Pengembangan Alat Ukur Sabar Menjauhi Maksiat
Abstrak
Degradasi moral di kalangan remaja Indonesia menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, dengan meningkatnya pelanggaran norma sosial-agama. Meskipun telah ada beberapa instrumen pengukuran kesabaran, belum ada yang secara khusus mengukur kesabaran dalam konteks menjauhi maksiat. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji validitas serta reliabilitas alat ukur sabar menjauhi maksiat berdasarkan teori Jauziyah (1998). Penelitian menggunakan pendekatan psikometrik dengan melibatkan 476 responden (316 perempuan, 160 laki-laki) berusia 18-21 tahun. Pengembangan instrumen melalui tahap studi literatur, expert judgment (dua pakar psikologi dan tiga pakar keislaman), dan uji psikometrik. Validitas konstruk diuji menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA) dengan LISREL 8.80 Full Version. Dari 45 item awal yang mengukur lima aspek (ketahanan emosional, pengendalian niat, pengendalian prasangka, pengendalian ucapan, dan pengendalian perbuatan), 43 item terbukti valid dengan t-value >1.96. Reliabilitas konstruk menunjukkan nilai 0.621-0.787, dengan aspek pengendalian ucapan memiliki reliabilitas tertinggi (0.787). Hasil uji kecocokan model memenuhi kriteria good fit pada semua aspek (RMSEA = 0.000, Chi-Square / df = 2, NFI = 1.00, NNFI = ≥ 0.90, CFI = 1.00, SRMR ≤ 0.05, GFI = 1.00, AGFI ≥ 0.99). Penelitian ini menghasilkan alat ukur sabar menjauhi maksiat yang valid dan reliabel, terdiri dari 43 item yang mengukur lima aspek kesabaran. Alat ukur ini dapat dimanfaatkan oleh praktisi kesehatan mental dan pendidik dalam merancang dan mengevaluasi program pembinaan karakter berbasis nilai Islam, serta mendukung pengembangan intervensi berbasis bukti untuk penguatan kesabaran di kalangan remaja Muslim Indonesia
Topik & Kata Kunci
Penulis (3)
Rifqi Ramadhani
M. Nursalim Malay
Nurul Isnaini
Akses Cepat
PDF tidak tersedia langsung
Cek di sumber asli →- Tahun Terbit
- 2025
- Sumber Database
- DOAJ
- DOI
- 10.19109/psikis.v11i1.27125
- Akses
- Open Access ✓