Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Dunia Pendidikan
Matdio Siahaan
Abstracts Indonesia is one of the countries infected with the Covid-19 pandemic. Corona virus 2019 (COVID-19) is an infectious disease caused by acute corona virus 2 respiratory syndrome (SARS-CoV-2). So that the impact on the community and students can not meet directly on campus or in public places. Based on Nielsen's research entitled "Race Against the Virus, the Indonesian Consumer Response towards COVID-19" revealed that as much as 50% of Indonesian people began to reduce activities outside the home, and 30% of them said that they planned to shop more frequently online. Likewise, teaching and learning activities are carried out from home and even work is done from home with the aim of reducing Covid-19 epidemic. Key Words: Pandemic Covid-19, Distance Learning/Onlne, Education,
354 sitasi
en
Political Science
Administrasi pendidikan
Haryati Gustia Syafly, Hade Afriansyah
The purpose of writing this article is intented to realize how important administration is in the word of education, especially for educators becuse in the field of education
MERDEKA BELAJAR DALAM PANDANGAN KI HADJAR DEWANTARA DAN RELEVANSINYA BAGI PENGEMBANAGAN PENDIDIKAN KARAKTER
Dela Khoirul Ainia
Merdeka belajar atau kebebasan berpikir merupakan gagasan yang dicetuskan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Tujuan dari merdeka belajar yaitu menciptakan pendidikan yang menyenangkan bagi siswa dan guru, karena selama ini sistem pendidikan di indonesia masih memiliki permasalahan yang kompleks. Selama ini pendidikan lebih menekankan pada aspek pengetahuan daripada aspek keterampilan. Dengan dicetuskannya gagasan merdeka belajar siswa dan guru dibebaskan dalam mengembangkan bakat dan ketrampilan dalam dirinya. Merdeka belajar menekankan juga pada aspek pengembangan karakter yang sesuai dengan nilai-nilai bangsa indonesia. Ki Hadjar Dewantara memandang pendidikan sebagai pendorong bagi perkembangan siswa yaitu pendidikan mengajarkan untuk mencapai perubahan dan kebermanfaatan bagi lingkungan sekitar. Merdeka belajar yang digagas oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sejalan dengan pemikiran Ki Hadjar Dewantara, karena pendidikan menghilangkan belenggu kesenjangan dan membentuk karakter calon pemimpin bangsa. Merdeka belajar merupakan salah satu bentuk implementasi nilai-nilai pembentuk karakter bangsa dimulai yang dari pembenahan sistem pendidikan dan metode belajar. Diharapkan merdeka belajar dapat memberikan perubahan ke arah yang lebih baik serta memberikan manfaat pada lingkungan.
DESAIN KUASI EKSPERIMEN DALAM PENDIDIKAN: LITERATUR REVIEW
Irfan Abraham, Yetti Supriyati
Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran lebih jelas tentang topik desain kuasi eksperimen yang membedakannya dengan penelitian ekperimen murni. Menggunakan metode literatur review, dengan sumber data sekunder dari buku, hasil penelitian maupun sumber lainnya. Penelitian eksperimen semu atau eksperimen kuasi pada dasarnya sama dengan penelitian eksperimen murni. Quasi Ekperimen lahir karena adanya faktor sulitnya mengontrol variabel lain dalam penelitian sosial khusunya dalam hal ini dikelas. Dalam keadaan seperti ini kaidah kaidah dalam penelitian eksperimen murni tidak dapat dipenuhi secara utuh, karena pengendalian variabel yang terkait subjek penelitian tidak dapat dilakukan sepenuhnya, sehingga penelitian dilakukan dengan menggunakan intact group. Ada beberapa jenis desain penelitian semu atau kuasi eksperimen antara lain Times Series Design, Single Subject Design, Control Time Series Design, Separate Sample pretest-postest”, Intact Group Comparison dan Non-Equivalent Control Group Design.
Analisis Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) Dalam Pendidikan
Fitri Mulyani, Nur Haliza
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui memaparkan Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam pendidikan. Didalam bidang Pendidikan Teknologi memberikan proses belajar yang mudah dilakukan. Semenjak berkembangnya IPTEK proses pendidikan menjadi lebih maju. Banyak yang berubah dari waktu ke waktu karna adanya teknologi. Perubahan yaitu seperti; cara guru mengajar, cara siswa belajar dan materi pembelajaran yang selalu di perbaharui. Biasanya proses pembelajaran dengan cara bertatap muka, namun sekarang pembelajaran dapat dilakukan dengan cara dari rumah masing-masing, seperti; aplikasi zoom, google classroom dan media lain yang dapat digunakan. Selain banyak memberikan manfaat, penyalahgunaan Teknologi juga memiliki dampak negatif seperti terjadinya plagiaritas, terancamnya kerahasiaan alat tes, mamanfaatkan teknologi untuk melihat atau mecari sesuatu yang tidak baik, dan lain-lain.
Sosiologi pendidikan
Efryawan
mata kuliah sosiologi pendidikan
PENDIDIKAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN DAN MENJAGA KEBERSIHAN DI SEKOLAH
M. Ismail
Karakter merupakan sesuatu yang ada pada tiap diri individu yang dibentuk dalam lingkungan keluarga sejak kecil. Namun, karakter juga ada pada tiap diri individu sejak lahir. Karakter yang baik dapat dibentuk melalui pendidikan, salah satunya melalui pendidikan karakter di sekolah. Untuk mewujudkannya dapat dilakukan dengan menanamkan nilai-nilai karakter terhadap peserta didik. Salah satu karakter yang harus dibentuk sejak usia dini yaitu karakter peduli lingkungan. Pembentukan karakter peduli lingkungan dapat dimulai dari lingkungan sekolah dengan menjaga kebersihan sekolah. Dengan terbiasanya siswa menjaga lingkungan sekolah, maka siswa akan peduli terhadap lingkungan di sekitarnya. Program yang biasa dilakukan disekolah terdapat unsur K3 (kebersihan, keindahan, kerapian), meliputi piket bersama di kelas dan lingkungan sekolah serta belajar merawat tumbuhan dan menjaganya. Dengan program ini bertujuan untuk memperkuat dan meningkatkan aktivitas kesadaran siswa di sekolah agar menjaga kebersihan lingkungan serta merawat tumbuhan di sekitarnya. Karena dengan bersihnya lingkungan sekolah, maka akan membuat siswa serta guru nyaman dalam melakukan kegiatan belajar mengajar
Implementasi Pendidikan Karakter Di Sekolah
Sri Akidah Sri
Character education in schools began to be applied in 2010 at the level of early education/kindergarten, elementary, junior high, high school, and college by incorporating the values of character in the learning of each subject. The values of these characters include religious, honest, responsible, healthy lifestyle, discipline, hard work, confident, entrepreneurial, creative, independent, curious, love science, aware of the rights and duties of others, obey the rules social, respectful work and achievements of others, polite, democratic, social and environmental, nationalist, and respect diversity. Impelementation of character education in schools is done through the preparation, implementation and assessment phase
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE DENGAN MEDIA AJAR DIGITAL DI SD NEGERI SALATIGA 06
Elsa Alfa Aghata, Herry Sanoto
Menggabungkan alat pembelajaran digital seperti flip book ke dalam strategi pembelajaran kooperatif seperti think-pair-share memungkinkan siswa kelas IV SD Negeri Salatia 06 semester II tahun pelajaran 2023/2024 untuk mencapai hasil matematika yang lebih baik. Hal ini didukung oleh penelitian dan diskusi lanjutan. Peningkatan kinerja matematika merupakan buktinya. Hasil pembelajaran matematika menunjukkan peningkatan bertahap sepanjang periode pembelajaran. Sebelum Siklus I, skor rata-rata adalah 60, namun setelah Siklus I, meningkat menjadi 75. Pada Siklus II, skor rata-rata semakin meningkat menjadi 80 dari 28 siswa. Sebanyak 96% siswa mencapai hasil pembelajaran matematika yang memenuhi nilai ketuntasan minimal (KKM).
Internalization of Character Education in the Theatrical Work Segara Tanpa Tepi: A Study of Implementation in the Performing Arts
Gusti Ngurah Darma Putra
The development of the times and shifts in social values have led to a weakening of the internalization of character values in people's lives, especially among the younger generation. Based on this, the purpose of this study is to analyze the values of character education contained in the theatrical work Segara Tanpa Tepi. The approach used is a descriptive, qualitative method with an ethnographic approach. The subject of the study is the theatrical work [Segara Tanpa Tepi] as a medium for expressing Hindu character education values. Participants involved in this study were artists and spiritual figures. The selection of participants used a purposive sampling technique. The methods used for data collection included in-depth interviews, participant observation, and documentary studies. The research instruments were interview sheets, observation sheets, and documentation studies. The research data were analyzed using qualitative descriptive methods, following the steps of data reduction, data presentation, and conclusion. The results of the study on understanding Segara Tanpa Tepi, a religious concept that encompasses basic human abilities, are accompanied by contextual views on Dharma Luas, Nyelisik Sangkan Paran, and Margi Uter. In addition, a finding that in packaging his wayang performance, the puppeteer is truly influenced by his fundamental ability factors, namely thinking (idep), speaking (sabda), and acting (bayu). It is concluded that the theatrical work Segara Tanpa Tepi serves as a medium for internalizing character education values rooted in the teachings of Tri Premana and local Balinese Hindu wisdom. Through aesthetic and spiritual experiences, this theater successfully conveys profound moral, religious, and social messages to the community. The implication of this research is that traditional performing arts can be used as an object of study to understand and convey character values, especially in the context of character education that is rooted in local culture and religious values.
Special aspects of education
Program Pemberdayaan Guru-Guru SDN Selopanggung 1 dalam Penciptaan Media Belajar di Era Digital
Nur Lailiyah, Chelya Ilham Ramadani Putra, Tegar Wahyu Nugroho
et al.
Penggunaan media pembelajaran berbasis digital di lingkungan pendidikan dasar semakin penting seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan akan pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru-guru di SDN Selopanggung 1 dalam membuat dan memanfaatkan media pembelajaran berbasis digital. Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh seluruh guru di SDN Selopanggung 1 berjumlah 10 guru, dengan fokus pada penguasaan perangkat lunak dan aplikasi yang dapat digunakan untuk menciptakan media pembelajaran yang inovatif dan efektif. Pelatihan dilakukan melalui serangkaian workshop yang meliputi pengenalan konsep dasar media pembelajaran digital, penggunaan aplikasi presentasi, pembuatan video pembelajaran, hingga integrasi media tersebut ke dalam proses pembelajaran. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan guru-guru dalam membuat media pembelajaran digital yang kreatif dan menarik. Selain itu, guru-guru juga menjadi lebih percaya diri dalam memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para guru dapat terus mengembangkan kemampuan mereka dalam menggunakan media digital, sehingga pembelajaran di SDN Selopanggung 1 menjadi lebih dinamis dan sesuai dengan kebutuhan siswa di era digital.
DINAMIKA PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERSPEKTIF IBNU KHALDUN: MENJAWAB TANTANGAN PENDIDIKAN ISLAM MODERN
Zayin Nafsaka, Kambali Kambali, Sayudin Sayudin
et al.
Pendidikan karakter telah menjadi perhatian utama dalam sistem pendidikan saat ini. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan globalisasi, tantangan terhadap pendidikan karakter semakin kompleksPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika pendidikan karakter dalam perspektif Ibnu Khaldun sebagai upaya menjawab tantangan pendidikan Islam modern. Pendidikan karakter menjadi isu penting dalam konteks pendidikan Islam modern yang dihadapkan pada berbagai tantangan sosial, teknologi, dan nilai-nilai yang berubah dengan cepat. Ibnu Khaldun, seorang cendekiawan Muslim abad ke-14, memiliki pandangan yang relevan terkait pendidikan karakter yang dapat diterapkan dalam konteks pendidikan Islam modern. Penelitian ini menggunakan metode analisis literatur untuk memahami pandangan dan konsep Ibnu Khaldun tentang pendidikan karakter. Data dikumpulkan dari karya-karya Ibnu Khaldun yang berkaitan dengan pendidikan dan karakter, seperti "Muqaddimah" dan karya-karya lainnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa Ibnu Khaldun menganggap pendidikan karakter sebagai fondasi yang penting dalam menciptakan masyarakat yang berkualitas. Konsep-konsep seperti akhlak, kesadaran sosial, kepemimpinan, dan keterampilan interpersonal ditemukan dalam pandangan Ibnu Khaldun tentang pendidikan karakter. Penelitian ini membahas relevansi pandangan Ibnu Khaldun dengan tantangan pendidikan Islam modern. Melalui pemahaman konsep-konsep Ibnu Khaldun, pendidikan Islam modern dapat menghadapi tantangan dengan mengembangkan kurikulum yang mengintegrasikan nilai-nilai karakter, memperkuat kesadaran sosial, melatih kepemimpinan, dan meningkatkan keterampilan interpersonal siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman teoritis dan praktis dalam bidang pendidikan karakter dan pendidikan Islam modern. Hasil penelitian ini dapat memberikan arahan dan panduan bagi para pendidik, pengembang kurikulum, dan praktisi pendidikan dalam menghadapi tantangan pendidikan Islam modern dengan pendekatan yang berbasis pada pandangan Ibnu Khaldun tentang pendidikan karakter.
Implementasi Teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam Bidang Pendidikan.
Sofia Zahara, Zahira Ula Azkia, Muhammad Minan Chusni
Artificial Intelligence (AI) adalah istilah dari Industrial Society 4.0 dan Society 5.0. yang merupakan sebuah "program komputer, pembelajaran mesin, perangkat keras dan perangkat lunak". Artificial Intelligence ini menggunakan sebuah ilmu dari perangkat keras dan perangkat lunak yang terinspirasi oleh rekayasa terbalik dari pola neokognitron yang bekerja di otak manusia. Produk Industri 4.0 ini banyak digunakan dalam pengembangan dan aplikasi sehari-hari di berbagai bidang, termasuk pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperjelas peran AI dalam pendidikan, dan metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Dalam dunia pendidikan, kecerdasan buatan digunakan untuk mempersonalisasi pembelajaran setiap siswa. Sistem AI ini membantu membuat profil pembelajaran untuk setiap siswa, memungkinkan materi pembelajaran disesuaikan dengan kemampuan, gaya belajar, dan pengalaman setiap siswa. Implementasi teknologi AI di bidang pendidikan mempermudah para pendidik dalam berbagai urusan terutama dalam bidang administratif seperti menentukan nilai akhir berdasarkan bobot dan penilaian, menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, serta mempermudah tugas guru dan siswa dalam kegiatan belajar dan mengajar
Transformasi Kurikulum; Kecerdasan Buatan untuk Membangun Pendidikan yang Relevan di Masa Depan
Fahrina Yustiasari Liriwati
Transformasi kurikulum adalah proses penting dalam memastikan pendidikan yang relevan di masa depan. Dalam era perubahan cepat yang ditandai oleh kemajuan teknologi, kecerdasan buatan (AI) telah muncul sebagai kekuatan pendorong yang kuat dalam mengubah berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk pendidikan. Tulisan ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran kecerdasan buatan dalam membangun pendidikan yang relevan di masa depan melalui transformasi kurikulum. Transformasi kurikulum melibatkan peninjauan dan penyesuaian konten, metode pengajaran, dan pendekatan evaluasi untuk memastikan relevansi pendidikan dengan kebutuhan dan tuntutan zaman. Kecerdasan buatan, dengan kemampuannya untuk mengumpulkan, menganalisis, dan memproses data besar dengan cepat, memberikan potensi besar untuk memperbaiki kurikulum yang ada dan menciptakan pendidikan yang lebih relevan. Kecerdasan buatan memungkinkan adanya pembelajaran yang personal dan disesuaikan dengan kebutuhan individu. AI dapat menganalisis data belajar siswa secara mendalam dan memberikan rekomendasi pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan dan minat mereka. Pembahasan tentang bagaimana pendekatan ini dapat meningkatkan keterlibatan dan prestasi siswa. Dalam era digital, data belajar yang dihasilkan oleh siswa sangat melimpah. Kecerdasan buatan dapat menganalisis big data ini untuk mengidentifikasi pola dan tren yang dapat membantu meningkatkan kurikulum. Penjelasan tentang bagaimana analisis data dapat digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan kurikulum saat ini, serta mengarah pada penyesuaian yang diperlukan. Dalam era digital yang terus berkembang, pendidikan harus terus beradaptasi untuk mempersiapkan generasi masa depan. Penggunaan kecerdasan buatan dalam transformasi kurikulum adalah langkah maju yang penting menuju pendidikan yang relevan dan adaptif. Dengan pendekatan personalisasi, analisis big data, pembelajaran adaptif, dan mengatasi tantangan yang ada, kita dapat membangun sistem pendidikan yang mampu memenuhi tuntutan zaman dan membawa manfaat yang besar bagi siswa. Masa depan pendidikan yang relevan dan adaptif sedang menanti kita, dan kecerdasan buatan adalah kunci untuk mewujudkannya
Peta Permasalahan Pendidikan Abad 21 di Indonesia
Andika Isma, Adi Isma, Aswan Isma
et al.
Pendidikan merupakan fondasi utama bagi perkembangan dan kemajuan suatu bangsa. Melalui pendidikan, masyarakat dapat meningkatkan kapasitas intelektual, keterampilan, dan pengetahuan untuk menghadapi tantangan zaman yang terus berkembang. Namun, saat ini, pendidikan dihadapkan pada beragam permasalahan yang kompleks dan memerlukan perhatian serius. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran komprehensif tentang peta permasalahan pendidikan abad 21, dari berbagai aspek yang mempengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan yakni literatur review dengan mengkaji beberapa artikel dan buku yang relevan dengan topik. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat empat permasalahan besar dalam pendidikan abad 21, yakni: permasalahan infrastruktur pendidikan, tantangan kualitas dan relevansi kurikulum, permasalahan tenaga pengajar, dan tantangan dalam pembelajaran jarak jauh. Dengan mengatasi permasalahan tersebut melalui inovasi dan kolaborasi, pendidikan di abad 21 dapat menjadi sarana yang efektif untuk membentuk generasi yang kompeten, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Pemanfaatan Artificial Intelegent (AI) Dalam Dunia Pendidikan
Suariqi Diantama
Perkembangan artificial intelegent (AI) telah mengalami pertumbuhan pesat dalam waktu singkat. Pemanfaatan ChatGPT dalam konteks pendidikan berbasis teknologi 4.0, baik bagi siswa maupun para guru bahwa penggunaan ChatGPT memberikan manfaat dalam meningkatkan keterlibatan siswa, motivasi belajar, keterampilan abad ke-21, dan memberikan dampak positif terhadap kecemasan yang dirasakan oleh siswa. Bagi para guru, penggunaan teknologi AI seperti ChatGPT membantu meningkatkan keterampilan mengajar, pengembangan profesional, serta memberikan dukungan dalam penilaian dan manajemen pembelajaran
Implementasi Merdeka Belajar Sebagai Transformasi Kebijakan Pendidikan
Jelly Maria Lembong, H. Lumapow, V. Rotty
Dalam transformasi pendidikan, kebijakan Merdeka Belajar merupakan inisiatif yang bertujuan untuk mengubah paradigma pendidikan tradisional menjadi pendidikan yang lebih mandiri, inovatif, dan relevan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji tentang implementasi Merdeka Belajar sebagai transformasi kebijakan pendidikan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif studi literatur. Implementasi kebijakan Merdeka Belajar di Indonesia membutuhkan strategi efektif seperti peningkatan kualitas SDM, penerapan zonasi, penyederhanaan format RPP, penghapusan UN, penerapan USBN oleh sekolah, serta diseminasi kebijakan yang komprehensif. Tantangan meliputi adaptasi selama pandemi, infrastruktur pendidikan yang kurang memadai, pemahaman yang terbatas, dan perbaikan kualitas pembelajaran dan SDM. Meskipun demikian, kebijakan ini telah memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, pengembangan kompetensi dan karakter siswa, mengurangi beban administratif guru, serta meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa. Dengan kerja sama yang baik, diharapkan kebijakan Merdeka Belajar terus memperbaiki sistem pendidikan dan mendorong pertumbuhan generasi muda berkualitas.
Pengembangan Kurikulum Merdeka Sebagai Upaya Peningkatan Keterampilan Abad 21 Dalam Pendidikan
Maria Ulfa Lubis, Fitri Alkomariah Siagian, Zaidan Zega
et al.
Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengembangan Kurikulum Merdeka sebagai upaya untuk meningkatkan keterampilan abad ke-21 dalam pendidikan. Keterampilan abad ke21, seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan literasi digital, menjadi penting dalam menghadapi tantangan era modern yang semakin kompleks. Metode penelitian ini melibatkan analisis dokumentasi dan studi pustaka tentang Kurikulum Merdeka dan keterampilan abad ke-21. Data akan dikumpulkan dari berbagai sumber seperti kebijakan pendidikan, laporan penelitian, dan publikasi ilmiah terkait. Penelitian ini juga akan melibatkan wawancara dengan para ahli pendidikan dan praktisi pendidikan yang berpengalaman dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana Kurikulum Merdekadapat membantu dalam meningkatkan keterampilan abad ke-21 dalam pendidikan. Analisis data akan melibatkan identifikasi strategi pembelajaran yang mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21, serta pengaruh Kurikulum Merdeka terhadap pengembangan keterampilan siswa. Dalam kesimpulan penelitian ini, diharapkan dapat ditemukan bukti yang mendukung penggunaan Kurikulum Merdeka dalam meningkatkan keterampilan abadke-21 dalam pendidikan. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan yang berharga bagi para pengambil kebijakan pendidikan dan para praktisi pendidikan dalam merancang dan melaksanakan kurikulum yang mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21 secara efektif.
MAKNA GURU SEBAGAI PERANAN PENTING DALAM DUNIA PENDIDIKAN
Irma Sulistiani, Nursiwi Nugraheni, P. Guru
et al.
Guru adalah seseorang yang berperan penting penting dalam membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan, pengetahuan, dan nilai-nilai moral yang akan dibutuhkan siswa untuk sebuah keberhasilan di masa depan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka atau literature review yang didukung dengan sumber referensi yang relevan dengan kriteria artikel yang digunakan sebagai data merupakan minimal merujuk pada 30 jurnal, 25 diantaranya merupakan jurnal internasional. Peran guru sangat penting dalam dunia pendidikan, yaitu guru sebagai fasilitator, motivator, model, penilai, konselor, pengelola kelas, dan perencana. Sebagai seorang guru, kita juga harus mempunyai kemampuan, pengetahuan dan keterampilan dalam melaksanakan berbagai peran dalam mengoptimalkan potensi belajar yang dimiliki oleh siswa.
Pentingnya Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Nilai Karakter dan Moral Anak di Masa Pandemi
Difa Zalsabella P, Eka Ulfatul C, M. Kamal
Jurnal ini menjelaskan tentang pentingnya pendidikan agama Islam dalam meningkatkan nilai karakter dan moral anak di masa pandemi. Selama masa pandemi, kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah dialihkan menjadi pembelajaran daring, tidak terkecuali dengan pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Hal ini menyebabkan kurang efektif nya pengamatan guru terhadap nilai karakter dan moral anak, sehingga nilai karakter dan moral anak menurun. Disisi lain, pentingnya Pendidikan Agama Islam sangat dibutuhkan untuk meningkatkan nilai karakter dan moral anak. Karena Pendidikan Agama Islam menjadi salah satu pilar terpenting pendidikan karakter dan moral. Pendidikan karakter akan berkembang dengan baik jika dilakukan dari jiwa keagamaan yang mendarah daging pada anak. Oleh karena itu, materi Pendidikan Agama Islam di sekolah menjadi salah satu sarana pendidikan karakter. Melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam, siswa belajar aqidah sebagai dasar agama, mengajarkan Al-Qur'an dan hadits sebagai pedoman hidupnya, mengajarkan fiqh sebagai tanda legitimasi dalam beribadah, mengajarkan ajaran sejarah Islam sebagai teladan hidup dan mengajarkan akhlak sebagai pedoman hidup rakyat perilaku yang benar atau salah. Oleh karena itu, tujuan utama pembelajaran PAI adalah membentuk kepribadian siswa yang tercermin dari perilaku dan keadaan mentalnya dalam kehidupan sehari-hari