Chairul Abd. Halik, Irfan Zamzam, Hartaty Hadady
et al.
While existing research has explored the effectiveness of the recess budget of Regional People's Representative Council (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah—DPRD) members in absorbing community aspirations in regions in Indonesia, there is a specific need to examine the alignment of budget expenditures with actual outcomes. This study assesses how effectively the DPRD members of North Maluku use the recess budget to capture community aspirations and prioritize them within DPRD’s strategic plans. Utilizing a qualitative, phenomenological approach, the research involved DPRD members, the Local Government Budget Team, and experts or academics. Data were gathered through interviews and documentation, analyzed using Miles and Huberman’s interactive model. The findings indicate that the recess budget has been used effectively, meeting all eight effectiveness criteria. The process of prioritizing community aspirations in the development of DPRD’s strategic agenda is done subjectively by DPRD members, focusing on urgent needs in alignment with the priorities of the Regional Medium-Term Development Plan (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah—RPJMD), and influenced by the initial locations visited during recess, discussions with the community, and direct engagement with relevant community issues.
Siti Sainah, Sutrisno, Fetti Kennisah Putri
et al.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan, perencanaan jumlah, kualitas, dan distribusi guru di Indonesia melalui pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan guru di Indonesia belum sejalan dengan formasi yang tersedia, ditambah dengan gelombang pensiun yang memperburuk defisit pada sejumlah wilayah. Perencanaan jumlah guru juga menghadapi kendala berupa keterbatasan akurasi data dan lemahnya koordinasi antarinstansi, sehingga rekrutmen tidak selalu sesuai dengan kebutuhan riil sekolah. Dari sisi kualitas, program peningkatan kompetensi seperti sertifikasi dan pelatihan belum sepenuhnya berdampak pada praktik pembelajaran di kelas, terutama di daerah dengan akses terbatas. Sementara itu, distribusi guru masih timpang, dengan konsentrasi di perkotaan dan kekurangan di daerah 3T. Secara keseluruhan, permasalahan jumlah, kualitas, dan distribusi guru saling terkait dan membutuhkan solusi yang terpadu. Upaya perbaikan perlu didukung oleh sistem data pendidikan yang terintegrasi, perencanaan berbasis kebutuhan, program pengembangan profesional berkelanjutan, serta kebijakan insentif yang mendorong pemerataan guru.
Ayda Mussa Yousif Abdulrahman, Rafiduraida binti Abdul Rahman
This research aims to investigate the current operational status of the Ajman Police, focusing on identifying elements and issues that affect operational excellence. Using change management models, including Kotter's 8 Step Model and the ADKAR Model, the paper critically examines the hierarchical structure of the Ajman Police, its specialist groups, and their performance indicators. The problem statement highlights the negative impact of traditional and rigid organizational structures on innovation, responsiveness, and the limitations of implementing effective public safety measures, prevention, and community policing. The research design adopted is a qualitative methodology, and a sample of senior police officers was interviewed to record their views on the issues of operation and preparedness to change. In conducting the study, Semi-structured interviews were conducted with 10 participants. Results indicate that the Ajman Police has already ventured into technological advancements and civil policing. However, there are still gaps in continuous development, innovation, and the implementation of modern change management practices. The research proposes a culturally, operationally, and technologically oriented framework for change management, specifically tailored to the context of the Ajman Police. The study makes a significant research contribution to both the practice and theory fields by providing a guideline for a change management roadmap for the Ajman Police and other similar agencies, ensuring operational excellence in fast-changing environments.
Management information systems, Economic history and conditions
Ketimpangan peran gender yang terjadi dalam masyarakat pertanian anggur di Desa Banjar Buleleng Bali bersumber dari penerapan triple role. Kombinasi dari ketiga peran ini menimbulkan adanya triple burden yang tidak disadari oleh masyarakat justru dianggap sebagai sesuatu yang ideal, karena berbagai bentuk dominasi beroperasi secara tersembunyi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi triple role dan triple burden perempuan dalam pertanian anggur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, serta studi literature dengan teknik analisis data model Miles Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan perempuan sebagai pemetik anggur membuat mereka memiliki tiga peran sekaligus mulai dari peran produktif, reproduktif, dan peran social. Penerapan ketiga peran itu membuat perempuan mengalami burden yang berlipat (triple burden) terlihat dalam bentuk curahan waktu bekerja, meskipun data tidak disajikan dalam analisis kuantitatif namun dari hasil pengamatan dan wawancara didapat bahwa kecendrungan perempuan memiliki jam kerja yang lebih banyak rata-rata sekitar 15 jam/hari. Sementara laki-laki rata-rata menghabiskan 12 jam/hari dan didominasi oleh sektor produktif. Dalam analisis Dominasi Maskulin Piere Bourdieu kondisi tersebut disebut merupakan bentuk kekuatan simbolik, karena perempuan menerima struktur tersebut sebagai bentuk kewajaran. Implikasi dari penelitian ini perlunya dukungan dan kerjasama dari perangkat desa untuk menyediakan akses pelatihan maupun sosialisai berbasis gender guna meningkatkan kesadaran gender dan mengurangi beban terhadap perempuan.
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang pendidikan seumur hidup dan perspektif pendidikan seumur hidup terhadap tinjauan pendidiakan islam, Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (library reserch) adapun metode yang digunakan adalah kepustakaan dan dokumentasi yang sumber datanya diperoleh dari bahan dokumen dan bahan Pustaka dengan cara normative yakni menafsirkan yang terdapat di dalam buku-buku. Setelah data terkumpul, data di analisis dengan menggunakan Teknik kualitatif dengan pembahasan. Adapun hasil penelitian ini adalh Pendidikan adalah modal yang paling utama yang wajib dimiliki olah setiap orang Pada hakekatnya pendidikan akan mengangkat derajat manusia yang menuntut ilmu dan segitupun sebaliknya. Manusia akan diaggaap berharga bagi manusia yang lain jika bermanfaat bagi yang lain, pendidikan sepanjang hayat Pendidikan berlangsung tanpa dibatasi oleh apapun, dari ayunan sampai keliang lahat, maka dapat disimpulkan bahwa pendidikan berlangsung seumur hidup dan sudah diatur sesuai dengan ajaran agama islam .
Selama ini, pendidikan Islam dalam pelaksanaannya hanya berfokus pada transfer pengetahuan (kognitif) saja. Sebab, pendidikan Islam kehilangan konsep pendidikan dan tujuan pendidikan yang belum diarahkan. Terakhir, mahasiswa diarahkan untuk hanya mengejar skil yan yang duniawi dan melupakan ajaran nilai-nilai Islam di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendidikan Islam sebagai perspektif pendidikan moral terhadap kajian pendidikan moral Imam Nawawi al-Bantani. Penelitian ini merupakan kajian kepustakaan (penelitian pustaka) dengan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian ini berasal dari data primer dan sekunder yang berasal dari buku dan jurnal ilmiah. Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan moral Imam Nawawi al-Bantani menunjukkan tiga konsep yang membuat pendidikan Islam diarahkan dan berfokus pada perkembangan moral atau ahklak peserta didik, yaitu, pendidikan moral dalam kaitannya dengan individu, pendidikan moral dalam kaitannya dengan keluarga dan pendidikan moral yang berkaitan dengan masyarakat. Ketiganya merupakan konsep pendidikan Islam yang menunjukkan bahwa pendidikan Islam adalah pendidikan moral.
This study aims to assess the feasibility, teacher and student responses, and effectiveness of the STEM-based digital pocketbook on the topic of Systems of Linear Equations in Two Variables (SPLDV). The subjects of this research were junior high school students in Bandar Lampung. Data collection instruments included questionnaires distributed to subject matter experts, media experts, and student respondents. The method in this research uses the ADDIE model which consists of 5 stages, namely: Analysis, design, development, implementation, and evaluation. The findings indicate that the developed learning media are highly suitable and engaging for mathematics instruction, particularly concerning SPLDV topics. However, due to the global COVID-19 pandemic, the research did not progress to the implementation phase, thereby precluding the effectiveness testing of the STEM-based digital pocketbook
One very important component in the formation of generations is Islamic religious education (PAI). This research is a literature study with a qualitative approach. This research aims to understand the basic concepts of PAI education and learning innovation. The Qur'an, al-Hadith, philosophy, history, psychology, sociologist, scientific, and technological education are the pillars or foundations of education. Nurturing human beings intellectually, emotionally, and spiritually is the main goal of education. Educational principles are frameworks that include information about the quality of learning materials that have been informally evaluated as guidelines. The four principles that must exist in education are humanism, humanization, humanities, and humanity. PAI learning is one of the subjects taught in schools, madrasahs, and pesantren. PAI teachers can use basic learning strategies such as determining the beginning of learning, mastering the material, choosing media methods and models, and assessing learning outcomes.
Muhammad Luqman Asy'ary, Setia Rini, Erna Risfaula Kusumawati
The development of information technology is very fast, many benefits are obtained from the development of this technology. One of the benefits of technological developments is the existence of online Game entertainment facilities. This online Game can have an impact on the language acquisition of elementary school children. This study aims to describe the acquisition of language in grade 4 elementary school children aged 9-11 through semantic studies, namely the study of the meaning of a verb, adjective, or noun. The data source comes from the subject to be studied. This research method uses a qualitative approach. Data collection was carried out using five methods, namely observation, observation, notes, interviews, and questionnaires. The results of this study are that online Games can affect the language acquisition of children aged 9-11 years at SDIT Ibnu Mas'ud, Ambarawa District, marked by an increasingly widespread acquisition of words that are absorbed through online Games, such as verbs (victory, booyah, defeat, login, kill, mabar, drift, survival, by one, ngemoti, push), adjectives (perfect, hockey, noob, idiot, bot, asu, op, good at) and nouns (skin, turret, inventory, tournament) which they apply in everyday language
The purpose of this research is to improve students learning achievement through powerpoint media in Class IV SD UMP. Problem solving with Classroom Action Research (CAR) with two cycles consisting of two meetings. Each cycle has stages starting from planning, action, observation and reflection referring to the Kemmis and Mc Taggart models. The data collection tool in this study used written test questions to measure student achievement. Based on the results of the study, it can be concluded that through powerpoint media, students learning achievement increases. The class average score increased from cycle I to cycle II, as well as the number of students who completed learning from cycle I to cycle II which increased.
Daud Rismana, Yunita Anisatuzzuhriya, Rifi Maria Laila Fitri
et al.
Kemiskinan menjadi permasalahan nasional. Program pengentasan kemiskinan terus digalakkan untuk mengentaskan masyarakat dari garis kemiskinan. Program Bantuan Pangan Non Tunai yang diinisiasi oleh Kemanterian Sosial RI merupakan terobosan dan percepatan bagi penerima program di Gedangan Grobogan. Fokus program dalam bidang ekonomi, sosial, pendidikan dan kesehatan dirasa kurang karena tidak didukung oleh kesadaran hukum. Kasus kekerasan seksual di dalam rumah tangga dialami oleh masyarakat lapisan atas, menengah dan bawah terjadi karena lemahnya pemahaman, wawasan dan kesadaran hukum, terutama di kalangan masyarakat miskin. Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan dengan metode ceramah dan diskusi sehingga hasil yang diharapkan adalah adanya pengetahuan hukum, wawasan hukum dan kesadran hukum tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual kepada peserta penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang akan memunculkan pengetahuan tentang berbagai macam tindak kekerasan seksual, penanganan dan pelaporan.
Deni Ainur Rokhim, Frida Kristining Tyas, Sri Rahayu
et al.
Abstrak: Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan standar penilaian kompetensi siswa melalui penguasaan literasi membaca dan numerasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui perspektif siswa dan guru kimia SMAN 3 Sidoarjo dalam pelaksanaan AKM terhadap mata pelajaran kimia. Penelitian ini dilakukan guna memperbaiki kualitas pembelajaran dan penilaian guru terhadap siswa. Metode yang digunakan adalah penelitian studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Wawancara terhadap 10 responden siswa dan 3 responden guru melalui Google meet. Hasil wawancara dianalisis secara terpisah untuk setiap pertanyaan dan dilakukan analisis isi untuk menelaah data secara lebih rinci. Hasil AKM memberikan ruang bagi guru dan siswa untuk melakukan proses belajar mengajar yang lebih efesien sehingga meningkatkan pemahaman siswa terhadap suatu materi yang diberikan.
Keywords: Assesmen kompetensi minimum; pembelajaran kimia; numerasi; literasi
Abstract: Minimum Competency Assessment (AKM) is a standard for assessing student competence through mastering reading and numeracy literacy. The purpose of the study was to determine the perspectives of students and teachers of chemistry at SMAN 3 Sidoarjo in the implementation of AKM on chemistry subjects. This research was conducted to improve the quality of learning and teacher assessment of students. The method used is case study research with a qualitative descriptive approach. Interviews with 10 student respondents and 3 teacher respondents through Google meet. The results of the interviews were analyzed separately for each question and a content analysis was carried out to examine the data in more detail. The results of the AKM provide space for teachers and students to carry out a more efficient teaching and learning process so as to increase students' understanding of a given material.
Keywords: Minimum competency assessment; chemistry learning; numeracy; literacy
Research on multi-case studies of link and match programs the motorcycle engineering and business industry class at SMK Tulungagung has been carried out. The research was conducted in three places including: SMK “SORE†Tulungagung and SMK Negeri 1 Rejotangan Tulungagung. The Honda industrial class program at SMK SORE Tulungagung has been going well, including the selection of an industrial class curriculum which involves the concept of link and match with industry, how the alignment of the industrial class curriculum is made. In addition, the learning process for the motorcycle engineering and business class at SMK Tulungagung has also been good, including the learning preparation process and the implementation of industrial class learning. What is no less important is the commitment of SMK which has a strategy to improve industrial class competence, namely increasing teacher competence and increasing student competence so that they are ready to go directly to industry.
This study aims to determine the increase in students' mathematical creativity through the auditory, intellectual, repetition (AIR) learning model in class XI students of SMK Techno Terapan Makassar. Creativity referred to in this study pays attention to 3 aspects of indicators, namely fluency, flexibility, and novelty. This research is research class action (PTK). The subjects of this study were students of class XI at SMK Techno Terapan Makassar. The results showed that there was an increase in creativity in learning mathematics through the auditory, intellectual, repetition (AIR) learning model. Student test results seen based on the percentage per indicator increased from cycle I to cycle II seen in the aspect of fluency 66.66% increasing to 81.48%, the aspect of flexibility 62.96% increasing to 77.78%, and the novelty aspect increasing 33.33% to 48.14%. the learning completeness criteria in cycle I was 55.55% and classically complete in cycle II was 77.77% or as many as 22 people who scored . Data from the analysis of teacher activity in cycle 1 increased by 60.42% to 72.90% while the results of student activity analysis in cycle 1 amounted to 56.26% increased to 70.92%. From the research results obtained, it can be concluded that the Auditory, Intellectual, Repetition (AIR) learning model can increase the mathematical creativity of class XI students of SMK Techno Terapan Makassar.
This study examines the effect of the inquiry learning model on the mathematical problem solving ability of students in Indonesia through meta-analysis. This study analyzed seven primary studies that met the inclusion criteria. The effect size index was calculated using the Hedges g equation and statistical analysis using comprehensive meta-analysis (CMA) software. Effect size testing is done by analyzing four characteristics, namely class of study, year of study, and sample size. Based on the results of the analysis using CMA, the inquiry learning model has a moderate effect (0.652) on the overall mathematical problem-solving skills of students. The use of the inquiry learning model is more effectively used in 8th-grade, in the range of 2015-2017 and 2018-2020, the sample size is less than or equal to 30. Thus, it can be seen that the inquiry learning model is useful in improving mathematical problem-solving skills.
Abstract: This study aims to describe and analyze the role of fathers in family Islamic education. The purpose of the research is to increase the treasury of knowledge for educational researchers, especially the education of girls in the family. The research used is qualitative research with case studies aimed at obtaining a complete and in-depth description. Data collection is done by observation, interviews and documentation. Data analysis was performed with the concept of data triangulation. Qualitative research data analysis techniques through data triangulation are analyzing the results of interviews by checking the validity of the data which includes sources, methods, investigators, and theories. Data analysis shows that fathers as research subjects are willing to be directly involved in education and childcare. The willingness of subjects to provide Islamic education to their daughters is motivated by factors of psychological well-being, personality, attitudes and diversity (religiosity). Planting the faith, sharia and morals of fathers in daughters since their daughters are small. Even since the child is still in the womb of his wife. They use educational methods such as educating by example, habits, advice, attention, and punishment. Certainly the father established good cooperation with his wife in providing Islamic education to his daughter. So that girls will form Islamic individuals and are accustomed to carrying out daily activities according to Islamic teachings.
Ita Nuryana, Margunani, Kardiyem, Kemal Budi Mulyono
Pada era digital 4.0 saat ini, perkembangan teknologi informasi meningkatkan aktivitas usaha baik secara lokal maupun internasional. Hal ini ditandai dengan munculnya beberapa perusahaan yang baru berkembang dan menawarkan produk atau jasa yang belum pernah ditawarkan kepada pasar, yang dikenal dengan istilah startup. Pertumbuhan jumlah startup di Indonesia terjadi secara signifikan. Akan tetapi perkembangan startup lokal di Indonesia dalam awal tahap pengembangannya masih belum bersifat konsisten sehingga sebagian besar startup lokal mengalami kegagalan dan sebagian lainnya melakukan perubahan besar terhadap model bisnis yang telah dikembangkan. Tujuan yang hendak dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak manajemen kas terhadap kinerja start-up Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota HIPMI PT yang ada di Kota Semarang yang berjumlah 198. Metode pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dengan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh manajemen kas terhadap kinerja start-up. Simpulan dalam penlitian ini adalah untuk meningkatkan kinerja start-up para pelaku start-up perlu meningkatkan manajemen kas dengan baik.
The quality of education is an important issue in the world of education, because by looking at the quality of education can be a reflection of the success of education that is carried out. If the quality of education is good, it can be said that in the implementation of good education, likewise if the quality of education is low, then it can be assumed that in the implementation of education there are serious problems. Therefore this paper was appointed to inspire education observers to pay more attention in maintaining and overseeing the quality of education so that the output or graduates can be relied upon. This article review method uses qualitative. While presenting data using descriptive analysis and designed using a central approach by looking for literature that discusses the quality of education and education technology. The results of this study are the relevance or relationship between educational technology and the quality of education, because the quality of education with regard to everything that achieves the achievement of quality education both in terms of student achievement, teaching quality, and school performance can be achieved well through an educational technology approach. That is because with educational technology involving people who have an important role in the educational problem, it is then regulated by standardized procedures and the next stage is organized for analysis and finding solutions to solve them
Kualitas pendidikan di indonesia di indikasikan belum memenuhi standart yang telah ditetapkan. Hal ini berdampak pada kurang maksimalnya prestasi belajar siswa yang dicerminkan pada hasil belajar siswa indonesia dibandingkan negara berkembang lainnya. Supervisi pendidikan sangat penting sebagai layanan atau pemberian suatu pembinaan yang diberikan oleh seorang supervisor kepada guru yang berguna untuk meningkatkan kualiatas pendidikan. Kualitas pendidikan harus dilakukan secara berkesinambungan seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, sosial, ekonomi dan budaya masyarakat. Masalah mutu atau kualitas pendidikan harus mnejadi perhatian semua pihak, agar lembaga pendidikan dapat tetap berjalan sesuai dengan tujuannya serta dapat berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Untuk meningkatkan mutu pendidikan tersebut maka peran supervisi pendidikan sangat penting atau tidak boleh diabaikan. Sebab supervisi merupakan suatu hal yang sangat signifikan dalam mewujudkan mutu pendidikan yang baik demi berjalannya sebuah pembelajaran yang baik.
Pendidikan merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk kemajuan bangsa dan negara terutama untuk generasi muda agar tercapainya pendidikan indonesia ke arah nasional.Sebagai subsistem pendidikan nasional, maka pendidikan negeri maupun swasta seharusnya turut berkontribusi dalam membangun dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia dengan menciptakan generasi yang berprestasi dalam ilmu pengetahuan,teknologi, dan mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.Untuk meningkatkan sistem pendidikan di Indonesia diperlukan pembimbing atau pembinaan dari supervior agar pendidikan di Indonesia dapat menuju ke arah yang lebih baik.Dan untuk menigkatkan agar pendidikan itu bisa berkualitas diperlukanya orang-orang profesional.Guru sebagai pendidik di sekolah adalah salah satu faktor yang sangat penting,karna ketika guru dan siswa bisa berinteraksi dengan baik,maka guru itu di anggap sudah mampu menciptakan keadaan yang kondusif.Untuk mewujudkan pembelajaran ke arah nasional dibutkan sikap guru yang profesional,memiliki daya kreatif dalam proses pembelajaran.Agar pendidikan semakin membaik bukan hanya guru saja sebagi tenaga yang harus meningkatkan pembelajaran namun juga diperlukan lembaga pendidikan yang sikelola secara maksimal.Agar pendidikan tercapai maka diperlukannya tujuan pendidikan nasional,yaitu untuk mengembangkan potensi peserta didik atau siswa untuk dapat berpikir rasional dan memiliki karakter mulia dalam kaitanya dengan nilai-nilai pancasila,yang menjunjung tinggi nilai kebenaran,kebaikan, keindahan.dan secara konstruktif dan kreatif untuk dapat bertanggung jawab untuk memajukanbangsa Indonesia dalam menyesuaikan diri dengan tuntunan masyarakat modren berdasarkan demokrasi dan keadilan.