Hasil untuk "kesehatan"

Menampilkan 20 dari ~388806 hasil · dari DOAJ, Semantic Scholar, CrossRef

JSON API
DOAJ Open Access 2025
Penerapan Senam Ergonomik terhadap Kadar Asam Urat pada Lansia dengan Gout Arthritis

Ma'ruf Aji Nugroho, Tri Nurhidayati, Mohammad Fatkhul Mubin

Asam urat atau gout arthritis terjadi karena peningkatan kadar asam urat atau hiperurisemia sehingga kristal di persendian menumpuk. Senam ergonomik adalah teknik untuk mengembalikan saraf dan aliran darah dan sistem pembakaran asam urat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penerapan senam ergonomik terhadap kadar asam urat pada lansia dengan gout arthritis. Metode pada penelitian ini yaitu studi kasus atau case study dengan subjek penelitian adalah lansia dengan gout arthritis di Ruang Rawat Inap RSUP Dr. Kariadi Semarang. Variabel dependen penelitian ini adalah kadar asam urat, sedangkan variabel independen adalah senam ergonomik. Instrumen penelitian ini adalah nilai kadar asam urat dari World Health Organization (WHO) dan Kemenkes. Pengelolaan data yang diperoleh dianalisis untuk mengetahui penurunan kadar asam urat. Rata-rata kadar asam urat sebelum dan setelah intervensi senam ergonomik menunjukan bahwa terdapat penurunan kadar asam urat dari ketiga subjek. Rerata asam urat menunjukan penurunan sebesar 6,3 mg/dL atau sebesar 55%. Rata-rata kadar asam urat sebelum senam ergonomik sebesar 11,6 mg/dL dan setelah senam errgonomik selama 3 kali pertemuan menjadi 6,3 mg/dL. Senam ergonomik yang diberikan selama 3 kali dengan durasi 15 menit setiap pertemuan efektif menurunkan kadar asam urat pada lansia dengan gout arthritis. Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber penelitian senam ergonomik selanjutnya, serta menambah informasi khususnya lansia agar mencegah tingginya kadar asam urat.

DOAJ Open Access 2025
Implementasi Rekomendasi Diet pada Timbangan Persen Lemak pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta

Retno Dewi Noviyanti, Ipin Prasojo, Dewi Pertiwi Dyah Kusudaryati et al.

Latar Belakang: Penilaian status gizi yang akurat sangat penting untuk merancang rekomendasi diet yang tepat. Alat analisis komposisi tubuh konvensional seringkali mahal dan kurang terjangkau. Oleh karena itu, pengembangan timbangan lemak tubuh termodifikasi yang terintegrasi dengan fitur rekomendasi diet dapat memberikan alternatif yang praktis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan sistem rekomendasi diet yang terintegrasi ke dalam timbangan lemak tubuh pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta dan mengevaluasi akurasi pengukurannya dibandingkan dengan perangkat standar. Metode: Penelitian komparatif eksperimental ini melibatkan 60 sampel. Pengukuran meliputi Berat Badan (BB), Tinggi Badan (TB), Indeks Massa Tubuh (IMT), persentase lemak tubuh, kepadatan tulang, cairan tubuh, dan massa otot. Data dianalisis menggunakan uji-T sampel independen, dan uji Mann-Whitney untuk membandingkan hasil antara timbangan termodifikasi dan timbangan standar (terkalibrasi). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan pada berat badan, tinggi badan, dan IMT antara timbangan termodifikasi dan timbangan standar (p-value>0,05). Namun, terdapat perbedaan signifikan pada persentase lemak tubuh (p-value=0,008), kepadatan tulang (p-value<0,001), kadar air dalam tubuh (p-value<0,001), dan massa otot (p-value<0,001). Meskipun terdapat variasi ini, sistem terintegrasi ini berhasil memberikan rekomendasi diet yang disesuaikan berdasarkan analisis IMT dan lemak tubuh. Kesimpulan: Lemak tubuh dengan fitur rekomendasi diet terintegrasi ini akurat untuk menilai parameter dasar seperti berat badan, tinggi badan, dan IMT serta menawarkan nilai tambah rekomendasi diet. Namun demikian, penyempurnaan lebih lanjut diperlukan untuk meningkatkan akurasi pengukuran komposisi tubuh sebelum aplikasi skala besar.

Nutrition. Foods and food supply
CrossRef Open Access 2025
PENGUATAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PUTRI MELALUI SKRINING KESEHATAN DASAR, PEMERIKSAAN URIN, DAN EDUKASI

Alifia Ayu Delima, Purnamaniswaty Yunus, Trisnawaty Andi et al.

Remaja putri merupakan kelompok yang rentan mengalami masalah kesehatan, baik kesehatan umum maupun kesehatan reproduksi. Kurangnya deteksi dini dan minimnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dapat meningkatkan risiko anemia, infeksi saluran kemih, serta gangguan reproduksi di kemudian hari. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining kesehatan dasar dan pemeriksaan urin sederhana, serta memberikan edukasi kesehatan reproduksi pada remaja putri. Metode kegiatan meliputi pemeriksaan tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu tubuh) dan pemeriksaan urin sederhana (leukosit, nitrit, urobilinogen, protein, pH, darah, specific gravity, bilirubin, glukosa). Edukasi kesehatan reproduksi diberikan melalui ceramah interaktif, diskusi, dan sesi tanya jawab dengan 10 pertanyaan kunci untuk mengevaluasi pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan sebagian besar remaja putri memiliki status kesehatan normal, meskipun terdapat temuan kelainan ringan seperti peningkatan tekanan darah dan denyut nadi. Sesi edukasi kesehatan reproduksi menunjukkan mayoritas peserta mampu menjawab pertanyaan dengan benar, menandakan adanya peningkatan pemahaman mengenai personal hygiene, pencegahan infeksi saluran kemih, dan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Kegiatan ini menegaskan pentingnya deteksi dini kesehatan dasar dan edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja putri sebagai upaya preventif untuk menurunkan risiko masalah kesehatan di masa mendatang.   Kata kunci: remaja putri, skrining kesehatan, pemeriksaan urin, edukasi reproduksi, pengabdian masyarakat

CrossRef Open Access 2025
Kontroversi Peraturan Menteri Kesehatan No. 2 Tahun 2025: Dampaknya terhadap Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi

Fazia Zatila, Rus Yandi, Rifka Zuwanda

Peraturan Menteri Kesehatan No. 2 Tahun 2025 telah menimbulkan polemik karena dianggap membatasi akses terhadap dianggap membatasi akses terhadap layanan kesehatan seksual dan reproduksi, khususnya bagi perempusn dan kelompok rentan. Artikel ini bertjuan untuk mengkaji isi regulasi tersebut serta mengidentifikasi pasal-pasal yang menimbulkan kontroversi. Dengan pendekatan yuridis normatif dan disukung analisis data sekunder, artikel ini menekususri kesesuaian regulasi tersebut dengan hukum nasional dan standar hak asasi manusia internasional. Selain itu, kajian ini menyertakan studi kasus dan pandangan dari berbagai pihak, termasuk LSM dan tenaga medis, untuk menggambarkan dampak nyata regulasi terhadap hak kesehatan masyarakat. Temuan ini menunjukkan bahwa Permenkes No. 2 Tahun 2025 berpotensi bertentang dengan prinsip otonomi tubuh, hak atas layanan kesehatan yang aman, serta beberapa undang-undnag  dan konvensi internasional. Artikel ini merekomendaiskan revisi regulasi serta peningkatan partisipasi publik dalam penyusunan kebijakan kesehatan.

DOAJ Open Access 2024
Black Garlic Antioxidant Activity Test (Allium Sativum) Compound Types with DPPH Method (1,1-Difenil-2-Pikrilhidrazil)

Sari Wulan Asih, Tatit Nurseta, Kusworini Kusworini et al.

Antioxidants are needed to neutralize Reactive Oxygen Species (ROS) in the body and prevent cardiovascular, cancer, and premature aging as degenerative diseases. Antioxidants will provide resistance to free radicals and prevent damage in normal cells, proteins, and fats, and are able to break chain reactions without disrupting their function. Black Garlic has higher antioxidant properties than regular garlic. S-allyl cysteine (SAC) is a compound from Black Garlic that functions as an antioxidant that can affect the cell cycle in apoptosis, which can provide cell protection from free radical damage. In a study, it was said that a single type of Black Garlic extract obtained IC50 52.055 ppm (µg/mL) which is included in the category of high antioxidant activity. While in the antioxidant activity test, this study used a compound type of black garlic on the grounds that the price is more affordable and easy to find in traditional markets. This study aims to evaluate the potential of compound-type black garlic extract against free radicals by testing antioxidant activity using the DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) method. The results of the compound type Black Garlic antioxidant test stated to have an IC50 value of 173 ppm (µg/mL) which is classified as moderate antioxidant activity. So researchers assume that the use of single type Black Garlic extract is more effective than compound type Black Garlic.

Nursing, Medicine (General)
DOAJ Open Access 2023
The Influence of Service Quality on BPJS Health Patient Satisfaction in the Outpatient Unit at Mitra Siaga Hospital, Tegal

Muslih Dahlan, Bagoes Widjanarko, Sutopo Patria Jati

Good health services provide services that are effective, safe, and of high quality.  Efforts that have been made by the management of Tegal MS Hospital in maintaining and improving the quality of service, namely by holding training and simulation of excellent service, socializing BPJS Health related to a tiered referral system, equipping medical and non-medical equipment, repairing infrastructure, and carrying out standardization according to accreditation guideline assessments.  This research was conducted to determine the effect of service quality on BPJS Health patient satisfaction in the outpatient unit of Tegal MS Hospital. This type of research is observational research with a quantitative approach. The population in this study were BPJS Kesehatan patients in the outpatient unit of Tegal MS Hospital who met the inclusion criteria of this study. Based on calculations with the Slovin formula above, a research sample of 99.9 was obtained, and the results were rounded up to 100 respondents. Data analyzed use univariate analysis, bivariate analysis, and multivariate analysis. The infrastructure variable positively and significantly influences patient satisfaction with a p- value of 0.026 <0.05. Research results from Infrastructure variable, variable Personnel Quality, Clinical Care Process Variables, Administrative Procedure Variables, Variables Patient Safety Indicator, Hospital Image Variable, Social Responsibility Variable, Trust Variable to House Sick has a positive and significant effect on patient satisfaction variables with the results of p- values each variable < 0.05. To examine patient satisfaction, apart from using service quality as the dependent variable, future researchers are also expected to be able to add other dependent variables such as hospital cost factors, patient emotional factors, or family economic conditions and even other variables that might affect the level of patient satisfaction.

Nursing, Medicine (General)
CrossRef Open Access 2023
Analisis Pengaruh Budaya Kesehatan, Kesadaran Kesehatan, dan Persepsi Produk Terhadap Konsumsi Jamu Pada Penderita Penyakit Pembuluh Darah di Bandar Lampung

Dzul Fithria Mumtazah, Iwan Eka Saputra, Endah Setyaningrum

Vascular disease is a condition that affects the arteries or veins. Vascular disease occurs when blood vessels are weakened, blocked, or damaged. Other organs and structures of the body may be damaged by vascular disease as a result of reduced blood flow to the organs. In Lampung, patients with heart and the vascular disease reached 13.000 people. Meanwhile, herbal medicine is an alternative medicine that is commonly consumed by people to reduce the severity of the disease they suffer, including vascular disease. This study was conducted to determine the effect of individual health culture, their health awareness, and their perception of herbal products consumption to relieve and treat vascular disease. This research is quantitative. Data collected in this study is based on a questionnaire that provides the thoughts of the respondents. The result shows that health culture and health awareness do not always affect the consumption of herbal medicines. But the perception they have affects their decision in consuming herbal medicines. The herbal medicine that is top of mind for patients with vascular disease in Bandar Lampung to relieve vascular disease is garlic. Steps a product marketer of herbal medicines for blood vessels and heart should take is a positive perception in various circles, in Indonesia, especially in Bandar Lampung.

DOAJ Open Access 2022
Relaksasi dengan Berzikir Menurunkan Tekanan Darah Lansia Hipertensi yang Mengikuti Senam Lansia

Agung Riyadi, Hermansyah Hermansyah, Sunita RS

Based on the results of Rikesdas 2018, the prevalence of elderly hypertension is 55.2% in the 55-64 age category, and 63.2% in the 65-74 age category. Hypertension can cause damage to the kidneys, heart, and blood vessels and can even cause death. Non-pharmacological treatment is proven to control blood pressure, so the use of drugs can be reduced. Deep breathing relaxation with zikir is expected to increase the relaxation effect so that it has an impact on lowering blood pressure. Research objective to determine the effect of deep breathing relaxation with zikir on elderly blood pressure with hypertension who take part in elderly gymnastics in Bengkulu City. The research method is quasi experiment with a Nonequivalent Control Group Design with a pretest and posttest. The sample is the elderly in Bengkulu City with 60 total samples, 30 samples from the treatment group and 30 samples from the control group, taken using a simple random sampling technique. The data was collected by using observation sheets and questionnaires. The data analysis was carried out by univariate and bivariate on the Mann-Whitney test with α 5%, and multivariate analysis using the Mancova test. The results of the Mancova test have a p-value of 0.002, meaning that there is an effect of deep breath relaxation with Zikir on the systolic and diastolic blood pressure of the elderly with hypertension. Deep breathing relaxation with zikir that is carried out regularly can be one of the nursing interventions to reduce blood pressure in the elderly with hypertension in the community.

Medicine, Medicine (General)
DOAJ Open Access 2022
ANALISIS BIAYA DAN INDEKS UTILITAS YANG DIUKUR MENGGUNAKAN SF-6D PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS DENGAN HEMODIALISIS DI RSUD ADJI BATARA AGUNG DEWA SAKTI KUTAI KARTANEGARA

Abdul Mahmud Yumassik, Gunawan Pamudji Widodo, Tri Murti Andayani

Hemodialisis (HD) pada pasien penyakit ginjal kronik membutuhkan waktu yang lama dan membutuhkan kepatuhan pasien dalam proses terapi. Hal ini akan memberikan gangguan psikologis pasien yang kemudian akan mempengaruhi kualitas hidup. Selain berpengaruh terhadap kualitas hidup, terapi hemodialisis juga menggunakan biaya cukup tinggi, terutama apabila pasien mengalami komplikasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui besaran biaya hemodialisis, indeks utilitas, dan hubungan komplikasi terhadap biaya dan indeks utilitas pada pasien hemodialisis. Metode dalam penelitian ini adalah observasi analitik dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional menurut perspektif rumah sakit. Subyek penelitian ini adalah pasien rawat jalan hemodialisis di RSUD Adji Batara Agung Dewa Sakti periode September-Oktober 2020. Data didapatkan menggunakan instrumen SF-6D, rekam medik, dan pembiayaan keuangan. Analisis data menggunakan independent sampel t-test dan Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan besar rata-rata biaya terapi pada pasien hemodialisis selama satu bulan Rp. 12.014.488±587.608, sedangkan biaya per episode hemodialisis sebesar Rp. 1.316.722±273.989. Nilai rata-rata indeks utilitas pasien yang diukur dengan SF-6D sebesar 0,717±0,143. Hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikan 0,049<0,05 pada indeks utilitas yang berarti terdapat hubungan antara komplikasi terhadap indeks utilitas dan nilai signifikan 0,125>0,05 pada biaya yang berarti tidak terdapat hubungan antara komplikasi terhadap biaya pada pasien GGK dengan hemodialisis. Kata kunci: Hemodialisis, biaya, Indeks utilitas, SF-6D

Pharmacy and materia medica
DOAJ Open Access 2022
Studi Kasus Penerapan Terapi Relaksasi musik klasik terhadap tekanan darah penderita hipertensi

Rizki Arisandi, Tri Hartiti

Hipertensi merupakan kondisi tekanan darah sistolik sama atau lebih tinggi dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih tinggi dari 90 mmHg . Salah satu pengobatan non-farmakologis yang dapat dilakukan adalah pemberian music klasik. Musik merupakan suatu stimulus yang unik yang dapat mempengaruhi respon fisik dan psikologis seseorang dalam pendengarannya serta merupakan suatu intervensi yang efektif untuk meningkatkan relaksasi fisiologis yaitu dengan penurunan nadi, respirasi, tekanan darah dan nyeri. efeknya menunjukkan  bahwa  musik  dapat  mempengaruhi  ketegangan  atau  kondisi  rileks pada diri seseorang karena dapat merangsang pengeluaran endorphinedan serotin,. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi setelah dilakukan terapi relaksasi musik klasik. Penelitian ini menggunakan metode case strudy dengan 2 responden yang dipilih sesuai inkusi peneliti.. Hasil pengkajian menunjukan kedua subjek studi memiliki jenis kelamin yang sama subjek studi kasus 1 dan 2 perempuan subjek studi kasus 1 berumur 66 tahun dan subjek studi kasus 2 berumur 69 tahun. Kedua subjek memiliki riwayat hipertensi, subjek studi kasus 1 memiliki obat jalan dari resep dokter amlodipin 5mg , subjek studi kasus 2 mengkonsumsi obat toko jika merasa pusing dan lemas. Hasil studi kasus menunjukan penurunan tekanan darah setelah dilakukan terapi relaksasi musik klasik. Subjek studi kasus 1 dan 2 secara keseluruhan mengalami rata-rata penurunan tekanan darah sistolik 47 mmHg dan diastolik 27 mmHg. Terapi relaksasi musik klasik mampu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Rencana tindakan lanjutan yang harus dilakukan yaitu dengan melakukan kontrol rutin ke pusat pelayanan kesehatan dengan teratur.

S2 Open Access 2021
Efektifitas Media Promosi Kesehatan Dalam Penanganan Stunting (Literatur Review)

Jurnal Rumpun, Ilmu Kesehatan, M. Sahli et al.

Health promotion media is media that can support the success of health promotion efforts. Determining good media is one that suits the characteristics of the target. Handling health problems requires health promotion media as an effort to make it easier for officers to deliver material according to target, place, age and time. The more five senses that utilize the media, the easier it is for the target to receive the counseling material. The method used in this research is a literature review using a library review method, data obtained from articles taken from journal search engines. The results of this research show that variations in the visual media of posters, leaflets and flip sheets will make it easier for the public to receive knowledge from health promotion officers.   Keywords: , Stunting.

3 sitasi en
DOAJ Open Access 2021
Analisis Survei Kepuasan Pelanggan Terhadap Mutu Pelayanan Di Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau

Oktavia Dewi, Raviola Raviola, Nila Puspita Sari

Kepuasan pasien merupakan hal yang penting dan umumnya digunakan sebagai indikator untuk mengukur kualitas suatu pelayanan kesehatan. Provinsi Riau khususnya Kota Pekanbaru termasuk kota dengan angka gangguan jiwa yang cukup tinggi. Studi ini bertujuan utk mengetahui gambaran Kepuasan Pelanggan Terhadap Mutu Pelayanan Di Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau Tahun 2020. Metode penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan melihat gambaran kepuasan keluarga pasien terhadap pelayanan kesehatan di RSJ Tampan Provinsi Riau. Sampel penelitian ini adalah 100 orang responden pada  dengan menggunakan nilai indeks kepuasan masyarakat menggunakan kuesioner. Hasil penelitian yang diperoleh diketahui bahwa gambaran kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan yang ada di RSJ Tampan Provinsi Riau tergolong di dalam kategori A (Sangat Baik) dengan nilai kepuasan rata-rata 87. Pada studi selanjutnya diharapkan agar indeks kepuasan pasien perlu dilakukan pada seluruh pelayanan yang ada di RSJ Tampan, dengan mempertimbangkan penggunaan metode “ServQual” (Service Quality) untuk memperoleh hasil kepuasan pasien lebih mendetail

Medicine, Public aspects of medicine
DOAJ Open Access 2021
Factors Related to Doctors’ and Nurses’ Perceptions of Evidence-Based Practice and Healthcare Information Access Through Information and Communications Technology

Melati Fajarini, Sri Rahayu, Ebaa M Felemban et al.

Evidence-based practice (EBP) that is supported by the availability of the best literature can improve the quality of health services. Information and communication technology (ICT) usage may provide the evidence in timely-manner. However, literature on the factors related to EBP and ICT of doctors and nurses in Indonesia is scant. This study aimed to describe the factors related to the doctors’ and nurses’ EBP perception and ICT. This survey was conducted in November 2017–January 2018 at one general hospital, five private hospitals, eleven public health centers, and five private clinics. A total of 85 doctors and 271 nurses selected by proportional probability sampling were given online questionnaires. Each questionnaire consisted of 12 items about access to information and 24 items about perception of EBP adopted from the evidence-based practice questionnaire Upton & Upton. Pearson correlation, independent t-test analysis, and one-way ANOVA results found education and role were related to the doctors’ EBP. Education, role, age, and experience were related to the doctors’ ICT. There was a relationship between age and education with the nurses EBP. These two factors and working experience were related to the nurses’ ICT. EBP intervention through ICT may take into account the nature of experienced senior doctors and young inexperience nurses with higher education in the ICT platform. Advocacy is needed to increase the use of ICTs for EBP and professional development. Further research related to the need of knowledge translation through ICT should be conducted. Abstrak Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Persepsi Dokter dan Perawat terhadap Praktik Klinis Berbasis Bukti dan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Praktik klinis berbasis bukti (PKBB) yang ditunjang dengan ketersediaan literatur terbaik dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menyediakan bukti ilmiah dalam waktu yang singkat. Namun, literature tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan PKBB dan TIK dokter dan perawat di Indonesia masih sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan persepsi PKBB dan TIK dokter dan perawat. Survei ini dilaksanakan pada November 2017–Januari 2018 di satu rumah sakit umum, lima rumah sakit swasta, sebelas puskesmas, dan lima klinik swasta. Sebanyak 85 dokter dan 271 perawat yang dipilih dengan sampel proportional probability diberikan kuesioner daring. Kuesioner terdiri dari 12 pertanyaan tentang akses informasi dan 24 pernyataan tentang persepsi PKBB yang diadopsi dari evidence-based practice questionnaire Upton & Upton. Hasil analisis Pearson correlation, independent T- test dan one-way ANOVA menemukan hubungan antara pendidikan dan peran dengan PKBB dokter, serta pendidikan, peran, usia dan pengalaman kerja berhubungan dengan TIK dokter. Ada hubungan antara umur dan pendidikan dengan PPKB perawat. Kedua faktor dan pengalaman kerja ini terkait dengan TIK perawat. Intervensi PPKB melalui TIK dapat mempertimbangkan karakter dokter senior berpengalaman dan perawat muda yang pendidikan tinggi namun belum berpengalaman dengan platform TIK. Advokasi diperlukan untuk meningkatkan pemanfaatan TIK untuk PPKB dan pengembangan profesional. Penelitian lebih lanjut terkait kebutuhan penerjemahan pengetahuan melalui TIK harus dilakukan. Kata Kunci: dokter, perawat, persepsi, praktik klinis berbasis ilmiah, teknologi informasi komunikasi

CrossRef Open Access 2021
Peranan Kesehatan Masyarakat di Arena Perumahsakitan untuk Meningkatkan Kesehatan Individu Penyintas COVID-19

Sidhi Laksono Purwowiyoto

Penyakit virus corona 2019 (COVID-19) telah dinyatakan sebagai pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Angka kesakitan akibat COVID-19 di Indonesia terus meningkat, menyebabkan tingginya pasien yang dirawat inap di rumah sakit (RS). Namun tidak sedikit yang mengalami perbaikan atau kesembuhan yang dikenal dengan nama penyintas COVID-19 (COVID-19 survivors). Permasalahan tidak hanya didapat pada fase akut COVID-19, ternyata penyintas COVID-19 pun juga memiliki problem paska infeksi COVID-19, diantaranya kelelahan yang persisten, sesak, nyeri sendi ataupun nyeri dada. Penyintas COVID-19 pun dapat terkena infeksi ulangan (reinfeksi) COVID-19. Telah banyak tatalaksana dan panduan yang dikeluarkan oleh banyak perkumpulan atau organisasi kesehatan yang diterapkan di RS, sayangnya tidak banyak artikel atau panduan yang diterapkan oleh RS untuk pasien penyintas COVID-19. Artikel ini akan memberikan ulasan singkat mengenai peranan kesehatan masyarakat di RS untuk meningkatkan kesehatan individu penyintas COVID-19. Dimana kesehatan masyarakat bagi penyintas COVID-19 berperan dalam pencegahan primer, sekunder dan tersier. Dengan pengaturan pencegahan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesehatan bagi individu penyintas COVID-19

S2 Open Access 2020
Efektivitas Pendidikan Kesehatan Reproduksi Berbasis Seluler pada Calon Pengantin terhadap Peningkatan Pengetahuan Kesehatan

A. Mayasari, Mohammad Hakimi, Umu Hani En et al.

Background: Every individual needs to know about the issues of sexuality and reproduction before marriage so the reproduction health education is important to give to the prospective bride and groom.  Technology-based education is an innovative pathway for providing health information.Objective: to determine the effectiveness of reproduction health education on the improving of knowledge of the prospective bride and groom.Method: Quasi-Experimental research with pretest posttest in Non-equivalent Control Group Design.  The data were obtained from a knowledge questionnaire filled out by the prospective bride and groom. This research was conducted at KUA (the Civil Registry Office) Mlati and Gamping, Sleman Regency.Results and Discussion: There was an increase in the average posttest score of knowledge in each group.  Based on the results of the data analysis, it was found that the respondents who were given reproduction health education through cellular experienced a greater increase in the post-test score (the difference between the average pretest and post-test score is 5.67) compared to the group who were not given reproduction health education via cellular (the average difference between the pretest and post-test score is 2.2).  The Cellular-based reproduction health education significantly (p value = 0.00) influences the prospective bride and groom’s knowledge of the reproduction health.Conclusion: Cellular-based reproduction health education can improve the knowledge of the prospective bride and groom about the reproduction health. Keywords: Reproduction Health; Cellular; Knowledge; Premarital.

9 sitasi en Psychology
S2 Open Access 2020
Kebutuhan Kesehatan dan Akses Pelayanan Kesehatan dengan Kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan

P. Lestari, Roesdiyanto Roesdiyanto, Nurmaningsih Herya Ulfah

Kepesertaan BPJS Kesehatan bersifat wajib bagi seluruh penduduk. Cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan di Kota Malang mencapai 67,71%. Berdasarkan data dari seluruh kecamatan di Kota Malang, Kecamatan Klojen yang memiliki jumlah penduduk terendah justru memiliki cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan yang tertinggi (sebesar 9,05%). Sehingga, Kecamatan Klojen dapat dijadikan sebagai kecamatan percontohan untuk meningkatkan cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan di seluruh kecamatan Kota Malang. Kepesertaan BPJS Kesehatan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kebutuhan kesehatan dan akses pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebutuhan kesehatan, akses pelayanan kesehatan, dan kepesertaan BPJS Kesehatan, serta mengetahui hubungan antara kebutuhan kesehatan dan akses pelayanan kesehatan dengan kepesertaan BPJS Kesehatan di Kecamatan Klojen Kota Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian meliputi seluruh Peserta Non PBI Mandiri BPJS Kesehatan dengan jumlah sampel sebesar 99 responden. Analisis data penelitian menggunakan analisis univariat dengan analisis deskriptif statistik, analisis bivariat dengan uji korelasi Cramer’s V dan uji regresi logistik sederhana, serta analisis multivariat dengan uji regresi logistik berganda. Hasil penelitian dan kesimpulan menunjukkan bahwa sebesar 61,6% responden memiliki kebutuhan kesehatan yang tinggi, sebesar 77,8% responden memiliki akses pelayanan kesehatan yang mudah, sebesar 92,9% responden memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan secara aktif, terdapat hubungan yang signifikan antara kebutuhan kesehatan dengan kepesertaan BPJS Kesehatan (p=0,000), terdapat hubu- ngan yang signifikan antara akses pelayanan kesehatan dengan kepesertaan BPJS Kesehatan (p=0,000), dan terdapat hubungan yang signifikan antara kebutuhan kesehatan dan akses pelayanan kesehatan dengan kepesertaan BPJS Kesehatan secara bersama-sama (X2 hitung simultan=34,569).

4 sitasi en
DOAJ Open Access 2020
Faktor Risiko Determinan Yang Konsisten Berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 6-24 Bulan: Tinjauan Pustaka

Ratnawati Ratnawati, Mohammad Zen Rahfiludin

Background : Stunting remains a global health issue with a prevalence of 21.9% in 2018. Many variables of stunting risk factors have been studied. Research results that show dominant risk factors that consistently affect stunting are needed as a priority for prevention. Objective: To determine the dominant risk factors that are consistently associated with stunting events. Methods: This systematic review was carried out using the Google Scholar search engine and Springerlink E-Journal using the keyword stunting of children aged 6-24 months.  Exclusion criteria were published >5 years, journals were not reputable on SCIMAGOJR and were referenced <10 times and has a sinta index > 2. Results: There were 3 international journal articles Q1 and 5 national journals accredited by Sinta 2. The number of variables studied in 8 journals is 51 Variables. There were 36 variables that were conducted only one study with significant results related to the incidence of stunting as many as 16 variables and 20 variables were not significant. The variables conducted by the research with inconsistent analysis results were 8 variables. Dominant variables that show a significant relationship with the incidence of stunting consistently from four different studies are low birth weight (LBW) and family income / family welfare index. The lowest & highest risk factors LBW (OR=3.26 & 5.870), Income / welfare index (OR=2.2 & 8.5). Protein Adequacy Level (OR=5.54 & 7.65) and children aged 12-24 months (AOR=2.688 & 3.24) were consistent in 2 studies. Conclusion: LBW, income / family welfare index, level of protein adequacy and children aged 12-24 months were variables with dominant and consistent stunting risk factors. ABSTRAK Latar Belakang : Stunting masih menjadi masalah kesehatan di dunia dengan prevalensi 21,9 % pada tahun 2018. Ada Banyak variabel faktor risiko stunting yang sudah diteliti. Penelurusan hasil penelitian yang menunjukkan faktor risiko dominan secara konsisten mempergaruhi stunting sangat diperlukan sebagai prioritas untuk pencegahan. Tujuan : Untuk mengidentifikasi  faktor risiko dominan yang secara konsisten bermakna hubungannya dengan kejadian stunting. Metode : Tinjauan pustaka ini dilakukan dengan mengunakan search engine google scholar dan springerlink E- Journal  mengunakan kata stunting usia 6-24 bulan. Kriteria esklusi terbit > 5 tahun terakhir, jurnal tidak bereputasi pada SCIMAGOJR dan dirujuk < 10 kali dan sinta > 2. Hasil Ulasan : Didapatkan 3 artikel jurnal internasional Q1 dan 5 jurnal nasional terakreditasi Sinta 2. Jumlah variabel yang diteliti pada 8 jurnal sebanyak 51 Variabel. Didapatkan 36 variabel yang dilakukan hanya satu kali penelitian dengan hasil yang signifikan berhubungan dengan kejadian stunting sebanyak 16 variabel dan 20 variabel tidak signifikan. Variabel yang dilakukan penelitian dengan hasil analisis yang tidak konsisten sebanyak 8 variabel. Variabel dominan yang menunjukkan hubungan bermakna dengan kejadian stunting secara konsisten dari empat penelitian yang berbeda adalah BBLR dan pendapatan keluarga/indeks kesejahteraan keluarga.  Faktor risiko yang terendah&tertinggi BBLR (OR=3,26 & 5,870), Pendapatan/Indeks kesejahteraan (OR=2,2&8,5).  Tingkat Kecukupan Protein (OR=5,54 & 7,65) dan usia anak 12-24 bulan (AOR =2,688 & 3,24) konsisten pada 2 penelitian. Kesimpulan BBLR, pendapatan /indeks kesejahteraan keluarga, tingkat kecukupan protein dan usia anak 12-24 bulan merupakan variabel dengan faktor risiko stunting yang dominan konsisten.

Nutrition. Foods and food supply
DOAJ Open Access 2020
HUBUNGAN KADAR GULA DARAH PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DENGAN KASUS KEGOYANGAN GIGI PADA PUSKESMAS PENGARON KABUPATEN BANJAR

Anderi Fansurna, Naning Kisworo Utami

Masalah kesehatan salah satunya kesehatan rongga mulut termasuk kesehatan gigi. Gigi dan mulut dapat mengalami kelainan akibat suatu penyakit lokal maupun sistemik, antara lain penyakit sistemik adalah diabetes mellitus, akumulasi plak dan modulasi dari respon host melalui efek dari diabetes dapat berubah menjadi severe dan terjadi kerusakan periodontal yang luas termasuk gigi goyang. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kadar gula darah penderita diabetes mellitus tipe 2 dengan kasus kegoyangan gigi. Jenis penelitian bersifat analitik observasional dengan rancangan cross sectional, populasi penelitian 359 orang, sampel 36 orang diambil dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian dengan uji korelasi menggunakan produk moment pearson diketahui kriteria pengujian adalah Ho=Sig>alpha dan Ha=Sig<alpha dengan nilai alpha=0,05 dan nilai sig yaitu Sig. (2-tailed) 0,170, (0,170>0,05) dapat diambil kesimpulan tidak ada hubungan kadar gula darah penderita diabetes mellitus tipe 2 dengan kasus kegoyangan gigi dengan menggunakan kriteria Periodontal Disease Indeks (PDI), karena Sig lebih besar dari alpha. Perlu perhatian dari tenaga kesehatan gigi tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut penderita diabetes mellitus, pemeriksaan dan pengontrolan kadar gula darah serta kesehatan gigi secara berkala termasuk pembersihan karang gigi, pemeliharaan bagi pemakai gigi tiruan sehingga faktor lokal yang menjadi penyebab terjadinya infeksi pada gusi dan efek lanjut penyebab kegoyangan gigi dapat dihindari.

Public aspects of medicine
DOAJ Open Access 2020
Survei Pilihan Karir Ditinjau dari Profil Kepribadian DISC Pada Calon Karyawan PT. X Indonesia

Dian Juliarti Bantam

This study aims to identify the career choice of prospective employees at PT. X Indonesia, which is reviewed by the personality profile mapping. This research is a survey that involving 211 subjects, in which the personality profile is measured using the DISC test. The results showed that prospective employees of PT. X Indonesian who have dominant personality type D are 15 subjects (7,11%), dominant personality type I are 13 subjects (6.16%), dominant personality type S are 92 subjects (43.60%) and the last personality dominant type C as many as 91 subjects (43.13%). In addition, the results also show that there are 17 career choices and dominant personality types. Account Managers, Contact Centers, Drivers, Online Sales Officers and Receptionists have the dominant type S. Admin, Branding and Communication Manager, Finance and Accounting, Web Developers, and Human Resources Operations, have dominant type C. There are also Business Development, Graphic Designer, Office Boy, Telemarketing and Recruitment Staff have dominant type S and type C. Meanwhile, Chemist Assistant has dominant type D and C, and Sales Manager with dominant type D, type S and type C.

Education (General), Psychology

Halaman 26 dari 19441