Hasil untuk "pendidikan"

Menampilkan 20 dari ~932959 hasil · dari DOAJ, CrossRef, Semantic Scholar

JSON API
S2 Open Access 2020
PEMBANGUNAN PENDIDIKAN MERDEKA BELAJAR (TELAAH METODE PEMBELAJARAN)

M. Yamin, Syahrir Syahrir

Artikel ini menelaah metode pembelajaran dalam pembangunan Pendidikan Merdeka Belajar. Pendidikan Merdeka Belajar merupakan respon terhadap kebutuhan sistem pendidikan pada era Revolusi Industri 4.0. Di era Revolusi Industri 4.0 kebutuhan utama yang ingin dicapai dalam sistem pendidikan atau lebih khusus dalam metode pembelajaran yaitu siswa atau peserta didik yaitu penguasaan terhadap literasi baru. Literasi baru tersebut yaitu. Pertama, literasi data. Kedua, literasi teknologi. Terakhir, literasi manusia. Selain itu, dalam sistem Pendidikan Merdeka Belajar tetap mengutamakan juga pendidikan karakter. Artikel ini menggunakan penelitian pustaka (library research). Dengan sumber data dari jurnal, laporan hasil penelitian, majalah ilmiah, surat kabar, buku yang relevan, hasil-hasil seminar, artikel ilmiah yang belum dipublikasi, narasumber, surat-surat kepustakaan, vidio grafik, dan sebagainya. Maka dalam penelitian ini, metode pembelajaran di era Revolusi Industri 4.0 dapat menentukan kesuksesan pembelajaran. Dan metode yang digunakan beragam, namun dalam sistem pendidikan merdeka belajar metode Blended Learning sangat ideal sebagai metode pembelajaran. Metode Blended Learning yaitu menggabungkan keunggulan pembelajaran yang dilakukan secara tatap-muka dan secara virtual. Dalam penelitian ini menguatkan teori dari Peter Fisk tentang tren kecenderungan pendidikan pada era industri 4.0.

357 sitasi en Sociology
S2 Open Access 2019
Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0

Delipiter Lase

Makalah ini bertujuan untuk menjelaskan perubahan yang harus dilakukan di lembaga pendidikan sehingga sumber daya manusia yang dihasilkan dapat bersaing dan berkontribusi secara global. Melalui kajian literatur dan analisis isi, penulis menjelaskan bahwa pengembangan kurikulum saat ini dan di masa depan harus melengkapi kemampuan siswa dalam dimensi akademik, keterampilan hidup, kemampuan untuk hidup bersama dan berpikir secara kritis dan kreatif. Keterampilan tak kasat mata seperti keterampilan interpersonal, berpikir global, dan literasi media dan informasi. Kurikulum juga harus dapat membentuk siswa dengan penekanan pada bidang STEM, merujuk pada pembelajaran berbasis TIK, internet of things, big data dan komputer, serta kewirausahaan dan magang. Selain guru memiliki kompetensi mengajar dan mendidik, literasi media, competence in globalization, competence in future strategies, dan konseling, juga perlu memiliki sikap ramah teknologi, kolaborasi, menjadi kreatif dan mengambil risiko, memiliki selera humor yang baik, serta mengajar secara holistik. Sekolah dan guru perlu mempertimbangkan pembelajaran terbuka dan daring dalam memutuskan bagaimana menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran.

354 sitasi en Sociology
S2 Open Access 2022
ANALISIS KURIKULUM MERDEKA DAN PLATFORM MERDEKA BELAJAR UNTUK MEWUJUDKAN PENDIDIKAN YANG BERKUALITAS

Dewa Ayu Kade Arisanti

Tujuan artikel ini untuk mendeskripsikan secara konseptual kurikulum merdeka dan platform merdeka mengajar yang akan diterapkan pada tahun ajaran 2022/2023. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian studi pustaka dengan metode deskriptif. Tujuannya untuk mendeskripsikan hasil temuan pustaka yang diambil dari artikel, web, steaming youtube terkait dengan topik yang dibahas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam mempersiapkan kondisi zaman, maka pendidikan harus terus bergerak secara dinamis mengedepankan sikap proaktif dalam menghadapi perubahan secara progresif dan transformatif ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Kurikulum merdeka dan platform merdeka mengajar merupakan salah satu upaya transformasi pendidikan di Indonesia. Arah pengembangan kurikulum merdeka dan platform merdeka mengajar memiliki khas yang menjadi pendukung dalam upaya pemulihan belajar. Kurikulum ini memiliki tujuan yang sangat baik yaitu menginginkan pembelajaran lebih aktif dan adaptif dengan memberikan keleluasaan bagi pendidik untuk menjalankan proses pembelajaran yang berorientasi pada proyek pembelajaran. Untuk mencapai hal tersebut maka dukungan dan kerjakeras dari berbagai pihak sangat dibutuhkan guna mewujudkan pendidikan Indonesia yang lebih baik lagi dan lebih maju lagi.

195 sitasi en
S2 Open Access 2022
Analisis Kurikulum Merdeka dalam Mengatasi Learning Loss di Masa Pandemi Covid-19 (Analisis Studi Kasus Kebijakan Pendidikan)

Anita Jojor, H. Sihotang

Pandemi COVID-19 menimbulkan tantangan pada aspek pendidikan yang mengakibatkan Learning Loss. Tujuan artikel penelitian ini untuk mengulas beberapa kebijakan bidang pendidikan yang diluncurkan oleh pemerintah dalam mengatasi Learning Loss. Salah satu kebijakan pemerintah terkait dengan proses pembelajaran dan implementasi kurikulum. Studi ini memberikan gambaran tentang kurikulum merdeka dan mengkaji tingkat keberhasilan kurikulum merdeka dalam mengatasi Learning Loss dengan memberikan tiga karakteristik yang berbeda dengan kurikulum sebelumnya yaitu pembelajaran berbasis projek, fokus pada materi esensial dan fleksibilitas pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur yang meninjau berbagai sumber kebijakan pemerintah dengan analisis pohon masalah sebagai identifikasi dan pemetaan alternatif solusi. Dengan demikian hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan “Kurikulum Merdeka” di tingkat satuan pendidikan dapat mengurangi Learning Loss selama pandemi COVID-19.

181 sitasi en
S2 Open Access 2022
INTERNALISASI FILOSOFI PENDIDIKAN KI HAJAR DEWANTARA DALAM MEWUJUDKAN PROFIL PELAJAR PANCASILA

Fajar Rahayuningsih

Pancasila students are the embodiment of Indonesian students as lifelong students who have global competence and behave in accordance with the values ??of Pancasila with six main characteristics: faith, fear of God Almighty, and noble character, global diversity, mutual cooperation, independent, critical reasoning. and creative. Character education in the formation of Pancasila student profiles has actually been attempted, both in the learning process in the classroom and outside the classroom. The formulation of the Pancasila Student profile was made with the aim of being a compass for Indonesian educators and students. All learning, programs, and activities in the education unit aim at the end of the Pancasila student profile. These efforts can be done through example and habituation which in its implementation cannot be separated from the guidance of a teacher (pamong). In accordance with the motto of Ki Hajar Dewantara "ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso, tut wuri handayani which means in front of being an example, in the middle building enthusiasm in the back giving encouragement". From the results of the literature study it was found that Ki Hajar Dewantara's thoughts on education were very relevant to be applied where according to him that independent education was a deliberate effort to advance the life and growth of character (feel, mind, spirit) and the child's body by way of teaching, example, and habituation should not be accompanied by orders and coercion. This thinking is in line with the mandate of the President of the Republic of Indonesia as stated in the Minister of Education and Culture Regulation No. 20 of 2018 concerning the determination of the Pancasila student profile. The Pancasila student profile aims to support the President's Vision and Mission to realize an Advanced Indonesia that is sovereign, independent and has personality. The embodiment of Indonesian students as lifelong students who have global competence and behave in accordance with the values ??of Pancasila. contains theories that are relevant to the research to be carried out. It is hoped that this literature study will be able to show the Internalization of Ki Hajar Dewantara's educational philosophy in realizing the Pancasila Student Profile. ABSTRAKPelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dengan enam ciri utama : beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis dan kreatif.Pendidikan karakter dalam pembentukan profil pelajar Pancasila sebenarnya sudah diupayakan, baik dalam proses pembelajaran di dalam kelas maupun diluar kelas. Rumusan profil Pelajar Pancasila dibuat dengan tujuan sebagai kompas bagi pendidik dan pelajar Indonesia. Segala pembelajaran, program, dan kegiatan disatuan pendidikan bertujuan akhir ke profil pelajar Pancasila. Upaya-upaya tersebut dapat dilakukan melalui keteladanan dan pembiasaan yang dalam pelaksanaannya tak lepas dari tuntunan seorang guru (pamong). Sesuai dengan semboyan Ki Hajar Dewantara “ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso, tut wuri handayani yang artinya di depan menjadi teladan, ditengah membangun semangat di belakang memberikan dorongan”. Dari hasil studi literatur ditemukan bahwa pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang Pendidikan sangat relevan diterapkan dimana menurut beliau bahwa pendidikan merdeka itu berdaya upaya dengan sengaja untuk memajukan hidup dan tumbuhnya budi pekerti (rasa, fikiran, rokh) dan badan anak dengan jalan pengajaran, teladan, dan pembiasaan jangan disertai perintah dan paksaan. Pemikiran ini sejalan dengan mandat dari Presiden Republik Indonesia yang tertuang dalam Peraturan menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 20 Tahun 2018 tentang penetapan profil pelajar Pancasila. Profil pelajar Pancasila bertujuan mendukung Visi dan Misi Presiden untuk mewujudkan Indonesia Maju yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian. Perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan meode penelitian pustaka (library research), yang meliputi kegiatan mencari, membaca, dan menelaah laporan-laporan penelitian dan bahan pustaka yang memuat teori-teori yang relevan dengan penelitian yang kan dilakukan. Harapan dari study literatur ini mampu menunjukkan Internalisasi Filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara dalam mewujudkan Profil Pelajar Pancasila

162 sitasi en
S2 Open Access 2026
PENDIDIKAN KARAKTER DAN ETIKA DALAM PENDIDIKAN

Yusri Fajri Annur, Ririn Yuriska, Shofia Tamara Arditasari et al.

Pendidikan karakter dan etika adalah elemen krusial dalammenciptakan generasi yang tidak hanya berhasil dalam bidangakademik, tetapi juga memiliki moralitas dan kepribadianyang kuat. Penelitian ini menerapkan metode studi literaturuntuk mengeksplorasi pentingnya integrasi pendidikankarakter dan etika di dalam lingkungan pendidikan,Temuandari penelitian tersebut menunjukkan bahwa tujuanpendidikan karakter adalah untuk menanamkan nilai-nilaimoral seperti tanggung jawab, kejujuran, disiplin, dan empati.Di sisi lain, etika berfungsi sebagai panduan perilaku yangmengatur hubungan di dalam lingkungan belajar. Penerapankarakter dan etika terlihat dalam perilaku siswa danmahasiswa di berbagai kegiatan akademik maupun sosial,seperti menghargai dosen dan teman, menghindari tindakanyang tidak etis, bekerja sama, serta berpartisipasi dalamkegiatan masyarakat. Namun, implementasi pendidikankarakter dan etika menghadapi banyak tantangan, termasukdampak negatif dari media sosial, kurangnya teladan dariorang dewasa, perbedaan nilai antarbudaya, serta lemahnyapembiasaan dan pengawasan lingkungan. Meskipun begitu,pendidikan karakter dan etika membawa pengaruh positifyang besar bagi perkembangan mahasiswa, sepertimembangun rasa tanggung jawab, meningkatkan rasa percayadiri, memperkuat keterampilan sosial, serta menumbuhkankepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Karena itu,kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat sangatpenting untuk menciptakan suatu lingkungan pendidikan yangetis dan berkarakter, demi menyiapkan generasi yangberintegritas dan siap menghadapi tantangan di masa depan.

S2 Open Access 2022
Upaya Peningkatan Pendidikan Berkualitas di Indonesia: Analisis Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)

Alvira Oktavia Safitri, Vioreza Dwi Yunianti, D. Rostika

Penulisan ini adalah untuk mengetahui serta memaparkan mengenai Strategi Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Sebagai Upaya Peningkatan Pendidikan Berkualitas di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kajian kualitatif atau menggunakan pendekatan secara deskriptif yang dimana dasar dari pembahasannya yaitu dari hasil studi literature melalui beberapa sumber buku, artikel ilmiah dari sumber jurnal yang relevan dari hasil penelitian sebelumnya yang sesuai dengan topik pembahasan. Penulisan pada penelitian ini menjelaskan tentang bagaimana strategi dari Sustainable Development Goals (SDGs) dalam upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia yang merupakan suatu negara berkembang yang masih memiliki beberapa masalah dalam kondisi dan kualitas pendidikannya yang belum sepenuhnya memadai dan merata. Lalu melihat bagaimana kondisi pendidikan saat ini dan bagaimana pula peran pemerintah dalam mengatasi hambatan-hambatan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Diharapkan dengan adanya program SDGs dapat mengatasi permasalahan pendidikan yang masih belum merata serta dapat meningkatkan kualitasnya demi menjadikan bangsa Indonesia lebih maju.

159 sitasi en
S2 Open Access 2022
MANAJEMEN MUTU DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN

Rahman Tanjung, Yuli Supriani, Annisa Mayasari et al.

Latar belakang penelitian ini adalah pengelolaan untuk standar proses belum optimal dilaksanakan dengan baik, dan pengelolaan standar tenaga pendidik dan kependidikan belum maksimal diantaranya guru masih banyak tidak menguasai dalam penggunaan Teknologi Informasi (TI) sebagai sarana pendukung pembelajaran.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan manajemen mutu dalam penyelenggaraan pendidikan di SMPN 1 Karawang Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yakni penelaahan secara empiris yang menyelidiki suatu gejala dalam latar kehidupan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen mutu dalam penyelenggaraan pendidikan di SMPN 1 Karawang Barat sudah dilakukan berdasarkan fungsi-fungsi manajemen. Perencanaan manajemen mutu dalam penyelenggaraan pendidikan di SMPN 1 Karawang Barat mengacu kepada standar pengelolaan pendidikan yang menjadi ketetapan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) sehingga mencerminkan standar pengelolaan yang unggul dan berdaya saing. Pelaksanaan program pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan yaitu melalui MGMP, workshop, in house training, pelatihan-pelatihan, penerapan sistem reward and punishment yang jelas bagi Guru, Tenaga Kependidikan dan Siswa. Pengawasan dan evaluasi terhadap manajemen mutu pendidikan pada SMPN 1 Karawang Barat adalah terkait input seperti sarana prasarana, peserta didik, tenaga pendidik, pembiayaan dan lain-lainnya belum sesuai dengan standar yang diharapkan untuk mencapai kualitas pendidikan.

147 sitasi en
S2 Open Access 2023
Tantangan Penggunaan ChatGPT dalam Pendidikan Ditinjau dari Sudut Pandang Moral

Aiman Faiz, Imas Kurniawaty

Dunia saat ini memasuki kondisi dimana teknologi sangat berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan kepada para pendidik terkait penguatan moral yang harus diterapkan dalam memanfaatkan kemudahan teknologi  Chatbot/ Chat GPT. Metode penelitian yang digunakan menggunakan analisis studi pustaka. Hasil peneltitian menemukan bahwa peran pendidik perlu menanamkan kemampuan moral knowing yang dilakukan melalui pembiasaan dan membangun kultur akademis yang sesuai dengan kaidah dan aturan yang dijunjung tinggi berdasarkan nilai etika dan moral akademisi. Selain itu, meski kemudahan bisa didapatkan melalui Chat GPT. Namun, secara sosial, emosional, psikologis pendidik tidak akan bisa terganti sampai kapanpun, hal ini karena komunikasi dan interaksi emposional secara langsung antara pembelajar dengan pendidik tidak bisa dimiliki oleh media teknologi Chat GPT. Kesimpulannya, nilai etika dan moral yang menjunjung tinggi nilai-nilai akademik sangat diperlukan dalam pemanfaatan Chat GPT tersebut agar manusia/ individu sebagai pengguna bisa mempertimbangkan secara matang kebermanfaatan dan efek yang akan diperoleh apabila ketergantungan dengan teknologi tanpa adanya filterisasi secara kritis dalam ilmu pengetahuan.

73 sitasi en
S2 Open Access 2023
Peran Guru Dalam Perkembangan Teknologi Pendidikan di Era Digital

Andi Sadriani, M. Ridwan, Said Ahmad et al.

Di abad 21 atau yang lebih dikenal dengan era digital perkembangan teknologi yang semakin pesat berdampak pada perkembangan dunia pendidikan. Hal ini juga tidak lepas dari adanya tantangan guru di era digital yang semakin kompleks dan berat. Kemampuan guru pada era digital harus bisa lebih upgrade dalam penggunaan teknologi dibandingkan peserta didiknya. Sebab, penggunaan teknologi dalam penerapan pembelajaran sangat berguna untuk menunjang pembelajaran yang berkualitas. Di era digital saat ini membutuhkan figure guru yang mampu menghadapi tantangan teknologi dalam pendidikan. Tantangan pendidikan dalam era ini adalah bagaimana mempersiapkan guru yang mampu memanfaatkan teknologi dan meningkatkan kemampuan serta skill yang dimiliki guru dalam menggunakan peralatan teknologi terkini untuk mencapai tujuan pendidikan saat ini. Karena itu, guru sebagai salah satu stakeholder pendidikan mempunyai peran yang sangat penting dalam proses pembelajaran di era digital

70 sitasi en
DOAJ Open Access 2025
Building Inclusive Communication in Empowering Farmers: Opportunities and Challenges for Sustainability in the Digital Era

Bambang Budiwiranto, Jasmadi Jasmadi, Dewi Maryam et al.

The need for inclusive communication in farmer empowerment is becoming increasingly urgent in the digital era, especially in rural areas such as Sumberejo Sub-district, Tanggamus Regency, and Lampung, where most people depend on the agricultural sector as the primary source of livelihood. This research explores how inclusive communication can increase farmers' participation in digital technology-based socio-economic activities. Using a qualitative research method with a case study approach, data was collected through semi-structured interviews with farmers' group association administrators, village heads, and agricultural extension officers in 13 villages, as well as direct observation and documentation studies. The results show that inclusive communication that considers the level of digital literacy and local cultural sensitivity can improve farmers' access to information, strengthen social networks, and expand economic opportunities. Farmer group associations (Gapoktan) and agricultural extension officers act as key intermediaries in the technology adoption process, but there are still constraints, such as limited digital infrastructure and lack of technical training. Collaboration between the local government, private sector, and extension agencies is important in creating sustainable empowerment synergies. This research provides theoretical contributions to developing community-based inclusive communication models in the agricultural sector, as well as practical implications for local policies that support digital development in rural areas. Further studies are recommended to explore variables such as gender roles and the influence of social trust in the successful implementation of inclusive communication in farming communities.

Social Sciences
DOAJ Open Access 2025
Implementing a Kindness-Based Leadership Strategy in Islamic Elementary Education

Usep Suherman, Eliva Sukma Cipta, Saeful Anwar et al.

In the face of increasingly complex educational challenges, there is a growing demand for leadership models that integrate ethical and humanistic values, particularly in Islamic elementary schools. This study explores the operationalisation of kindness-based leadership at MI Fitrah Insani, Leles, Garut, as a strategic response to the limitations of performance-oriented and hierarchical leadership paradigms. This study addresses the gaps in the literature regarding the implementation of ethical leadership grounded in Islamic values by examining how empathy, participatory communication, and ethical responsibility shape school culture and educational quality. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews, field observations, and a document analysis. Triangulation of these methods enabled a comprehensive understanding of institutional dynamics, leadership practices, and their impact on school climate, teacher motivation, and student engagement. The findings reveal that kindness-based leadership at MI Fitrah Insani fosters an emotionally safe and inclusive school environment. Through participatory decision-making, structured communication, and consistent appreciation practices, the leadership model contributes to improved teacher loyalty, pedagogical innovation, and heightened student participation. Despite structural, cultural, and operational barriers such as bureaucratic rigidity and limited professional development, adaptive strategies, including ethical leadership training, policy reform, and digital communication platforms, have enhanced the effectiveness and sustainability of this model. This study concludes that kindness-oriented leadership is not merely a normative ideal but a transformative practice that aligns with Islamic ethical traditions and addresses the academic and moral dimensions of education. The findings offer practical implications for Islamic schools seeking to cultivate character-driven and ethically grounded leadership.

Education, Islam
S2 Open Access 2023
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEBAGAI PILAR PEMBENTUKAN MORAL DAN ETIKA

Sitti Romlah, R. Rusdi

Pendidikan Agama Islam memainkan peran yang vital dalam membentuk moral dan etika individu. Melalui pemahaman dan pengamalan ajaran agama Islam, pendidikan agama membangun kesadaran moral, memperkuat iman, dan memberikan panduan perilaku yang baik. Nilai-nilai seperti keadilan, kejujuran, kesopanan, kesabaran, dan kedermawanan diajarkan untuk membentuk karakter yang baik. Pendidikan agama Islam juga mengajarkan nilai-nilai universal, seperti menghormati dan menghargai sesama, serta menjaga lingkungan. Namun, pendidikan agama Islam juga menghadapi tantangan, seperti perubahan nilai dan norma sosial, perkembangan teknologi, dan perubahan generasi. Untuk mengatasinya, strategi-strategi seperti pengembangan kurikulum yang relevan, peningkatan kualitas pengajar, pemanfaatan teknologi dan media, kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat, fleksibilitas dalam menghadapi tantangan kontekstual, serta pemantauan dan evaluasi berkelanjutan perlu diterapkan. Dengan demikian, pendidikan agama Islam menjadi pilar penting dalam pembentukan moral dan etika yang kuat pada individu Muslim.

64 sitasi en
S2 Open Access 2023
Implementasi Literasi Digital Dalam Pendidikan Islam : Tantangan dan Solusi

Uswatun Hasanah, M. Sukri

Era digital telah melahirkan banyak kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di bidang pendidikan. Besarnya pengaruh era digital juga menciptakan ruang terjadinya kejahatan baru termasuk dalam ranah Pendidikan Islam, karena kurangnya pengetahuan peserta didik tentang literasi digital sebagai prasyarat untuk menggunakan teknologi saat ini. Adanya literasi digitalmenjadi solusi untuk masalah ini. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi literasi digital dalam pendidikan Islam, tantangan dan solusinya. Penelitian ini merupakan Library Research menggunakan Teknik content analisys dan sumber data kepustakaan yang dikumpulkan dengan menggunakan metode dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukkan, implementasi literasi digital dalam Pendidikan Islam menghadapi berbagai tantangan meliputi tantangan sosial seperti kesadaran yang rendah, hoax, bullying, penipuan, perjudian online, kecanduan internet dan cyber crime. Selain itu, terdapat pula tantangan kurikulum dan tantangan teknis. Solusinya yaitu: menjadikan literasi digital sebagai media pembelajaran, penguatan infrastruktur dan teknologi, penyusunan kurikulum literasi digital yang tepat, pengembangan metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif, peningkatan kompetensi guru dan tenaga pendidik, peningkatan kesadaran serta partisipasi orangtua dalam konteks pendidikan Islam. Kesimpulannya, implementasi literasi digital dalam Pendidikan Islam dapat menjadi sarana peserta didik dalam memahami informasi secara teliti dan hati-hati, menghindariinformasi dan konten negative dengan selalu melakukan Tabayyun berlandaskan ajaran Islam. Ketika peserta didik menggunakan media digital dengan bijak akan dapat membantu tercapainya tujuan Pendidikan Islam

60 sitasi en
S2 Open Access 2024
Menciptakan Lingkungan Belajar Aman dan Nyaman di Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini

Menciptakan Lingkungan, Belajar Aman, dan nyaman et al.

Penelitian ini mengeksplorasi pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman di PAUD, yang melibatkan aspek fisik dan psikis. Lingkungan yang aman mencakup bangunan yang kuat dan aman, perlengkapan P3K, kebijakan anti kekerasan, dan keamanan fisik serta psikologis anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, mengkaji berbagai sumber seperti buku, artikel ilmiah, dan dokumen penting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan belajar yang aman sangat penting untuk mendukung perkembangan holistik anak. Aspek fisik meliputi keamanan bangunan, lingkungan, dan fasilitas P3K, sedangkan aspek psikis mencakup kebijakan anti kekerasan fisik, seksual, dan perundungan. Kebijakan dan langkah konkret seperti penerapan sanksi non-kekerasan, disiplin positif, serta keterlibatan orang tua dan komunitas sangat penting untuk menciptakan suasana belajar yang positif dan produktif.

S2 Open Access 2024
Pentingnya Pendidikan Empati Untuk Mengurangi Kasus Bullying Di Sekolah Dasar

Lulu Aulia, Nur Kholisoh, Vadila Zikra Rahma et al.

Bullying, especially in the digital era, has become a serious concern due to its involvement in various forms of physical, verbal, and social violence. Empathy education is considered an integral solution to address this issue by instilling the ability to sense and understand the feelings of others from an early age. This article also outlines the concept of bullying, its effects on perpetrators and victims, as well as its long-term impacts. Furthermore, empathy education is discussed in-depth as a preventive and remedial strategy for bullying. Empathy is not only taught to children but is also applied to those responsible within the school. Through theoretical studies, this article correlates the concept of bullying with a lack of empathy and details the significance of empathy education in the development of students' characters. Empathy education is deemed essential as it influences positive behavior, enhances the quality of social interactions, and fosters meaningful relationships.

20 sitasi en
S2 Open Access 2024
Kebijakan Pendidikan Dalam Mengatasi Masalah Kualitas, Kuantitas Efektivitas dan Efisiensi

J. Islam, Abdul Muiz, Rohmatul Anisah et al.

Kebijakan dalam pendidikan menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa pendidikan di Indonesia dapat berkembang secara menyeluruh dan berkelanjutan. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi kebijakan untuk meningkatkan kondisi pendidikan secara menyeluruh. Metode penelitian ini menggunakan Review Literature, Data dikumpulkan dari berbagai sumber tertulis, termasuk artikel, dokumen, dan literatur terkait, yang kemudian dianalisis untuk menemukan strategi yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan empat fokus utama: (1) pengembangan kurikulum, pelatihan guru, dan evaluasi sekolah, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran, (2) peningkatan aksesibilitas pendidikan melalui alokasi anggaran, beasiswa, dan insentif, sehingga pendidikan dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat, (3) inovasi dalam pembelajaran seperti integrasi teknologi dan metode pembelajaran berbasis proyek, yang bertujuan untuk membuat proses belajar mengajar lebih relevan dan menarik, (4) optimalisasi efisiensi pendidikan dengan transparansi, akuntabilitas, dan penggunaan data, untuk memastikan pengelolaan sumber daya yang efektif dan efisien. Implementasi kebijakan holistik ini diharapkan mampu mengatasi berbagai masalah pendidikan dan membentuk generasi yang kompeten untuk menghadapi era globalisasi, serta mendorong kemajuan bangsa secara keseluruhan.

S2 Open Access 2024
Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Religius Siswa

Peran Guru, Pendidikan Agama, Islam et al.

Moral education today is very worrying and declining. Many behaviors violate immorality, causing chaos for oneself and public unrest. The development of modern science and technology has caused moral values ​​to be neglected due to a lack of cultivation and practice of moral learning. Strengthening character is considered important in overcoming moral problems amidst the complexity of social life. Seeing the survival of a nation can be seen from the character of a nation. Islamic Religious Education Teachers do not just teach but must be able to develop moral norms or character in their students and have a big responsibility in forming students' religious character. They act as facilitators, leaders and role models for students in understanding, practicing and internalizing the teachings of the Islamic religion. Islamic religious and moral learning is focused on building character with full compassion for all elements of the universe. This research is qualitative research with a descriptive approach, researchers carry out research in the field by making observations. The aim to be achieved in this research is to determine the role of PAI teachers in shaping students' religious character.

S2 Open Access 2024
Membangun Kesadaran Hukum Warga Negara Melalui Pendidikan Kewarganegaraan

Membangun Kesadaran, Hukum Warga, Negara Melalui et al.

Dewasa ini di berbagai media, baik media cetak maupun media elektronik semakin marak pemberitaan mengenai kasus yang menyangkut dengan pelanggaran hukum atau peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan permasalahan kesadaran hukum yang dilakukan oleh setiap lapisan masyarakat. Banyak model dan kasus yang dilakukan oleh masyarakat dan aparat, seperti tindakan pungli, pelanggaran lalu lintas, sikap anarkis dan premanisme, serta tindakan lainnya yang modelnya beragam. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengambilan data menggunakan dokumentasi dan kepustakaan. Penelitian ini menunjukan, bahwa Pendidikan kewarganegaraan membantu mengembangkan pemahaman yang mendalam tentang hukum dan peraturan di Indonesia. Melalui mata pelajaran ini, siswa dapat mempelajari prinsip-prinsip dasar hukum, hak asasi manusia, sistem peradilan, dan aturan hukum lainnya. Peningkatan kesadaran mengenai peran dan tanggungjawab warga negara pada generasi muda dalam bidang hukum melalui Pendidikan Kewarganegaraan menjadikan generasi muda memiliki arah dalam penentuan sikap sebagai warga negara Indonesia. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan berpengaruh terhadap pensosialisasian hukum, yang dimana cara pensosialisasian hukum tersebut melalui pembelajaran di sekolah.

17 sitasi en

Halaman 4 dari 46648