Hasil untuk "kesehatan"

Menampilkan 20 dari ~388425 hasil · dari DOAJ, CrossRef, Semantic Scholar

JSON API
S2 Open Access 2021
Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku

Syamsurya Junita

Promosi kesehatan adalah proses atau upaya agar individu-individu dan masyarakat meningkatkan kemampuan dan mengendalikan faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan, bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan. Sedangkan perilaku kesehatan adalah suatu respons seseorang (organisme) terhadap stimulus yang berkaitan dengan sakit dan penyakit, system pelayanan kesehatan, makanan serta lingkungan.

S2 Open Access 2020
Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data pada Penelitian Kualitatif di Bidang Kesehatan Masyarakat

Arnild Augina Mekarisce

Pendahuluan: Secara umum metode penelitian didefinisikan sebagai suatu kegiatan ilmiah yang terencana, terstruktur, sistematis, dan memiliki tujuan tertentu baik praktis maupun teoritis. Dikatakan terstruktur karena kegiatan ini berlangsung mengikuti suatu proses dan tahapan-tahapan tertentu. Salah satu tahapannya adalah tahapan dalam pengumpulan data. Data merupakan hal yang sangat krusial dalam penelitian, sehingga dalam perjalanannya, data yang dikumpulkan harus memenuhi syarat pada pemeriksaan keabsahan data, termasuk dalam penelitian kualitatif. Metode: Metode yang digunakan adalah literature review, yaitu literatur dikumpulkan dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, artikel ilmiah yang saling terkait. Hasil dan Pembahasan: Pemeriksaan terhadap keabsahan data merupakan sebagai unsur yang tidak terpisahkan dari tubuh pengetahuan penelitian kualitatif. Teknik pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian kualitatif meliputi uji kredibilitas (perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, triangulasi, analisis kasus negatif, menggunakan bahan referensi, atau mengadakan membercheck), transferabilitas, dependabilitas, maupun konfirmabilitas. Kesimpulan: Teknik pemeriksaan keabsahan data yang dapat dilakukan pada penelitian kualitatif yaitu dengan melakukan uji kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, maupun konfirmabilitas. Kata kunci: kredibilitas, transferabilitas, triangulasi, dependabilitas, konfirmabilitas Data Validity Check Techniques in Qualitative Research in Public Health Introduction: In general, the research method is defined as a scientific activity that is planned, structured, systematic, and has specific objectives both practical and theoretical, both in quantitative and qualitative research. It is said to be structured because this activity takes place following a certain process and stages. One of the stages is the stage in data collection. Data is very crucial in the research, so that in its journey, the data collected must meet the requirements on the validity of the data. This study aims to explain the theory about the data validity check techniques in qualitative research in public health. Method: The method used is literature review, which is literature collected from various sources such as books, journals, scientific articles that are interrelated. Result: Data Validity Check Techniques is an inseparable element of the body of qualitative research knowledge in the field of public health. Data validity checking techniques in this qualitative study include credibility tests (extended observations, increasing perseverance, triangulation, negative case analysis, using  reference material, or holding a member check), transferability, dependability, and confirmability. Conclusion: Data validity checking techniques that can be carried out in qualitative research in the field of public health are by conducting tests of credibility, transferability, dependability, and confirmability. Keywords: credibility, transferability, triangulation, dependability, confirmability

419 sitasi en Computer Science
S2 Open Access 2025
Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur: Sinkronisasi Teori dan Praktik Dalam Dunia Kefarmasian

T. Wibowo, S. Wardani, Indah Fadila Ulfa et al.

Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu langkah strategis dalam menyelaraskan teori yang diperoleh di perkuliahan dengan praktik di dunia kerja, khususnya di sektor kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami dan terlibat dalam berbagai program kesehatan yang dijalankan oleh dinas, seperti program promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Metode yang digunakan dalam PKL meliputi observasi, partisipasi aktif dalam kegiatan lapangan, serta diskusi dengan tenaga profesional di bidang kesehatan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa dapat meningkatkan pemahaman praktis, keterampilan teknis, serta kemampuan dalam beradaptasi dengan lingkungan kerja yang dinamis. Selain itu, PKL ini juga memberikan wawasan mengenai tantangan nyata yang dihadapi dalam implementasi kebijakan kesehatan di tingkat provinsi. Dengan demikian, PKL di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur menjadi wadah yang efektif dalam menyinkronkan teori akademik dengan praktik di lapangan, serta mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi tenaga kesehatan yang profesional dan kompeten di masa depan.

S2 Open Access 2024
Kesehatan Mental Remaja dan Tren Bunuh Diri: Peran Masyarakat Mengatasi Kasus Bullying di Indonesia

Nurul Karisma, Aida Rofiah, S. Afifah et al.

Kasus bullying pada remaja meningkat signifikan di Indonesia, Remajanya mengakhiri hidup menjadi penyebab kematian ketiga terbesar di Indonesia. Kekerasan terhadap anak dapat menjadi faktor yang memicu anak mengakhiri hidupnya Tren bunuh diri juga terjadi disepanjang tahun 2023, Indonesia dikejutkan dengan banyaknya kasus bunuh diri yang dilakukan oleh mahasiswa berdampak pada kesehatan mental dan tren bunuh diri. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak bullying terhadap kesehatan mental remaja, mengidentifikasi peran masyarakat dalam pencegahan bullying, dan memberikan rekomendasi melibatkan peran masyarakat melindungi kesehatan mental remaja serta mencegah peningkatan tren bunuh diri. Dampak bullying mencakup gangguan mental dan fisik. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan signifikan kasus bullying pada remaja di Indonesia. Data menunjukkan peningkatan kasus dari 119 kasus (2020) menjadi 241 kasus (2023) serta di tingkatan jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 50 % sampai 13,5 % tingkat SMA dan SMK. Metode penelitian menggunakan studi kepustakaan dengan mengkaji jurnal, dokumen, dan media online terkait topik permasalahan bullying yang menyebabkan masalah kesehatan mental bahkan tren bunuh diri untuk dikaji lebih lanjut. Diperlukan peran masyarakat untuk pencegahan melalui edukasi dan dukungan kesehatan mental remaja. Keterlibatan masyarakat secara aktif dan kolaboratif adalah kunci menciptakan perubahan positif terkait isu bullying dan kesehatan mental remaja yang merupakan tanggung jawab bersama.

42 sitasi en
S2 Open Access 2025
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA DI SMA NEGERI 7 MANADO

Lady Galatia Lapian, Srianugrita Debora Tarek

Hasil survey data kesehatan Indonesia menyatakan bahwa pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi belum memadai hanya 33% remaja perempuan dan 37% remaja laki-laki mengetahui kemungkinan lebih besar untuk hamil apabila berhubungan seksual. Pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi relatif masih rendah. Remaja perempuan yang tidak tahu tentang perubahan fisiknya sebanyak 13,3%. hampir separuh 47,9% remaja perempuan tidak mengetahui kapan memiliki hari atau masa subur. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan reproduksi.     Jenis penelitian ini adalah pre-experimental dalam bentuk one group pre posttest design. Populasi dalam penelitian ini siswa kelas X yang berada di SMA Negeri 7 Manado berjumlah 45 responden sampel menggunakan purposive sampling.      Hasil penelitian tingkat pengetahuan sebelum dilakukan pendidikan kesehatan reproduksi kategori baik adalah 7 responden (15,5%), kategori cukup 23 responden (51,1%), dan kategori kurang 15 responden ( 33,3%). Dan hasil penelitian sesudah dilakukan pendidikan kesehatan reproduksi adalah kategori baik 25 responden (55,6%), kategori cukup 17 responden (37,8%), dan kategori kurang hanya 3 responden (6,7%). Hasil penelitian tingkat pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan adalah (63,11%) dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan reproduksi adalah (79,00%). Hasil uji paired t-test nilai p adalah 0,000 lebih kecil dari nilai signifikan α (0,05).       Kesimpulan ada pengaruh yang signifikan antara Pendidikan Kesehatan reproduksi terhadap pengetahuan remaja di SMA Negeri 7 Manado. Saran untuk instansi sekolah untuk lebih memfasilitasi informasi untuk para siswa tentang kesehatan reproduksi. Dan saran untuk remaja lebih aktif lagi dalam mencari informasi tentang kesehatan reproduksi dan aktif dalam kegiatan penyuluhan Kesehatan reproduksi remaja.

S2 Open Access 2025
Pentingnya Pengetahuan Kesehatan Reproduksi pada Remaja

Ika Choirin, Ela Rohaeni, Rif’atun Nisa et al.

Adolescence is a transitional period from childhood to adulthood characterized by biological, emotional, social, and cognitive changes. During this period, adolescents’ reproductive organs begin to function actively, making them a vulnerable age group to various reproductive health problems, such as unintended pregnancy, sexually transmitted infections, and early marriage. These problems are often influenced by adolescents’ low level of knowledge regarding reproductive health. Adolescent reproductive health refers to a healthy condition related to the reproductive system, functions, and processes, encompassing physical, mental, social, and cultural aspects. Therefore, maintaining reproductive health during adolescence is very important as a preventive effort against future health risks. The purpose of this counseling activity was to increase and enhance adolescents’ knowledge of reproductive health. The method used was health education through interactive counseling. Based on the results of a self-assessment survey, it was found that the main problem was a lack of reproductive health knowledge among 30 adolescents. To address this issue, counseling was conducted covering the definition of reproductive health, common reproductive health problems, and ways to maintain reproductive health. After the counseling session, participants showed high enthusiasm for the material presented through leaflets and video media.

S2 Open Access 2025
Hubungan Uang Saku dan Pola Makan dengan Status Gizi Mahasiswa di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Sekolah Tinggi, Ilmu-Ilmu Kesehatan, Bina Bangsa Majene et al.

Gizi merupakan faktor terpenting dalam indikator kesehatan manusia terutama pada masa anak-anak dan remaja. Masalah gizi di usia remaja akan mempengaruhi perkembangan kognitif, produktivitas, dan kinerja seseorang. Status gizi merupakan gambaran apa yang dikonsumsi oleh seseorang dalam jangka waktu yang cukup lama. Oleh sebab itu, ketersediaan zat gizi didalam tubuh seseorang individu akan menentukan keadaan status gizi seseorang apakah dalam keadaan baik atau kurang, optimal ataupun lebih. Mahasiswa merupakan generasi penerus bangsa yang diharapkan memiliki perilaku hidup sehat dan pola makan yang sehat. Uang saku berbeda dengan uang jajan. Biasanya uang saku digunakan untuk membeli makanan, sebagian untuk transportasi dan untuk kebutuhan lainnya, uang saku biasanya didapatkan bulanan, mingguan ataupun harian tergantung dari masing-masing orang tua mahasiswa. Sedangkan uang jajan adalah uang yang diberikan orang tua untuk membeli cemilan berupa makanan sewaktu-waktu, dalam penelitian ini lebih fokus ke uang jajan. Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan uang saku dan pola makan dengan status gizi Mahasiswa di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene. Jenis Penelitian ini adalah Kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari – Juli 2025 di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene. Populasi dalam penelitian ini adalah semua mahasiswa Sekolah Tinggi ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene sebanyak 1120 Mahasiswa dengan jumlah sampel sebanyak 118 Mahasiswa yang dipilih berdasarkan Teknik Proportionate Stratified random sampling dari 3 program studi yaitu; S1 Kesehatan Masyarakat, D3 Keperawatan, D3 Kebidanan. Berdasarkan uji Chi Square, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan uang saku dengan status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada Mahasiswa dengan nilai p value= 0,460 (>0,05) dan ada hubungan pola makan dengan status gizi (IMT) pada Mahasiswa dengan nilai p value= 0,008 (<0,05). Status gizi perlu diperhatikan terutama pola makan yang bergizi, sehat, dan aman karena akan dapat memengaruhi kualitas dan produktivitas belajar pada mahasiswa dimana peran mahasiswa adalah sebagai bonus demografi dalam menciptakan indeks pembangunan manusia yang lebih baik.

S2 Open Access 2025
Pendekatan Spiritual Islami dalam Mendukung Kesehatan Mental Pasien di Rumah Sakit

S. Hasanah, Assyfa Tuzzahra Khoirunisa, Latifah et al.

Kesehatan mental merupakan aspek penting dari kesejahteraan keseluruhan yang seringkali mendapat perhatian kurang dibandingkan kesehatan fisik, terutama di lingkungan rumah sakit. Pendekatan spiritual islami hadir sebagai alternatif yang relevan dalam mendukung kesehatan mental pasien Muslim dengan memanfaatkan nilai‑nilai seperti dhikr, sabar, tawakkul, dan taubā. Artikel ini bertujuan menggambarkan bagaimana pendekatan spiritual islami dapat diintegrasikan ke dalam layanan rumah sakit untuk mendukung kesehatan mental pasien serta mengevaluasi efektivitasnya berdasarkan literatur terkini. Metode penelitian menggunakan telaah sistematis terhadap artikel‑jurnal peer‑review yang membahas intervensi keagamaan dalam kesehatan mental, dengan fokus pada konteks Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan spiritual islami berkontribusi positif terhadap penurunan gejala kecemasan dan depresi, peningkatan harapan hidup, serta meningkatkan coping‑mechanism pasien Muslim; namun terdapat tantangan implementasi seperti keterbatasan literasi agama pada tenaga kesehatan, regulasi institusi yang belum memfasilitasi, dan kebutuhan akan penelitian empiris lebih lanjut. Artikel ini menyimpulkan bahwa integrasi spiritual islami dalam lingkungan rumah sakit dapat memperkaya pendekatan bio‑psiko‑sosial dalam kesehatan mental, namun memerlukan kerangka operasional yang sistematis, pelatihan, dan evaluasi yang memadai.

S2 Open Access 2025
Integrasi Nilai Spiritual dan Medis dalam Kesehatan Modern: Perspektif Agama Islam

Latifah, Azura Arisa, Rima Diaty et al.

Artikel ini membahas hubungan antara ajaran Islam dan kesehatan melalui kajian kualitatif berbasis studi pustaka, analisis normatif, serta pendekatan deskriptif-komparatif. Islam memandang kesehatan sebagai bagian dari maqashid syariah, khususnya penjagaan jiwa (hifz an-nafs), yang mencakup aspek fisik, mental, spiritual, dan sosial. Temuan kajian menunjukkan bahwa Al-Qur’an dan hadis mengandung prinsip-prinsip kesehatan yang komprehensif, seperti thaharah (kebersihan), konsumsi makanan halal dan thayyib, manajemen stres melalui ibadah, kewajiban berobat, kesehatan reproduksi, kelestarian lingkungan, dan mitigasi penyakit. Dalil-dalil seperti QS. Al-Baqarah: 195, QS. Al-Baqarah: 168, QS. Ar-Ra’d: 28, serta hadis riwayat Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud menjadi dasar konseptual yang selaras dengan prinsip kesehatan modern. Integrasi antara syariat dan ilmu kedokteran juga tercermin dalam praktik pengobatan, sanitasi, nutrisi, kesehatan mental, dan penanganan pandemi. Artikel ini menegaskan bahwa Islam tidak hanya memuat aturan ibadah, tetapi juga panduan preventif dan kuratif untuk menjaga kualitas hidup manusia. Relevansi ajaran Islam terhadap kesehatan modern menunjukkan urgensi penerapan nilai-nilai agama dalam membangun masyarakat sehat, produktif, dan berkelanjutan.

S2 Open Access 2025
Etika Profesi Tenaga Kesehatan dalam Perspektif Islam

Latifah, Sekolah Tinggi, Ilmu-Ilmu Kesehatan et al.

Etika profesi dalam bidang kesehatan menjadi aspek krusial yang menentukan kualitas pelayanan medis dan kepercayaan publik terhadap institusi kesehatan. Dalam konteks Muslim, etika profesi tenaga kesehatan memiliki landasan nilai‑nilai Islam yang kuat, seperti amanah (kepercayaan), ihsan (berbuat sebaik‑baiknya), tadbir (pengelolaan), taʿawun (tolong‑menolong), dan keadilan (ʿadl). Artikel ini bertujuan menganalisis bagaimana perspektif Islam membentuk kerangka etika profesi tenaga kesehatan serta implikasinya bagi praktik modern di fasilitas kesehatan. Metode penelitian menggunakan studi literatur sistematis terhadap artikel‑jurnal terkini dan dokumen keilmuan yang relevan. Hasil penelitian mengungkap tiga tema utama: (1) prinsip‑prinsip etika profesi tenaga kesehatan dalam Islam, (2) penerapan nilai Islam dalam praktik pelayanan kesehatan modern, dan (3) tantangan dan strategi pembumian etika Islam dalam profesi kesehatan. Perspektif Islam terbukti selaras dengan prinsip bioetika modern beneficence, non‑maleficence, autonomy, dan justice namun menambahkan dimensi spiritual dan tanggung jawab moral yang lebih luas. Kendati demikian terdapat hambatan seperti rendahnya literasi nilai Islam di kalangan tenaga kesehatan, kelemahan regulasi institusional, dan tekanan teknologi serta komersialisasi kesehatan. Artikel ini menyimpulkan bahwa pengintegrasian etika Islam dalam profesi kesehatan tidak sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis untuk meningkatkan mutu pelayanan, kepercayaan pasien Muslim, serta pembentukan karakter tenaga kesehatan yang berintegritas.

DOAJ Open Access 2025
SOCIALIZATION OF MORINGA LEAF PUDDING MAKING AS EFFORT TO PREVENT STUNTING IN BENDO HAMLET

Rahmadhanti, Novita Adhe Wardany, Hasna Nur Iriyanti et al.

Abstract - Stunting is a major health problem in Indonesia that threatens the quality of future generations. This condition is primarily caused by chronic malnutrition, especially insufficient intake of protein and essential micronutrients. One potential effort to address this issue is the use of moringa leaves, which are highly nutritious and locally available. This study aims to describe the implementation of socialization on moringa leaf pudding as an innovative supplementary food to prevent stunting in Bendo Hamlet. The research employed a Community-Based Research (CBR) approach that involved KKN students, posyandu cadres, PKK mothers, and mothers of toddlers in a participatory process from planning to evaluation. The findings showed improvements in community knowledge about the nutritional benefits of moringa leaves, enhanced skills in preparing pudding, and positive acceptance of the product among children. Acceptance was influenced by the pudding’s soft texture, balanced sweetness, and attractive natural green color. The success of the program was also supported by easy access to raw materials, a simple preparation method, and strong cadre commitment. Thus, moringa leaf pudding can serve as a practical and sustainable local food alternative to help fulfill children’s nutritional needs while strengthening family food security.   Keyword: Moringa Leaves, Moringa Leaf Pudding, Local Food, Stunting Prevention.   Abstrak - Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih menjadi perhatian di Indonesia karena berdampak pada kualitas generasi mendatang. Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya asupan gizi kronis, terutama protein dan mikronutrien penting. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemanfaatan daun kelor sebagai bahan pangan lokal bergizi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi sosialisasi pembuatan puding daun kelor sebagai inovasi pangan tambahan dalam pencegahan stunting di Dusun Bendo. Penelitian menggunakan pendekatan Community-Based Research (CBR) yang melibatkan mahasiswa KKN, kader posyandu, ibu PKK, dan ibu balita secara partisipatif mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat gizi daun kelor, keterampilan dalam mengolah puding, serta penerimaan positif dari anak-anak terhadap produk tersebut. Faktor penerimaan dipengaruhi oleh tekstur lembut, rasa manis yang seimbang, serta warna hijau alami yang menarik. Keberhasilan kegiatan ini juga didukung oleh kemudahan memperoleh bahan baku, proses pembuatan yang sederhana, serta komitmen kader posyandu dalam melanjutkan praktik. Dengan demikian, puding daun kelor berpotensi menjadi alternatif pangan lokal yang tidak hanya membantu pemenuhan gizi anak, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan keluarga serta mendukung upaya berkelanjutan dalam pencegahan stunting. Kata kunci: Daun Kelor, Puding Daun Kelor, Pangan Lokal, Pencegahan Stunting.

Social Sciences
S2 Open Access 2024
Ikan Sebagai Sumber Protein dan Gizi Berkualitas Tinggi Bagi Kesehatan Tubuh Manusia

Anisa Aulia Rahma, R. S. Nurlaela, Almanda Meilani et al.

Ikan memiliki peran yang sangat penting sebagai penyedia protein dan nutrisi esensial yang mendukung kesehatan manusia, terutama di Indonesia yang memiliki kekayaan sumber daya laut. Artikel ini menekankan kontribusi ikan dalam memperkuat ketahanan pangan, termasuk aspek ketersediaan, distribusi, dan konsumsi. Meskipun memiliki risiko kerusakan, Undang-Undang Nomor 45 tahun 2009 mengakui ikan sebagai bahan pangan yang sangat penting karena tingginya kandungan protein dan air. Ikan juga mengandung senyawa bioaktif yang memiliki nilai ekonomis, mudah dicerna, dan memberikan penyerapan protein yang lebih baik. Mengonsumsi ikan memiliki manfaat kesehatan yang signifikan, seperti mengurangi risiko gangguan kardiovaskular berkat kandungan protein, asam lemak omega-3, vitamin, dan mineral. Dalam analisisnya, artikel ini juga dapat mengidentifikasi manfaat kesehatan dari mengonsumsi ikan, mengevaluasi keunggulannya sebagai sumber protein berkualitas tinggi, dan mengembangkan panduan untuk menyertakan ikan dalam pola konsumsi harian yang sehat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ikan tidak hanya menyediakan protein yang tinggi, tetapi juga kaya akan asam lemak omega-3, vitamin, dan mineral. Oleh karena itu, ikan memiliki manfaat kesehatan yang signifikan dalam mendukung keseimbangan nutrisi dan meningkatkan konsumsi ikan, yang relevan dalam konteks kesehatan masyarakat dan ketahanan pangan.

22 sitasi en
S2 Open Access 2024
Promosi Kesehatan tentang Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental pada Remaja

Syafina Alma Farika, M. Mirza, Arina Nuraliza Romas

Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam kesejahteraan individu, terutama pada usia remaja yang rentan terhadap tekanan hidup dan perkembangan emosional. Data dari berbagai sumber menunjukkan prevalensi yang signifikan dari gangguan kesehatan mental di kalangan anak-anak dan remaja, dengan dampak yang serius seperti peningkatan kasus bunuh diri. Di Indonesia sendiri, prevalensi gangguan kesehatan mental juga cukup tinggi, menunjukkan pentingnya edukasi tentang kesehatan mental sejak dini. Tim pengabdian melaksanakan program edukasi tentang kesehatan mental di SMP Negeri 4 Kudus dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga kesehatan mental pada usia remaja. Program ini mencakup penyampaian materi melalui presentasi yang menarik, sesi tanya jawab interaktif, dan penggunaan pretest dan postest untuk mengukur peningkatan pengetahuan siswa. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman siswa tentang pengertian kesehatan mental, faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan mental, dampak buruk dari tidak menjaga kesehatan mental, serta manfaat dari terjaganya kesehatan mental setelah intervensi. Berdasarkan pembahasan data, dapat disimpulkan bahwa program edukasi ini berhasil meningkatkan pengetahuan siswa tentang kesehatan mental secara signifikan. Dengan demikian, edukasi tentang kesehatan mental pada usia remaja merupakan langkah penting dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis generasi muda dan mengurangi risiko kasus bunuh diri yang disebabkan oleh ketidakstabilan mental. Program ini juga menyarankan adanya pengembangan program berkelanjutan dan pengadaan alat dan bahan edukasi untuk memastikan pemahaman yang berkelanjutan tentang kesehatan mental di kalangan siswa

S2 Open Access 2024
Tantangan dan Peluang Pendidikan Kesehatan di Era Digital: Membangun Kesadaran Kesehatan Online

Muhammad Hasyim

Penelitian ini mengeksplorasi tantangan dan peluang dalam pendidikan kesehatan di era digital, dengan fokus pada membangun kesadaran kesehatan online. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan fokus pada pemahaman mendalam tentang tantangan dan peluang pendidikan kesehatan di era digital. Tantangan utama yang diidentifikasi adalah fluktuasi informasi kesehatan yang tidak akurat di platform online, memerlukan pengawasan yang lebih ketat dan peningkatan literasi kesehatan masyarakat. Selain itu, kesenjangan akses teknologi juga menjadi perhatian, menunjukkan perlunya solusi untuk memastikan akses yang merata terhadap pendidikan kesehatan online. Namun, ada peluang signifikan dalam interaktivitas dan personalisasi konten kesehatan, serta kolaborasi antara profesional kesehatan dan teknologi untuk mengembangkan solusi inovatif. Dengan langkah-langkah strategis yang terkoordinasi, pendidikan kesehatan di era digital memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat secara luas dan efektif.

15 sitasi en
S2 Open Access 2024
DAMPAK KEMISKINAN TERHADAP AKSES PELAYANAN KESEHATAN DI INDONESIA

A. Sarjito

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemiskinan terhadap akses pelayanan kesehatan di Indonesia. Dengan fokus pada pemahaman hubungan antara kemiskinan dan perilaku mencari pelayanan kesehatan, penelitian ini menyelidiki faktor sosial ekonomi utama yang berkontribusi terhadap terbatasnya akses ke pelayanan kesehatan di masyarakat miskin. Studi ini menggunakan metode penelitian kualitatif, memanfaatkan data sekunder dari sumber terpercaya seperti survei nasional, laporan pemerintah, dan literatur akademik. Dengan memanfaatkan data yang ada, penelitian ini mengadopsi pendekatan komprehensif untuk memahami kompleksitas hubungan antara kemiskinan dan akses kesehatan di Indonesia. Temuan ini menyoroti dampak signifikan dari kemiskinan terhadap perilaku dan pemanfaatan pelayanan kesehatan di kalangan individu di Indonesia. Kemiskinan ditemukan menjadi penghalang utama yang menghalangi individu untuk mencari pelayanan perawatan kesehatan yang diperlukan, mengakibatkan pengobatan yang tertunda atau tidak memadai. Kendala ekonomi, cakupan asuransi kesehatan yang tidak memadai, dan infrastruktur kesehatan yang terbatas diidentifikasi sebagai faktor sosial ekonomi utama yang berkontribusi terhadap terbatasnya akses ke pelayanan kesehatan di masyarakat miskin. Selain itu, penelitian ini mengungkapkan adanya kesenjangan yang mencolok dalam ketersediaan dan kualitas pelayanan kesehatan antara daerah miskin dan tidak miskin di Indonesia. Daerah miskin sering kekurangan fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan profesional, dan pasokan medis penting, memperburuk tantangan yang dihadapi oleh individu yang hidup dalam kemiskinan. Kesimpulannya, kemiskinan secara signifikan mempengaruhi perilaku dan pemanfaatan pelayanan kesehatan di Indonesia, memperburuk kesenjangan kesehatan di masyarakat. Mengatasi faktor sosial ekonomi utama yang mendasari terbatasnya akses ke pelayanan kesehatan di masyarakat miskin sangat penting untuk meningkatkan hasil pelayanan kesehatan di Indonesia.

S2 Open Access 2024
Marketing 4.0 dalam Pelayanan Kesehatan: Tinjauan Literatur terhadap Transformasi Digital dan Strategi Pemasaran: Literature Review

Nanda Almas Norberta, Diansanto Prayoga

Latar belakang: Industri pelayanan kesehatan sedang mengalami transisi mendasar sebagai akibat dari kemajuan teknologi digital, termasuk inovasi dalam pemasaran digital. Marketing 4.0 yang berfokus pada penggunaan teknologi digital dan interaksi online menjadi pendorong utama perubahan dalam bisnis ini. Tujuan: Dalam perspektif ini, penelitian ini mengkaji penggunaan pemasaran digital dalam layanan kesehatan. Metode: Metode penelitian ini menggunakan literature review dengan mengacu pada sumber-sumber dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia melalui database seperti Pubmed, ProQuest, Scopus, dan Google Scholar. Kriteria inklusi mencakup artikel yang membahas pemasaran digital dalam layanan kesehatan. Hasil: Hasil dari penelusuran artikel melibatkan tiga penelitian yang relevan. Studi-studi ini mengungkapkan pentingnya integrasi berbagai saluran komunikasi pemasaran online, termasuk periklanan, hubungan masyarakat, penjualan pribadi, promosi penjualan, penjualan langsung, dan pemasaran digital, untuk mengembangkan strategi komunikasi layanan kesehatan yang efektif dan efisien. Selain itu, penelitian menyoroti dampak positif pemasaran media sosial terhadap layanan kesehatan dan keterlibatan merek, serta strategi pemasaran digital yang efisien seperti penggunaan media sosial, optimalisasi pencarian digital, dan periklanan online. Kesimpulan: Marketing 4.0 telah mengubah lanskap pemasaran dalam industri layanan kesehatan. Pemasaran digital menjadi alat yang krusial dalam berinteraksi dengan pasien, mempromosikan layanan kesehatan, dan membangun merek yang kuat. Transformasi digital dan strategi pemasaran yang terintegrasi menjadi kunci untuk memenuhi harapan pasien dan meningkatkan pengalaman mereka dalam pelayanan kesehatan.

10 sitasi en

Halaman 1 dari 19422