M. Dahlan
Hasil untuk "kesehatan"
Menampilkan 20 dari ~388452 hasil · dari CrossRef, DOAJ, Semantic Scholar
Dianli Fitriani, Wresnindyatsih, Susilawati
High grade serous carcinoma (HGSC) of the ovary is the dominant subtype causing death from ovarian cancer. CCNE1 amplification occurs in 20% of ovarian HGSC and is associated with recurrence after platinum chemotherapy. Assessment of CCNE1 expression can be a screening for CCNE1 amplification. Measurement of CA-125 levels is routinely used for treatment monitoring and recurrence of HGSC patients. This study aims to assess CCNE1 expression, demographic characteristics and CA-125 levels of ovarian HGSC patients. Of the 31 HGSC patients, the study subjects were dominated by patients aged >50 years (61.3%), clinical stage FIGO III (64.5%), CCNE1 overexpression (71%), preoperative CA-125 levels ≥500 U/ml (77.4%) and postchemotherapy CA-125 levels <35 U/ml (58.1%).
Apzur Rohimah Putri, Yulia Khairina Ashar, Dewi Agustina
Musculoskeletal Disorders (MSDs) atau gangguan pada sistem musculoskeletal adalah masalah kesehatan yang berhubungan dengan tulang, sendi, otot, tendon, ligamen dan saraf yang dirasakan seseorang mulai dari keluhan yang ringan hingga keluhan yang sangat berat. MSDs pada umumnya terjadi akibat berbagai faktor seperti aktivitas fisik yang berlebih, gerakan berulang, postur yang salah, keseimbangan antara aktivitas fisik dan istirahat serta faktor ergonomi yang buruk. Beban kerja yang diterima pekerja harus sesuai dan seimbang dengan kemampuan fisik, kemampuan kognitif dan keterbatasan pekerja yang menerima beban tersebut. Beban kerja merupakan beban yang dialami oleh tenaga kerja sebagai akibat pekerjaan yang dilakukannya. Beban kerja sangat berpengaruh terhadap produktifitas dan efisiensi tenaga kerja, beban kerja juga merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tingkat keselamatan dan kesehatan para pekerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan beban kerja dengan keluhan gangguan muskuloskeletal pada petugas pengangkut sampah di Kecamatan Medan Selayang. Penelitian ini menggunakan desain studi crossectional dengan sampel 45 orang petugas pengangkut sampah di Kecamatan Medan Selayang. Instrumen penelitian ini menggunakan metode Cardiovaskular Load (CVL) untuk mengukur beban kerja, sedangkan pada keluhan gangguan muskuloskeletal menggunakan kuesioner Nordic Body Map. Hasil penelitian diperoleh bahwa sebanyak 27 (60,0%) petugas pengangkut sampah yang terjadi kelelahan dan diperlukan adanya perbaikan kerja dalam waktu singkat dengan keluhan MSDs. Terdapat hubungan yang signifikan dengan p-value 0,001 antara beban kerja dengan keluhan gangguan muskuloskeletal pada petugas pengangkut sampah di Kecamatan Medan Selayang.
Wibisono Nugraha, Muhammad Eko Irawanto, Moerbono Mochtar et al.
Background: Keloid is a growth of fibrous tissue in the wound tissue of susceptible individuals. This tissue extends beyond the boundaries of the previous wound. The site of keloids commonly appears on a high-tension area, such as the chest, shoulders, and neck. Histopathologically keloids show thickened the epidermis and the vascularization and infiltration of inflammatory cells in the dermis. Purpose: This study aims to determine the relationship between the site of keloids and the histopathological appearance of keloids. Methods: An analytical observational study was conducted on keloid patients visiting the Dermatovenereology outpatient clinic of Dr.Moewardi Hospital. The sample collection used consecutive sampling techniques Result: The majority of keloid patients are >30 years old (46.4%). Most patients with keloids were female (53.6%). Keloids were mostly found on the chest (25.0%). Tounge-like appearance of the epidermis at the edges of the lesions was mostly on the shoulders and chest (33.3% each, p=0.048); flattened appearance was found on the middle epidermis of the lesions, which were mostly on the ears, shoulders, and upper extremities (22.7% each, p=0.011). Increased vascularity was found in the dermis at the edges of the lesions, especially in the ear and chest areas (31.3% each, p=0.046). Moderate-severe inflammatory infiltrates in the dermis at the edges of the lesions were commonly found on the chest (p=0.04). Conclusion: There is a significant relationship between the site of the lesion and the histopathological appearance of the keloid in epidermal as well as dermal layers.
Aeda Ernawati
ENGLISHStunting is still one of the main nutritional problems in Indonesia, including in Pati Regency. The impact of stunting is very broad, from individuals, families, communities, to the state level. The lack of knowledge regarding stunting among mothers is one of the causes since the role of media promotion has not been effective yet. The purpose of this review paper is to examine various health promotion media to increase maternal knowledge about stunting. This is a literature review paper that uses a systematic review method. The selected papers were obtained from Google Schoolar in the period 2021-2022 with the keywords, namely media, counseling, and stunting. Using PRISMA, there were 9 relevant articles would be reviewed. The results of the study showed that health promotion media that could be used to increase mothers’ knowledge regarding stunting on toddlers, include leaflets, posters, flipcharts, flyers, videos, and Whatsapp social media. Those medias can be used solely or in combination with others. The absorption of the information depends on the senses that involved in message processing, in which visual sense is able to absorb greatest information. Therefore, visual media needs to be used optimally. Moreover, combining two or more medias is more effective to increase information absorption due to involving more senses. INDONESIAStunting masih menjadi salah satu masalah gizi di Indonesia, termasuk di Kabupaten Pati. Dampak stunting sangat luas, dari individu, keluarga, masyarakat, sampai level negara. Kurangnya pengetahuan ibu tentang stunting menjadi salah satu penyebab karena media promosi belum efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu. Tujuan penulisan artikel untuk mengkaji berbagai media promosi kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang stunting. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi literatur review dengan metode systematic review. Artikel yang dikaji didapatkan melalui pencarian di Google Schoolar dalam kurun waktu tahun 2021-2022 dengan kata kunci pencarian adalah media, penyuluhan, dan stunting. Menggunakan PRISMA, didapatkan 9 artikel jurnal yang akan direview. Hasil kajian menunjukkan media promosi kesehatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan tentang stunting pada ibu balita antara lain leaflet, poster, flipchart, flyer, video, dan media sosial Whatsapp. Media tersebut dapat digunakan secara tunggal atau kombinasi. Penyerapan informasi yang disampaikan tergantung pada jenis indra yang terlibat dalam proses penerimaan pesan. Penyerapan yang paling besar dengan indra visual. Oleh karena itu, media visual perlu digunakan secara optimal. Penggunaan media promosi kesehatan secara kombinasi dapat meningkatkan daya serap informasi yang disampaikan karena semakin banyak indra yang terlibat.
Fetty Rahmawaty, Ribka Pebriani Silalahi, Berthiana T et al.
Adolescence is a period of transition from childhood to adulthood. During adolescence, there are many changes, such as physical, biological, and emotional changes. Many teenagers only focus on their physical health. In addition to physical health, mental health is also important to pay attention to because mental health affects the way a person thinks, feels, and acts in his daily life. Someone who has good mental health will be able to develop their potential well. To find out the factors that influence mental health in adolescents. Two article search engines are used, namely Google Scholar and Neliti, with a vulnerability of 2016-2021. There are 3 types of research identified namely quantitative and cross-sectional research. The results of the literature review research on the 3 journals showed that the results in journal 1 showed that authoritarian and permissive parenting styles applied by parents affected adolescents' mental health, in journal 2 showed that gratitude affected adolescent mental health. In the 3rd journal, it was shown that the type of Gender affects mental health in adolescents. Factors that affect mental health in adolescents include parenting style adopted by parents, gratitude, and gender.
Eka Sufartianinsih Jafar, R. Nr
Psychoeducation with this poster is carried out to increase participants' knowledge of the concept of mental health. This intervention is expected to increase participants' knowledge of the basic concepts of mental health. After distributing the google form link which contains pretest questions, posters about the basic concepts of mental health and posttest questions. The number of participants in psychoeducation using this poster was 112 people. Based on the results of the analysis carried out with the help of the IBM SPSS version 21 application using the Wilcoxon output test. The SPSS results above show that the Asymp. Sig.(2-tailed) of 0.000 <0.05 which indicates a significant difference between the pre-test and post-test. This shows that there is a significant/significant effect on the difference in the treatment given to each variable. So it can be concluded that there is an increase in participant knowledge in literacy interventions that improve mental health. ABSTRAKPsikoedukasi dengan poster ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan partisipan mengenai konsep kesehatan mental. Intervensi ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan partisipan mengenai konsep dasar kesehatan mental. Setelah melakukan penyebaran link google form yang berisi soal pretest, poster tentang konsep dasar kesehatan mental dan soal posttest. Jumlah partisipan dalam psikoedukasi dengan mengunakan poster ini adalah sebanyak 112 orang. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dengan bantuan aplikasi IBM SPSS versi 21 dengan menggunakan output uji Wilcoxon. Hasil SPSS diatas menunjukkan bahwa nilai Asymp. Sig.(2-tailed) sebesar 0,000<0,05 yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara pre-test dengan post-test. Ini menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan/bermakna terhadap perbedaan perlakuan yang diberikan pada masing-masing variable. Sehingga dapat disimpulkan hasil bahwa ada peningkatan pengetahuan partisipan dalam intervensi literasi meningkatkan kesehatan mental ini.
Siti Aisah, Suhartini Ismail, Ani Margawati
Upaya peningkatan pengetahuan anemia pada remaja putri selama ini dilakukan melalui pemberian edukasi kesehatan. Edukasi kesehatan yang banyak digunakan saat ini masih menggunakan media yang bersifat konvensional seperti leaftlet, booklet, lembar balik, dan power point. Seiring berkembangnya zaman,media konvensional dirasa kurang efektif untuk peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku kesehatan. Generasi 4.0 lebih dekat dan lebih menyukai media edukasi kesehatan yang bersifat teknologi canggih seperti melalui pendekatan audiovisual dalam bentuk video animasi dengan karakter unik dan menarik. Tujuan studi ini adalah untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif terkait edukasi kesehatan dengan menggunakan media video animasi. Studi ini dirancang dengan menggunakan metode scoping review. Pencarian artikel menggunakan databased dari Sciencedirect, Scopus, Pubmed, Springerlink dengan waktu penelitian Januari 2015 sampai Desember 2020, dengan kata kunci “video education” OR “video animation” AND “ health animation” AND “animation media” AND “animation for education”. Hasilnya sebanyak 11 artikel yang dilakukan analisis terdiri dari 1artikel kualitatif dan 10 artikel kuantitatif. Hasil studi ini merangkum temuan tentang video animasi sangat efektif dalam edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan karena menarik dan artistik, mudah dimengerti, serta efektif dan informatif. Simpulan studi bahwa media video animasi terbukti signifikan dalam meningkatkan pengetahuan pasien dalam berbagai kelompok usia dan kelompok penyakit. Tenaga kesehatan penting untuk melihat peluang dari video edukasi kesehatan sebagai intervensi yang tepat dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan pada berbagai kelompok usia. Kata kunci : Edukasi Kesehatan, Video Animasi, Scoping Review
Analisis Peran Promosi, Kesehatan Dalam, Mendukung Keberhasilan et al.
Non-Communicable Diseases (NCD) are chronic and non-communicable diseases that cannot be transmitted from one person to another in any form. Currently PTM is a serious global health problem, which is marked by the emergence of new cases and deaths from Non-Communicable Diseases (NCD) every year. Prevention and management of PTM must be done as early as possible considering that PTM sufferers have a low quality of life, causing the burden of health costs to increase thereby increasing the mortality rate. One effective strategy to prevent an increase in the number of PTM sufferers is to carry out health promotion programs. Health promotion is carried out to empower individuals and communities to consciously involve themselves in adopting healthy living habits. This study uses the Systematic Literature Review (SLR) method. Data collection was carried out by analyzing various reading sources or literature relevant to the research topic. A literature search was carried out using the Google Scholar electronic site in the form of a search engine with the keywords health promotion, prevention programs and Non-Communicable Diseases (PTM). There are 6 articles related to the role of health promotion in supporting the success of non-communicable disease prevention programs. Based on the analysis conducted, it can be concluded that the role of health promotion is needed to support the success of non-communicable disease prevention programs in Indonesia. Because one of the effective strategies to prevent the increasing number of PTM sufferers is to carry out health promotion programs.
Evaluasi Mutu, Pelayanan Kesehatan, Terhadap Pasien et al.
Hospitals are an integral part of social and media organizations whose function is to provide comprehensive health services to the community, both curative and rehabilitative, where hospital services reach family and environmental services. The aim of the study was to analyze the effect of the quality of health services on patient satisfaction in the inpatient room of the Medan Indonesian Workers' Imelda Hospital. The research design used in this study was an analytic survey with a cross sectional design. The population in this study were all patients who were treated from November 2022 to February 2023 in the Inpatient Room of the Imelda Indonesian Workers Hospital in Medan, totaling 167 people. The number of samples to be examined by the entire population is 62 people. Data analysis was performed using univariate, bivariate and multivariate analysis. The statistical test used is the chi square test and logistic regression. The results of the chi square test showed that there was an influence of 8 variables, namely technical competence, human relations, effectiveness, efficiency, continuity, security, human relations and convenience, which had a p-value <α 0.05, meaning technical competence, human relations, effectiveness, efficiency, continuity, security, human relations and comfort affect patient satisfaction in the inpatient room of Medan Indonesian Workers Imelda Hospital, and the multivariate test with the results of multiple logistic regression tests shows that the variable of technical competence is the most dominant with an odds ratio (OR) of 45,348 meaning 4 times affect patient satisfaction. The conclusion was that the dominant technical competency variable had the most influence on patient satisfaction in the inpatient room of Imelda Indonesian Workers Medan Hospital. It is recommended for the hospital to make policies in order to improve technical competence in the treatment room so as to produce optimal patient satisfaction..
Adris Yunita Nupu
setiap orang berhak atas taraf hidup yang sehat dan kesejatraan dirinya sendiri dan keluarga.pentingnya kesehatan sebagai hak dan kewajiban sebagai kondisi yang diperlukan sepenuhnya.hak atas kesehatan meliputi hak untuk mendapatkan kehidupan dan pekerjaan yang sehat,dan hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Ainul Mutrofin
Kesehatan telah menjadi kebutuhan dasar bagi seluruh umat manusia baik secara fisik maupun mental. Salah satu hak warga negara Indonesia adalah mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik dan layak dari pemerintah. Pemerintah melakukan berbagai macam cara untuk menunjukkan bahwa kesehatan mendaptkan perhatian dan penanganan secara serius oleh pemerintah Indonesia, seperti adanya Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dalam JKN diberlakukan sistem rujukan berjenjang. Pelaksanaan sistem rujukan di Indonesia telah diatur dalam bentuk bertingkat atau berjenjang, yaitu Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama, Kedua dan Ketiga. Hingga saat ini pelaksnaan sistem rujukan berjenjang di Kabupaten Malang masih terus disempurnakan, terutama terkait dengan pemahaman peserta BPJS tentang sistem rujukan berjenjang. Masih banyak peserta yang belum memahami sistem rujukan berjenjang. Oleh karena itu kegiatan pengabdian masyarakat dalam pelaksanaan sosialisasi sistem rujukan berjenjang bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional diharapkan dapat membantu dan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai rujukan berjenjang.
Maria Olivia Rosari, Refbry Novida Rahmadani, Muhammad Khafi Mu`Thiya et al.
Era Globalisasi sekarang ini kemajuan teknologi sangat berkembang dengan begitu pesat.Salah satu kemajuan teknologi informasi merambah pada bidang kesehatan. Penggunaan dan pemanfaatan teknologi ini merupakan salah satu solusi tepat bagi pemecahan masalah layanan publik. Setidaknya pemanfaatan hal itu akan mengatasi masalah-masalah geografis, waktu dan sosial ekonomis. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa pemanfaatan teknologi dalam bidang kesehatan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan serta dapat merubah perilaku kesehatan. Informasi adalah hal yang sangat penting, karena semua hal terkait kesehatan masyarakat adalah informasi yang dikelola dengan baik dan aman, sehingga dibutuhkan suatu sistem yang aman dan lancar agar seluruh informasi yang didapatkan dapat digunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan lebih optimal dan dapat bermanfaat bagi seluru masyarakat
Nadia Nadia, Yanti Harjono Hadiwiardjo, Nunuk Nugrohowati
Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) adalah program jaminan kesehatan berbasis asuransi sosial yang diwajibkan bagi seluruh rakyat Indonesia dan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar kesehatan masyarakat. BPJS Kesehatan mendorong FKTP, khususnya Puskesmas, untuk lebih berinovasi dalam program khususnya di bidang promotif dan preventif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana Puskesmas Kecamatan Kramat Jati Kota Jakarta Timur mengimplementasikan program JKN yang dibuat oleh BPJS Kesehatan untuk memberikan pelayanan preventif dan promotif. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif yang menggunakan desain kualitatif dan melakukan wawancara dengan informan untuk pengumpulan data. Penelitian ini menggunakan 10 informan penelitian, yang terdiri dari Kepala Bidang Upaya Kesehatan Masyarakat sebagai informan kunci, enam orang informan utama, yaitu pegawai di bidang UKM esensial yang terdiri dari staf Promosi Kesehatan, Kasie Kesehatan Lingkungan, Kasie KIA/KB, Kasie Gizi, Kasie Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit Menular, dan Kasie Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit tidak Menular, serta tiga orang informan pendukung, yaitu seorang dokter umum dan 2 (dua) orang pasien. Hasil temuan menunjukkan bahwa pelayanan promotif dan preventif Puskesmas Kecamatan Kramat Jati tidak mengalami perubahan yang signifikan sebelum atau sesudah program JKN dilaksanakan. perubahan yang terjadi, khususnya terkait kebijakan dan pendanaan JKN. Terdapat beberapa kendala antara lain kurangnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan Puskesmas, perluasan cakupan SPM (Standar Pelayanan Minimal), dan kurangnya koordinasi antar tenaga kesehatan. Temuan penelitian tersebut mengarahkan peneliti pada kesimpulan bahwa indikator pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif tidak dapat diturunkan hanya dari satu faktor saja. Selain itu pelaksanaan program JKN tidak berdampak langsung terhadap pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif karena arahan pelaksanaan kegiatan tersebut masih dibiayai dari dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK).
Masroni, Syarifah Putri, Agustini Alkadri et al.
Bantuan Sosial Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang merupakan program dari pemerintah untuk pelayanan kesehatan dalam pemberian bantuan yang berupa jaminan kesehatan kepada masyarakat indonesia, dalam proses rekomendasi untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan di Dinas Sosial Kabupaten Sambas selama ini masih berdasarkan hasil penilaian musyawarah desa (MUSDES) baru kemudian diserahkan ke Dinas Sosial, penilaian dan pendataan yang dilakukan masih secara manual yaitu pendataan dengan mengisi form kertas verifikasi dan validasi data yang belum terkomputerisasi dengan baik, sehingga memakan waktu paling cepat seminggu atau 21 hari paling lama. Sistem yang dibangun menggunakan metode ROC dan SMART bertujuan agar dapat membantu pihak pendata untuk mengurangi waktu dalam pendataan dan efektif dalam merekomendasikan penerima bantuan sosial PBI sesuai kriteria yang digunakan. Hasil penelitian ini hanya 13 alternatif yang akan direkomendasikan untuk mendapatkan bantuan sosial yaitu alternatif bahar dengan nilai 0,07381 sampai alternatif tambrin dengan nilai 0,6993 dengan hasil perhitungan yang cukup akurat diketahui melalui pengujian MAPE (Mean Absolute Perentage Error) menunjukkan hasil 25,31%.
Hestilin Kartini Seilatu, Dian Ayubi
Latar belakang: Penerapan program pencegahan dan pengendalian infeksi oleh petugas kesehatan yang kurang optimal menyebabkan tingginya risiko kejadian infeksi terkait pelayanan kesehatan (Health Care Associated Infections) baik pada pasien, petugas, pengunjung, dan masyarakat sekitar fasilitas pelayanan kesehatan. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan petugas kesehatan dalam menerapkan program pencegahan dan pengendalian infeksi di fasilitas pelayanan kesehatan. Metode: Desain penelitian adalah literature review terhadap artikel yang membahas mengenai kepatuhan petugas kesehatan dalam menerapkan program pencegahan dan pengendalian Infeksi di fasilitas pelayanan kesehatan. Artikel didapatkan dari Google Scholar dan PubMed dengan kata kunci “kepatuhan, petugas kesehatan, penerapan program pencegahan dan pengendalian infeksi”. Artikel yang digunakan berbahasa Indonesia dan bahasa Inggris, dan telah dipublikasikan dalam rentan waktu 5 tahun terakhir sejak tahun 2018 sampai dengan tahun 2022. Hasil: Penelusuran Google Scholar dengan menggunakan kata kunci didapatkan 368 artikel, sedangkan penelusuran PubMed dengan menggunakan kata kunci didapatkan 40 artikel. Dari hasil penelusuran tersebut kemudian dilakukan skrining sesuai dengan kriteria dan tujuan penelitian, dan didapatkan 10 artikel yang layak untuk literature review ini. Kesimpulan: Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan petugas kesehatan dalam menerapkan program pencegahan dan pengendalian infeksi adalah pendidikan, pelatihan, kejelasan informasi, pengetahuan, sikap, motivasi, persepsi risiko, iklim kerja, ketersediaan sarana dan fasilitas, kebijakan organisasi dan pengawasan / supervisi.
Khoirunnisa Ghefira, Yusrani Kesehatan Masyarakat, Upn “Veteran” et al.
Asuransi kesehatan merupakan suatu alternatif cara pembayaran layanan kesehatan yang dapat dipakai karena memiliki banyak fungsi peningkatan kesehatan suatu individu bahkan hingga dapat mencapai prinsip health coverage. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 69,62% penduduk di Indonesia memiliki jaminan kesehatan pada 2022. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah peneliti ingin mengetahui mengenai faktor-faktor apa saja yang memengaruhi keputusan masyarakat dalam memilih asuransi kesehatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature Review (SLR) dari sepuluh jurnal nasional yang diperoleh menggunakan fasilitas database online melalui halaman google scholar. Jurnal dipilih berdasarkan publikasi yang diterbitkan antara 2014 dan 2022. Terdapat berbagai faktor yang memengaruhi masyarakat dalam memilih asuransi kesehatan, antara lain faktor budaya, sosial, pribadi, dan psikologis. Faktor tersebut berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian asuransi. Selain itu, terdapat faktor produk itu sendiri dalam keputusan masyarakat untuk memilih asuransi kesehatan, yaitu faktor pemasaran, produk, jaminan, dan harga. Sedangkan, aspek wilayah, status perkawinan, rumah tangga, jenis kelamin, umur, kepemilikan NIK, tingkat pendidikan, lapangan usaha, keluhan kesehatan, status ekonomi, dan pengobatan sendiri memengaruhi kepemilikan jaminan kesehatan. Jadi terdapat banyak faktor yang dapat memengaruhi keputusan masyarakat dalam memilih asuransi kesehatan.
Sekolah Tinggi, Ilmu Kesehatan Bakti, Utama Pati et al.
Pada umumnya remaja sering mengalami dismenore yang disebabkan oleh kontraksi rahim akibat ada rangsangan oleh prostaglandin. Beberapa remaja putri yang mengalami dismenore dapat mengatasinya, bahkan ada yang hanya dibiarkan saja karena masih kurangnya memperoleh informasi mengenai dismenore. Pendidikan kesehatan terutama tentang dismenore belum banyak dilakukan di Indonesia dan tidak tercakup dalam kurikulum sekolah. Upaya untuk meningkatkan pengetahuan bisa melalui pendidikan kesehatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, desain dari penelitian ini menggunakan Quasi Experiment Design yang berbentuk rancangan One Group Pre-Post Test. Populasi dan sampel peneltian ini berjumlah 36 orang dan Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling, sampel sama dengan jumlah populasi. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan juga video pembelajaran tentang dismenore. Hasil yang didapatkan nilai rata-rata sebelum diberikan pendidikan kesehatan yaitu, 11,17 dan nilai rata rata sesudah diberikan sebesar 17,58. Diperoleh hasil uji Paired T test sig (2-tailed) P < 0,000 / (0,05) maka didapatkan Perbedaan Pengetahuan Remaja Putri Sebelum Dan Sesudah Diberikan Pendidikan Kesehatan Tentang Dismenore. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu terdapat perbedaan yang signifikan terhadap pengetahuan Remaja Putri Sebelum dan Sesudah diberikan Pendidikan Kesehatan tentang Dismenore Pada Siswi SMP Islam Sudirman Banyubiru Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan, Dismenore
Sekolah Tinggi, Ilmu Kesehatan Bakti, Utama Pati et al.
ABSTRAK Pendahuluan : Persentase ibu meninggal yang melahirkan berusia di bawah 20 tahun dan di atas 35 tahun adalah 33% dari seluruh kematian ibu. Apabila program KB dapat dilaksanakan dengan baik, kemungkinan 33% kematian ibu dapat dicegah melalui pemakaian kontrasepsi. Flash card dan leaflet merupakan salah satu media yang dapat digunakan untuk pendidikan kesehatan termasuk dalam pemberian pendidikan kesehatan mengenai KB. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan flash card dan leaflet terhadap niat pemilihan metode kontrasepsi pada ibu nifas. Metode : Metode penelitian ini adalah Quasi Eksperiment dengan pre and post test group, populasi adalah semua ibu nifas di RSUD Panglima Sebaya Tanah Grogot. Teknik pengambilan sampel dengan total sampling. Hasil : Hasil penelitian ini diperoleh terdapat pengaruh pendidikan kesehatan dengan flash card dan leaflet terhadap niat pemilihan metode kontrasepsi pada ibu nifas (p = 0,000) > α = 0,05 Pembahasan : Flash card dan leaflet sebagai media pembelajaran yang menarik sehingga dapat meningkatkan niat baik terhadap program keluarga berencana dan memudahkan seseorang untuk memahami isi materi pendidikan kesehatan yang disampaikan. Hal ini dibuktikan dari hasil post-test niat responden lebih tinggi nilainya dari pada pre-test. Kesimpulan : Flash card dan leaflet efektif digunakan sebagai media dalam pemberian konseling KB pascasalin. Kata Kunci: pendidikan kesehatan, flash card, leaflet, niat pemilihan metode kontrasepsi ABSTRACT Introduction : The percentage of mothers who died who gave birth under the age of 20 years and above 35 years was 33 % of all maternal death. If the family planning program could be implemented properly, it is possible that 33 % of maternal death could be prevented through the use of contraception. Flash cards and leaflets are media can be used fo health education, including health education of family planning. The purpose of this study was to determine the effect of healt education with flash card and leaflet on the intention to choose contraceptive methods in postpartum mothers. Methods : The design of this study was pre experimental with pre and post test group, the population is all postpartum mothers at panglima sebaya general hospital Tanah Grogot. Sampling technique with total sampling. Result : The result of this study showed that there was an effect of health education with flash cards and leaflets on the intention to choose contraception methods in postpartum mothers (p = 0,000) with a value of α = 0,05 Discussion : Flash cards and leaflets as interesting learning media so they can increase goodwill toward family planning programs and make it easier for someone to understand the content of the health education materials delivered. Thi is evidenced by the result of the post-test that the repondent’s intention is higher than the pre-test. Conclusion : Flash cards and leaflets are effectively used as media in providing postpartum family planning counseling. Keywords : health education, flash cards, leaflets, intention to choose contraceptive methods
Ray Faradillahisari Nursofwa, Moch Halim Sukur, Bayu Kurniadi Kurniadi et al.
Pada bulan Desember 2019, wabah pneumonia yang disebabkan oleh virus corona terjadi di Wuhan, provinsi Hubei, dan telah menyebar dengan cepat ke seluruh Cina. Wabah ini menyebar begitu cepat hingga ke seluruh dunia. Wabah ini diberi nama Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). Pada 30 Januari 2020, WHO menyatakan wabah SARS-CoV-2 sebagai Kesehatan Masyarakat Darurat dari Kepedulian Internasional. Pandemi ini menjadi duka dan beban yang sangat berat bagi masyarakat dunia dan Indonesia. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, jumlah kasus corona di dunia telah mencapai 5,21 Juta dengan jumlah sembuh 2.05 Juta dan meninggal mencapai 338 Ribu, sedangkan kasus di Indonesia telah mencapai 20,796 kasus dengan jumlah sembuh 5,057 dan meninggal 1,326. Data yang didapat berasal dari beberapa Peraturan dan beberapa peraturan dan kebijakan lainnya, serta fenomena yang terjadi di lapangan. Hasil penelitian menyatakan bahwa Indonesia sudah mengalami kondisi dimana kekhawatiran masyarakat terhadap covid-19 cukup besar, sehingga diperlukan kebijakan pemerintah untuk melakukan Lockdown, sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19. Awaln ya pemerintah tidak mengikuti cara yang digunakan oleh beberapa negara lainnya terkait informasi yang diberikan mengenai virus COVID-19, untuk meminimalisir adanya berita Hoax dari segelintir orang yang tidak bertanggung jawab. Kata kunci : COVID-19, pneumonia , Lockdown
Halaman 5 dari 19423