Hasil untuk "kesehatan"

Menampilkan 20 dari ~157319 hasil · dari CrossRef, DOAJ

JSON API
CrossRef Open Access 2025
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN PERAN PETUGAS KESEHATAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT HIPERTENSI

Noorhidayah Noorhidayah, Elsi Setiandari Lely Octaviana, Rizqi Amalia et al.

Pendahuluan: Pola makan berperan langsung terhadap pengaturan tekanan darah. Makanan yang dikonsumsi sehari-hari dapat menjadi pemicu atau pelindung terhadap penyakit hipertensi. Begitu juga peran Petugas kesehatan (dokter, perawat, bidan, nutrisionis) memiliki peran strategis dalam pencegahan dan pengelolaan hipertensi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola makan dan peran petugas kesehatan dengan kejadian penyakit hipertensi.  Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik korelasi dengan desain cross sectional dengan besar sampel 92 responden. Instrumen yang di gunakan  kuesioner pola makan dan peran petugas kesehatan. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian hipertensi pada responden sebagian besar dengan tekanan darah normal sebanyak 47 (51,1%) responden. Responden dengan pola makan baik dengan tekanan darah normal sebanyak 36 orang (64,3%), Peran Petugas Kesehatan berada pada kategori tinggi sebanyak 35 orang (63,6%). Ada hubungan pola makan dengan kejadian penyakit hipertensi dngan p-value 0,003 dan peran petugas dengan p-value 0,006. Kesimpulan: kesimpulan penelitian ini yaitu pola makan dan peran petugas kesehatan yang baik dapat menurunkan angka kejadian penyakit hipertensi di Puskesmas X. Saran: Diperlukan peran petugas kesehatan melalui suatu program edukasi penyuluhan kesehatan di masyarakat tentang hipertensi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan dan menjaga pola makan yang sehat.

DOAJ Open Access 2025
Towards A Resilient Healthcare: Experiential Insights on Vaccination Importance among Rural Communities in Indonesia and Philippines

Hamidah, Joel A Roy, Deasy Silvya Sari et al.

Background: People's perceptions of the need for COVID-19 vaccine boosters are influenced by a variety of psychosocial, demographic, and informational factors. Indonesia and Philipines data might be show difference people’s perception to response the important of booster vaccinations. Purpose: This study aims to describe the differences between two difference population from two countries namely Indonesia and the Philipines. This is descriptive study with two datasets from respondents in Indonesia anad the Philipines. Methods: This research explore perceptions on vaccination and the willingness to get second shoots of covid-19 vaccination. A total 101 respondent from Indonesia and 400 respondents from the Philipines included in this study. Sample method was consecutive. Results: The result showed that 57% received covid-19 booster, while 43 43% have not received the Covid 19 booster vaccine. From the Philipines’data, 29% of respondents have received the Covid 19 booster vaccine, while 71% have not received the Covid 19 vaccine. Indonesian data shows that 76% think that booster vaccines can increase body immunity, extend the period of protection against the virus and help reduce the spread of the Covid 19 virus. Conclusion: Meanwhile, Filipino data shows various perceptions underlying the willingness to do the covid-19 booster vaccine, namely the existence of local government policies in providing vaccines as much as 93%, the adequacy of vaccine supply 76%, It is concluded that percentage of covid 19 booster participation among two countries quiet difference and the perception show based on people perception on resilience during pandemi and support from health care system.

DOAJ Open Access 2025
Beberapa Faktor Risiko Nyeri Perut Berulang pada Anak dan Remaja

Jeanette Irene CH Manoppo, Bella Kurnia, Sarah M Warouw

Latar belakang. Nyeri perut berulang merupakan keluhan yang paling umum ditemukan pada anak dan remaja. Faktor risikonya sangat bervariasi antar negara. Data terkait prevalensi dan faktor risiko nyeri abdomen rekuren di Indonesia saat ini masih terbatas. Tujuan. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi prevalensi dan faktor risiko nyeri perut berulang pada anak dan remaja di Rumah Sakit R.D. Kandou, Manado. Metode. Penelitian cross-sectional dilakukan pada pasien berusia 5-18 tahun di Departemen Gastroenterologi dan Hepatologi Pediatri di Rumah sakit R.D. Kandou, Manado selama Maret 2024 hingga Juni 2024. Data pasien dikumpulkan menggunakan kuesioner. Nyeri Perut Berulang dinilai berdasarkan kriteria Rome IV untuk gangguan gastrointestinal fungsional dengan setidaknya 3 episode nyeri yang terjadi selama tiga bulan terakhir dan memengaruhi kehidupan sehari-hari. Stres dinilai menggunakan Strengths and Difficulties Questionnaire. Faktor risiko potensial dianalisis menggunakan analisis bivariat dan multivariat. Hasil. Lima puluh pasien terlibat dalam penelitian ini dan 23 pasien didiagnosis dengan nyeri perut berulang. Median usia pasien adalah 15,5 (6-18 tahun), dan 66,7% pasien adalah perempuan. Beberapa faktor risiko nyeri perut berulang dalam studi ini adalah riwayat keluarga dengan nyeri abdomen (OR: 15,389; p=0,009), perempuan (OR: 14,209, p=0,024), dan stress (OR: 11,594; p=0,023). Kesimpulan. Prevalensi nyeri perut berulang pada anak dan remaja RS. R.D. Kandou adalah sebesar 46% dari total 50 pasien. Faktor risiko independen dari nyeri perut berulang adalah jenis kelamin, stres, dan riwayat keluarga dengan nyeri abdomen.

Medicine, Pediatrics
DOAJ Open Access 2025
Profil Serum Serotonin dan Brain-Derived Neurotrophic Factor sebagai Indikator Kompleksitas Gejala Anak Autisme Usia 6-10 Tahun

Purboyo Solek, Uni Gamayani, Kusnandi Rusmil et al.

Latar belakang. Gangguan spektrum autisme (GSA) adalah gangguan neurodevelopmental kompleks yang melibatkan faktor neurobiologis seperti serotonin dan brain-derived neurotrophic factor (BDNF). Tujuan. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi kadar serotonin dan BDNF serum pada anak dengan autisme serta menilai potensinya sebagai biomarker diagnostik. Metode. Penelitian potong lintang melibatkan 51 anak autisme usia 6-10 tahun di Melinda dan Indigrow Child Development Center. Kadar serum serotonin dan BDNF dianalisis dengan metode ELISA dan dinilai berdasarkan tingkat kompleksitas gejala menggunakan Childhood Autism Rating Scale (CARS). Uji T-test independent digunakan untuk menganalisis perbedaan kedua biomarker berdasarkan tingkat kompleksitas gejala. Kadar serotonin dan BDNF dianalisis lebih lanjut menggunakan ROC. Hasil. Rerata kadar serotonin adalah 339,86 ng/ml, dengan perbedaan signifikan antara autisme ringan-sedang (398,82 ng/ml) dan berat (325,48 ng/ml) (p<0,05). Rerata kadar BDNF adalah 41,77 ng/ml, cenderung lebih tinggi pada autisme berat (42,92 ng/ml) dibandingkan autisme ringan-sedang (37,05 ng/ml), namun tidak signifikan (p>0,05). Analisis ROC menunjukkan nilai diagnostik suboptimal untuk kedua biomarker. Kesimpulan. Meskipun terdapat perbedaan kadar serotonin dan BDNF serum berdasarkan tingkat kompleksitas gejala anak autisme, namun penggunaannya sebagai biomarker diagnostik masih terbatas dan memerlukan penelitian lebih lanjut.

Medicine, Pediatrics
CrossRef Open Access 2024
Penyuluhan Kesehatan Mengenai Pengenalan Gangguan Kesehatan Pencernaan: Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) Dan Penanganannya

Diah Indriastuti, La Rangki, Yenti Purnamasari et al.

lama. Penyakit ini terkait dengan gaya hidup dan mudah kambuh saat penderitanya stres. Karena keduanya menyebabkan perih dan tekanan di dada, nyeri dada akibat GERD mirip dengan serangan jantung. Meskipun demikian, ada beberapa hal yang membedakan keduanya. Gerd terjadi ketika asam lambung naik kembali ke esofagus atau kerongkongan. Akibatnya, kerongkongan mengalami iritasi. Padatnya aktivitas masyarakat seringkali menyebabkan terganggunya pola makan, sehingga membutuhkan keteraturan dalam penentuan jam makan. Selain itu menu makan juga harus yang memenuhi kriteria sehat dan tidak mudah menyebabkan iritasi pencernaan. Masyarakat cenderung mengkonsumsi makanan yang berbumbu tajam dan pedas sesuai tren yang sedang berkembang. Peserta penyuluhan menyebutkan bahwa seringkali melewatkan jam makan pagi atau sarapan dan pada saat makan siang mengkonsumsi makanan pedas dan berbumbu tajam. Hal ini dapat menjadi pemicu kejadian infeksi pencernaan dan gangguan pada lambung, terutama maag yang dapat memicu kejadian GERD. Sehingga penyuluhan kesehatan mengenai makanan sehat untuk penceraan juga penting untuk diberikan kepada masyarakat. Pemberian leaflet berguna untuk pengingat klien apabila ingin mengulangi informasi yang didapatkan saat penyuluhan. Selain itu dapat bermanfaat bagi keluarga klien yang dapat ikut membaca isi dari leaflet. Sehingga lebih banyak orang mengetahui mengenai penyakit GERD dan penanganannya.   Abstract. GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) is a chronic disease of the digestive system. This disease is closely related to lifestyle and easily recurs when the sufferer is stressed. Chest pain due to GERD is similar to a heart attack, because both cause a burning sensation and pressure in the chest. However, there are several things that make the two different. Gerd occurs when stomach acid rises back into the esophagus. As a result, the esophagus becomes irritated. The density of community activities often disrupts eating patterns, so that regularity is needed in determining meal times. In addition, the menu must also meet healthy criteria and not easily cause digestive irritation. People tend to consume foods that are spicy and hot according to current trends. Counseling participants said that they often skip breakfast and eat spicy and hot foods at lunch. This can trigger digestive infections and stomach disorders, especially ulcers that can trigger GERD. So health education about healthy food for digestion is also important to be given to the community. The provision of leaflets is useful as a reminder for clients if they want to repeat the information obtained during the education. In addition, it can be useful for the client's family who can also read the contents of the leaflet. So that more people know about GERD and its treatment.

CrossRef Open Access 2024
GAMBARAN PELAYANAN PRIMA TENAGA ADMINISTRASI KESEHATAN DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN ADMINISTRASI KESEHATAN DI PUSKESMAS TALANG JAMBE

Maya Apriani, Neni Trina, Venny Mayummi Gultom

Pelayanan prima merupakan elemen utama di unit pelayanan kesehatan yang dituntut memberikan pelayanan kesehatan memenuhi standar pelayanan yang optimal. Kualitas pelayanan prima tenaga administrasi kesehatan mempunyai peran penting menjaga mutu puskesmas. Diperlukan upaya peningkatan kualitas pelayanan prima tenaga administrasi kesehatan agar pelayanan puskesmas lebih optimal, efektif dan efisien. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pelayanan prima tenaga administrasi kesehatan dalam pelayanan administrasi kesehatan di Puskesmas Talang Jambe. Desain penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif eksploratif (exploratory study). Pelaksanaan penelitian bulan September 2024 di Puskesmas Talang Jambe. Sampel penelitian ini adalah tenaga/pimpinan tenaga administrasi kesehatan di Puskesmas Talang Jambe. Variabel dalam penelitian ini adalah deskripsi pelayanan prima tenaga administrasi kesehatan dalam memberikan pelayanan administrasi kesehatan di puskesmas Talang Jambe. Hasil penelitian yang diperoleh kualitas pelayanan prima tenaga administrasi kesehatan dalam memberikan pelayanan administrasi kesehatan baik,  namun puskesmas  Talang Jambe merupakan   puskesmas   baru sehingga masyarakat yang terdaftar sebagai pasien masih sedikit dan double job, sehingga berdampak pada pelayanan  yang  diberikan  sudah  memenuhi  standar  naman  masih kurang optimal. Rekomendasi Penelitian perlu adanya upaya meningkatkan kualitas pelayanan yang baik pada tenaga administrasi kesehatan sehingga puskemas dapat meningkatkan mutu pelayanan prima dan melakukan sosialisasai untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang puskesmas Talang Jambe.

DOAJ Open Access 2024
Exploring the primary health facility availability, health control, drug consumption, and healthy living behavior among patients with hypertension

Israfil Israfil, Ah Yusuf, Ferry Efendi et al.

Hypertension has been identified as a causative factor for cardiovascular disease, a leading global cause of death. The accessibility of health services plays a pivotal role in shaping community awareness and engagement in hypertension management. This research aimed to explore the availability of primary health facilities, health control practices, drug consumption, and healthy living behaviors among individuals with hypertension. Utilizing a correlation study with a cross-sectional design, the sample comprised 130 hypertensive individuals selected through purposive sampling. Statistical analysis used the Spearman rho correlation test. The findings revealed that significant correlations between primary health facility availability and health control behavior (α=0.000, r=0.310), antihypertensive drug consumption behavior (α=0.000, r=0.461), and healthy lifestyle behavior (α=0.000, r=0.478) among hypertensive patients. These results underscore the relationship between the availability of primary health facilities and the behavior of hypertensive patients in terms of health control, drug consumption, and healthy lifestyle choices within the community. While the full implementation of these behaviors among hypertensive patients may not be optimal, the observed good availability of primary health facilities serves as an initial step to promote improved behaviors in the management and prevention of hypertension complications within the community.

Public aspects of medicine
DOAJ Open Access 2024
The influence of parenting classes on maternal self-efficacy in caring for the baby

Elin Supliyani, Ina Handayani, Suhartika Suhartika et al.

Preparing for childbirth is crucial because it was a demanding and exhausting experience for unprepared mothers. Confidence in caring for the baby was one of the important indicators of success as a parent. This study aimed to examine the influence of parenting classes on maternal self-efficacy in caring for the baby. The study used a quasi-experimental pre-test and post-test nonequivalent control group design method. The research was conducted at several Midwife Clinical Practices in Bogor City. The sample consisted of 42 pregnant women, with 21 in the intervention group and 21 in the control group. Sampling used non-probability sampling with a purposive sampling technique. The Perceived Maternal Parenting Self-Efficacy (PMP-SE) questionnaire with a likert scale was used to measure the mother's self-efficacy variable in caring for the baby before and after attending the parenting class. The data were analyzed using the Wilcoxon test. The results showed that the mean self-efficacy of mothers in caring for their babies before the intervention was 42.57 (8.577), and after attending the parenting class, it increased to 47.71 (8.344). There was a significant influence of parenting class on mothering self-efficacy in caring for the baby (p=0.015). It is recommended that this model of parenting classes be applied in healthcare settings to educate pregnant women on readiness to become parents, thereby increasing mothers' confidence and ability to take care of their babies after childbirth.

Public aspects of medicine
DOAJ Open Access 2024
Efek Pemberian Kefir Susu Kambing Madu pada Gambaran Histopatologi Pankreas dan Fungsi Ginjal pada Tikus Diabetes

Amelia Luthfiyah Mulyadewi, Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi, Angga Hardiansyah

Latar Belakang: Diabetes menjadi penyakit yang semakin umum terjadi. Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang dapat menyebabkan kerusakan pankreas dan gangguan fungsi ginjal. Salah satu upaya pencegahan dan pengobatan diabetes melitus tipe 2 melalui pangan fungsional. Kefir susu kambing dengan penambahan madu memiliki sifat antidiabetes dan antioksidan yang diyakini memiliki potensi untuk menangani kerusakan pankreas dan gangguan fungsi ginjal. Tujuan: Mengevaluasi efek pemberian kefir susu kambing dengan penambahan madu pada gambaran histopatologi pankreas dan fungsi ginjal pada tikus diabetes. Metode: Penelitian true experimental yang dilakukan pada 42 tikus Sprague-Dawley jantan usia 6-8 minggu dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan: Tikus Sehat(KS); Tikus DM(KN); quercetin(K1); metformin(K2); Kefir(P1); Preventif(P2). Tikus model diabetes dikondisikan dengan pemberian HFD dan injeksi streptozotosin. Pemberian kefir secara oral diberikan 1,8 ml/200g BB/hari selama 21 hari pada kelompok KK dan KP. Fungsi ginjal dianalisis dengan pre-post test melalui pengukuran kadar BUN dan kreatinin, sementara pemeriksaan gambaran histopatologi dievaluasi pada akhir penelitian. Uji Kruskal-Wallis dan Uji lanjut Mann-Whitney digunakan untuk menganalisis data. Hasil: Tikus P1 memiliki kadar Kreatinin 0,57 ± 0,07 mg/dL; BUN 27,56 ± 6,22 mg/dL; Jumlah Sel Beta 104,2; Luas Pulau 170,26. Kadar BUN (p-value=0,083), Kreatinin (p-value=0,016), Luas Pulau Langerhans (p-value=0,026). Kreatinin Tikus P1 berbeda signifikan dengan KN (p-value<0,05). Kesimpulan: Pemberian kefir susu kambing dengan penambahan madu pada tikus diabetes melitus tipe 2 menunjukkan efek menguntungkan terhadap kadar BUN, kreatinin, dan gambaran histopatologi pankreas seperti diberikan metformin.

Nutrition. Foods and food supply
DOAJ Open Access 2023
KINERJA GURU PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN DALAM PEMBELAJARAN DI MASA PANDEMI SMA KECAMATAN KOTA SUMENEP

Mohammad Hilalie Ibrohim, Rama Kurniawan, Surya Adi Saputra

Tujuan dari peneliian ini adalah untuk mengetahui kinerja guru pendidikan kesehatan serta jasmani olahraga ketika pembelajaran selama pandemi Covid-19 di sekolah menengah atas Kecamatan Kota Sumenep. Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif mix methode yaitu kuantitatif dan kualitatif pada subjek 10 guru PJOK SMA Kecamatan Kota Sumenep. Pengkajian ini memakai penghimpunan data angket, wawancara semi struktu serta studi dokumentasi. Hasil dari analisa data yang diperoleh bahwa kemampuan merencanakan program pembelajaran sebesar 30% atau memiliki kriteria tinggi, kemampuan menguasai bahan ajar memproleh 40% atau memiliki kriteria tinggi, melaksanakan dan mengelola proses pembelajaran memperoleh 50% atau memiliki kriteria tinggi, sedangkan kemampuan evaluasi proses kemajuan pembelajaran memperoleh 50% atau memiliki kriteria rendah. Dari kesimpulan tersebut kinerja guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan dalam pembelajaran di masa pandemi SMA Kecamatan Kota Sumenep termasuk kategori tinggi atau baik.

Education, Sports medicine
CrossRef Open Access 2022
ANALISIS RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DENGAN METODE HIRARC PADA PROSES PRODUKSI INDUSTRI TAHU TAHUN 2021

Bella Rossalama Irwanda, Suprijandani, Demes Nurmayanti

The tofu industrial production process has not implemented Occupational Health and Safety (OHS) properly and there is an OHS risk. Insufficient air circulation, noise from boiler engines, non-ergonomic posture of workers, and not using PPE while working can potentially cause work accidents. The purpose of this study was to assess the OHS risk using the HIRARC method in the tofu production process. This type of research is descriptive of occupational safety and health risks using the HIRARC method through 3 stages including identification of OHS hazards, OHS risk assessment and OHS risk control. Collecting data by observation and interviews. The sample used by all employees in the production process was 21 people. Data were analyzed descriptively by describing OHS risk using the HIRARC method through 3 stages, namely identification of OHS hazards, OHS risk assessment, and OHS risk control. The results of the physical hazard research are 50% (moderate) in the form of noise, heat/temperature, vibration. The chemical hazard is 33.33% (moderate) in the form of flammable and oxidizing chemicals. Ergonomics hazard is 83.33% (height) in the form of non-neutral sitting and standing positions, excessive workload, working hours exceeding 8 hours a day. The risk assessment obtained a moderate level of risk category (Medium). Administrative control is in the form of job rotation and job training, while PPE control is in the form of foot protectors. OHS risk analysis using the HIRARC method obtained an assessment that the most dominant OHS hazard is ergonomic hazard. OHS risk assessment obtained a moderate risk level (Medium). Administrative control and PPE control can be said to have not been implemented. Suggestions given to the company are measuring external environmental factors, monitoring and evaluating risks, making SOPs for controlling OHS risks and providing PPE for workers.

1 sitasi en
CrossRef Open Access 2022
Pengaruh Promosi Kesehatan Mengenai Covid-19 terhadap Kualitas Hidup Masyarakat

M Dana Prihadi, Chicy Indah Sari

COVID-19 is a new disease that causes infection in the human respiratory tract and has a fairly high transmission rate. The problem related to this disease is the lack of public awareness in implementing a healthy lifestyle for the prevention and transmission of COVID-19. One way to gain knowledge and insight regarding the application of a healthy lifestyle is to organize health promotion through visual media and print media that are distributed to patients in the Cibogo Community Health Center, Subang Regency. Health promotion that is intensified through visual media and print media is expected to encourage people to capture, understand and remember the messages conveyed in the media, so that lifestyles can change according to science. This study uses a quantitative approach in which the calculation results will be described descriptively. There were 94 questionnaires distributed, each of which consisted of 13 statements. Based on research findings, health promotion through digital media attracts more public attention through print media. In addition, quality of life, in this study, is public awareness in implementing health protocols and implementing them in daily life.

CrossRef Open Access 2022
Analisis daya terima terhadap variasi menu makanan lengkap pada anak usia 1 – 6 tahun

Munifa Munifa, Dhini Dhini

Kesulitan makan pada anak sering terjadi pada anak prasekolah sebesar >20%. Kesulitan makan pada anak merupakan masalah yang kompleks. Faktor penyebab kekurangan gizi adalah ketidakseimbangan gizi, faktor penyediaan dan penyajian makanan yang bergizi. Daya terima merupakan tingkat kesukaan atau ketidaksukaan individu terhadap suatu jenis makanan. Uji daya terima dilakukan untuk mengetahui apakah variasi menu makanan dapat diterima atau tidak. Dengan adanya variasi standar resep pada standar mutu dan kualitas, antara lain dengan mengubah rasa makanan dan penampilan makanan, tetapi tetap mempertahankan nilai gizi diharapkan dapat meningkatkan daya terima. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis variasi menu makanan lengkap terhadap daya terima anak usia prasekolah di tempat penitipan anak. Desain penelitian eksperimen metode posttest-only control group design. Uji coba dilaksanakan selama 3 hari. Ketika tahap ini selesai dilakukan peneliti melakukan evaluasi pada pelaksanannya. Intervensi yang diberikan berupa 1 siklus makan siang balita. 1 siklus makan siang diberikan selama 2 minggu. Pada usia1-3 tahun makanan pokok menunjukan perbedaan rata-rata asupan pada 5 jenis makanan pokok dan sayur dengan p value 0,002, lauk hewani 0,003, lauk nabati 0,737, dan buah 0,0005. Pada usia 4-6 tahun makanan pokok menunjukan perbedaan rata-rata asupan pada 5 jenis makanan pokok dengan p value 0,107, makanan hewani 0,043, makanan nabati 0,351, sayuran 0,809, dan buah 0,01.

DOAJ Open Access 2022
HUBUNGAN ANTARA HITUNG JUMLAH CD4 DENGAN KEJADIAN WASTING SYNDROME PADA PASIEN HIV/AIDS DI RSPAD GATOT SOEBROTO PERIODE JANUARI-DESEMBER 2020

Ramadhani Safira Gumarianto, Soroy Lardo, Aulia Chairani

Infeksi HIV masih menjadi ancaman dunia dibidang kesehatan. HIV ialah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia terutama sel-sel imun yang memiliki marker CD4 dipermukaannya. Untuk menilai imunitas pasien HIV/AIDS, diperlukan hitung jumlah CD4. Seseorang dengan jumlah CD4 <200 sel/mm3 dianggap sebagai AIDS, yaitu sekumpulan gejala yang muncul akibat penurunan imunitas tubuh oleh infeksi HIV. Penurunan berat badan merupakan manifestasi yang sangat sering ditemukan pada pasien HIV/AIDS. Tahap akhir dari keadaan penurunan status gizi ini adalah Wasting Syndrome HIV. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara hitung jumlah CD4 dengan kejadian wasting syndrome pada pasien HIV/AIDS di RSPAD Gatot Soebroto tahun 2020. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional menggunakan 53 rekam medik pasien HIV/AIDS di RSPAD Gatot Soebroto. Hasil penelitian ini menunjukkan sebanyak 47,2% pasien HIV/AIDS mengalami wasting syndrome dan 84% diantaranya memiliki CD4 <200 sel/?l. Analisis bivariat dengan uji Chi-Square didapatkan hasil p<0,05 yaitu sebesar 0,033 sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara hitung jumlah CD4 dengan kejadian Wasting Syndrome.

DOAJ Open Access 2022
Peningkatan Edukasi Masyarakat tentang Protokol Kesehatan dan Vaksinasi dalam Menjalankan Kegiatan New Normal di Majelis Taklim Masjid Nurul Huda Kota Padang

Muthmainnah Muthmainnah, Rahmi Muthia

Community compliance to implement health protocols began to slacken in New Normal Period. This decrease in compliance is in line with the sloping rate of Covid-19 transmission in West Sumatra. There was a new case of Covid-19 again on November 1, 2021, after reaching a peak case during the pandemic. Education on social media such as TV, Facebook, and Instagram, which has been intensively carried out so far, has not been able to increase the knowledge and motivation of the community to carry out health protocols and Covid-19 vaccination. Based on the early observations, one community did not wear a face mask when doing activities due to a lack of trust in Covid-19. The results of further interviews with members of a social community found doubts about the Halal status of the current vaccination. Therefore, providing an educational method closer to the community was essential by attending group activities outside, such as Majelis Taklim at the Nurul Huda Mosque, Padang, West Sumatra. The educational method was implemented offline and given a pre-test and post-test to know the value. This activity was carried out on November 4, 2021. The results of the evaluation showed that there was an increase in public knowledge about health protocols and vaccinations in Padang.

Social sciences (General)
CrossRef Open Access 2021
Risiko Gangguan Kesehatan Masyarakat Akibat Pajanan PM10 di Kota Padang

Erdi Nur, Basuki Ario Seno, Rahmi Hidayanti

Latar belakang: Pencemaran udara merupakan salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang mempunyai dampak serius pada kesehatan manusia dan kualitas lingkungan. Salah satu polutan udara yang dapat menyebabkan masalah kesehatan adalah partikel debu/ Particullate Matter (PM10). Kegiatan penambangan tanah liat di Gunung Sarik merupakan yang terbesar di Kota Padang. Proses pengangkutan tanah liat ke perusahaan, menimbulkan dampak terhadap masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Penelitian bertujuan menganalisis risiko lingkungan pajanan PM 10 kegiatan penambangan tanah liat dan manajemen risiko yang dapat dilakukan.Metode: Penelitian menggunakan metode Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Penelitian dilakukan pada bulan April sampai November 2019, sebanyak 53 responden. Parameter yang diukur adalah PM10  pada empat titik pengukuran. Teknik pengambilan sampel secara systematik random sampling. Instrumen berupa LVAS, termohygrometer, anemometer, timbangan dan kuesioner. Analisis data menggunakan tahapan analisis risiko lingkungan.Hasil: Konsentrasi PM10 adalah 0,152 µg/m3 melebihi baku mutu sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2009. Nilai intake pajanan PM10 secara inhalasi di titik empat memiliki nilai RQ > 1, menunjukkan bahwa pemajanan tidak aman bagi masyarakat di sepanjang jalan Gunung Sarik sehingga perlu dilakukan pengendalian.Simpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat satu titik pengukuran dengan konsentrasi PM10 udara ambien di Gunung Sarik 0,152 µg/m3 melewati baku mutu sesuai PP No 41 Tahun 2009 yaitu 150 µg/m3 . Hasil analisis risiko RQ>1, artinya pemajanan tidak aman bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang Jalan Gunung Sarikdan sebanyak 43 responden (86%) memiliki gejala gangguan saluran pernafasan ABSTRACTTitle: Public Health Problems Due to PM10 Exposure in Padang CityBackground: Air pollution is a public health problem that has a serious impact on human health and environmental quality. One of the air pollutants that can cause health problems is dust particles / Particullate Matter (PM10). The clay mining activity in Gunung Sarik is the largest in Padang City. The process of transporting clay to the company has an impact on the community and the surrounding environment. This study aims to analyze the environmental risk of exposure to PM10 clay mining activities and the risk management that can be carried out.Method: The study used the Environmental Health Risk Analysis (ARKL) method. The study was conducted from April to November 2019, with a total of 53 respondents. The measured parameter is the four point PM10 measurement. The sampling technique is systematic random sampling. Instruments using LVAS, thermohygrometer, anemometer, scales and questionnaires. Data analysis uses the environmental risk analysis stage. Result: The concentration of PM10 is 0.152 µg/m3 exceeding the quality standard in accordance with Government Regulation No. 41 of 2009. The value of PM10 exposure by inhalation at point four has a value of RQ> 1, indicating that the exposure is not safe for the community along the Gunung Sarik road so it needs to be done control. Conclusion: The results showed that there was a single point of measurement with the concentration of PM10 in ambient air at Mount Sarik 0.152 µg / m3 passing the quality standard according to Government Regulation No. 41 of 2009, namely 150 µg / m3. The results of the risk analysis RQ> 1, meaning that the exposure is not safe for people who live along Jalan Gunung Sarik and as many as 43 respondents (86%) have symptoms of respiratory problems.

1 sitasi en
CrossRef Open Access 2021
KOMUNIKASI KESEHATAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DAN SEKSUAL KOMPREHENSIF (Studi di Youth Center Pilar Jawa Tengah)

Ayu Khoirotul Umaroh, Tri Krianto Karjoso

Reproductive health issues and adolescent sexuality are important studies, such as premarital sexual behavior, unwanted pregnancy, abortion, STIs, and HIV-AIDS. One of the factors that influence adolescent risky sexual behavior is knowledge. The knowledge index number on adolescent reproductive health in Central Java is still low about 58.1%. One of the parties that has a role in the field of adolescent reproductive health is the youth center. This research examined health communication about reproductive and sexual health at the PILAR PKBI Youth Center, Central Java. This research used a qualitative approach with a case study design. The theoretical framework used the Logic Model. Informants were determined by purposive sampling with a total of 19 people. The data collection method was by in-depth interviews via Whatsapp and focus group discussions through Zoom meetings due to the pandemic situation. Data was analyzed with thematic analysis. Research ethics used the Helinski Declaration rules and informed consent. The results of the research were 1) The issues raised were in accordance with the CSE material; 2) The goal is to increase youth care and responsibility; 3) Inputs owned by trained human resources and adequate funding sources; 4) The communication process runs with educational activities, empowerment, and counseling with strategies for the formation of PE, lobbying, advocacy, and collaborative activities, as well as the materials and media, used vary widely according to the target; 5) Communication outputs are the establishment of peer educators and stakeholder support; 6) The results of the communication program are the knowledge, attitudes, and behavior of target adolescents are qualitatively good. The health communication carried out by PILAR and the results obtained is quite good. However, it still needs attention to be paid to increasing the capacity of volunteers and peer educators as communicants.

DOAJ Open Access 2021
Studi Pengolahan Limbah Greywater Domestik menggunakan Sistem Hidroponik dengan Filter Ampas Kopi

Nisa Nurhidayanti, Dodit Ardiatma, Tata Tarnita

ABSTRAK Air limbah domestik merupakan produk hasil aktivitas manusia setiap hari yang perlu dilakukan pengolahan agar keberadaannya tidak mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan manusia. Air limbah yang dihasilkan dari kontrakan X cukup mengganggu estetika karena warnanya yang keruh dan berbau tidak sedap, sehingga perlu dilakukan pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas hidroponik tanaman dengan filter karbon aktif ampas kopi dalam menurunkan polutan limbah greywater domestik. Tahapan penelitian ini meliputi aklimatisasi, RFT, pengujian parameter polutan dan analisa data. Konsentrasi limbah optimum yang tidak menimbulkan kematian pada tanaman sebesar 40% v/v. Hasil pengujian parameter selama tujuh hari didapatkan efektivitas penurunan polutan BOD sebesar 80.65%, COD sebesar 70.59%, TSS sebesar 79,17%, TDS sebesar -1,82%, fosfat sebesar -62,22% dan detergen sebesar -93,33% dan pH sebesar -0,75%. Artinya penelitian ini efektif untuk menurunkan polutan BOD, COD dan TSS, namun tidak efektif untuk menurunkan polutan TDS, fosfat dan detergen. Penelitian ini perlu ditindaklanjuti dengan mengkaji efektifitas penurunan polutan NH3 dan total coliform yang terkandung pada limbah domestik. ABSTRACT Household wastewater is a product of daily human activities that need to be treated so that does not pollute the environment and disturbing human health. The waste water generated from the rented house X is quite disturbing aesthetics because of the cloudy warning and bad odor, so it needs to be treated. This study aims to examine the hydroponic authority of plants with activated carbon coffee grounds filters in reducing household waste pollution. The stages of this research include acclimatization, RFT, testing of pollutant parameters and data analysis. The optimal concentration of waste which does not cause death in plants is 40% v / v. The parameter testing result for seven days showed the effectiveness of reducing BOD pollutants by 80.65%, COD 70.59%, TSS 79.17%, TDS -1.82%, phosphate -62.22% and detergent - 93.33% and pH -0.75%. The research is effective in reducing BOD, COD and TSS pollutants, but not effective for reducing TDS pollutants, phosphates and detergents. This research needs to be followed up by examining the effectiveness of reducing NH3 and total coliform contaminants which is contained in domestic waste.

DOAJ Open Access 2020
Faktor Sosial Penentu Kesejahteraan Subjektif: Bukti dari Indonesia

Deri Indrahadi, Muhammad Habibi, Muhammad Ilham

Kesejahteraan subjektif merupakan permasalahan penting berbagai negara di seluruh dunia. Peneliti telah mempelajari faktor-faktor yang berpengaruh pada tingkat kesejahteraan subjektif dalam disiplin ilmu sosial, ekonomi, dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk memeriksa faktor-faktor dalam konteks sosial, ekonomi dan kesehatan yang memprediksi kesejahteraan subjektif  di Indonesia. Dengan menerapkan desain penelitian potong lintang, penelitian ini menggunakan data dari Indonesia Family Life Survey dengan mengambil responden sebanyak 21,875 individu. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa faktor sosial ekonomi yang didalamnya mencakup; pendidikan, kepuasan kerja, kondisi kesehatan, kepercayaan sosial, dan religiusitas berkontribusi pada kesejahteraan subjektif, sedangkan status pekerjaan tidak berpengaruh signifikan. Selain itu, hasil juga menunjukkan bahwa kesejahteraan subjektif individu juga dipengaruhi oleh karakteristik demografi yang  juga mencakup; jenis kelamin, status pernikahan, dan usia. Dengan demikian, temuan penelitian ini dapat digunakan untuk memahami faktor kunci penentu kesejahteraan subjektif, sekaligus dapat menjadi acuan dalam mengembangkan kebijakan oleh berbagai pihak sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan subjektif di Indonesia

Sociology (General)
DOAJ Open Access 2020
Sistem Pakar Penyakit Menular Menggunakan Dempster Shafer Dengan Rekomendasi Tempat Layanan Kesehatan

Istiadi Istiadi, Emma Budi Sulistiarini, Rudy Joegijantoro et al.

Delay in the handling of a type of disease can pose a risk for someone who has the surrounding environment. Often the casualties are caused by people's ignorance of the spread of dangerous infectious diseases. People's ignorance as an action that must be done immediately and where to do to get help. Thus it is necessary to build an application of an expert system that can diagnose infectious diseases, provide recommendations for disease management, and provide recommendations for appropriate and acceptable health services. The system was built to diagnose six types of infectious diseases that are of particular concern to Malang City. Various infectious diseases with similar symptoms that appear will lead to the possibility of a diagnosis and many possibilities for diagnosis. The Dempster Shafer method is an approved one that can be used in overcoming these factors. The disease expert consultation system application using the Dempster Shafer method obtained an accuracy test result of 88.5%. While the system usability test obtained results, 76% agreed to system reliability, 85% strongly agreed to system efficiency, 83% strongly agreed to ease for use system, and 79% agreed to accurate system.

Systems engineering, Information technology

Halaman 47 dari 7866