu yang siap berkontribusi dalam masyarakat demokratis.
A. Angga, Yunus Abidin, S. Iskandar
Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menganalisis lebih jauh penerapan pendidikan karakter siswa pada masa sekarang, karena jika kita lihat masih banyak perilaku atau sikap siswa yang jauh dari harapan, terutama di masa pandemi ini. Hal ini dikaitkan dengan penerapan model pembelajaran berbasis keterampilan Abad 21 yang telah atau sedang diterapkan di sekolah. Adapun metode yang digunakan dalam penulisan artikel yaitu Studi Literatur. Studi tentang beberapa sumber buku, jurnal, dan referensi lainnya yang mendukung penulisan artikel. Berdasarkan hasil studi literatur dapat diambil kesimpulan bahwa pendidikan karakter untuk siswa saat ini tidak terlepas dari tiga lingkungan pendidikan, dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Penerapan model pembelajaran berbasis keterampilan Abad 21 yang digunakan dalam proses pembelajaran sebagai upaya dalam membangun karakter siswa tersebut, tentunya disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan pembelajaran, sehingga tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan optimal. Salah satu tujuan pendidikan nasional pada umumnya adalah pengembangan karakter siswa.
R. Ananda, Program Studi, P. Guru et al.
Dalam perkembangan teknologi di era sekarang ini memiliki pengaruh terhadap karakter seorang anak. Teknologi yang ada menjadi ancaman bagi generasi penerus bangsa, karena perkembangan teknologi membuat anak memiliki karakter yang buruk. Anak menjadi kecanduan bermain handphone tanpa konsep belajar. Padahal pendidikan sangat penting untuk kelangsungan hidup. Karakter baik yang dimiliki seorang anak juga akan berubah seiring berjalannya waktu akibat pengaruh negatif perkembangan teknologi yang disalahgunakan oleh individu tertentu. Yang terjadi di jaman sekarang ini, orang tua juga dengan mudahnya memberikan handphone untuk membuat anaknya pendiam padahal hal tersebut dapat berdampak buruk bagi sang anak. dan dari permasalahan yang terjadi perlu diketahui apa itu pendidikan karakter, tujuan pendidikan karakter, prinsip-prinsip pendidikan karakter, dan juga pengaruh teknologi terhadap pendidikan karakter.
Samuel Benny Dito, H. Pujiastuti
Revolusi industri 4.0 telah memberikan dampak berupa perubahan mendasar pada peradaban manusia di berbagai sektor, salah satunya sektor pendidikan. Sektor pendidikan merupakan modal dasar yang utama bagi perkembangan dan kemajuan generasi penerus bangsa ke depannya yang perlu melibatkan semua pihak dan diperlukan juga regulasi yang baik ke depannya, melalui upaya peningkatan kualitas pendidikan dan pengajaran. Artikel ini bersifat deskriptif dengan tujuan penelitian adalah untuk melihat dampak yang terjadi pada sektor pendidikan, khususnya pada pendidikan dasar dan menengah akibat dari revolusi industri 4.0. Pembelajaran digital yang terjadi saat ini adalah salah satu akibat dari revolusi industri 4.0. Siswa dan guru tidak harus bertemu secara fisik untuk melakukan proses pembelajaran, sumber belajar bisa diakses dimana dan kapan saja. Generasi yang dihasilkan diharapkan dapat membuat perubahan nyata untuk masa depan dalam menghadapi segala transformasi yang terus berkembang Metode yang digunakan adalah dengan melakukan kajian literatur (literature review) pada penelitian-penelitian yang secara spesifik membahas revolusi industri 4.0 di sektor pendidikan. Kajian yang dilakukan meliputi aspek sektor pendidikan, peningkatan kualitas, teknologi dan literasi. Secara garis besar, keempat aspek tersebut merupakan kunci utama dalam melakukan pembangunan pendidikan di era revolusi industri 4.0. Tidak hanya dalam hal pembangunan pendidikan, jika dilakukan secara serius maka akan membuat Indonesia lebih maju lagi.
Ni Kadek Kasi Widiantari, I. N. Suparta, Sariyasa Sariyasa
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi produk pendidikan berupa e-Modul pembelajaran matematika. Penelitian ini dilakukan dengan mengikuti prosedur penelitian pengembangan Plomp yang dibatasi hingga empat tahapan yaitu: (a) tahap investigasi awal; (b) tahap desain; (c) tahap realisasi/konstruksi; serta (d) tahap tes, evaluasi, dan revisi. Metode pengumpulan data yamg dilakukan adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan metode analisis data yang dilakukan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini berupa e-Modul pembelajaran matematika bermuatan etnomatematika yang valid, praktis, dan efektif. Hasil perhitungan skor menunjukkan rata-rata skor validitas dan kepraktisan dengan kategori valid dan baik, serta uji keefektifan terkait kemampuan literasi numerasi dan pendidikan karakter dengan kategori baik. Pengembangan e-Modul ini berhasil dalam meningkatkan literasi numerasi dan pendidikan karakter melalui muatan etnomatematika yang menjadikan pembelajaran lebih kontekstual dan bermakna.
Elisa Putri Kholifah, Farid Setiawan, N. Fitri
Implementasi Pendidikan memiliki arah tujuan agar terealisasinya kebijakan Pendidikan yang telah di ciptakan. Kajian mengenaikebijakan Pendidikan ini memiliki tujuan agar terdeskripsi secara tertulis mengenai proses implementasi kebijakan termasuk dalam hal Pendidikan. Pada pelaksanaannya Implementasi kebijakan Pendidikan adalah rangkaian kegiatan yang saling berkaitan dengan ke administrasian sebagai pertanggung jawaban dari pelaksanaan sebuah program yang di dalamnya mengandalkan kebijakan. Proses dari implementasi Pendidikan saling terkait antara satu factor dengan factor lain, seperti factor politik, sosial, hukum dan ekonomi yang baik secara langsung atau tidak akan mempengaruhi tingkah laku berbagai pihak pelaksana program. Dalam pelaksanaanya implementasi perlu memperhatikan prosesnya, perlu dipertimbangkan strategi serta pendekatan yang digunakan, tahapan perumusan, kecukupan serta kelengkapan dari administrasi. Hal ini demi terwujudnya keberhasilan dalam mengimplementasikan kebijakan Pendidikan. Penelitian ini menggunakan penelitian studi Pustaka ataulibrary research. Data penelitian berupa artikel-artikel ilmiah yang tentu berhubungan dengan peimplementasian kebijakan Pendidikan, didukung data yang terkumpul dan di anlisis iisi dari artikel tersebut.
Ghufran Hasyim Achmad, Dwi Ratnasari, Alfauzan Amin et al.
Penelitian ini berfokus pada teknik penilaian autentik pada aspek kognitif, afektif, dan psikootorik dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di sekolah dasar. Tujuan dalam penelitian ini ialah untuk mengetahui teknik penilaian autentik yang dilakukan guru pendidikan agama Islam dan kendala yang ditemukan dalam pengimplementasiannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, desain yang digunakan yaitu studi kasus yang artinya peneliti mengungkap dan menganalisis secara mendalam terhadap permasalahan agar mendapatkan hasil yang spesifik. Subjek dalam penelitian ini ialah guru pendidikan agama Islam, peserta didik dan kepala sekolah. Pengumpulan data menggunakan sumber primer dan sekunder. Simber primer sumber seperti observasi wawancara, sedangkan sekunder yaitu buku, jurnal, dan artikel ilmiah. Analisis data menggunakan deskriptif-analitik diantaranya analisis kritik, interpretasi kritik, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu terdapat beberapa teknik penelilain yang digunakan guru pada setiap aspek. Aspek kognitifnya adalah guru menggunakan tes tulis, tes lisan dan penugasan. Aspek afektifnya guru menggunakan observasi, penilaian diri, penilaian antar teman, jurnal atau catatan harian. Sedangkan aspek psikomotorik guru menggunakan teknik proyek, unjuk kerja, dan portofolio. Dari ketiga asepk ini digunakan untuk mendapatkan gambaran secara utuh tentang ketercapaian kompetensi peserta didik dan juga dapat digunakan untuk dijadikan alat ukur tingkat keberhasilan pembelajaran yang sangat penting dalam pendidikan.
Faulinda Ely Nastiti, Aghni Rizqi Nimal Abdu
Berkembangnya teknologi informasi saat ini merambah pada seluruh bidang kehidupan masyarakat, termasuk bidang pendidikan. Pada era revolusi industri 4.0 diperlukan tiga literasi yaitu literasi data, literasi manusia, dan literasi teknologi. Pembelajaran di era revolusi 4.0 dapat menerapkan hybrid/blended learning dan Case-base Learning . Bahkan pendidikan dalam era society 5.0, memungkinkan siswa atau mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran berdampingan dengan robot yang sudah dirancang untuk menggantikan peran pendidik. Lantas bagaimana dengan sistem pendidikan di Indonesia? Tulisan ini mengkaji tentang kesiapan pendidikan Indonesia dalam menyambut era society 5.0. Dengan demikian, para pegiat dan stakeholder pendidikan mendapat gambaran tentang urgensi hadirnya teknologi era society 5.0 dalam dunia pendidikan. The development of information technology is currently reaching all areas of people's lives, including education. In the era of the industrial revolution 4.0 required three literacies namely data literacy, human literacy, and technological literacy. Learning in the revolutionary era 4.0 can apply hybrid / blended learning and Case-base Learning. Even education in the era of society 5.0, allows students or students in learning activities side by side with robots that have been designed to replace the role of educators. So what about the education system in Indonesia? This paper examines the readiness of Indonesian education in welcoming the era of society 5.0. Thus, activists and education stakeholders get a picture of the urgency of the presence of technology era society 5.0 in the world of education
Atase Pendidikan, Kbri Bangkok, Kedutaan Besar et al.
Thailand, a developing country in Southeast Asia, is striving to enhance its value and position on the world stage through the tourism industry. A country with a majority Buddhist population, Thailand is developing Halal Tourism as a new strategy to attract Muslim travelers.The development of halal tourism in Thailand is driven not only by economic motives but also non-economic considerations. Economically, the Thai government aims to open new destinations and expand the market to meet Muslim tourists' needs. A unique aspect is that Thailand has a minority Muslim population with a history of tension, especially in the Southern region. The government involves Southern Thai communities in halal tourism development, demonstrating efforts to create an inclusive society. This strategy is expected to ease political tensions that have existed due to economic disparities. By involving minority groups in tourism development, the Thai government hopes to achieve long-term peace and improve the country's positive image. The approach represents a strategic attempt to transform potential conflict zones into economic opportunities, using tourism as a tool for social integration and economic development.
Anis Aprianti, S. Tiara, Maulia et al.
Education always develops along with the times. Thus there are changes in curriculum policies that are always changing according to the times. Curriculum is the essence of the learning process in an educational institution. With changes to the curriculum, a process is needed that involves the entire community in an educational institution. Indonesia has experienced several curriculum changes, including the curriculum in 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004, 2006, 2013 and the independent curriculum. Future education needs to be designed to answer the expectations and challenges of changes that occur. The education system needs to be built continuously from preschool education, basic education, secondary education and higher education. The method used in this study is literature study, namely research that uses material sourced from journals related to education, especially in the curriculum
Muhammad Amiruddin, Hendy Rifki Saputra Arifin, Syahrul Ramadan et al.
Perkembangan teknologi sedemikian rupa ini tidak terlepas dari banyaknya pemanfaatan teknologi yang memudahkan kehidupan manusia. Akibat dari perkembangan teknologi juga berdampak di dunia pendidikan yang salah satunya yaitu ujian yang berbasis computer di tingkat sekolah dasar sebagai pengganti dari ujian yang berbasis alat tulis. SDN 1 Gadingkulon merupakan salah satu sekolah dasar yang juga harus memanfaatkan teknologi berbasis computer untuk pembelajaran dan ujian namun banyak siswa yang belum dapat mengorasikannya dengan baik. oleh seban itu sosialisasi dan pendampingan oleh tim pengabdian KKN di SDN 1 Gadingkulon sangat diperlukan. Metode pengabdian ini menggunakan metode Scientific yang dirancang untuk mengkonsep sebuah pemahaman sekaligus praktik. hasilnya menunjukkan bahwa sosialisasi dilakukan pada siswa kelas 5 dan 6 SDN 1 Gadingkulon berjalan dengan baik. Dilanjutkan dengan pengenalan fitur Microsoft Word beserta fungsi dan penggunaan. Kesimpulan kegiatan pengabdian ini ialah sosialisasi dan pendampingan berjalan dengan efektif dan memberikan dampak yang signifikan pada siswa setelah terlaksananya kegiatan tersebut. Sebanyak 90 persen siswa telah mampu mengoperasikan computer terutama pada ujian sekolah yang sebelumnya siswa tidak mengetahui tata cara pengoperasian teknologi computer.
A. Panji, Achmad Ruslan Afendi, Akhmad Ramli et al.
Pendidikan Islam merupakan bagian integral dalam sistem pendidikan Nasional memiliki konstribusi yang besar dalam penanaman nilai dan budaya serta perilaku keberagaman pada setiap diri seseorang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai-nilai dan budaya yang perlu dipertahankan sebagai hasil warisan pendidikan Islam pada generasi penerus dan metode pendidikan Islam dalam penanaman nilai-nilai dan budaya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan data seperti jurnal, buku, modul, serta web yang dijadikan referensi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh menunjukkan dalam pendidikan Islam nilai yang perlu diwariskan adalah nilai-nilai yang terdapat dalam sumber ajaran Islam, yakni Al-quran dan sunnah yang menjadi inti dalam al-akhlaq al-karimah (budi pekerti) sebagai muara dari segenap aktivitas pendidikan. Melalui penanaman pendidikan Islam dengan berbagai metode, maka akan timbul kesadaran pribadi sebagai individu dan anggota masyarakat.
I. Komang, Adil Subagio, Asnah Marlina et al.
Pada bidang pendidikan di Indonesia, terdapat beberapa hal yang menunjukkan pentingnya penggunaan TIK, yaitu (1) memaksimalkan kualitas pendidikan di seluruh jenjang; (2) mengantisipasi kesenjangan fasilitas Pendidikan karena perbedaan geografis; (3) pergerakan dinamis sosiobudaya masyarakat; dan (4) memperkuat rasa nasionalisme bangsa. Penelitian ini bertujuan mengeksplor dampak teknologi informasi dan komunikasi terhadap aktivitas pendidikan. Jenis penelitian ini yaitu studi deskriptif kualitatif ini dengan melibatkan 2 orang guru dan 5 orang siswa kelas XII SMK Negeri 1 Seririt. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi dan panduan wawancara. Analisis data menerapkan analisis interaktif kualitatif. Hasil penelitian membuktikan bahwa (1) Dampak positif TIK yaitu pembelajaran lebih inovatif, meningkatkan pemahaman siswa, memudahkan pembelajaran tanpa batasan waktu dan ruang, memperkaya sumber belajar, memfasilitasi pembelajaran berbasis online.; dan (2) Dampak negatif TIK yaitu perubahan nilai, norma, aturan, maupun moral kehidupan yang berlawanan dengan apa yang diyakini oleh masyarakat. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa teknologi informasi dan komunikasi memberikan dampak positif dan negatif tergantung dari pengoperasiannya.
Alzet Rama, M. Giatman, Hasan Maksum et al.
Manajemen pendidikan merupakan suatu struktur organisasi yang teratur dan berada dalam dunia pendidikan. Pendidik dan manajemen pendidikan merupakan kegiatan yang harus dilaksanakan oleh pendidik, tenaga kependidikan, dan lembaga pendidikan sampai akhir. Manajemen kependidikan adalah kegiatan yang menyangkut penetapan norma, standar, prosedur, pengangkatan, pembinaan, pengurusan, tunjangan, dan pemberhentian tenaga kependidikan sekolah dalam rangka menunaikan tugas dan fungsinya dalam mencapai tujuan sekolah.Metode penelitian ini mensitasi artikel untuk mengambil kesimpulan dalam penelitian. manajemen pendidikan memiliki fungsi dan tugas yaitu perencanaan, perekrutan, penempatan kerja,kompensasi, pembinaan dan pengembangan, dan mengevaluasi.Prinsip prinsip manajemen adalah pernyataan atau kebenaran mendasar yang menjadi pedoman untuk menyelesaikan tugas membimbing upaya untuk mencapai keseimbangan terbaik dalam proses pencapaian tujuan sebaik-baiknya.prinsip prinsip manajemen yang dibagi menjadi 14 bagian, yaitu division of work,authority and responsibility,discipline, unity of command, unity of direction, sub ordination of individual interest to general interest, remuneration of personnel, centralization, scalar chain, order, equity, stability of tonure of personnel, initiative. ecsprit de corps. Maka kepemimpinan pendidikan dapat dipahami sebagai upaya memimpin orang orang yang telah ditentukan. Melalui perencanaan tenaga kerja, rekrutmen, seleksi, penempatan, kompensasi, pengembangan, dan proses pemutusan hubungan kerja. Manajemen pendidikan yaitu perencanaan, perekrutan, penempatan kerja,kompensasi, pembinaan dan pengembangan, dan mengevaluasi.
Mohamad Muspawi, Moni Lukita
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keadaan pengelolaan pembiayaan pendidikan di Sekolah Dasar (SD) Nurul Khoir Jambi yang menopang keberlangsungan kegiatan pendidikan di sekolah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan penggunaan sumber dana yang dimiliki sekolah, tanggung jawab keuangan dan keterbukaan pengelolaan keuangan sekolah, mengurangi kesalahan dalam pengelolaan keuangan sekolah, dan mengetahui pemanfaatan keuangan sekolah bagi mutu proses pembelajaran di kelas. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan jenis case study tunggal yang terfokus pada pengelolaan pembiayaan dalam pendidikan di SD Nurul Khoir Jambi. Data penelitian dikumpulkan menggunakan dokumentasi dan wawancara. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa secara finansial SD Nurul Khoir Jambi dapat dikatakan tidak mengalami kesulitan dalam mendapatkan dana pendidikan, dan dana juga digunakan untuk kepentingan pendidikan. Kepala sekolah memperlihatkan kerja sama yang baik dengan bendahara, sehingga pelaksanaan beberapa program sekolah cukup baik. Sistem akuntabilitas yang diterapkan SD Nurul Khoir menunjukkan tanggung jawab sekolah. Transparansi atau keterbukaan dilaksanakan, dibuktikan dengan penempatan laporan penggunaan dana di papan pengumuman sehingga informasi dapat diakses oleh semua orang. Pemanfaatan keuangan sekolah dapat menunjang mutu proses pembelajaran di kelas. Hal itu terbukti dengan terpenuhinya beberapa sarana dan prasarana penting yang dibutuhkan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan pembiayaan pendidikan di SD Nurul Khoir telah berjalan mengikuti prosedur yang baik.
Halaman 8 dari 46652