Hasil untuk "kesehatan"

Menampilkan 20 dari ~388985 hasil · dari DOAJ, Semantic Scholar, CrossRef

JSON API
DOAJ Open Access 2025
Pemberdayaan dan Pelatihan Pengolahan Jamu dari Tanaman Herbal di Pekarangan Warga Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol Tulungagung

Wimbuh Tri Widodo, Ahmad Yudianto, Sonny Kristianto et al.

Desa Wates, yang terletak di Sumber Gempol, Tulungagung, memiliki keanekaragaman hayati yang signifikan di pekarangan rumah, khususnya berupa berbagai jenis tanaman obat, termasuk brotowali (Tinospora crispa). Program pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan serta pemanfaatan obat herbal melalui intervensi edukatif dan praktis yang terstruktur. Kegiatan yang dilakukan meliputi penyuluhan kepada masyarakat, pelatihan pengolahan brotowali berbasis nanoteknologi, serta pembagian bibit tanaman obat. Pelaksanaan pengabdian tersebut menghasilkan peningkatan yang terukur dalam pemahaman warga mengenai farmakognosi herbal, khususnya terkait teknik pengolahan optimal yang dapat mempertahankan atau meningkatkan aktivitas antioksidan. Selain itu, para peserta menunjukkan minat yang lebih tinggi dalam membudidayakan tanaman obat serta mengeksplorasi peluang komersialisasi produk herbal olahan sebagai sumber pendapatan alternatif. Inisiatif ini juga mendorong terbentuknya kebun herbal rumah tangga yang mendukung kemandirian dalam pengobatan tradisional. Secara keseluruhan, program ini berkontribusi pada pemberdayaan masyarakat lokal dengan memanfaatkan sumber daya tanaman asli melalui pendekatan ilmiah yang terintegrasi dengan teknologi, sehingga berpotensi memberikan manfaat sosial-ekonomi dan kesehatan.

DOAJ Open Access 2025
Association between nutritional intake, physical activity, and gestational weight gain in overweight pregnant women: a cross-sectional study

Ayu Rahadiyanti, Fillah Fithra Dieny, Nurmasari Widyastuti et al.

Excessive weight gain during pregnancy is a risk factor, which can be modified to prevent pregnancy and postpartum complications. Gestational weight gain (GWG) is also influenced by the regulation of nutritional intake and physical activity, especially during the COVID-19 pandemic. This study aimed to analyze the relationship between nutritional intake and physical activity in overweight pregnant women with gestational weight gain. This cross-sectional study was conducted in May and November 2022. A total of 66 overweight/obese pregnant women aged 20 – 40 years at the Public Health Center in Semarang were recruited using a consecutive sampling technique. Data were collected using interviews, questionnaires, and anthropometric measurements.  Data analysis was performed using the Pearson’s correlation, Spearman’s correlation, and linear regression. Pregnant women who were overweight or obese gained an average of 0,42 kg of weight each week, with the bulk of this gain deemed improper (68,2%). Parity (p=0,011; r=-0,309) and sufficient protein consumption (p=0,031; r=-0,266) were associated with GWG. The conclusion is that there will be less weight gain during pregnancy if the protein intake is high.

Nutrition. Foods and food supply, Food processing and manufacture
CrossRef Open Access 2025
Pengaruh Edukasi Flashcard terhadap Tingkat Pengetahuan Terkait Dysmenorrhea pada Mahasiswa Kesehatan dan Non Kesehatan Unair

Roudhotul Jannah, Trias Mahmudiono

Dysmenorrhea is pain that occurs before, after, or during menstruation. The occurrence of dysmenorrhea in adolescents, especially college students, often hinders the activities that these students must perform and can lead to diseases of the reproductive system. However, dysmenorrhea is often considered a common disease, and its effects are not well understood. This study aims to analyze the effect of education using flashcards related to high calcium and magnesium diets, as well as exercise, on the severity of dysmenorrhea and knowledge levels among health and non-health students at Airlangga University. The method used in this study is experimental with a Quasi-Experimental design and a pretest-posttest control group design among health and non-health students at Airlangga University. The instruments used in this study include questionnaires, flashcards, and a recipe book. The results of this study indicate significant changes in knowledge before and after education, and significant differences in knowledge between the treatment group and the control group. The conclusion of this study is that education using flash cards can be used to improve knowledge and behavior in both groups, both health and non-health students. Therefore, it is recommended that universities conduct regular education programs related to diseases that are still underestimated by the general public

CrossRef Open Access 2025
ANALISIS PERAN KAMPANYE DINAS KESEHATAN KOTA BANDUNG DALAM MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT TERHADAP KESEHATAN

Muhammad Prayogi Adie Pradja, Dinda Amanda Zuliestiana

Judul Penelitian Ilmiah ini adalah "Analisis Peran kampanye Dinas Kesehatan Kota Bandung dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Terhadap Kesehatan" penelitian ini dapat diteliti dengan fokus pada bagaimana peran kampanye yang diterapkan oleh Dinas Kesehatan Kota Bandung dapat memengaruhi pemahaman dan perilaku masyarakat terhadap isu-isu kesehatan. Penelitian mencakup analisis media yang digunakan, audiens, serta dampak kampanye melalui wawancara. Tujuannya adalah menentukan elemen kunci yang membuat kampanye tersebut efektif dan bagaimana dampaknya terhadap peningkatan kesadaran masyarakat. Penelitian ini menggunakan Metode Kualitatif dengan pendekatan Deskriptif dan pengumpulan datanya dengan cara melakukan wawancara kepada individu kunci seperti Pejabat Dinas Kesehatan Kota Bandung, peserta kampanye, atau masyarakat untuk mendapatkan perspektif mereka tentang kampanye Kesehatan. Penelitian ini juga melakukan Literature review yang sesuai dengan cakupan penelitian. Hasil yang didapat penelitian ini yaitu masyarakat yang tidak memahami akan kesehatan dirinya akan berdampak buruk terhadap masa depannya karena itu Dinas Kesehatan melakukan Kampanye Kesehatan dengan cara melalukan edukasi melalui media sosial, dan melaksakan  seminar sehingga masyarakat sadar akan Kesehatan dan Kesimpulan Penelitian ini yaitu Peran Kampanye Dinas Kesehatan Kota Bandung sangatlah penting bagi Kesadaran Masyarakat. Karena perubahan prilaku masyarakat terhadap kesadaran kesehatan harus meningkat itulah tujuan utama Dinas Kesehatan Kota Bandung yang dimana masyarakat semakin paham dalam menjaga kesehatan rohani dan jasmani.

S2 Open Access 2024
Pengaruh Edukasi Demonstrasi Terhadap Kemampuan Dalam Melakukan Praktik SADARI pada Siswi SMA PGII 2 Kota Bandung

Oktarina Sri Iriani, Dian Purnama, Haidir Syafrullah et al.

Kanker payudara merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi pada wanita di seluruh dunia Deteksi dini memiliki peran penting dalam meningkatkan tingkat kesembuhan dan mengurangi angka kematian akibat kanker payudara. Metode SADARI merupakan salah satu metode sederhana yang dapat digunakan untuk mendeteksi dini adanya perubahan atau kelainan pada payudara. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh demonstrasi terhadap praktik SADARI pada siswi SMA PGII 2 Kota Bandung. Penelitian ini melibatkan 70 siswi sebagai sampel penelitian. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik penarikan sampel acak sederhana. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan menggunakan lembar ceklis sebagai instrumen pengumpulan data. Data yang dikumpulkan mencakup informasi tentang praktik SADARI, dan pengaruh pemberian demonstrasi terhadap praktik SADARI Penelitian ini menunjukkan bahwa sebelum adanya pemberian demonstrasi 97,1% siswi tidak memiliki kemampuan dalam melakukan praktik SADARI dan setelah diberikan demonstrasi 84,2% memiliki kemampuan dalam melakukan praktik SADARI, dari hasil uji statistik kemampuan sebelum dan setelahnya diperoleh nilai Asymp.Sig = 0.000 (<0.05). Ada pengaruh yang signifikan pada pelaksanaan praktik pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) terhadap peningkatan kemampuan siswi dalam upaya deteksi dini kanker payudara. Diharapkan agar pihak sekolah selalu melakukan sosialisasi tentang kesehatan pada siswi dan bekerjasama dengan petugas kesehatan terutama tentang pemeriksaan SADARI, sehingga siswi dapat mempunyai kepedulian terhadap perubahan tubuhny dan mengetahui pentingnya praktik SADARI dilakukan secara rutin untuk mendeteksi kemungkinan adanya kelainan pada payudara, dan bisa menjadi salah satu pemberi informasi untuk masyarakat ataupun keluarga terdekat tentang praktik SADARI sehingga harapannya bisa menurunkan angka penyakit kanker payudara.   Kata kunci: SADARI, Demontrasi, Praktik.

3 sitasi en
S2 Open Access 2024
DAMPAK INTERVENSI MOBILE HEALTH TERHADAP MANAJEMEN DIRI PASIEN GAGAL JANTUNG : A SYSTEMATIC REVIEW

Eka Mei Dianita, Supriliyah Praningsih, Siswati et al.

Gagal jantung merupakan penyakit kardiovaskular mempengaruhi 26 juta orang di dunia menyebabkan kematian. Mengelola dan memantau gejala gagal jantung penting untuk meningkatkan status kesehatan. Mobile health digunakan untuk memantau, mengelola gejala pada pasien gagal jantung, mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Intervensi berfokus pada penatalaksanaan nonfarmakologis penting pada pasien gagal jantung. Manajemen diri terdiri dari pemantauan berat badan, pembatasan cairan, modifikasi pola makan, olahraga. Mobile health lebih terintegrasi untuk strategi pengelolaan secara mandiri. Penelitian bertujuan mengevaluasi efektivitas mobile health dalam manajemen mandiri pasien gagal jantung. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan sistematik dilakukan menggunakan PRISMA. Lima database digunakan penelitian ini: Pubmed, Proquest, Science Direct, Spinger, SAGE. Artikel antara tahun 2017-2022. Kata kunci digunakan “kesehatan seluler” DAN “manajemen mandiri” DAN “gagal jantung”. Hasil penelitian dari tiga belas artikel menunjukkan mobile health dapat diterapkan untuk meningkatkan manajemen diri pada pasien gagal jantung. Aplikasi mobile health berbasis buku harian, HF SMART, aplikasi kesehatan seluler Care4myHeart, HOM HEMP, aplikasi mAF dan aplikasi HeartMa. Meskipun intervensi yang berbeda mempunyai dampak yang berbeda terhadap hasil pengelolaan manajemen mandiri, penerapan kesehatan berpotensi dapat diterapkan di negara maju maupun berkembang. Penggunaan kombinasi intervensi mobile health dan tim multidisiplin untuk mencapai efek dan hasil optimal terkait manajemen mandiri pada pasien gagal jantung. Mobile health memberikan manfaat bagi penggunanya, khususnya perbaikan gejala pasien gagal jantung. Penyedia layanan kesehatan dapat secara efektif dan mendukung pasien gagal jantung dalam manajemen mandiri yang komprehensif.

DOAJ Open Access 2024
Pendampingan Penanganan Tengkes Melalui Program Kerja “ASTATEGI” Di Desa Karangrejo

Rangga Bayu Satriya, One Farida Arilasmi, Erica Septafanny et al.

Tengkes, atau stunting, merupakan masalah kesehatan yang signifikan di Desa Karangrejo, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang. Program kerja “ASTATEGI” (Aksi Sehat Tangani Tengkes dan Inovasi Gizi Protein Hewani Berbasis UMKM Ibu-Ibu PKK Desa Karangrejo) dirancang sebagai upaya peningkatan kesadaran dan pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan tengkes melalui edukasi gizi dan pemberian makanan bergizi berbasis pangan lokal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program ASTATEGI dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait asupan gizi serta mengurangi angka tengkes di desa tersebut. Program ini dilaksanakan selama tiga hari dengan berbagai kegiatan sosialisasi dan demonstrasi masak yang melibatkan remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, dan orang tua balita. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai gizi seimbang dan pentingnya pemenuhan asupan protein hewani untuk mencegah tengkes. Program ASTATEGI berhasil menggerakkan partisipasi masyarakat dalam mendukung penurunan angka tengkes melalui pemanfaatan bahan pangan lokal seperti daun kelor.

Human settlements. Communities
DOAJ Open Access 2024
Scabies Risk Factor Analysis in Students at Islamic Boarding School

Prasetyadi Mawardi, Triasari Oktavriana, Alamanda Murasmita et al.

Background: Scabies is a highly contagious skin disease that often occurs in densely populated settings, especially among children, including those in boarding schools. Purpose: We aimed to investigate the risk factors for scabies infestation in boarding schools. Methods: This crosssectional analytic research was conducted at the Imam Syuhodo Modern Islamic Boarding School. This study consisted of four main steps: survey questionnaires, a pre-test, one-on-one doctor examination, and a brief discussion. The collected data was analyzed using the ChiSquare test and bivariate analysis. Additional multivariate analysis was performed to determine the most influential risk factors. Result: The total sample for the study was 490 students (242 males and 248 females). The overall prevalence of scabies in the boarding school was 16.12%. Bivariate analysis showed a significant relationship between male sex, age (<14 years), history of itchiness, and sharing belongings. In the multivariate analysis, sex (OR 5.56, 95% CI 2.5911.93) and age (OR 2.09, 95% CI 1.23-3.56) turned out to be the most significant factor for scabies. Dermatology specific quality of life index assessment showed more severe negative effects on students with scabies (p<0.001). Discussion: Scabies prevalence was more common in younger males patients. The prevalence of male students was very disproportionate, which needs further attention when designing an intervention model. Students in boarding schools dealing with scabies have worse impacts on their daily lives, which could impede their academic progress.

DOAJ Open Access 2024
Investigation of antioxidant activity from beetroot juice (Beta vulgaris L) as a healthy drink for the prevention of non-communicable disease

Ratih Tri Amelia, Tonang Dwi Ardyanto, Yulia Sari

Non-communicable diseases can cause oxidative stress, which affects their pathophysiology. One of the recommended diets for preventing complications of non-communicable diseases (NCD) is a rich antioxidant diet. One of the foods rich in antioxidants is beetroots. This study aimed to assess the antioxidant content of locally obtained beetroot juice. Laboratory experimental methods were used to test the antioxidant activity of beetroot juice. Before the laboratory test, the panelists carried out a hedonic test. The beets were then juiced and checked for DPPH′ (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). The beetroot was then juiced and checked for DPPH′ (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Statistical analysis was performed using the Kruskal–Wallis test.  Results: The hedonic test showed that panelists preferred beetroot juice with lemon juice, with a 'like' range for the aroma and viscosity and a 'neutral-like' range for the taste and color of beetroot juice. The antioxidant content in 300 ml of beetroot juice was 53,34 ± 0,13%. In conclusion, beetroot juice has a high antioxidant content and health benefits in preventing NCD.

Nutrition. Foods and food supply, Food processing and manufacture
DOAJ Open Access 2024
YOUTH NUTRITIONAL STATUS WITH ENERGY INTAKE AND CALORIE DRINK IN INDONESIA: A CROSS-SECTIONAL STUDY

Wilda Siti Yulyani, Debby Endayani Safitri

Background: Adolescents often experience an imbalance between intake and energy expenditure, resulting in the problem of excess nutrition. Unbalanced energy intake and expenditure and lack of nutritional knowledge are the main factors causing over nutrition. The results of research on National Ministry data showed that the nutritional status of adolescents aged 12-18 years who were over-nourished was 19.1% and obesity was 31%. However, the nutritional status of over-nutrition at the provincial level in Banten was 20.9% and obesity was 30%. Purpose: The purpose of this study is to determine the relationship between energy intake, macronutrients, calorie drinks and nutritional knowledge on the nutritional status of adolescents aged 15-18 years in Sukabakti Sub district, Tangerang Regency. Methods: Sample was taken by using Proportional Random Sampling technique as many as 97 samples. The variables studied were energy intake, macronutrients, calorie drinks and nutritional knowledge on adolescent nutritional status. This type of research used quantitative research with Chi-Square analysis test. Results: In this study, there was no significant (P > 0.05) between energy intake (P = 0.827), protein intake (P = 468), fat intake (P = 0.849), carbohydrate intake (P = 0.449), calorie drinks (P = 0.227), and no relationship between nutritional knowledge and nutritional status (P = 0.231). Conclusion: Since adolescent nutritional status is influenced by several factors. not only intake and knowledge, but also influenced by physical activity, infectious diseases, attitudes, parents, environment and many more.

Public aspects of medicine
DOAJ Open Access 2024
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FATIGUE PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS RUTIN DI RUMAH SAKIT PUSAT ANGKATAN UDARA DR. SUHARDI HARDJOLUKITO YOGYAKARTA

Angelica Silfia Intan Nugrahandari, Fransisca Anjar Rina Setyani, Lucilla Suparmi

Gagal ginjal kronis menyebabkan kerusakan ginjal progresif dan ireversibel, mengganggu keseimbangan metabolisme, cairan, dan elektrolit. Terapi utama gagal ginjal kronis dengan hemodialisis menggunakan durasi 4-5 jam per sesi selama 2-3 kali seminggu, sering menyebabkan kelelahan. Kelelahan yang terus-menerus dapat mengurangi kapasitas fisik dan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kelelahan pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis rutin di Rumah Sakit Pusat TNI AU dr. Suhardi Hardjolukito Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional kuantitatif dengan populasi 114 responden pada Desember 2022. Sampel penelitian adalah 89 responden yang dipilih menggunakan metode accidental sampling. Data dianalisis menggunakan metode univariat dan bivariat dengan uji chi-square dan Fisher, pada tingkat signifikansi ?=0,05, untuk menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi kelelahan pada pasien yang mendapat terapi hemodialisis. Hasil analisis menemukan bahwa faktor yang berhubungan dengan kelelahan adalah hemoglobin (p-value 0,002), lama hemodialisis (p-value 0,000), dan pendapatan (p-value 0,034), yang tidak berhubungan dengan kelelahan adalah usia (p-value 0,839), jenis kelamin (p-value 0,259), pendidikan (p-value 0,381), dan ADL (Activity Daily Living) (p-value 0,285). Saran kepada petugas kesehatan untuk mendidik dan mendukung pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis dalam mengelola kelelahan, termasuk pemeriksaan Hb rutin, motivasi, dan menggunakan fasilitas kesehatan, memastikan perawatan holistik. Kata kunci: Fatigue, Gagal Ginjal Kronik, Hemodialis

S2 Open Access 2023
Case Control Study Faktor Risiko Kejadian Hipertensi pada Pegawai Kantor Gubernur Aceh Kota Banda Aceh Tahun 2022

F. Kesehatan, U. Masyarakat, Palu et al.

Latar belakang: Hipertensi merupakan salah satu Penyakit Tidak Menular (PTM) yang menjadi masalah kesehatan yang paling serius yang dapat memicu berbagai penyakit mematikan seperti jantung dan stroke. Hipertensi dapat terjadi akibat beberapa faktor risiko seperti kebiasan hidup yang kurang baik, pola diet yang kurang baik atau kualitas tidur yang kurang baik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik, merokok, lingkar perut dan BMI (Body Mass Indeks) dengan kejadian hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif dengan desain Case Control, populasi adalah 200 pegawai dengan pengambilan sampel menggunakan non random sampling yang berupa purposive sampling yaitu dari data survei milik peneliti sebanyak 90 pegawai diantaranya 30 kasus dan 60 kontrol. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil univariat aktivitas fisik sedang (46,67%), lingkar perut normal (100%), tidak merokok (86,67%), memiliki BMI normal (100%). Hasil bivariat hubungan antara aktivitas fisik (p value 0,001 dan OR 0,01-0,04), lingkar perut (p value 0,001 dan OR 0,07-0,30), merokok (p value 0,001 dan OR 8,5), BMI (p value 0.001 dan OR 1) dengan kejadian hipertensi. Kesimpulan: Sebaiknya Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh untuk melakukan promosi kesehatan pada pegawai di kantor seperti penyuluhan, selain itu kepala bidang isra dapat mencanangkan program baru seperti senam sehat dan memberikan edukasi terkait pola makan.

4 sitasi en
CrossRef Open Access 2023
Intervensi Edukasi dan Kesehatan Reproduksi Terhadap Pengetahuan dan Sikap Calon Pengantin Wanita

Risa Arieska

Abstrak&#x0D; Latar Belakang: Permasalahan mengenai informasi gizi seimbang terjadi pada wilayah Sulawesi selatan di lingkungan KUA Biringkanaya, Masalah ini menyebabkan meningkatkan beberapa catin perempuan yang mengalami resiko KEK (kekurangan energi kronis, anemia, atau obesitas/overweight) sehingga calon pengantin wanita perlu mengetahui informasi persiapan gizi dan kesehatan reproduksi selama perionde konsepsi. Dalam rangka mengantisipasi permasalahan yang akan terjadi saat kehamilan atau menjelang kehamilan. Upaya peningkatan derajat kesehatan ibu harus dilaksanakan secara komprehensif dimulai dari sebelum masa prakonsepsi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh intervensi edukasi gizi dan kesehatan reproduksi melalui penyuluhan dengan media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap calon pengantin wanita sebelum dan sesudah diberikan edukasi gizi dan kesehatan reproduksi di wilayah KUA Biringkanaya.&#x0D; Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan one group pretest -posttest. Dilaksanakan pada bulan Juni - Juli 2020 di Makassar, dengan  jumlah sampel sebanyak 30 orang calon pengantin yang berada di wilayah KUA Biringkanaya melalui purposive sampling. Data pengetahuan dan sikap dikumpulkan menggunakan kuisioner. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan menggunakan uji Wilcoxon.&#x0D; Hasil: Hasil  penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh terhadap  pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah intervensi dengan  nilai p-value yaitu 0,000 < 0,05 artinya Terdapat pengaruh secara signifikan edukasi gizi dan kesehatan reproduksi terhadap pengetahuan dan sikap calon pengantin wanita.&#x0D; Kesimpulan: salah satu media yaitu leaflet dapat digunakan untuk memberikan informasi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap calon pengantin wanita terhadap informasi gizi seimbang.&#x0D; Nutrition Education and Reproductive Health Intervention to Knowledge and Attitudes of Prospective Brides&#x0D; Abstract&#x0D; Background: Problems regarding balanced nutrition information occur in the South Sulawesi region in the KUA Biringkanaya environment. This problem causes an increase in several brides who are at risk of CED (chronic energy deficiency, anemia, or obesity/overweight) so that prospective brides need to know information on nutritional preparation and reproductive health during the conception period. In order to anticipate problems that will occur during pregnancy or before pregnancy. Efforts to improve maternal health status must be carried out in a comprehensive manner starting from before the preconception period. This study aimed to identify the effect of nutrition education and reproductive health interventions through outreach using leaflet media to increased the knowledge and attitudes of prospective brides before and after being given nutrition and reproductive health education in the Religious Affairs Office Biringkanaya area.&#x0D; Method: This study used a quasi-experimental design with one group pretest-posttest. It was held in June - July 2020 in Makassar, with a total sample of 30 prospective brides who were in the KUA Biringkanaya area through purposive sampling. Knowledge and attitude data were collected using a questionnaire. The data obtained was then processed using the Wilcoxon test.&#x0D; Results: The results showed that there was an influence on knowledge and attitudes before and after the intervention with a p-value of 0.000 <0.05 meaning that there was a significant influence on nutrition and reproductive health education on the knowledge and attitudes of prospective brides.&#x0D; Conclusion: Leaflets media can be used to provide information that can increase the knowledge and attitude of the bride and groom towards balanced nutrition information.

S2 Open Access 2021
STUDI FENOMENOLOGI PENYEBAB ANEMIA PADA REMAJA DI SURABAYA

Astrida Budiarti, S. Anik, Ni Putu Gita Wirani

Anemia merupakan masalah kesehatan utama yang terjadi di masyarakat dan sering dijumpai di seluruh dunia, terutama di negara berkembang seperti Indonesia.Anemia sering terjadi pada remaja perempuan dibandingkan dengan remaja laki-laki.Beberapa hasil penelitian di beberapa daerah di Indonesia menunjukkan masih tingginya prevalensi anemia pada remaja putri. Kemenkes RI (2013) menunjukkan angka prevalensi anemia secara nasional pada semua kelompok umur adalah 21,70%. Prevalensi anemia pada perempuan relatif lebih tinggi (23,90%) dibanding laki-laki (18,40%). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan faktor penyebab terjadinya anemia di Surabaya dengan pendekatan kualitatif fenomenologi. Data dikumpulkan dengan metode interview semi terstruktur dan dianalisis menggunakan tehnik analisa data Colaizzi. Hasil penelitian menunjukkan penyebab kejadian anemia seperti pengetahuan, asupan zat gizi, pola makan dan minum, menstruasi, tablet Fe, status gizi, dan sosial ekonomi. Edukasi tentang gizi ditekankan agar mahasiswa tahu dan dapat mengaplikasikannya di dalam kehidupan nyata. Selain itu pemanfaatan Unit Kegiatan Mahasiswa di bidang kesehatan seperti dalam menjalankan program pemberian tablet Fe pada mahasiswa putri setiap bulan untuk mengurangi kejadian anemia. Kata Kunci : Anemia, Remaja, Putri

64 sitasi en
S2 Open Access 2021
Persepsi Masyarakat terhadap Penerimaan Vaksinasi Covid-19: Literature Review

Nining Puji Astuti, Erlangga Galih Zulva Nugroho, Joma Chyntia Lattu et al.

Penerimaan vaksinasi COVID-19 menjadi hal yang penuh polemik. Banyak negara melakukan aksi penolakan karena dianggap tidak efektif. Adapun kekurangan informasi yang dialami masyarakat serta kurangnya sikap siaga pemerintah untuk mengedukasikan terkait Vaksinasi menyebabkan adanya penolakan masyarakat terhadap vaksin COVID-19. Tujuan untuk mengetahui tentang persepsi dan penerimaan masyarakat terhadap vaksinasi COVID-19. Menggunakan database dengan penelusuran elektronik pada Pubmed dan Google Scholar yang dipublikasikan pada tahun 2020-2021. Persepsi masyarakat yang salah tentang kegiatan vaksinasi COVID-19 disebabkan oleh kurangnya pemahaman dari masyarakat. Didapati persepsi yang salah ini muncul karena kurangnya komunikasi yang baik dari pihak-pihak berwajib seperti tenaga kesehatan untuk menyakinkan masyarakat tentang keefektifan vaksin COVID-19. Dampak lain yang timbul jika masyarakat terus menimbun keragu-raguan dan tidak membiarkan diri untuk di vaksin ialah akan terjadi kelumpuhan ekonomi, sosial dan pariwisata di seluruh dunia. Selain itu angka pengangguran akan melonjak semakin tinggi dan menimbulkan masalah kesehatan lain.

56 sitasi en Medicine
S2 Open Access 2021
PELAKSANAAN VAKSINASI COVID-19 DI INDONESIA: HAK ATAU KEWAJIBAN WARGA NEGARA

Farina Gandryani, Fikri Hadi

Pandemi Covid-19 menimbulkan status kedaruratan di Indonesia. Melalui Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020, Indonesia telah mengumumkan status kedaruratan kesehatan. Berbagai upaya dilakukan dalam rangka mengatasi dampak pandemi Covid-19. Salah satunya adalah upaya vaksinasi. Namun, di masyarakat timbul pro kontra terkait vaksinasi tersebut. Sejumlah kalangan masyarakat menolak untuk divaksin. Oleh sebab itu, artikel ini akan menjelaskan apakah vaksinasi merupakan hak atau kewajiban bagi masyarakat dan apakah penolak vaksin dapat dikenakan sanksi pidana.  Penelitian ini adalah penelitian hukum dengan tipe doctrinal research serta menggunakan pendekatan konseptual dan pendekatan peraturan perundang-undangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vaksinasi yang pada mulanya adalah hak setiap orang, dapat menjadi suatu kewajiban mengingat situasi kedaruratan di Indonesia saat ini. Hal ini karena seseorang yang tidak divaksin berpotensi untuk menularkan bahkan membunuh orang lain. Adapun mengenai pemidanaan, hal tersebut seyogyanya menjadi ultimum remedium, apabila pranata-pranata lainnya seperti metode persuasif, sosialisasi bahkan sanksi administrasi terkait vaksinasi sudah tidak dapat berfungsi sedangkan kondisi kedaruratan kesehatan di Indonesia semakin memburuk.

50 sitasi en Medicine
S2 Open Access 2021
Pemanfaatan Teknologi Digital Di Masa Pandemi Covid-19

Zen Munawar, Yudi Herdiana, Yaya Suharya et al.

Penggunaan teknologi digital telah dirasakan manfaatnya pada beberapa tahun terakhir, penelitian ini bertujuan melakukan penelaahan tentang nilai tambah dan manfaat dari teknologi digital ini. Penelitian ini akan membahas tentang pesatnya pemanfaatan teknologi digital dimasa pandemi Covid-19. Pembahasan berfokus kepada beberapa topik, yaitu pertama pemanfatan teknologi digital secara spesifik, kedua jenis pengguna yang memanfaatkan teknologi digital, ketiga kegiatan spesifik baik individu maupun kelompok yang memanfaatkan teknologi digital dan keempat pengaruh yang dirasakan atas pemanfaatan teknologi digital. Identifikasi pada bentuk teknologi yang digunakan, dan pada artikel empiris. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa berbagai bentuk teknologi telah digunakan seperti aplikasi kecerdasan buatan, jenis pengguna teknologi digital seperti bidang pendidikan dan kesehatan, jenis kegiatan yang memanfaatkan teknologi digital seperti analisis dan komunikasi data, dampak yang dirasakan pada kesehatan seperti peningkatan jumlah pasien dan di bidang pendidikan meningkatnya pembelajaran secara daring. Hasil penelitian berupa model pada berbagai tingkatan tentang bagaimana pemanfaatan teknologi digital serta harapan adanya penelitian yang berkelanjutan di masa yang akan datang.

46 sitasi en
S2 Open Access 2020
JAMU TRADISIONAL INDONESIA: TINGKATKAN IMUNITAS TUBUH SECARA ALAMI SELAMA PANDEMI

Adristy ratna Kusumo, Farrel Yumna Wiyoga, Haekal Putra Perdana et al.

In the midst of a health crisis due to the COVID-19 pandemic that has not ended yet, traditional medicine is one of the alternative that can be used to break the chain of transmission and to maintain immunity. Jamu is a traditional herbal medicine that has been practiced for centuries in Indonesia to maintain our health. Jamu can be used for maintaining immunity to avoid virus from our body. Especially at this time, where a cure for a disease has not been found yet, people will return to use plants as an alternative treatment with various benefits. Plants that can be consumed and made into herbs for immune booster is curcuma, turmeric, and ginger. This project is educating people to understand the benefits of jamu and by sharing the tutorial video about steps to make jamu, hopefully people can try it at home to avoiding the spread of this virus. abstrak Ditengah krisis kesehatan akibat adanya pandemi COVID-19 yang belum juga usai, pengobatan tradisional menjadi salah satu alternatif yang dapat digunakan masyarakat untuk memutus rantai penularan serta menjaga imunitas tubuh. Jamu merupakan obat herbal tradisional yang telah dipraktekkan selama berabad-abad di masyarakat Indonesia untuk menjaga kesehatan. Jamu dapat berfungsi untuk menjaga imunitas tubuh agar terhindar dari virus yang sedang merebak. Terutama disaat saat seperti ini, dimana belum ditemukannya obat untuk suatu penyakit, masyarakat akan kembali menggunakan tumbuhan sebagai alternatif pengobatan dengan manfaatnya yang beragam. Tanaman yang dapat dikonsumsi dan dibuat menjadi jamu untuk immune booster antara lain adalah temulawak, kunyit, dan jahe. Penyuluhan ini dilakukan agar  masyarakat umum lebih memahami manfaat jamu dan  dengan membuat serta menyebarluaskan video tutorial pembuatan jamu diharapkan masyarakat dapat mempraktekkannya dirumah untuk mencegah penularan virus ini.

77 sitasi en Medicine
S2 Open Access 2021
Komunikasi Publik Terkait Vaksinasi Covid 19

Susi Artuti Erda Dewi

Pemerintah telah menetapkan bahwa pandemic Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) sebagai bencana non-alam. Hingga tahun 2021 Pandemi covid-19 masih berlanjut melanda Indonesia dan memerlukan penanganan lanjutan, khususnya dengan secara aktif mendorong penegakkan protokol kesehatan dan kesiapan masyarakat untuk melakukan vaksinasi. Tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan,masih belum memuaskan. Selain itu, untuk membangun kepercayaan publik terhadap vaksin baru memang bukan pekerjaan yang mudah. Apalagi vaksinasi ini banyak dianggap sebagai “hajat” pemerintah. Bahkan ada pihak-pihak yang mencurigai terdapat motivasi bisnis dibalik vaksinasi. Diperlukan komunikasi publik untuk memberikan informasi, mengedukasi dan mempersuasi publik agar mematuhi protocol Kesehatan dan bersedia untuk divaksin saat vaksin. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui komunikasi publik terkait vaksinasi covid 19. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah keberhasilan program vaksinasi Covid-19 bergantung pada banyak faktor, dan komunikasi publik menjadi salah satu kunci keberhasilan tersebut.

41 sitasi en Medicine

Halaman 41 dari 19450