Edukasi Bahaya Minuman Berpemanis dalam Kemasan (MBDK) di SMA Santo Kristoforus II
Abstrak
Konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) meningkat di kalangan remaja dan berdampak buruk terhadap kesehatan. Program edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya konsumsi MBDK melalui ceramah dan workshop. Edukasi dilaksanakan di SMA Santo Kristoforus II sebagai bagian dari kegiatan pengabdian kepada asyarakat oleh Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi mengenai kebutuhan gula harian, siklus metabolisme gula, efek samping konsumsi gula berlebih, kandungan gula dalam makanan dan minuman, serta cara mengurangi konsumsi gula. Selain itu, dilakukan pengukuran kadar gula pada beberapa minuman kemasan menggunakan alat refraktometer. Hasil pretest menunjukkan rata-rata nilai pemahaman siswa adalah 63,8, yang meningkat menjadi 79,78 pada posttest. Hal ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa. Distribusi nilai mengalami perbaikan, dengan lebih banyak siswa memperoleh nilai tinggi setelah edukasi. Survei kepuasan mengindikasikan bahwa lebih dari 75% siswa merasa program ini bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan mereka.Peningkatan pemahaman dan tingkat kepuasan yang tinggi menunjukkan efektivitas program ini dalam menyampaikan informasi yang relevan dan praktis. Program edukasi ini dapat diperluas ke sekolah-sekolah lain untuk menekan konsumsi MBDK di kalangan remaja dan mengurangi risiko kesehatan yang terkait dengan konsumsi gula berlebih.
Topik & Kata Kunci
Penulis (7)
Putriana Rachmawati
Caecilia Divany Hanan
Fionna Nathaniel
Kenneth Faustin
Jessica Manuain
Linda Sanjaya
Tommy Nugroho Tanumihardja
Akses Cepat
PDF tidak tersedia langsung
Cek di sumber asli →- Tahun Terbit
- 2025
- Sumber Database
- DOAJ
- DOI
- 10.25077/jwa.32.1.30-37.2025
- Akses
- Open Access ✓