Hasil untuk "kesehatan"

Menampilkan 20 dari ~388459 hasil · dari CrossRef, DOAJ, Semantic Scholar

JSON API
DOAJ Open Access 2026
Prevalence and Intensity of the Infection by Endoparasite Ascaridia galli in Broilers (Gallus gallus domesticus) in Slaughterhouses in Sukoharjo

Dwi Haryatmi, Dewi Saroh, Adhi Kumoro Setyo

Ascariasis often occurs in poultry caused by the worm Ascaridia galli, a nematode worm from the same family as the worm Ascaris lumbricoides. Helminthiasis due to infection by Ascaridia galli often occurs in chickens, which becomes an obstacle causing failure in chicken cultivation. Infection by the worm Ascaridia galli often causes reduced growth rate and weight loss. This study aimed to determine the prevalence and intensity of the infection by Ascaridia galli in slaughterhouses in the Sukoharjo regency. The research was carried out using experimental methods, which took the worm Ascaridia galii out of the intestine of the chickens that had just been slaughtered. The samples were collected from the Animal Slaughterhouse (RPH ~Ind.) in Grogol of Sukoharjo of Central Java, totaling 49 intestines. The results were that of 49 chickens’ intestines examined, 1/49 were found positive for the worm A. galli, with a prevalence of 2.04% and an intensity of 15 worms per infected chicken intestine. This study also found that 5/49 eggs were positive, with a prevalence of 10.20% and an intensity of one egg per infected chicken intestine.

Infectious and parasitic diseases
CrossRef Open Access 2025
Gambaran Pengelolaan Program Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di Dinas Kesehatan Kabupaten Jember

Didimus Adiwijaya, Eri Witcahyo, Abu Khoiri

Health Operational Assistance (HOA) is a program aimed at funding promotive and preventive activities of national priority health programs. The absorption of the HOA budget for the 2021-2024 fiscal years was 24.21%, 69.43%, 80.81%, and 85.7%, respectively. This absorption isn’t yet considered good, with a percentage of <90% and impacting the reduction in the proposed allocation for the following fiscal year. This study used descriptive research. The respondents were the Head of the Public Health Division, the Head of the Planning and Finance Subdivision, and Public Health staff. Primary data for this study were obtained through interviews, while secondary data included the HOA Realization Report, the Decree of the Head of the Health Office concerning the HOA Management Team, and the Technical Guidelines for the Use of HOA Funds for 2021-2024. Data analysis used descriptive analysis. The results showed that the planning process used a bottom-up proposal method. The Health Office used the Decree of the Head of the Health Office concerning the Health Office's HOA Management Team in 2023. Implementation obstacles included the late determination of the Budget Implementation Document (BID) in March, which delayed activity implementation. Supervision was carried out by the Health Office, the Supreme Audit Agency (SAA), and the Regional Financial and Asset Management Agency (RFAM), as well as reviews by the Ministry of Health's Inspectorate General. This research suggests that the Health Office can further optimize program implementation, particularly for activities with low budget absorption, by improving cross-sectoral coordination and building harmonization with the legislature.

DOAJ Open Access 2025
Identification of Lead Contamination in the Food Chain and Environment Surrounding Breastfeeding Mothers in Highland Agricultural Areas

Dina Rahayuning Pangestuti, Apoina Kartini, Suhartono Suhartono et al.

Introduction: Lead in the environment can be more easily absorbed by individuals with nutritional deficiencies, particularly breastfeeding mothers residing in agricultural areas near lead sources. Contaminated breast milk can disrupt infants' growth and development. This study aims to identify lead contaminants in the environment and assess the nutritional status of breastfeeding mothers to provide preventive measures. Methods: This cross-sectional study was conducted in the highland agricultural area of Semarang Regency in October 2021. Environmental samples, including air from agricultural land, settlements, groundwater, and raw food were carried out as environmental samples from 31 breastfeeding mothers. Dietary intake, haemoglobin, MCV, MCH, MCHC, and lead levels in breast milk was carried out. Lead content was analysed using ICP-OES. Geographic information system (GIS) was used to compare spatial distribution lead status levels with identified exposure factors. Results and Discussion: Median age of breastfeeding mothers was 24 years, with 72% being housewives, having a senior high school education. Median age of the infants was 2.5 months, 32% being boys, and 48% were exclusively breastfed. Mean hemoglobin level of the mothers was 13 ± 1.4 g/dL (13.8% was anemic) and median lead level in breast milk was 0.019 ppm. None of the mothers met their recommended macro- and micronutrient intake. Lead content in foods was 0.02-0.180 ppm, groundwater 0.017-0.034 ppm, and air 0-1.56 μg/Nm3 over a three-hours. Conclusion: The environment surrounding breastfeeding mothers contains lead, particularly in the air, and these mother experiences nutritional deficiencies, thereby increasing the risk of lead absorption.

Environmental technology. Sanitary engineering, Environmental pollution
DOAJ Open Access 2025
Pengembangan Alat Ukur Sabar Menjauhi Maksiat

Rifqi Ramadhani, M. Nursalim Malay, Nurul Isnaini

Degradasi moral di kalangan remaja Indonesia menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, dengan meningkatnya pelanggaran norma sosial-agama. Meskipun telah ada beberapa instrumen pengukuran kesabaran, belum ada yang secara khusus mengukur kesabaran dalam konteks menjauhi maksiat. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji validitas serta reliabilitas alat ukur sabar menjauhi maksiat berdasarkan teori Jauziyah (1998). Penelitian menggunakan pendekatan psikometrik dengan melibatkan 476 responden (316 perempuan, 160 laki-laki) berusia 18-21 tahun. Pengembangan instrumen melalui tahap studi literatur, expert judgment (dua pakar psikologi dan tiga pakar keislaman), dan uji psikometrik. Validitas konstruk diuji menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA) dengan LISREL 8.80 Full Version. Dari 45 item awal yang mengukur lima aspek (ketahanan emosional, pengendalian niat, pengendalian prasangka, pengendalian ucapan, dan pengendalian perbuatan), 43 item terbukti valid dengan t-value >1.96. Reliabilitas konstruk menunjukkan nilai 0.621-0.787, dengan aspek pengendalian ucapan memiliki reliabilitas tertinggi (0.787). Hasil uji kecocokan model memenuhi kriteria good fit pada semua aspek (RMSEA = 0.000, Chi-Square / df = 2, NFI = 1.00, NNFI = ≥ 0.90, CFI = 1.00, SRMR ≤ 0.05, GFI = 1.00, AGFI ≥ 0.99). Penelitian ini menghasilkan alat ukur sabar menjauhi maksiat yang valid dan reliabel, terdiri dari 43 item yang mengukur lima aspek kesabaran. Alat ukur ini dapat dimanfaatkan oleh praktisi kesehatan mental dan pendidik dalam merancang dan mengevaluasi program pembinaan karakter berbasis nilai Islam, serta mendukung pengembangan intervensi berbasis bukti untuk penguatan kesabaran di kalangan remaja Muslim Indonesia

Islam, Psychology
DOAJ Open Access 2025
Edukasi Bahaya Minuman Berpemanis dalam Kemasan (MBDK) di SMA Santo Kristoforus II

Putriana Rachmawati, Caecilia Divany Hanan, Fionna Nathaniel et al.

Konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) meningkat di kalangan remaja dan berdampak buruk terhadap kesehatan. Program edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya konsumsi MBDK melalui ceramah dan workshop. Edukasi dilaksanakan di SMA Santo Kristoforus II sebagai bagian dari kegiatan pengabdian kepada asyarakat oleh Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi mengenai kebutuhan gula harian, siklus metabolisme gula, efek samping konsumsi gula berlebih, kandungan gula dalam makanan dan minuman, serta cara mengurangi konsumsi gula. Selain itu, dilakukan pengukuran kadar gula pada beberapa minuman kemasan menggunakan alat refraktometer. Hasil pretest menunjukkan rata-rata nilai pemahaman siswa adalah 63,8, yang meningkat menjadi 79,78 pada posttest. Hal ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa. Distribusi nilai mengalami perbaikan, dengan lebih banyak siswa memperoleh nilai tinggi setelah edukasi. Survei kepuasan mengindikasikan bahwa lebih dari 75% siswa merasa program ini bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan mereka.Peningkatan pemahaman dan tingkat kepuasan yang tinggi menunjukkan efektivitas program ini dalam menyampaikan informasi yang relevan dan praktis. Program edukasi ini dapat diperluas ke sekolah-sekolah lain untuk menekan konsumsi MBDK di kalangan remaja dan mengurangi risiko kesehatan yang terkait dengan konsumsi gula berlebih.

Social sciences (General)
DOAJ Open Access 2024
Pemberdayaan Masyarakat dalam Penanggulangan COVID-19 pada Lansia dengan Komorbid Sindroma Metabolik di Sukoharjo Jawa Tengah

Sri Suwarni

Sindroma metabolik merupakan sekumpulan gejala yang meliputi obesitas, diabetes usia lanjut, menjadi faktor risiko terjadinya infeksi COVID-19. Berbagai studi membuktikan adanya hubungan kuat antara kejadian infeksi COVID-19, sindroma metabolic, dan perburukan kondisi klinis. Infeksi COVID-19 yang terjadi pada pasien diatas usia 65 tahun dengan sindroma metabolic cenderung untuk menunjukkan konsekuensi penyakit yang merugikan dan bahkan kematian akibat COVID-19 itu sendiri. Kegiatan ini bertujuan untuk mengubah perilaku dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan pribadi terkait pencegahan dan penanggualngan COVID-19. Kegiatan ini diselenggarakan pada bulan April 2021 di Bulu Sukoharjo Jawa Tengah. Kegiatan meliputi penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan dan perubahan perilaku mengenai perilaku hidup bersih sehat, mengontrol berat badan, dan mengendalikan kadar gula darah. Peserta juga dilakukan pemeriksaan kadar glukosa darah dan lemak tubuh. Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta prolanis yang terdiri dari 21 orang Perempuan dan 19 peserta laki-laki dengan rentang usia 65 -74 tahun. Peserta dalam kategori overweight sebanyak 12 orang dan obesitas sebanyak 14 orang, sisanya normoweight. Hasil pemeriksaan kadar glukosa serum menunjukkan 29 peserta (72,5%) menunjukkan peningkatan dan mengindikasikan terjadi Diabetes Melitus tidak terkontrol. Terdapat 14 responden (35%) dikategorikan obesitas berdasarkan perhitungan indeks massa tubuh. Responden dengan persentase lemak tubuh tinggi sebesar 65%. Responden dengan sindroma metabolic adalah 45%. Pemberian penyuluhan dan pemeriksaan terbukti memberikan peningkatan kesadaran dan pengetahuan peserta mengenai pencegahan terhadap infeksi COVID-19 melalui pengendalian kadar glukosa serum, pengendalian berat badan dan perilaku hidup bersih sehat, terlihat dari hasil post tes yang lebih tinggi dari nilai pretes. Kesadaran akan kondisi diri masing-masing peserta menjadi tonggak utama dalam memunculkan kesadaran untuk mencegah risiko infeksi COVID-19 dan menjaga kesehatan pribadi secara mandiri. Kemandirian inilah yang diharapkan dari kegiatan pengabdian Masyarakat ini, karena tanpa kemandirian Masyarakat dalam menjaga Kesehatan dirinya sendiri, tidak akan mungkin tercapai penekanan kasus infeksi COVID-19 di Indonesia. Jumlah penduduk dan jumlah tenaga medis serta sarana Kesehatan yang belum sebanding, menuntut peran Masyarakat dalam bentuk kemandirian dalam menjaga, mencegah dan menghilangkan faktor risiko terjadinta infeksi COVID-19. Pengabdian Masyarakat ini mampu memunculkan kemandirian Masyarakat tersebut dan diharapkan peserta kegiatan ini, akan menyebarkan pula pengetahuan yang didapatkan kepada lingkungan sekitar tempat tinggalnya.

Social Sciences
DOAJ Open Access 2024
Membangun Rumah Sehat Bebas TB: Edukasi Sanitasi Rumah Bagi Keluarga Penderita Tuberkulosis Di Wilayah Kerja Puskesmas Tawaeli

Mustafa Mustafa, Amsal Amsal

Kondisi tempat tinggal berperan penting dalam menentukan tingkat kebersihan dan sanitasi lingkungan. Tempat tinggal dan lingkungan yang tidak memenuhi standar kesehatan dapat menjadi faktor risiko penularan penyakit, seperti tuberkulosis paru. Tujuan dari pengabdian masyarakat adalah untuk memberikan edukasi kepada penderita TB. Edukasi keluarga penderita TB dan pentingnya sanitasi rumah sehat menjadi fokus kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian Masyarakat dilakukan dengan ceramah, penampilkan video dan pemberian leaflet serta dialog secara interaktif. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan berhasil meningkatkan pengetahuan peserta tentang tuberculosis dan sanitasi rumah, terbukti dari perbedaan signifikan antara pre-test dan post-test (Asymp.Sig bernilai 0,000 (0,000 < 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa hipotesisi H1 diterima yang artinya terdapat pengaruh pemberian edukasi terhadap peningkatan pengetahuan keluarga penderita TB tentang Tuberkulosis dan sanitasi rumah. Diharapkan dengan mengikuti kegiatan ini, para peserta dapat berperan aktif dalam meningkatkan angka kesembuhan dan menurunkan kejadian TB di lingkungannya.

Human settlements. Communities
DOAJ Open Access 2024
PENGARUH LABEL HALAL, HARGA DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN YANG BERDAMPAK PADA MINAT BELI ULANG PRODUK SABUN PEMBERSIH WAJAH X DI JABODETABEK DAN SURABAYA

Ayunanda Risetyaningsih, Novi Yantih, Derriawan Derriawan

Faktor halal adalah salah satu faktor penting untuk konsumen dalam melakukan keputusan pembelian sebuah produk. Apalagi Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah penduduk beragama Islam paling banyak di dunia. Karena itu pemerintah mengeluarkan Peraturan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, bahwa produk yang beredar di masyarakat belum semua terjamin kehalalannya. Sabun Pembersih Wajah X  salah satu produk yang telah mendapatkan sertifikat halal dan mendapatkan Top Brand Award selama 3 tahun berturut-turut (2020-2022) dengan posisi pertama untuk kategori sabun pembersih wajah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh label halal, harga, dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian dan apakah ada dampaknya pada minat beli ulang pada produk sabun pembersih wajah X. Metode yang digunakan deskriptif kuantitatif, pengumpulan data melalui kuesioner. Analisis data menggunakan teknik SEM (Structural Equation Modelling). Jumlah responden sebanyak 235 orang yang pernah membeli dan menggunakan produk Sabun Pembersih Wajah X selama 6 bulan terakhir. Analisis data menunjukkan bahwa label halal, harga, dan kualitas produk berpengaruh  terhadap keputusan pembelian produk Sabun Pembersih Wajah X, namun tidak semua berpengaruh pada minat beli ulang konsumen. Artinya dengan adanya label halal, harga yang terjangkau, serta kualitas produk yang baik dari Sabun Pembersih Wajah X menjadi faktor yang menentukan untuk konsumen melakukan pembelian produk, namun belum tentu ada minat beli ulang dari konsumen. Label halal, harga dan kualitas produk dapat dijadikan faktor penentu oleh perusahaan, namun untuk minat beli ulang konsumen masih perlu upaya untuk mencari lebih dalam lagi terkait faktor apa saja yang menjadi penentu.

Pharmacy and materia medica
DOAJ Open Access 2023
Associations Between Bottled Water Consumption and Diarrhea Among Adults in Indonesia

Rachmat Basuki, Azhar Khadijah, Sari Hidayangsih Puti et al.

This study aimed to analyze drinking water types and their relationship with diarrheal disease in adults. Cross-sectional study design was selected for this study and data were retrieved from 2018 Basic Health Research (Riskesdas) in 34 provinces in Indonesia. The sample of this study included household members with a total of 495,239 respondents. Data were analyzed using multinomial regression statistical methods to observe the relationship between drinking water types and other risk factors of diarrhea. The results of the analysis showed that the case of diarrhea in adults was at 6.3%. Respondents who consumed bottled water had a 1.2 times risk of not experiencing diarrhea compared to those who consume unimproved drinking water after controlled with defecation behaviour (OR= 1.20; 95% CI: 1.20 to 1.21; P< 0.005). Respondents who consumed refill drinking water had the same likelihood of not having diarrhea as those who consumed unimproved drinking water (OR= 0.99; 95% CI: 0.98 to 0.99; P< 0.05). Consumption of bottled drinking water is safer than refill drinking water in relation to the prevalence of diarrhea. Therefore, it is important to treat drinking water properly prior to consuming refill drinking water.

Environmental sciences
S2 Open Access 2022
Penerapan Prinsip Kesetaraan dalam Pemberian Hak Bagi Peserta BPJS Kesehatan Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan

R. Riasari

Penelitian hukum normatif ini relevan untuk menjawab isu hukum kebijakan jaminan kesehatan. Penerapan prinsip kesetaraan di berbagai kebijakan pelayanan jaminan kesehatan sosial atau antara satu kebijakan dengan kebijakan lainnya di Indonesia sudah sesuai. Kebijakan tersebut adalah Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, Peraturan Pemerintah Nomor 76 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2012 tentang Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan, Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, dan Peraturan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Nomor 1 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan. Namun pada Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan ada rasa ketidakadilan bagi masyarakat dikarenakan adanya perbedaan pelayanan kesehatan yang tidak dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan, seperti pelayanan kesehatan akibat tindak pidana penganiayaan, kekerasan seksual, korban terorisme dan tindak pidana perdagangan orang sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

12 sitasi en
S2 Open Access 2022
TANTANGAN DAN ISU STRATEGIS SUMBER DAYA KESEHATAN MANUSIA KESEHATAN PADA PUSKESMAS DI INDONESIA

Asti Nur Attriani

Sumber daya manusia kesehatan berperan penting sebagai upaya kesehatan dalam mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) adalah tenaga kesehatan dan tenaga penunjang kesehatan yang terlibat dan bekerja serta mengabdikan dirinya dalam upaya dan manajemen kesehatan. Indonesia menghadapi tantangan terkait transisi epidemiologi selama tiga dekade terakhir. Dilihat dari beban penyakit (burden of diseases) yang diukur dengan Disability Adjusted Life Years (DALYs). Hal tersebut saat berpengaruh terhadap SDMK karena sumber daya manusia kesehatan merupakan suatu hal yang penting dalam pembangunan kesehatan dan pengelolaan system kesehatan nasional. Kondisi sumber daya manusia kesehatan di puskesmas saat ini diketahui belum mampu memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Indonesia, terutama pada daerah 3T yaitu daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dan isu strategis sumber daya manusia kesehatan pada puskesmas. Penelitian dilakukan dengan metode kajian literatur dari berbagai buku, artikel jurnal, dan regulasi melalui Google dan Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan dan isu strategis sumber daya manusia kesehatan pada puskesmas meliputi ketersediaan dan distribusi SDM kesehatan, kualitas SDM kesehatan; serta task shifting dan multitasking. Oleh karena itu perlu adanya kebijakan terkait pemenuhan SDM kesehatan seperti insentif, mengatur masa bakti, dan pengembangan karir SDM kesehatan agar permasalahan terkait SDM kesehatan di Indonesia tidak ada lagi.

11 sitasi en
S2 Open Access 2022
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja Tentang Seks Bebas

F. Fitriani, N. Ekawati, Dewi Sartika MS et al.

Pendahuluan remaja Indonesia nampak lebih bertoleransi terhadap gaya hidup seksual pranikah atau seks bebas. Banyak faktor yang mempengaruhi perilaku ini, salah satunya adalah sikap dan pengetahuan tentang seks bebas itu sendiri. Pengetahuan dan sikap ini dapat ditingkatkan dengan pemberian penyuluhan atau pendidikan kesehatan. Tujuan mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang seks bebas. Metode jenis penelitian Pra-Eksperimental dengan rancangan penelitiannya adalah One Group pre-test post-test design.Sampel penelitian ini meliputi 84 siswa di SMK Negeri 6 Makassar dengan menggunakan Cluster Sampling sebagai teknik pengambilan sampel Instrumen Peneitian menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa bivariate, Uji Paired Sample T test. Hasil menunjukkan terdapat peningkatan jumlah responden yang memiliki pengetahuan baik antara sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan yaitu perubahan rata-rata 7,131 (± 3,229) sebesar 98,8% dengan p value 0,000. Dan terdapat peningkatan jumlah responden yang memiliki sikap baik antara sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan yaitu perubahan rata-rata 3,917 (± 3,860) sebanyak 100% dengan p value 0,000. Kesimpulan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap siswa (i) tentang seks bebas

11 sitasi en
S2 Open Access 2022
Pelatihan Kader Kesehatan dan Aplikasi Edukasi Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular

H. Haris, Fatima Ura Pabanne, S. Syamsiah

Kader kesehatan merupakan anggota masyarakat yang berperan dalam bidang kesehatan agar masyarakat memiliki kesadaran untuk hidup sehat dan bersih. Pola hidup sehat merupakan upaya dalam menurunkan faktor risiko penyakit tidak menular (PTM).  Kader kesehatan juga perlu memberikan edukasi kepada masyarakat. Untuk bisa menjalankan itu, kader kesehatan perlu mendapatkan pelatihan dan pendampingan dalam pelaksanaan edukasi kesehatan mengenai faktor risiko penyakit tidak menular. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan melalui pelatihan dan pendampingan dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Metode. Tahapan kegiatan ini terdiri dari pertama: persiapan meliputi pembuatan modul, perizinan pelaksanaan kegiatan, skrening kesehatan, pertemuan awal dengan kader kesehatan, Tahap kedua: Pelaksanaan pelatihan, hari pertama pemberian modul dan penjelasan isi modul, dilakukan pretest dan posttest. Hari kedua dilakukan simulasi edukasi kesehatan dengan media flipchart. Tahap ketiga: aplikasi edukasi kesehatan kepada masyarakat  yang memiliki satu atau lebih faktor risiko penyakit tidak menular. Tahap ini dilakulan pengisian kuesioner tsebelum dan sesudah dilakukan edukasi kesehatan. Hasil.  Berdasarkan hasil kegiatan ini, untuk kegiatan pelatihan, rata-rata pengetahuan kader sebelum pelatihan adalah 56% dan meningkat menjadi 83,3% setelah pelatihan. Nilai rata-rata untuk simulai adalah 76,67 (baik). Untuk pengetahuan masyarakat dari 5 indikator yang nilai, 4 menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi oleh kader kesehatan, hanya 1 yang tidak menunjukkan perbedaan.Simpulan. Kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader setelah diberikan pelatihan dan adanya pengaruh edukasi yang diberikan kader kesehatan terhadap pengetahuan masyarakat. Kedepannya kegiatan seperti ini perlu ditingkatkan lagi dan bisa mendorong terbentuknya posbintu PTM di wilayah kegiatan ini.Kata kunci : Edukasi Kesehatan, Pelatihan Kader Kesehatan, Penyakit tidak menular

11 sitasi en
S2 Open Access 2022
Literasi Kesehatan Dan Perilaku Mencari Informasi Kesehatan Internet Pada Siswa Sekolah Menengah Atas

Fauzan Ditiaharman, Hatina Agsari, Rizma Adlia Syakurah

Didorong oleh kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, organisasi kesehatan masyarakat menyusun langkah untuk membantu menutup kesenjangan dalam akses informasi kesehatan. Mayoritas masyarakat menggunakan aplikasi kesehatan untuk mengatur perilakunya dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat literasi kesehatan dengan perilaku pencarian kesehatan internet pada siswa SMA. Penelitian ini merupakan studi analitik kuantitatif yang menargetkan siswa SMA, menggunakan kuesioner online HLS-EU-Q-16 ditambah dengan pertanyaan perilaku pencarian kesehatan internet yang telah diterjemahkan dan divalidasi, yang dibagikan secara daring mulai 6 Juli dengan total respon 515 siswa. Lebih dari separuh responden menunjukkan tingkat melek huruf yang cukup tinggi. Tingkat literasi kesehatan mereka memiliki hubungan yang signifikan dengan usia, lokasi sekolah menengah, dan perilaku pencarian kesehatan internet mereka. Profil internet harian responden adalah: pengguna smartphone, memiliki setidaknya satu cara koneksi internet, menggunakan setidaknya satu aplikasi yang berhubungan dengan kesehatan, dan menggunakan internet secara kasar selama 7-12 jam. Mayoritas dari mereka memasang aplikasi informasi kesehatan. Penggunaan data bulanan memengaruhi jenis dan / atau jumlah aplikasi kesehatan yang digunakan. Kemampuan mengakses informasi kesehatan berdampak positif bagi siswa sekolah menengah dalam mencari dan memahami informasi kesehatan yang berkualitas, yang mengarah pada tingkat literasi kesehatan yang mebih tinggi.

10 sitasi en
S2 Open Access 2022
Pendidikan Kesehatan : Pengetahuan Remaja Tentang Anemia

R. Munir, A. Sari, Dea Fitria Hidayat

Di Asia yaitu Indonesia, anemia adalah salah satu masalah gizi utama. Sekitar 60% anak mengalami anemia dengan angka kejadian anemia tertinggi ditemukan di daerah Asia Tenggara yaitu pada anak usia sekolah. Untuk mengetahui pengetahuan remaja mengenai anemia pada siswa dan siswi SMK Bogor Muhiddin School. Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan metode pengambilan sampel dengan sampling jenuh sebanyak 37 responden, untuk mendapatkan hasil penelitian maka dalam penelitian ini menggunakan analisa uji T pada hasil pretest dan post test dengan nilai p value < 0,05. Hasil dari perhitungan uji statistik dengan menggunakan sistem komputerisasi, diperoleh nilai t = -2,522 dan p = 0,016 (p < 0,05). Dari hasil penelitian ini maka disimpulkan bahwa adanya pengaruh antara pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan remaja tentang anemia di SMK Bogor Muhiddin School.

10 sitasi en
S2 Open Access 2022
Perilaku Tenaga Kesehatan Dalam Pelayanan Administrasi Rumah Sakit Antara Harapan dan Kenyataan

Azura Arisa, S. Purwanti, Latifah et al.

Penelitian ini mengangkat masalah prilaku tenaga Kesehatan dalam pelayanan administrasi rumah sakit antara harapan dan kenyataan. Kualitas pelayanan kesehatan pun yang disediakan akan menunjukkan tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan dalam menimbulkan rasa puas pada diri setiap pasien. Makin sempurna kepuasan tersebut, makin baik pula kualitas pelayanan kesehatan. Dalam menyelenggarakan upaya menjaga kualitas pelayanan kesehatan dirumah sakit tidak terlepas dari profesi keperawatan yang berperan penting. Berdasarkan standar tentang evaluasi dan pengendalian kualitas dijelaskan bahwa pelayanan keperawatan menjamin adanya asuhan keperawatan yang berkualitas tinggi dengan terus menerus melibatkan diri dalam program pengendalian kualitas di rumah sakit.

S2 Open Access 2022
Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja Mengenai Bahaya Seks Bebas

Nina Yusnia, Raina Nashwa, Denisa Handayani et al.

Pengetahuan remaja tentang pendidikan seksual yang sehat dan akseptabel masih terbatas. Rasa ingin tahu yang mendominasi remaja tentang kegiatan tersebut, membuat mereka melakukan perilaku yang mengarah pada percobaan sampai melakukan perbuatan seks bebas yang bisa menyebabkan penyakit menular seksual. Untuk mengetahui pengaruh Edukasi Kesehatan terhadap pengetahuan Kesehatan reproduksi mengenai bahaya sex bebas pada siswa-siswi SMP PGRI 1 Ciawi. Penelitian pra-eksperimen dilakukan kepada siswa-siswi SMP PGRI 1 Ciawi dengan metode pengambilan sampel dengan random sampling sebanyak 29 responden, untuk memperoleh hasil penelitian digunakan uji T pada pretest dan post test dengan P-value <0,05. Diperoleh hasil perhitungan uji statistic dengan menggunakan komputerisasi, diperoleh nilai t sebesar -4,792 dan p=0,000 (p<0,05). Terdapat pengaruh Edukasi Kesehatan terhadap pengetahuan siswa-siswi SMP PGRI 1 Ciawi.

10 sitasi en
S2 Open Access 2021
Analisis Kesehatan Mental Mahasiswa Perguruan Tinggi X Pada Awal Terjangkitnya Covid-19 di Indonesia

Suryanto Aloysius, Nada Salvia

Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam kehidupan seseorang. Memiliki kesehatan mental yang baik tidak hanya terhindar dari penyakit mental tetapi juga memiliki keadaan mental yang sejahtera. Mahasiswa berada pada batasan remaja akhir dan dewasa awal, dimana masa ini merupakan masa kondisi mental yang tidak stabil, diiringi dengan konflik dan tuntutan serta perubahan suasana hati. Apabila individu yang mengalami masa tersebut tidak dapat mengontrol hal-hal yang terjadi, maka dapat menimbulkan masalah kesehatan mental yang akan memempengaruhi kesehatannya secara keseluruhan. Selain itu banyak dampak-dampak lain akibat terganggunya kesehatan mental. Oleh karena itu, pentingnya mengakaji lebih jauh mengenai kesehatan mental mahasiswa Perguruan Tinggi X pada awal terjangkitnya Covid-19 di Indonesia dan faktor-faktor yang memengaruhinya.  Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang didapatkan melalui survei kepada mahasiswa Perguruan Tinggi X. Analisis inferensia yang digunakan adalah analisis regresi logistik ordinal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 46 persen mahasiswa Perguruan Tinggi X memiliki status kesehatan mental yang buruk. Dari sepuluh variabel penjelas, terdapat empat variabel yang berpengaruh signifikan terhadap kesehatan mental mahasiswa Perguruan Tinggi X tahun akademik 2019/2020 yaitu jenis kelamin, dukungan sosial, ketergantungan smartphone, dan pendapatan.

42 sitasi en
S2 Open Access 2021
Telemedicine sebagai Media Konsultasi Kesehatan di Masa Pandemic COVID 19 di Indonesia

Genny Gustina Sari, Welly Wirman

Bidang kesehatan mengalami kemajuan pesat dengan mengadopsi internet dalam penerapannya, internet memudahkan pekerjaan dan memungkinkan terobosan baru dalam dunia kesehatan melalui e-health . Tulisan ini mencoba melihat bagaimana situs-situs e-health seperti Alodokter dan Halodoc menjadi media konsultasi kesehatan secara online bagi masyarakat. motif apa yang melatarbelakangi pasien memilih berkonsultasi online dan bagaimana masyarakat menaruh kepercayaan konsultasi tanpa tatap muka khsusunya selama masa pandemic COVID 19 dengan menggunakan teori fenomenologi Alferd Schutz yang menitikberatkan pada motif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenalogi. Teknik pengumpulan data melalui wawancara secara online dengan para pasien di aplikasi Alodokter dan Halodoc yang dilakukan dalam kurun waktu 5 bulan dengan total jumlah informan sebanyak 6 orang. Hasil penelitian menunjukkan Because to Motive seseorang melakukan konsultasi online adalah karena pandemic COVID 19 yang menimbulkan kekhawatiran dan ketakutan untuk melakukan konsultasi langsung dan karena penyakit yang dikonsultasikan dianggap pasien bukan penyakit yang serius. In Order to Motive pasien melakukan konsultasi kesehatan online adalah untuk mendapatkan informasi dan solusi dari penyakit yang diderita, untuk mendapatkan rekomendasi obat yang harus dikonsumsi atau Tindakan yang harus ditindaklanjuti serta untuk memperoleh ketenangan atas kecemasan yang dirasakan mengingat banyaknya keluhan yang dikonsultasikan mengacu pada pertanyaan tentang gejala COVID 19. Tingkat kepercayaan pasien kepada hasil diagnosis online menunjukkan bahwa umumnya pasien akan mempercayai hasil diagnosis untuk penyakit ringan, namun untuk diagnosis yang mengarahkan pasien menemui dokter ahli cenderung diabaikan pasien.

42 sitasi en Medicine

Halaman 8 dari 19423