Sekolah berperan strategis dalam promosi kesehatan, termasuk pencegahan seks pranikah yang membutuhkan sinergi keluarga, pendidik, masyarakat, dan pemerintah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh promosi kesehatan terhadap perilaku pencegahan seks pranikah pada siswa kelas X SMA Negeri 2 Cimalaka Kabupaten Sumedang. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain pre-experimental dengan rancangan onegroup pretest-posttest. Sampel sebanyak 64 siswa diambil secara purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pernyataan. Analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. terdapat peningkatan signifikan pada skor pengetahuan dan sikap siswa (p < 0,001). Nilai p-value 0,000 menunjukkan perbedaan bermakna sebelum dan sesudah intervensi. Promosi kesehatan terbukti berpengaruh signifikan dalam meningkatkan perilaku pencegahan seks pranikah siswa. Temuan ini mendukung penguatan program promosi kesehatan di sekolah sebagai upaya preventif.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta melihat hubungan komunikasi interpersonal orang tua dengan kepercayaan diri remaja pada siswa-siswi Smp Swasta Awal Karya Pembangunan Lubuk Pakam. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 110,teknik pengambilan sampel dengan teknik random sampling, sampel berjumlah 55 siswa dan siswi. Metode analisis data menggunakan analisis product moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara komunikasi interpersonal dengan kepercayaan diri dimana 𝑟 = 0,677 dengan signifikan p = 0,000 0,05.Hasil tersebut menyatakan bahwa terdapat korelasi positif yang signifikan antara komunikasi interpersonal dengan kepercayaan diri yang menunjukan semakin semakin baik komunikasi interpersonal akan semakin tinggi kepercayaan diri. Sebaliknya semakin buruk komunikasi interpersonal, maka semakin rendah kepercayaan diri.Sehingga hipotesis dapat diterima.Dalam penelitian ini sumbangan efektif variabel komunikasi interpersonal memberi kontribuasi sebesar 45,8% terhadap kepercayaan diri.
Nino Adib Chifdillah, Adinda Gusti Nurhaliza, Yona Palin
et al.
Oral health is a global health issue among children. The study aimed to analyze the effect of health education using crossword puzzles on knowledge about oral health among students at SDN 006 Loa Janan Ilir. The study was a pre-experimental study using an one-group pretest-posttest design. The intervention involved health education using crossword puzzles as a medium. The sample consisted of 79 fifth-grade students selected through total sampling. Data were collected through questionnaires and analyzed statistically using the Wilcoxon test. The validity of the questionnaire was tested by comparing the calculated r-value with the table r-value. The questionnaire validity test used Cronbach's Alpha value. The research results showed that most respondents were 11 years old (63 students, 79.7%), female (45 students, 57%), had parents with a secondary education level (40 students, 50.6%), and had never received information about KGM (64 students, 81%). The number of students with good knowledge increased by 56 (80.9%). Meanwhile, the number of students with adequate knowledge decreased by 44, and the number of students with insufficient knowledge decreased by 12. Statistical analysis results indicated that there was an effect of the intervention on respondents' knowledge (ρ-value=0.000). Crossword puzzles was effective as a health education media about oral health for elementary school students.
Premenstrual Syndrome (PMS) is a collection of physical and emotional symptoms occurring prior to menstruation that can disrupt daily activities. Dietary patterns and nutritional status are known to influence PMS symptoms. This study aims to analyze the relationship between dietary intake (energy, carbohydrates, protein, fat, magnesium, and vitamin B6) and nutritional status (based on Body Mass Index/BMI) with the incidence of PMS among female students from both health and non-health study programs at Universitas Airlangga. This research employed an analytical observational study with a cross-sectional design. A total of 103 female students from the 4th semester of the Nutrition and Islamic Economics study programs were selected through proportional random sampling. Data were collected using questionnaires on respondent characteristics, a Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), anthropometric measurements, and the Shortened Premenstrual Assessment Form (SPAF). Data analysis was performed descriptively and inferentially using Spearman's rank correlation test. The results showed a significant relationship between energy intake (p = 0.002) and fat intake (p = 0.001) with PMS. No significant relationship was found for carbohydrate, protein, magnesium, and vitamin B6 intake (p > 0.05). Additionally, nutritional status based on BMI was significantly associated with PMS (p = 0.001), indicating that both underweight and overweight students were more likely to experience PMS. These findings highlight that imbalanced energy and fat intake, as well as abnormal nutritional status, may be contributing factors to PMS. Therefore, increasing awareness of proper nutrition and reproductive health is essential to reduce PMS symptoms among female students.
Muhammad Aji Sukmo Selamet, Hario Megatsari, Farizah Mohd Hairi
Background: Pregnant women who experience Chronic Energy Deficiency (CED) will be at risk of decreased muscle strength which will be used in the process of childbirth resulting in the occurrence of various complications such as low birth weight babies, miscarriage, birth defects, premature, and even infant death. The problem of CED among pregnant women requires intervention not only in nutritional aspects but also in socio-economic aspects. Purpose: This study aimed to determine the overview of the chronic energy deficiency among pregnant women in Nusa Tenggara in 2018 and the factors that influence it. Methods: The approach used in this study was ecological analysis methods. All districts and cities in West Nusa Tenggara and East Nusa Tenggara were included in this study. This study looked at the prevalence of CED among pregnant women and 4 other independent variables, namely the percentage of supplementary feeding, the percentage of added blood tablets, poverty rate, and literacy rate. The data were analyzed using cross-tabulation. Results: The results show that supplementary feeding and literacy rates do not affect the incidence of CED. However, other variables such as the provision of blood booster supplements and poverty rate affect the incidence of CED. Conclusion: Health care facilities need to improve services and counseling regarding the importance of nutrition during pregnancy and the need for government support in improving the socio-economic status of the community to reduce the prevalence of CED in Nusa Tenggara.
Arief Zuhri, Margareta Hardiyanti, Norma Latif Fitriyani
et al.
Diabetes merupakan kondisi serius pada kesehatan masyarakat serta menjadi salah satu penyebab mortalitas tertinggi secara global. Tujuan perawatan diabetes adalah mencegah atau menunda komplikasi dan mengoptimalkan kualitas hidup. American Diabetes Association (ADA) menjabarkan pendekatan multifaktorial untuk mengurangi risiko komplikasi diabetes yang diterapkan melalui perubahan gaya hidup dan edukasi. Manajemen diabetes melalui aplikasi berbasis mobile terbukti membantu individu dalam keberhasilan melakukan manajemen diabetes secara mandiri. Meskipun aplikasi yang ada telah memberikan manfaat signifikan, masih terdapat ruang untuk pengembangan lebih lanjut dalam hal efektivitas manajemen diabetes dan keberlanjutan pengembangan sistem. Pada penelitian ini, sistem monitor kadar gula darah berbasis mobile dirancang berdasarkan pendekatan multifaktorial. Teknologi pengembangan mengadopsi pendekatan Modern Android development (MAD) dari Google. Tahapan pengembangan mencakup analisis, perancangan, implementasi, dan pengujian. Implementasi menerapkan enam komponen MAD: penargetan versi Android terbaru, penggunaan Android Studio, Kotlin, Jetpack Compose, Android Jetpack, dan penerapan praktik terbaik untuk arsitektur dan pengujian. Aplikasi berhasil dibangun dengan dua fitur utama: monitor kadar gula darah dan rekomendasi perawatan diabetes. Fitur monitor menyajikan grafik gula darah, pencatatan aktivitas yang dapat memengaruhi gula darah, dan alarm gula darah. Adapun rekomendasi perawatan diabetes memberikan edukasi dan dorongan kepada pasien untuk menerapkan gaya hidup sehat. Penerapan MAD menghasilkan sistem yang skalabel dan mudah dipelihara. Dari hasil pengujian, fungsi aplikasi berjalan sesuai dengan hasil analisis dan perancangan serta tidak ditemukan kerusakan. Hasil penelitian ini diharapkan agar sistem dapat membantu pasien dalam mencapai tujuan perawatan diabetes. Selain itu, sistem diharapkan dapat terus dikembangkan untuk memastikan relevansinya dan dampak yang berkelanjutan.
Computer engineering. Computer hardware, Electric apparatus and materials. Electric circuits. Electric networks
Leni Utami, Noviyanti Noviyanti, Wan Intan Parisma
et al.
X merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak dibidang Fabrication dan Rent Equipment yang dalam pengoperasiannya tidak lepas dari alat-alat berat sehingga risiko kecelakaan yang sangat tinggi dan berakibat sangat fatal. Pentingnya kesadaran tentang Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) agar terjaminnya hidup para pekerja dan meningkatkan produktifitas yang mampu membuat para pekerja itu nyaman dalam melaksanakan tugasnya. Implementasi Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap pekerja di PT. X masih sangat minim dikarenakan masih banyak para pekerja yang tidak memahami akan pentingnya keselamatan mereka sendiri apalagi keselamatan para pekerja yang lainnya. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode yang dipakai studi korelasi dengan desain cross sectional karena variabel bebas dan variabel terikat akan diteliti dalam waktu yang bersamaan. Jumlah populasi 100 orang dengan sampel penelitian sebanyak 51 orang dengan menggunakan menggunakan purposive sampling. Analisis variable independen adalah Komitmen Top Manajemen, Peraturan dan Prosedur K3, Komunikasi Pekerja, Kompetensi Pekerja, Lingkungan Kerja dan Keterlibatan Pekerja) serta variable dependen adalah Kecelakaan Kerja. Analisis bivariate yaitu hubungan variable independent dengan variable dependen. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara variable independent dengan variable dependen dimana nilai pada p value (< ? 0,05). Kesimpulannya adalah diharapkan perusahaan tersebut dapat lebih meningkatkan kualitas implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja bagi para pekerjan juga dapat meningkatkan produktivitas sehingga dapat mencapai hasil yang maksimal.
Adolescents' problems with their reproductive organs receive less attention because they are relatively young, still in educational status and as if teenagers are free from the possibility of facing complications and diseases related to their reproductive organs. Adolescents who are looking for self-identity will very easily receive information related to problems with the function of their reproductive organs which tend to lead to sexual intercourse. This is due to a lack of parental participation, because they are busy earning a living so they don't pay enough attention to it, as well as a lack of parental knowledge related to their education. This research uses a descriptive quantitative design with questionnaires and online interviews with respondents. 35 teenagers aged 15-17 years who were in high school were the respondents in this study. The results of research from 35 children showed that 80% of parents played a role, 14.2% played a very important role, and 5.7% played a less important role. The conclusion of the research is that parents play a very important role in fulfilling the reproductive health information needs of adolescents. It is hoped that there will be outreach from health workers or collaboration with universities in the health sector to provide education to teenagers in high school regarding reproductive health.
Skizofrenia tergolong dalam gangguan jiwa berat yang berpotensi merusak yang memengaruhi pemikiran, bahasa, emosi, sosial seseorang perilaku, dan kemampuan untuk memahami realitas secara akurat.[1] Selain dari dukungan tenaga kesehatan, dukungan keluarga juga merupakan faktor penting dalam proses pemulihan. Kondisi pandemi COVID-19 juga meningkatkan beban pada keluarga dalam merawat pasien skizofrenia dan mempengaruhi kualitas perawatannya.[2] Penanganan masalah kesehatan jiwa saat ini telah bergeser dari hospital based menjadi community based psychiatric services sehingga pelayanan tidak hanya berfokus terhadap upaya kuratif tetapi lebih menekankan upaya proaktif yang berorientasi pada upaya pencegahan preventif dan promotif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran peran kader kesehatan jiwa pada pasien skizofrenia pasca pandemi covid-19. Metode yang digunakan dengan kualitatif dengan variabel yang digunakan yaitu pengetahuan kader kesehatan jiwa terhadap program kesehatan jiwa pada pasien skizofrenia. Data analisis secara tematik sesuai dengan hasil wawancara. Hasil studi menunjukan tingkat pengetahuan kader kesehatan jiwa tentang program kesehatan jiwa pasien skizofrenia dengan kolaborasi dengan pegawai puskesmas kusus menangani klien dengan skizofrenia di Masyarakat, sehingga dalam menangani klien skizofrenia di rumah sudah sangat terintegrasi apabila obat habis ataupun dalam mengingatkan untuk control ke Rumah Sakit Jiwa.
Latar Belakang: Hipertensi adalah keadaan dimana tekanan darah arteri terus-menerus tinggi dan dipengaruhi berbagai faktor. Tekanan darah tinggi pada masa muda meningkatkan risiko hipertensi pada masa dewasa. Sensitivitas rasa mempengaruhi asupan makanan sehingga dilakukan uji ambang rasa asin untuk melihat kepekaan terhadap rasa asin.
Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara ambang rasa asin dengan kejadian hipertensi pada usia remaja di Surabaya.
Metode: Studi ini menggunakan desain penelitian berupa cross-sectional dan teknik pengambilan sampel memakai simple random sampling. Data yang diambil merupakan data primer berupa kuisioner terkait karakteristik responden dan uji ambang rasa asin menggunakan metode 3-AFC dan lima konsentrasi natrium berbeda. Hubungan antara ambang rasa asin dengan hipertensi diuji menggunakan correlation spearmann.
Hasil: Hasil penelitian ini adalah sebanyak 4,2% responden laki-laki memiliki ambang rasa asin tinggi dan hipertensi dan sebanyak 2% responden perempuan memiliki ambang rasa asin tinggi dan hipertensi. Hasil uji hubungan antara ambang rasa asin tinggi dengan hipertensi pada remaja laki-laki menunjukkan nilai p-value 0,027 (r=0,320) untuk tekanan darah sistolik dan p-value 0,003 (r=0,422) untuk tekanan darah diastolik.
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara ambang rasa asin dengan kejadian hipertensi pada remaja laki-laki.
Kata Kunci: Ambang Rasa Asin, Hipertensi, Remaja
The percentage of under-five malnutrition problems in Indonesia was 17.8%, with 3.8% and 14% of under-five cases being malnutrition. The Magetan Health Service reports that as of 2021, there were 332 cases of undernourished toddlers; however, the Panekan Health Center reported 116 cases of undernourished toddlers in 2020 based on weight/body length data. The undernourished toddlers was defined as those who were between the ages of 24 and 59 months. This kind of study employs secondary data sources, an analytical approach, a quasi-experimental design, and a non-equivalent control group design. This study included 73 toddlers as subjects: 31 toddlers who did not receive any nutrition, 42 toddlers who did receive nutrition, and malnourished toddlers aged 24-59 months. Data collection uses data collection sheets. The Independent and Paired t-tests are the analysis methods employed. The average difference in body weight between the two groups was found to be 0.594 with a range of 0.0324 kilograms – 1.156 kilograms. The study's results were obtained using the Paired t-test with a p-value = 0.000 with a significance level of 0.05 and the independent t-test with a p-value = 0.038 with a significance level of 0.05. The study concludes that supplementary feeding has an impact on the weight of undernourished toddlers at the Panekan Health Center who are between the ages of 24 and 59 months. It is hoped that by continuing to supplement food, the recovery program may decrease the number of undernourished children under five.
Abstract This study aims to improve the quality of long jump learning for students at SMKN 1 Makassar. This type of research is classroom action research (PTK) which consists of 4 steps, namely: planning, action, observation and reflection. Classroom action was carried out in several cycles, each cycle consisting of two meetings of 2 x 45 minutes each. Using the media box as a form of long jump game is used to improve long jump learning. Initial long jump data showed that 43% completed from the total frequency 13 and 57% incomplete from the total frequency 17. The results of the performance of the long jump cycle 1 which scored 87.50 were 1 person and 8 people who got 81.3 and 16 who getting a score of 75.00 and 1 person getting a score of 62.5 and 4 people getting a score of 56.3 and the long jump percentage shows 25 students (83.33%) in the complete category and (16.67%) in the incomplete category. The results of the performance of the long jump in cycle 2 which got a score of 87.50 were 9 people and 6 people who got a score of 81.25 and 15 people who got a score of 75. And the percentage of the long jump showed 30 students (100%) in the complete category and (0 %) the long unfinished category and the long jump also increased. The results for the performance of the long jump cycle 1 showed 25 students (83%) in the complete category and 5 students (17%) in the incomplete category. Meanwhile, the results for the long jump performance in cycle 2 showed 30 students (100%) in the complete category and (0% ) incomplete category.
Keywords: Long Jump Learning Outcomes, Media Box
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran lompat jauh pada siswa SMKN 1 Makassar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari 4 langkah langkah, yakni : perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Pelaksanaan tindakan kelas dilakukan dalam beberapa siklus, setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan masing-masing 2 x 45 menit. Dengan menggunakan media box sebagai bentuk permainan lompat jauh gunanya untuk meningkatkan pembelajaran lompat jauh. Data awal lompat jauh menunjukkan 43% tuntas dari jumlah frekuensi 13 dan 57% tidak tuntas dari jumlah frekuensi 17. Hasil dari unjuk kerja lompat jauh siklus 1 yang mendapatkan nilai 87,50 sebanyak 1 orang dan 8 orang yang mendapatkan 81,3 dan 16 yang mendapatkan nilai 75,00 dan 1 orang yang mendapatkan nilai 62,5 dan 4 orang yang mendapatkan nilai 56,3 dan persentase lompat jauh menunjukkan 25 siswa (83,33%) kategori tuntas dan (16,67%) kategori tidak tuntas. Hasil dari unjuk kerja lompat jauh siklus 2 yang mendapatkan nilai 87,50 sebanyak 9 orang dan 6 orang yang mendapatkan nilai 81,25 dan 15 orang yang mendapatkan nilai 75.Dan persentase lompat jauh menunjukkan 30 siswa (100%) kategori tuntas dan (0%) kategori tidak tuntas jauh dan lompatan lompat jauh ikut meningkat. Hasil untuk unjuk kerja lompat jauh siklus 1 menunjukkan 25 siswa (83%) kategori tuntas dan 5 siswa (17%) kategori tidak tuntas.Sedangakan untuk hasil unjuk kerja lompat jauh siklus 2 menunjukkan 30 siswa (100%) kategori tuntas dan (0%) kategori tidak tuntas.
KataKunci : Hasil Belajar Lompat Jauh, Media Box
Tujuan penelitian adalah mengetahui implementasi asas perlindungan dan asas keadilan dalam pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan berdasarkan UndangUndang Nomor 36 Tahun 2009 Studi Puskesmas Praya.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Puskesmas Praya sudah memberikan pelayanan yang adil dengan tidak membedakan pasien dalam memberikan pelayanan kesehatan dan melindungi pasien dengan sesuai dengan Asas keadilan. Sedangkan untuk implementasi Asas Perlindungan belum terlaksana dengan baik. Hal ini dikarenakan kurangnya tenaga dokter untuk bidang UGD ( Unit gawat Darurat). Faktor yang menyebabkan implementasi asas perlindungan dan asas keadilan pada puskesmas praya dipengaruhi oleh dua faktor yakni faktor internal dan faktor eksternal sehingga dari keadaan tersebut dibutuhkan tenaga kesehatan tambahan pada Puskesmas Praya.
Nyeri pada saat menstruasi atau dismenore hampir dialami oleh semua perempuan sebagai sensasi ketidaknyamanan fisik seperti rasa nyeri pada bagian abdomen, nyeri pada pinggang, dan kram yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Dismenore atau nyeri menstruasi dianggap sebagai gejala yang paling umum dari semua keluhan menstruasi yang menimbulkan beban masalah kesehatan lebih besar daripada keluhan ginekologi lainnya. Salah satu penanganan non farmakologi untuk mengurangi nyeri menstruasi yaitu relaksasi otot progresif. Studi ini bertujuan untuk mengetahui penurunan nyeri saat menstruasi dengan relaksasi otot progresif di Pondok Pesantren Putri Sahlan Rosjidi. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasI. Subjek penelitian ini mahasiswa santri yang mengalami nyeri menstruasi. Pengambilan subjek studi menggunakan teknik acidental sampling berdasarkan kriteria insklusi dan eksklusi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi dengan menggunakan alat penilaian nyeri berupa Numeric Rating Scale(NRS). Pengkajian nyeri dilakukan sebelum dan sesudah pemberian relaksasi otot progresif. Berdasarkan hasil studiselama 3 hari terhadap 2 responden diketahui setelah dilakukan relaksasi otot progresif tingkat nyeri menstruasi pada kedua responden terjadi penurunan, dari yang sebelumnya nyeri sedang menjadi nyeri ringan hingga kedua responden tidak merasakan nyeri. Pemberian terapi relaksasi otot progresif efektif dapat menurunkan tingkat nyeri pada wanita yang sedang menstruasi. Oleh karena itu, diharapkan agar para perempuan dapat mengaplikasikan relaksasi otot progresif sebagai salah satu terapi nonfarmakologi yang efektif untuk mengurangi nyeri menstruasi karena mudah untuk dilakukan secara mandiri.
Objective: To determine the effect of the addition of lumbar traction in the intervention of Tens and Short Wave Diathermy on the Intensity of Low Back Pain in Lumbar Hernia Nucleus Pulpos Patients 4 – 5
Methods: This study used a quantitative research type with a quasi-experimental approach to pre-test and post-test design with two groups. The samples of this study were 12 people in the TL, TENA, SWD group and 12 people in the TENS & SWD group.
Results: normality test with Shapiro Wilk Test obtained data before and after treatment groups I and II data were normally distributed. The results of hypothesis testing with One Sample Test before and after treatment I are p value 0.001 where p <0.05 this means Ho is rejected so that the results of the One Sample Test treatment II are p value 0.001 where p <0.05 this means Ho is rejected so that it can be concluded that TL, TENS & SWD and TENS & SWD exercises can both reduce the pain of Hernia Nucleus Pulposus Lumbar 4-5 . While the results for the Independent Sample T-Test test, namely the difference between treatment group I and treatment group II, p 0.09.
Conclusion: There is no significant difference between TL, TENS & SWD and TENS & SWD in reducing pain of Hernia Nucleus Pulposus Lumbar 4-5.
Bullying adalah tindakan negatif yang dilakukan oleh orang lain secara terus menerus atau berulang kali. Tindakan ini sering menyebabkan korban menjadi tidak berdaya, terluka secara fisik dan mental. Dalam aspek etimologis bully atau dalam bahasa Indonesia sering digunakan dalam bahasa "rundung" yang berarti mengganggu, terus-menerus mengganggu, merepotkan. Beberapa orang mungkin berpendapat bahwa intimidasi adalah masalah sepele, terutama jika dilakukan oleh anak-anak, beberapa orang tua menganggapnya sebagai perilaku yang wajar dari anak-anak. Cyberbullying umumnya dilakukan melalui media situs jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Yahoo Messenger, dan Line. Cara pembulatan bervariasi, mulai dari ancaman, penghinaan, penyebaran isu-isu palsu, bahkan tidak bermoral. Ada juga yang mencuri atau meretas akun email dan/atau situs jejaring sosial milik korban, kemudian memperbarui status dengan kata-kata atau gambar yang tidak senonoh. Pendampingan dilakukan dengan pengawasan langsung dengan bekerja dengan pusat penyuluhan. media yang digunakan untuk konseling adalah infocus dan poster. Metode yang digunakan adalah melalui beberapa tahapan yaitu penentuan tema yang akan digunakan penentuan daerah sasaran, survei daerah sasaran penyusunan bahan penyuluhan rencana perluasan, izin pelaksanaan, sosialisasi program, implementasi program, dan laporan akhir.
Social history and conditions. Social problems. Social reform, Communities. Classes. Races
Pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak awal 2019, mengakibatkan banyak perubahan hampir semua tatanan kebiasaan di antaranya dalam hal kesehatan. Kepatuhan dalam melaksanakan Protokol Kesehatan menjadi sangat penting di lakukan untuk menghentikan pandemi tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kepatuhan orang tua terhadap protokol kesehatan dengan status kesehatan pada balita. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 30 orang dengan tehnik pengambilan sampling adalah total sampling, penelitian ini di lakukan di klinik mandiri perawat Desa Sukodadi Kecamatan Wagir. Berdasarkan uji statistik Spearmen didapatkan hasil nilai α 0,05 (0.000), dengan nilai Correlation Coefficient 0. 641 artinya ada hubungan kuat antara tingkat kepatuhan orang tua terhadap protokol kesehatan dengan status kesehatan pada balita. Bagi perawat sebagai educator harapannya dapat memberikan edukasi tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan sebagai upaya pengendalian dan pencegahan penyebaran virus Covid-19.
Diabetes Melitus (DM) menjadi masalah kesehatan global karena prevalensinya terus meningkat sehingga membutuhkan upaya pencegahan. DM merupakan kelompok penyakit metabolik ditandai dengan hiperglikemia sebagai akibat dari defek sekresi insulin, kerja insulin atau kedua. Prevalensi diabetes mellitus saat ini meningkat tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesehatan mental pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Langsa Baro. Desain penelitian analytic yang bersifat cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 170 pasien yang terdiagnosa Diabetes Melitus dengan teknik Accidental Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Sosio demografi, insomnia Screening Questionnaire (ISQ) dan Depression, Anxiety, and Stress Scale 42 (DASS 42). Analisis Data menggunakan Kendall tau C. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa hubungan antara sosio demografi seperti; Usia, tingkat pendidikan, Tipe Diabetes Melitus, dan gangguan tidur insomnia terhadap DASS-42. Saran: Peneliti menyarankan kepada instansi kesehatan agar mengidentifikasi kesehatan mental penderita Diabetes Melitus agar menjadi lebih produktif, baik secara promotif hingga rehabilitative. Meningkatkan kebijakan-kebijakan yang lebih spesifik dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan pasien diabetes mellitus dengan meningkatkan pemberian informasi dan edukasi untuk meminimalkan stres dan meningkatkan kualitas tidur pada pasien diabetes melitus.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara leader-member exchange dengan innovative work behavior pada karyawan industri pariwisata di Surabaya. Leader-member exchange merupakan sikap antara atasan bawahan dengan adanya rasa percaya, hubungan pertukaran sosial berupa ide dan kewajiban antara pimpinan dan karyawan. Innovative work behavior adalah menciptakan, mempromosikan serta menerapkan gagasan, produk dan prosedur baru dalam peran kerja untuk menguntungkan kinerja peran atau organisasi. Penelitian ini dilakukan pada 116 karyawan industri pariwisata di Surabaya. Alat ukur menggunakan LMX-MDM dan Innovative Work Behavior Scale. Analisis data dilakukan dengan teknik korelasi Spearman's rho dengan bantuan perangkat lunak Jamovi 1.6.2.1 for Windows. Hasil dari peneltian ini memperoleh korelasi sebesar 0,417 dengan nilai p=<0,001. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bersifat positif, yang mana artinya semakin tinggi leader member exchange maka semakin tinggi innovative work behavior pada karyawan industri pariwisata di Surabaya.
Abstract
Starting from the outbreak of the Corona Virus pandemic (Covid-19) in the early 2020s including in Indonesia, humanity was shaken with a variety of panic. To cope with the Covid-19 pandemic outbreak, the Government of Indonesia established a public health emergency status and adopted a Large Scale Social Restrictions (LSSL) policy. However, this health law enforcement issues a new polemic for the society, for Indonesian Muslims who cannot worship in congregation in mosques or other places of worship. The purpose of this study is to analyze the LSSL Policy that implemented by the government from the perspective of al-Maqashid asy-Syar’iyyah. This research is a legal research with literature study method and normative juridical research. Thus, the legal material related to the LSSL policy imposed by the Government of Indonesia. Based on the results of the study showed that there are some differences and their consequences, but the theory of al-Maqashid asy-Syar’iyyah LSSL policy is one of the best choices in the framework of overcoming the Covid-19 pandemic outbreak in Indonesia.
Keywords: Health Law, LSSL, Pandemic outbreak, Covid-19, Maqashid Syar’iyyah.
Abstrak
Beranjak dari mewabahnya pandemi Virus Corona (Covid-19) pada awal tahun 2020 termasuk di Indonesia, membuat umat manusia digoncang dengan berbagai kepanikan. Untuk menanggulangi wabah pandemi Covid-19, Pemerintah Indonesia menetapkan status kedaruratan kesehatan masyarakat dan memberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskalaa Besar (PSBB). Namun penegakan hukum kesehatan ini mengakibatkan polemik baru bagi masyarakat, terutama bagi kaum muslimin Indonesia yang tidak bisa beribadah secara berjamaah di masjid atau tempat ibadah lainnya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa kebijakan PSBB yang diterapkan Pemerintah dari sudut pandang al-Maqashid asy-Syar’iyyah. Penelitian ini merupakan penelitian hukum dengan metode studi kepustakaan dan dengan pendekatan yuridis normatif. Dengan demikian, yang menjadi bahan hukum adalah regulasi terkait kebijakan PSBB yang diberlakukan oleh Pemerintah Indonesia. Adapun hasil penelitian menunjukan bahwa meskipun memiliki berbagai dampak dan konsekuensinya, namun secara teori al-Maqashid asy-Syar’iyyah kebijakan PSBB merupakan salah satu pilihan terbaik dalam rangka penanggulangan wabah pandemi Covid-19 di Indonesia.
Kata Kunci: Hukum Kesehatan, PSBB, Wabah Pandemi, Covid-19, al-Maqashid asy-Syar’iyyah.