Hasil untuk "kesehatan"

Menampilkan 20 dari ~388825 hasil · dari DOAJ, Semantic Scholar, CrossRef

JSON API
DOAJ Open Access 2025
The impact of vegan diet for 21 days on blood uric acid level in adults

Alvina Putri Tjan, Fitriyani Nasution

One of the risk factors for hyperuricemia is consumption of purine-rich foods. Plant-based sources, such as nuts and legumes, have high amount of purine, in which it is commmonly consumed by vegan’s. The aim of this study is to examine the impact of vegan diet for 21 days on serum uric acid (UA) levels. This research used cross-sectional design. Data were collected from secondary data in Jingsi Books and Café, from October 2021 until January 2022. The population of the study is derived from 21 days vegan diet program by Tzu Chi Buddhist Association with total sample of 95 by using total sampling method. The data in this study is grouped according to age (<50 and ≥50 years old), gender, and both. The statistical test that is used is paired T-tests. The results showed that serum UA (mg/dl) increased in female (both age groups) and male <50 years old with increased mean 0,3, 0,2, and 0,4. For male aged ≥50 years old, there’s reduction in serum UA with reduction mean 0,1. The result is clinically significant with p-value 0,001. In conclusion, 21-day vegan diet increases serum UA levels in all populations, except for male ≥50 years old.

Nutrition. Foods and food supply, Food processing and manufacture
DOAJ Open Access 2025
URGENSI PERLINDUNGAN HAK NARAPIDANA ATAS KESEHATAN DAN MAKANAN DALAM PEMBAHARUAN SISTEM PEMASYARAKATAN INDONESIA

Eva Dwi Dayati, Rani Hendriana, Alef Musyahadah Rahmah et al.

Undang-Undang Nomor 22 tahun 2022 tentang Pemasyarakatan telah menganut konsep reintegrasi sosial sebagai pengganti konsep pembalasan dan penjeraan. Hak untuk memperoleh makanan yang layak dan kesehatan merupakan hak dasar bagi narapidana sebagai bentuk penghormatan terhadap hak asasi manusia yang seringkali terabaikan dalam praktik pemasyarakatan di Indonesia. Overkapasitas, keterbatasan sumber daya manusia seperti tenaga medis dan juru masak, menjadi faktor utama terhambatnya pemenuhan hak-hak dasar narapidana. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pentingnya perlindungan terhadap hak narapidana atas makanan dan kesehatan serta merumuskan suatu pembaharuan dalam sistem pemasyarakatan Indonesia yang lebih humanis dan berkeadilan (studi di Lemabga Pemasyarakatan Kelas I Semarang). Metode penelitian yang digunakan adalah yurudis empiris, yakni dengan melakukan kajian hukum bukan hanya terhadap peraturan tertulis (normatif) tetapi juga dengan melihat praktik bekerjanya hukum di masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat ketimpangan hukum mengenai hak narapidana dengan praktik yang terjadi di lapangan. Tidak adanya juru masak dan fasilitas kesehatan yang terbatas menjadi faktor utama yang menjadi kendala di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang. Oleh karena itu, diperlukan suatu  reformasi kebijakan yang menitikberatkan pada perlindungan hak-hak narapidana dalam rangka pemenuhan kebutuhan dasar, seperti peningkatan anggaran, sumber daya manusia serta pengawasan terhadap para petugas Lapas dalam pelaksanaan hak-hak narapidana. Pembaharuan sistem pemasyarakatan indonesia yang menjamin hak atas kesehatan dan makanan bagi narapidana merupakan langkah strategis menuju sistem pemasyarakatan Indonesia yang humanis dan beradab.

DOAJ Open Access 2025
Teenage Pregnancies in Indonesia: Does Socio-Economic Matter?

Masruroh Hasyim, Joko Prasetyo, Agung Dwi Laksono et al.

Bacground: Teenage pregnancies is a crucial health problem in developing countries, including in Indonesia, which may cause various physical, psychological, emotional, and social problem including death for both mother and baby. Purpose: This current research aimed to analyze the socio-economic relationship with the occurrence of teenage pregnancies in Indonesia. Methods: This study uses secondary data for the 2017 IDHS with cross-sectional design. The dependent variable in this study is the prevalence of pregnant adolescents, while the independent variable is the socioeconomic status, the number of samples in this study was 3350 in women aged 20-24 years. The sampling technique uses simple random sampling. Analysis using binary logistic regression. Results: The results showed that the poorer women had 0.804 times the probability of having teenage pregnancies (AOR 0.804; 95% CI 0.655-0.986). The women with middle socio-economic have 0.640 times more chance than the most impoverished women to have teenage pregnancies (AOR 0.640; 95% CI 0.514-0.797). The wealthier women have 0.804 times the probability of having teenage pregnancies compared to the poorest women (AOR 0.804; 95% CI 0.655-0.986). Moreover, the wealthiest women are 0.607 times more likely than the poorest women to have teenage pregnancies (AOR 0.607; 95% CI 0.447-0.823). Conclusion: The study concluded that socio-economic proved to be related to the occurrence of teenage pregnancies in Indonesia. Also, there are 3 other variables which are also significant predictors of teenage pregnancy. The three variables are age, education level, and employment status.

DOAJ Open Access 2025
Hubungan Tindakan Elevasi Ekstremitas Bawah Oleh Perawat Terhadap Penyembuhan Luka Pasien Ulkus Diabetes Melitus

Ayu Khotimah, Rizqa Wahdini, Nia Rosliany

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang terus meningkat di Indonesia dan dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti ulkus diabetes melitus. Ulkus ini menjadi penyebab utama amputasi ekstremitas bawah serta menurunkan kualitas hidup pasien. Salah satu intervensi sederhana yang dapat mempercepat penyembuhan luka adalah elevasi ekstremitas bawah. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara tindakan elevasi ekstremitas bawah oleh perawat terhadap penyembuhan luka pasien ulkus diabetes melitus di RSUD Pasar Rebo. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional non-eksperimental dan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 50 perawat diambil melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Hasil menunjukkan bahwa 90% perawat melakukan elevasi secara adekuat dan 84% pasien mengalami penyembuhan luka dengan cepat. Uji Fisher’s Exact Test menunjukkan nilai p = 0,024 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara tindakan elevasi ekstremitas bawah dengan penyembuhan luka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa elevasi ekstremitas bawah merupakan intervensi keperawatan yang efektif, karena dapat meningkatkan aliran balik vena, mengurangi edema, serta memperbaiki perfusi jaringan pada area luka. Posisi elevasi yang tepat membantu meningkatkan distribusi oksigen dan nutrisi ke jaringan perifer, sehingga mempercepat proses granulasi, epitelisasi, dan regenerasi sel pada luka. Tindakan ini, jika dilakukan dengan sudut 30°–45° selama ≥15 menit sebanyak 2–3 kali per hari dan disertai pemantauan kondisi kulit dan kenyamanan pasien, terbukti mampu mempercepat proses regenerasi jaringan dan memperpendek waktu penyembuhan luka pada pasien ulkus diabetes melitus

CrossRef Open Access 2025
Pendidikan Kesehatan Untuk Meningkatkan Pengetahuan Tentang Kesehatan Mental Pada Pasien Hemodialisa

Yustina Kristianingsih, Dominggus Ruku Yudit Pramono, Yunita Wiguna

Kesehatan mental merupakan suatu kondisi yang sejahtera baik secara fisik, mental dan sosial tidak hanya terbebas dari penyakit atau kecatatan/kelemahan. Faktor pemicu gangguan jiwa meliputi faktor biologis, psikologis dan sosial budaya. Faktor biologis seperti kelainan otak organik, genetic dapat memicu terjadinya gangguan kesehatan mental. Ketidakmampuan beradaptasi pada masalah yang dialami sering menimbulkan kecemasan, gangguan emosi dan juga depresi.  Jika tidak ditanggani dengan baik akan membuat individu jatuh pada gangguan jiwa. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyrakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan pasien hemodialisa tentang kesehatan mental. Metode yang digunakan dalam kegiatan pendidikan kesehatan adalah ceramah dan tanya jawab serta menggunakan media leaflet. Kegiatan diawali dengan pretes kemudian dilakukan pendidikan kesehatan dan diakhiri post test tentang kesehatan mental. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan terdapat peningkatan tingkat pengetahuan pasien hemodialisa menjadi 100% (25 orang) baik. Ketua paguyuban pasien hemodialisa banana RS Siloam Kupang dapat melajutkan program edukasi masalah kesehatan mental pada pasien  HD shif berikutnya dan juga penting untuk memberikan edukasi kesehatan untuk masalah kesehatan mental agar dapat meningkatkan kualitas hidup pasien hemodialisa

DOAJ Open Access 2024
Sosialisasi Ilmu Terapan dan Peningkatan Kualitas Hidup di Desa Karyawangi Melalui Program Kuliah Kerja Nyata

Riona Ihsan Media, Hanif Budiarto, Aida Mahmudah et al.

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) oleh mahasiswa Politeknik Manufaktur Negeri Bandung di Desa Karyawangi bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memanfaatkan potensi desa melalui penerapan ilmu terapan. Program ini merespons tantangan infrastruktur yang terbatas, rendahnya kualitas pendidikan, serta kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan kebersihan lingkungan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi survei lokasi, sosialisasi program, pembagian tugas, dan pemenuhan kebutuhan. Kegiatan ini mencakup penyuluhan kesehatan, pengajaran mini sains, dan penerapan teknologi tepat guna seperti lampu flip-flop, magnet sederhana, gunung lava, dan roket air untuk siswa SD Tunas Karya. Penyuluhan kesehatan dilakukan melalui pemutaran film edukasi dan senam pagi, sementara teknologi tepat guna seperti water tank, eco paving, dan penerangan jalan umum tenaga surya diterapkan. Partisipasi aktif dari 33 anak dalam kegiatan mini sains dan penyuluhan kesehatan, serta perwakilan warga dalam pelatihan teknologi tepat guna, menunjukkan kesuksesan program dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat di bidang kesehatan, kebersihan, dan teknologi terapan. Selain itu, program ini mempererat hubungan sosial antara mahasiswa dan masyarakat, serta meningkatkan kesadaran serta keterampilan masyarakat Desa Karyawangi dalam memanfaatkan teknologi dan menjaga kesehatan serta kebersihan lingkungan. Dengan demikian, keterlibatan mahasiswa dalam pengabdian masyarakat membawa dampak positif yang signifikan.

Social Sciences
DOAJ Open Access 2024
HUBUNGAN ANTARA C-REAKTIF PROTEIN DENGAN PROTHROMIN TIME PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2

Sri Wahyuni, Fathul Hidayatul Hazanah, Binti Mu’arofah et al.

Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolic yang ditandai dengan meningkatkanya glukosa dalam darah.  Diabetes ini menjadi masalah kesehatan diseluruh dunia termasuk Indoesia. Indonesia sendiri diperkirakan 8,4 juta penderita diabetes tahun 2000 dan akan meningkat ditahun 2030. C-reaktive protein (CRP) merupakan protein fase akut yang ada karena inflamasi. Setiap adanya inflamasi yang hadir akan meningkatkan nilai dari CRP. Protrombine time disini pemeriksaan untuk mengetahui pembekuan darah jalur ekstrinsik dan jalur bersama. Pada penderita diabetes tipe 2 yang tidak dapat mengontrol glukosa darah atau hiperglikemia dapat memicu terjadinya perubahan pada komponen yang berperan dalam faal hemostasis sehingga menyebabkan terjadinya gangguan koagulasi. Gangguan koagulasi dibagi menjadi gangguan ekstrinsik dan instrinsik. Gangguan ekstrinsik dapat dinilai melalui pemeriksaan protrombine time. Dalam penderita diabetes tipe 2 juga terjadi tidak seimbangnya metabolisme dalam adiposit, yang dapat menghasilkan banyak faktor inflamasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan C-reaktive protein dengan protrombine time pada penderita diabetes melitus tipe 2. Metode yang digunakan menggunakan desain Cross sectional surve. Pemeriksaan CRP menggunakan wondfo dengan dan protromine time menggunakan Koagulasi 1 Channel GM-LCAM07. Hasil penelitian pada 30 sampel didapatkan nilai rata-rata CRP 71,7 mg/L dan PT 12,8 detik. Uji hubungan Sperman Rank dan di dapatkan nilai sig 0,653. Kesimpulannya tidak terdapat hubungan antara C-reaktive protein dengan protrombine time pada penderita diabetes mellitus tipe 2.

Medicine (General)
DOAJ Open Access 2023
Total plate count of chicken egg content in traditional market in Waru District, Sidoarjo Regency

Sabila Citra Kirana, Tita Damayanti Lestari, Budiarto et al.

Background: Microbial contamination in consumed chicken eggs can endanger human health. Bacteria can grow and develop in food so that it can reduce the food quality. Determination of food quality can be done by various methods, one of which is Total Plate Count (TPC). Objective: The aim of this study was to determine the level of bacterial contamination in chicken eggs sold at traditional markets in Waru District, Sidoarjo Regency. Methods: Thirty samples were collected from two traditional markets, Waru Market and Wadung Asri Market. This study used the pour plate method of TPC test. Egg contents were diluted and then inoculated in Nutrient Agar. The media inoculated with the sample suspension was incubated at 37°C for 24 hours. The growing bacterial colonies were counted and analyzed using the Standard Plate Count. This study's data are presented descriptively and compared with the Indonesian National Standard (SNI) 7388-2009 maximum requirement of contaminant bacteria in chicken eggs is 1×105 CFU/mL. Results: The results showed that the averages TPC in two traditional markets were 2.1×104 CFU/mL in Waru Market and 3.4×103 CFU/mL in Wadung Asri Market. The average TPC still meets the maximum limit of microbial contamination listed in SNI 7388-2009. Conclusion: The average values of TPC in both markets are not the same, but the qualities of chicken eggs sold in Waru Market and Wadung Asri Market are good and suitable for consumption.

DOAJ Open Access 2023
Pendampingan Masyarakat dalam Upaya Preventive Terhadap Dampak Pernikahan Dini Di Desa Segobang

Uly Risda Wafi, Nur Atika, Baidlowi Baidlowi

Desa Segobang, Kecamatan Licin, Banyuwangi, memiliki tingkat pernikahan dini yang cukup tinggi dibandingkan dengan desa-desa lain di Banyuwangi. Hal ini menjadi masalah yang serius di desa tersebut. Melalui kehadiran mahasiswa UIN Kiai Haji Achmad Siddiq dalam pengabdian mereka, masyarakat didorong untuk secara kolektif melakukan upaya pencegahan dengan menyosialisasikan dampak pernikahan dini bagi remaja. Dengan menggunakan pendekatan ABCD (Asset Based Community Development), mahasiswa memetakan aset-aset berharga, termasuk aset sosial dan keagamaan untuk mengatasi masalah yang ada. Mereka berkoordinasi dan bekerja sama dengan tenaga kesehatan setempat dengan harapan menurunkan angka pernikahan dini di Desa Segobang. Dampak dari pernikahan dini dapat dilihat dari beberapa aspek, termasuk kesehatan fisik dan mental. dalam hal kesehatan fisik, risiko kehamilan pada usia dini cukup besar, yang dapat mengancam keselamatan ibu dan bayi yang dikandungnya. sedangkan dalam hal kesehatan mental, ketidaksiapan mental dalam menghadapi persoalan dalam pernikahan dapat menyebabkan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga. Melalui upaya pengabdian kolaboratif antara berbagai pihak dan didukung oleh keinginan masyarakat, diharapkan bahwa masalah pernikahan dini di Desa Segobang dapat diatasi dengan baik di masa mendatang. Kata Kunci: Pernikahan Dini; Dampak; Pengabdian Kolaboratif Segobang Village, Licin District, Banyuwangi, has a significantly high rate of early marriage compared to other villages in Banyuwangi. This poses a serious problem in the village. Through the presence of UIN Kiai Haji Achmad Siddiq students in their dedication, the community is encouraged to collectively take preventive measures by raising awareness about the impact of early marriage on adolescents. Utilizing the ABCD (Asset Based Community Development) approach, students map out valuable assets, including social and religious assets, to address the existing issues. They coordinate and collaborate with local healthcare workers in hopes of reducing the rate of early marriage in Segobang Village. The impacts of early marriage can be seen from various aspects, including physical and mental health. In terms of physical health, the risk of pregnancy at a young age is significant, threatening the safety of both the mother and the baby. Meanwhile, in terms of mental health, unpreparedness to handle marital issues can lead to domestic violence. Through collaborative efforts involving various stakeholders and supported by the community's willingness, it is hoped that the issue of early marriage in Segobang Village can be effectively addressed in the future. Keywords: Early Marriage; Impact; Collaborative Service

DOAJ Open Access 2023
EVALUASI PERILAKU KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA PADA PEKERJA EKOWISATA

Khoiriyah Isni, Prisna Harry Yougiftira, Tri Mustanginah et al.

Adanya tempat wisata tidak terlepas dari para pekerja didalamnya. Suatu pekerjaan pasti memiliki risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang dapat berupa fatigue, terjepit, terpeleset, tergores, kepanasan, terlindas, terjepit, terpapar debu, tertabrak wisatawan/pengemudi kendaraan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia, masa kerja, sikap dan pengaruh pengetahuan terhadap perilaku K3 di Ekowisata, serta pengaruh pelatihan terhadap peningkatan pengetahuan pekerja. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode action research, didahului dengan rancangan cross-sectional dan dilanjutkan dengan pelatihan untuk peningkatan pengetahuan. Sampel adalah seluruh pekerja ekowisata yang diambil dengan menggunakan teknik total sampling berjumlah 50 pekerja. Pengumpulan data mengenai perilaku K3 pekerja, usia, masa kerja, tingkat pengetahuan, dan sikap pekerja diperoleh melalui pengisian kuesioner sebagai instrumen penelitian. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil menunjukkan bahwa masih terdapat pekerja dengan pengetahuan, sikap, dan perilaku K3 yang kurang baik. Usia, masa kerja, tingkat pengetahuan, dan sikap pekerja menunjukkan tidak ada hubungan bermakna dengan perilaku K3 diantara para pekerja (nilai p>0,05). Tidak ada pengaruh pemberian pelatihan terhadap peningkatan pengetahuan pekerja (nilai p=0,840). Perilaku kesehatan dan keselamatan kerja diantara pekerja di Ekowisata Kabupaten Sleman tidak dipengaruhi oleh faktor usia, masa kerja, pengetahuan, dan sikap serta upaya pelatihan.

Public aspects of medicine
CrossRef Open Access 2023
Pengaruh Perilaku Diet Dengan Kacang Merah dalam Penurunan Berat Badan Remaja Putri

Suci Munawaroh

Masalah berat badan dan penampilan diri menyebabkan remaja memiliki minat yang besar untuk mendapatkan berat badan yang diinginkan. Salah satu makanan yang bisa dikonsumsi saat diet adalah kacang merah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh perilaku diet dengan kacang merah terhadap penurunan berat badan pada remaja putri. Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu/quasi eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh remaja putri yang memiliki minat untuk menurunkan berat badan. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Kriteria inklusi penelitian ini adalah remaja putri berusia 15-18 tahun dengan Body Mass Index (BMI) > 25. Data penelitian dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan google form. Peneliti menggunakan 20 responden sebagai sampel. Data yang diperoleh rata-rata berat badan remaja putri sebelum diet adalah 56,85 kg dan rata-rata berat badan remaja putri setelah diet adalah 49,55 kg. Perilaku diet kacang merah menunjukkan 80% perilaku diet sesuai dan 20% berada pada kategori tidak sesuai. Data tersebut menunjukkan bahwa mengkonsumsi kacang merah dapat menurunkan berat badan, namun penurunannya tidak terlalu signifikan

DOAJ Open Access 2022
Analisis Autokorelasi Spasial Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Klaten Tahun 2020

Septina Dwi Astuti, Dwi Sarwani Sri Rejeki, Siti Nurhayati

ABSTRACT The cases of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in Klaten Regency still increase from the previous year and this disease could be caused by environmental factors spreading widely in one area to another. Therefore, this study aims to determine the relationship between environmental factors and the DHF in Klaten Regency with a sample of 26 subdistrict. The secondary data were used including population density, rainfall, urban areas, the length of the road network, and the area of forestry/plantation. Data were analyzed by univariate and spatial autocorrelation analysis of Moran Index and LISA using Geoda 1.18. The spatial autocorrelation analysis with Moran Index resulted in a positive spatial relationship between population density, rainfall, proportion of urban areas, road density, and vegetation cover with DHF. Meanwhile, local spatial analysis with LISA resulted in positive and negative spatial relationship and resulted in hotspot areas on environmental factors with the DHF. It can be concluded that intervention on environmental conditions would be necessary as to decrease its negative impacts. ABSTRAK Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Klaten masih mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya dan penyakit ini dapat disebabkan oleh faktor lingkungan yang menyebabkan kasus ini menyebar luas dalam satu wilayah ke wilayah lainnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor lingkungan dengan kejadian DBD di Kabupaten Klaten dengan sampel sebanyak 26 kecamatan. Data yang digunakan berupa data sekunder yaitu kepadatan penduduk, curah hujan, wilayah perkotaan, panjang jaringan jalan, serta luas area perhutanan/perkebunan. Data dianalisis secara univariat dan analisis autokorelasi spasial Indeks Moran dan LISA menggunakan Geoda 1.18. Analisis autokorelasi spasial dengan Indeks Moran menghasilkan hubungan spasial yang positif antara kepadatan penduduk, curah hujan, proporsi daerah perkotaan, panjang jalan serta tutupan vegetasi dengan kejadian DBD. Sementara itu, analisis spasial secara lokal dengan LISA menghasilkan hubungan spasial yang positif dan negatif serta menghasilkan daerah hotspot pada variabel faktor lingkungan dengan kejadian DBD. Hal ini dapat disimpulkan bahwa intervensi pada kondisi lingkungan akan diperlukan untuk mengurangi pengaruh yang negatif

Infectious and parasitic diseases
DOAJ Open Access 2022
PENDIDIKAN KESEHATAN ORANGTUA TENTANG COVID-19 TERHADAP KESEHATAN MENTAL REMAJA

Sri Hartati, Lutiyah Lutiyah, Tantan Hadiansyah

Health education is a dynamic process of behavior change where the changes that occur are not just the process of transferring material from one person to another and not a set of procedures, but these changes occur because of awareness from within the individual, group, or society itself. Public health emergencies, such as pandemics, have an impact on both physical and mental health. Children are especially vulnerable because of their limited understanding of the event. They cannot escape the dangers of situations physically and mentally because they have limited coping strategies. They may not be able to communicate their feelings like adults. Closing schools and separation from friends can cause stress and anxiety in children. Exposure to mass media coverage of crisis events and unverified information circulating on social media can exacerbate mental stress. This study aims to determine the effect of parental health education about Covid-19 on the mental health of adolescents at SMK Dharma Kusuma Cianjur. The research method used is one group pre test and post test design. This research was conducted from January 03 to January 29, 2022. Respondents were parents and teenagers in class X totaling 196 people. Data collection was carried out by observing, analyzing data using the Kendall's tau test, comparing research before and after the intervention was given. There are differences in adolescent mental health before and after parents are given health education (0.013 <0.05). Teenagers and parents should establish a warm and harmonious relationship, open and trust each other so that mental health problems do not occur.

Nursing, Pediatrics
DOAJ Open Access 2022
Lowering Blood Pressure Through The Consumption Of Carrot Juice (Honey Carrot) In Hypertension Patients

Hariati ., Dewi Tiansa Barus, Riyanto .

The high rate of hypertension causes hypertension to be a problem that must be overcome. In herbal medicine with the therapy of giving wordu juice (honey carrots), it contains potassium which can maintain blood pressure and aceticolin which helps improve blood vessel circulation. To determine the effect of giving Wordu juice (carrots and honey) on the reduction of blood pressure in patients with hypertension. The research design used a pre-experimental design with a one group pretest-posttest design. The variables in this study were Wordu Juice (Honey Carrot) as the independent variable and hypertension sufferers as the dependent variable. The population in this study were all hypertension patients at Biru-Biru Health Center in 2021. Sampling in this study used a non-probability sampling method by accidental sampling, in which the researcher took a sample based on predetermined criteria as many as 28 respondents. Data were collected using observation sheets and tested by t test. The results of the analysis using the dependent T test in patients with hypertension can be concluded that the pretest and posttest systolic experimental group with a sample of 28 respondents had a P-value (0.001) <? 0.05, then H0 was rejected. Posttest on Hypertension Patients in the Work area of ??the Binjai Village Health Center. It is hoped that health workers can apply non-pharmacological therapies such as herbal medicine. Giving Wordu Juice to treat hypertension so that the services provided can be of higher quality and the services are carried out more precisely.

DOAJ Open Access 2021
Comparison of health education with videos and leaflets on the knowledge of young women about early detection of breast cancer In SMP Negeri 15 Bandung

Wardah Fajriah, Ariyati Mandiri, Didah Didah et al.

<p><strong><em>Background: </em></strong><em>Breast cancer is a malignant tumor that grows in the breast tissue and is the most common cancer disease affecting women in Indonesia with an incidence of 42.1 per 100.000 population and an average death rate of 17 per 100.000 population. The increasing incidence of breast cancer in women as adolescents and young adults is due to several factors such as parity at a young age, family history, gene mutations, and poor lifestyle factors. Early detection of breast cancer through education on causative factors and how to prevent breast cancer and  breast self-examination technique will be very useful to reduce the incidence. </em></p><p><strong><em>Purpose: </em></strong><em>This study aimed to determine the comparison of breast cancer early detection health education with video and leaflets on the knowledge of young women about early detection of breast cancer.</em><em> </em></p><p><strong><em>Methods: </em></strong><em>This study used a quasi experiment method with two control group design. Samples collected with consecutive sampling techniques. This study conducted for 7 days in December 2019 on young women at SMP Negeri 15 Bandung with 40 subjects in each group. The technique used to collect the data is questionnaire. The experimental group is given with Video and the control group is given with Leaflet. The bivariate data analysis used Paired T-Test and Non-paired T-test. </em></p><p><strong><em>Results: </em></strong><em>The results of this study showed that there was an increase in the knowledge before and after being given video (p = 0.000) and leaflet (0,003) with significant difference in young women who were given video compared to those given leaflets (p=0,000).</em></p><strong><em>Conclusion: </em></strong><em>there were differences in health education with videos and leaflets on the knowledge of young women about early detection of breast cancer.</em>

Gynecology and obstetrics
CrossRef Open Access 2020
Kepuasan Pasien Menggunakan Layanan Kesehatan Teknologi (Tele-Health) di Masa Pandemi COVID-19: Efek Mediasi Kualitas Pelayanan Kesehatan

Ayudia Popy Sesilia

Pasien COVID-19 di Indonesia terus semakin bertambah, sehingga hampir semua Rumah Sakit di Indonesia penuh. Dampak dari pandemi COVID-19 membuat masyarakat menghindari memeriksakan kesehatan mereka ke Rumah Sakit karena takut tertular tenaga medis. Ditengah-tengah masa karantina, masyarakat dengan kondisi akut dan kronis tetap membutuhhkan layanan kesehatan Tele-Health merupakan alternatif layanan kesehatan berbasis teknologi yang dibutuhkan masyarakat guna menekan penyebaran virus Corona. Tujuan penelitian ini adalah menguji efek kualitas layanan kesehatan berbasis teknologi pada hubungan kepercayaan pasien dan kepuasan pasien. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 82 orang yang menggunakan aplikasi Tele-Health berusia 18 tahun- 45 tahun. Pengambilan data menggunakan kuesioner, kuesioner kepercayaan pasien, kepuasan pasien, dan kualitas layanan kesehatan menggunakan Tele-Health Usability Questionnaire (TUQ). Seluruh kuesioner dinilai oleh pasien (self-rating). Model statisitik deksriptif, analisis korelasi, analisis regresi hirarki, dan analisis mediasi model 4 dikembangkan Hayes untuk menguji efek mediasi pada analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan kesehatan memediasi penuh hubungan kepercayaan pasien pada kepuasan pasien. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa konsep ini mempengaruhi keyakinan dan perilaku pasien berdasarkan layanan kesehatan yang diterima pasien.

3 sitasi en
DOAJ Open Access 2020
BIAYA MEDIK LANGSUNG PASIEN STROKE NON-HEMORAGIK KELAS PERAWATAN 3 RSUD K.R.M.T WONGSONEGORO SEMARANG

Hanik Utaminingrum, Fef Rukminingsih

Stroke yang paling banyak terjadi di Indonesia adalah stroke non-hemoragik (SNH) yang kejadiannya berkisar 85-87% dari semua kasus stroke. Stroke membutuhkan biaya yang mahal karena proses perawatan pasien stroke dilakukan dalam waktu yang lama dan rutin. Pasien SNH yang berobat ke RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang setiap tahun meningkat jumlahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya medik langsung pasien SNH kelas perawatan 3 di RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang dan kesesuaiannya dengan tarif Indonesian Case Based Groups (INA-CBG’s).      Penelitian ini merupakan penelitian farmakoekonomi dengan perspektif rumah sakit terhadap biaya medik langsung (direct medical cost)  menggunakan data retrospektif periode Oktober-Desember 2018. Objek  penelitian ini adalah rekam medis (RM) dan data tagihan biaya dari Sistim Informasi dan Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) pasien SNH peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dirawat di kelas perawatan 3. Berdasarkan hasil penelusuran rekam medik dan data tagihan pasien SNH peserta JKN kelas perawatan 3 diketahui sebanyak 64 pasien. Jumlah pasien perempuan sebanyak 41 orang (64,06%). Sebagian besar pasien (93,75%) berusia lebih dari 45 tahun. Sebanyak 27 pasien termasuk kategori SNH ringan dan sebanyak 37 pasien termasuk kategori SNH sedang. Rata-rata biaya medik langsung pasien SNH kategori ringan adalah Rp. 3.005.019 ± 1.010.931,- dan kesesuaian dengan tarif INA-CBG’s sebesar 92,59%. Rata-rata biaya medik langsung pasien SNH kategori sedang adalah Rp. 3.602.846 ± 1.259.001,- dan kesesuaian dengan tarif INA-CBG’s sebesar 94,59%.

Pharmacy and materia medica
DOAJ Open Access 2020
Giving Exclusive Breastfeeding and Maternal Gestational Age Affects the Developmental Delay of Children Aged 3-36 Months

Hijrianti Rumalean, Yanuarita Tursinawati, Galuh Ramaningrum

Developmental disorders can affect one or more areas of development such as gross motor, fine motor, speaking/using language, and social personality/independence. Factors that influence the development in children can come from internal factors (exclusive breastfeeding, and maternal gestational age) and external factors (maternal age and number of children under five in the family). Early detection of development is very important using the Developmental Pre-Screening Questionnaire or DENVER II. The objective of the study is to identify risk factors that influence delays in the development of children aged 3-36 months. This research is an analytic observational with case control approach. The research location was at Integrated Healthcare Unit, Primary Health Center of Rowosari, Semarang. The total sample of this study was 62 in children aged 3-36 months whose development was analyzed using the Developmental Pre-Screening Questionnaire instrument. The sampling technique used purposive sampling. The variables of this study were exclusive breastfeeding, gestational age, maternal age and the number of children under five in the family. Statistical tests used Chi-Square to analyze the relationship between internal and external factors with the delay in child development. The results show that exclusive breastfeeding (p=0.042) and gestational age (p=0.042) have a significant relationship with the development of children aged 3-36 months, while maternal age factors during pregnancy (p=0.425) and number of children under five (p=0,353) have no significant relationship. Thus, internal factors such as exclusive breastfeeding and maternal gestational age affect the developmental delay of children aged 3-36 months.

Nursing, Medicine (General)
DOAJ Open Access 2019
Desain Lingkungan Kerja Berdasarkan Pendekatan Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Eko Nursubiyantoro, Wahyu Wibowo Eko Yulianto

Kalasan Fried Chicken Industry Center is one of the home industries producing fried chicken in Yogyakarta. Initial measurements obtained from the working environment conditions of occupational health and safety are still considered to be less than comfortable and in accordance with standards. As a result of lack of lighting and high room temperature, workers often experience eye fatigue, dizziness, frequent loss of focus and poor quality fried chicken production. Occupational health and safety according to the standard, it is necessary to improve the lighting aspect with the Lumen Method (Lumen Method or Zonal Cavacity Method, ZCM), the physical environment in terms of temperature is designed by increasing the fan capacity needed by the work environment so that the number and type of fans with quality can be determined the right air for the room. The lighting needs of the work environment are 9 24 watt lights and an exhaust fan and sufficient air volume. The results of the implementation were able to increase the level of lighting and temperature in accordance with work comfort.

Industrial engineering. Management engineering

Halaman 33 dari 19442