One of the main goals of today's technology is to create a connected environment between humans and technological devices to perform daily physical activities. However, users with speech disorders cannot use this application. Loss of verbal communication can be caused by injuries and neurodegenerative diseases that affect motor production, speech articulation, and language comprehension. To overcome this problem, Brain-Computer Interfaces (BCI) use EEG signals as assistive technology to provide a new communication channel for individuals who cannot communicate due to loss of motor control. Of the several BCI studies that use EEG signals, no studies have studied Balinese characters. As a first step, this study examines the acquisition of EEG signal data for Balinese character recognition. There are several stages in obtaining EEG signal data for Balinese character spelling imagination in this study: preparation of research documents, preparation of stimulus media, submission of ethical permits, determination of participants, recording process, data presentation, and publication of datasets. The result datasets from this study are in the form of raw data, and data was analyzed for 18 Balinese and 6 vowel characters, both spelling and imagined.
Computer applications to medicine. Medical informatics, Science (General)
This article investigates the perennialist philosophical critique by Syed Muhammad Naquib Al-Attas of the secularization of education, which is identified as the source of the modern educational crisis, a crisis marked by pragmatism and the erosion of values. This research analyzes Al-Attas's body of work to unveil his critique. The findings show that Al-Attas perceives secularization not just as a political process, but rather as a philosophical program that leads to the desacralization of nature and the despiritualization of man. The most damaging consequence in education is the "loss of adab," defined as the failure to acknowledge the hierarchy of reality and knowledge, resulting in epistemological and ethical chaos. To solve this, Al-Attas offers the project of the "Islamization of Contemporary Knowledge." Its objective is to re-embed knowledge within the Islamic worldview (ru’yat al-Isl?m li al-wuj?d), aspiring to cultivate the "Man of Adab" (al-ins?n al-adab?). This article concludes that Al-Attas's philosophy offers a strong theoretical framework to diagnose the crisis in education and to propose a restorative solution that is rooted in the Islamic intellectual tradition and consistent with the principles of perennial universalism. His perspective is pertinent to tackling the challenges of contemporary education, which lacks spiritual and ethical dimensions.
Yulita Yulita, Sonia Castro Cuba Sayco, Antônio Justiniano Moraes Neto
This research aims to develop wordless comic media as a speaking learning tool for fifth grade elementary school students. The development method used is Research and Development (R&D) with stages including preliminary study, planning, development, testing, evaluation and revision. Evaluation is carried out through observation, interviews, and speaking ability tests before and after using comic media. Revisions are carried out based on evaluation results to improve and improve the quality of comic media. The research results show that the use of wordless comic media can increase students' interest in learning to speak. Students demonstrate increased ability to convey ideas, understand context, and communicate effectively. This comic media also helps students who have difficulty understanding written texts. In conclusion, the development of wordless comic media can be an effective alternative in teaching speaking in fifth grade elementary school. Support from the teacher is needed in implementing this media so that it can provide maximum benefits for the student learning process.
Intensi berwirausaha atau keinginan memulai usaha baru pada mahasiswa berperan penting untuk mengurangi angka pengangguran. Adapun motif individu untuk memulai wirausaha didasari oleh keinginan terbebas dari organisasi, dan keinginan mengejar kekuasaan serta kontrol atas orang lain. Motif individu memulai wirausaha memiliki kemiripan dengan karakteristik dark triad personality. Dark triad personality diartikan sebagai tiga sifat kepribadian atau sisi gelap saling berkaitan satu sama lain yang berfokus kepada tiga traits yaitu machiavellianism, narcissism, dan psychopathy. Sifat kepribadian ini dicirikan oleh keinginan untuk mendominasi (kekuasaan), dan memanipulasi orang lain untuk mencapai tujuannya. Individu yang memiliki dark triad personality tinggi cenderung berkeinginan memulai wirausaha yang disebabkan oleh kesamaan motif individu memulai wirausaha. Tujuan penelitian adalah (1) untuk mengetahui pengaruh dark triad personality terhadap intensi berwirausaha pada mahasiswa, (2) mengetahui pengaruh variabel kontrol jenis kelamin dan latar pendidikan terhadap intensi berwirausaha pada mahasiswa. Metode penelitian menggunakan kuantitatif dengan model regresi linear berganda dalam analisis data pada 186 Mahasiswa di Universitas Negeri Semarang. Hasil membuktikan bahwa, secara bersamaan dark triad personality dapat berpengaruh terhadap intensi berwirausaha mahasiswa secara signifikan positif sebanyak 21% dengan p<0.001. Secara parsial hanya mahasiswa kepribadian narcissism dominan yang dapat berpengaruh terhadap intensi berwirausaha dengan p<0.001, namun mahasiswa memiliki machiavellianism dan psychopathy dominan ditemukan tidak berpengaruh signifikan terhadap intensi berwirausaha dengan p>0.001. Kemudian, hasil menunjukkan pengaruh variabel kontrol latar pendidikan mahasiswa dapat mempengaruhi intensi berwirausaha secara signifikan positif dengan p=0.02<0.05, namun variabel jenis kelamin tidak dapat mempengaruhi intensi berwirausaha pada mahasiswa dengan p=0.73> 0.05.
Kata kunci: dark triad personality; intensi; kekuasaan; manipulatif; wirausaha
Pendidikan Islam memandang bahwa setiap anak yang dilahirkan pada dasarnya dalam keadaan suci tanpa mengetahui apapun, akan tetapi anak sudah dibekali dengan pendengaran, penglihatan dan juga hati sehingga ini dapat dikatakan potensi yang dibawanya sejak lahir untuk dapat dikembangkan setelah dilahirkan ke dunia. Untuk mengembangkan potensi tersebut diperlukan pendidikan yang tentunya sesuai dengan nilai-nilai atau norma-norma yang ada dan yang terpenting juga sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh anak yang diimplementasikan dalam kurikulum dan metode pembelajaran yang sesuai dengan landasan penyelenggaraan pendidikan anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan kurikulum dan metode pembelajaran bagi anak usia dini dalam perspektif pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif berbasis library research. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, kurikulum pembelajaran anak usia dini itu harus mengandung tiga pokok pendidikan yakni pendidikan akidah, ibadah dan akhlak. Adapun beberapa metode pembelajaran dalam perspektif Islam yang dapat diterapkan dalam metode pembelajaran anak usia dini yaitu metode dengan keteladanan, metode latihan dan pengalaman, dan metode bermain, bernyanyi dan bercerita.
Asep Rohman, Khairunnisya Khairunnisya, Gusti Randa
This research is entitled Student Management for Children with Special Needs: Case Study of Blind Students at SLB-A PRPCN Palembang. This research aims to understand the management of students with special needs who are blind in depth and discover strategic factors and problems. This research is a Collective Case Study which breaks down several scopes and finds strategic factors for student management. Data collection methods are interviews, observation and documentation, while data analysis techniques are carried out by data collection, data reduction, data presentation and data verification. Data validity techniques use source triangulation and technical triangulation. Based on the research results, 12 important factors were found in student management at SLB-A PRPCN Palembang, 3 of which were strategic factors, namely student acceptance, training and self-development and alumni tracking. First, student acceptance is carried out openly. The school prepares for the meeting, new students fill out forms and complete the requirements and take a self-assessment. Early assessment aims to obtain clear information regarding prospective students, both physical and mental readiness. Second, training and personal development are carried out effectively. The school carries out religious training such as recitations and tahfidz of the Koran as well as training in music, computers, massage and scouting. Third, the school implements the alumni tracer program well. A group of alumni who have established alumni ties. These three things are strategic factors in student management for children with special needs who are blind.
Henny Wanda Teresiya, Alexander Hamonangan Simamora, I Made Tegeh
Pembelajaran di SD Negeri 1 Tembokrejo masih berpusat pada guru dan masih menggunakan bantuan media konvensional menjadikan siswa kurang aktif serta minat dan hasil belajar menurun. Tujuan penelitian ini yakni untuk mendeskripsikan proses pengembangan dan validitas video pembelajaran berbasis kearifan lokal untuk kelas VI. Penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE. Subjek penelitian ini adalah ahli isi pembelajaran, ahli desain, ahli media, 3 orang siswa sebagai uji coba perorangan, dan 8 orang siswa sebagai uji coba kelompok kecil. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu kuisioner. Diperoleh hasil uji ahli isi pembelajaran sebesar 94%, uji ahli desain pembelajaran sebesar 88,00%, uji ahli media pembelajaran 92%, uji coba perorangan sebesar 93,33%, dan uji coba kelompok kecil sebesar 92,5% yang keseluruhan persentase skornya dikualifikasikan sangat baik. Implikasi dari penelitian ini adalah video pembelajaran ini mampu membuat siswa lebih aktif serta meningkatkan minat dan hasil belajar siswa juga membuka wawasan dan mengasah kemampuan guru untuk memanfaatkan teknologi dalam pembuatan media pembelajaran yang menarik, efektif dan bervariasi.
Fajar Agus Hari Firmansyah, Waspodo Tjipto Subroto, Hendratno Hendratno
Based on the needs analysis that was carried out in Class V SD Al-Islam Gresik, there is an obstacle that teachers have limitations in teaching, one of which is influenced by the availability of educational media that can help teachers use simple media that are located around the classroom area and have never used media. audio visual in the form of 3D in education. Based on data analysis and discussion of research results, then associated with the formulation of the problem and research objectives, the conclusion was obtained, namely media validation from the results of media experts with very good grades. The validator gives a score of 96%, meaning that audio-visual media with validation from experts is very feasible to use, material validation from the results of material experts with very good grades. The validator gives an assessment reaching 93%, meaning that audio-visual media with validation from experts is very feasible to use, the practicality of the media gets grades from the teacher in a very practical category, the teacher gives an assessment that reaches 95%, meaning that the media developed is feasible to use and very practical on a small scale because it does not require a lot of time, the practicality of the media gets value from student responses in the very practical category, students give an assessment with a 90% percentage mode, meaning that the developed media is feasible to use and is very practical on a small scale (n = 5 children) because it does not require much time. a lot, the effectiveness of the media gets a score from student responses in the very effective category, students give an assessment with a 90% percentage mode meaning that the media developed is feasible to use and very effective on a large scale (n = 10 children) because the efficiency of critical thinking in students has increased.
The discipline in learning is crucial to achieving the effectiveness of teaching-learning. In fact, it is still found that there are undisciplined students encountered during the learning process. Based on the observation results of elementary school students at one of the Christian schools, students who did not follow the rules and procedures were found, such as not using a raised hand so which causes the class to be conducive or unstable. The solution to this problem is the consistency of rule and procedure implementation. It is aimed to see the consistency of the rule and procedure implementation as an attempt to develop the first-grade students’ discipline. The method used is a descriptive qualitative method. The result indicates the consistency of the rule and procedure implementation can develop students’ discipline. It is characterized by an attitude change indicated by students. Still, teachers’ consistency is needed continually in order to make significant behavior. As Christian educators, teachers certainly must believe in the truth of God as a source as the bible, see the existence of God through Jesus Christ as an exemplar, and reflect good character, but must realize that only the holy spirit can empower every student. The recommendation that can be given to teachers is that teachers must be consistent in applying each class rule and procedure so it can produce a significant change in attitude.
ABSTRAKAPAKAH JIKA INGIN MENJADI PEMIMPIN HARUS MODAL YANG BANYAK ?Dalam peper ini saya ingin menyampaikan beberapa keingin tahuan saya sebagai rakyat kecil mengenai apa yang biasa di sebut dengan “SERANGAN FAJAR”. Apakah jika ingin menjadi pemimpin harus memiliki modal yang banyak ? Pemimpin seharusnya seseorang yang pandai, cerdas, memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas serta memiliki legalitas moral yang baik, atau lulusan sekolah yang memang mendidik mereka menjadi seorang pemimpin yang berkompeten.Tetapi pada kenyataan nya dan sudah menjadi rahasia umum di daerah atau di desa desa , para calon pemimpin selain beliau berkampanye menyampaikan visi dan misi juga membagi kan beberapa rupiah sebagai “SANGU”.Sebenarnya tidak semua calon pemimpin melakukan hal tersebut .Para Pendiri Bangsa Indonesia, beliau merupakan orang orang yang cerdas, yang tanpa mendapat imbalan,beliau memikirkan (WELTANSCHAUUNG) atau pandangan hidup Negara.Sebagai generasi muda, para calon calon pemimpin berikutnya dimana PATROTISME dan NASIONALISME kita ? Pendidikan Moral sangat diperlukan sekarang ini. Cinta tanah air harus senantiasa kita pupuk agar sebagai generasi muda kita mencintai NEGARA dengan ikhlas,mengisi kemerdekaan dengan hal hal positif .Para pendahulu kita merebut kemerdekaan dengan pertumpahan darah. Mari kita mulai dari sekarang perubahan untuk para generasi yang akan datang.
Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk melihat konsep pendidikan Islam terpadu di Indonesia. sekolah islam terpadu muncul sebagai bentuk respon atas ketidakpuasan para aktivis gerakan Islam terhadap sistem pendidikan nasional di Indonesia. Sistem pendidikan nasional dianggap melanggengkan dualisme dalam pengelolaan pendidikan antara pendidikan agama dan umum. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah model lembaga pendidikan alternatif yang mampu menghapus adanya praktek pendidikan yang dikotomis. Hasil kesimpulan dapat dipahami bahwa Sekolah Islam Terpadu merupakan bagian integral dari sistem pendidikan nasional. Sejak berakhirnya kepemimpinan Soeharto, perkembangan Islam mengalami kemajuan berubah dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kaitannya dengan ruang pendidikan Islam. Lembaga pendidikan Islam yang terdiri dari pesantren (pesantren), madrasah dan sekolah umum perlahan mulai berubah. Pesantren terpadu tampaknya akan muncul sebagai solusi alternatif terhadap Islam Pelajari tentang agitasi komunitas Muslim perkotaan di perkotaan menginginkan lembaga Islam yang tampil beda. integrasi Islam Sekolah lahir sebagai jawaban atas berbagai tuntutan dan permasalahan masyarakat kali dan merupakan impian dan harapan pemerintah untuk menggabungkan kedua sekolah ini semangat menjadi kesatuan yang menggabungkan pendidikan umum dengan pendidikan Islam.
Pande Made Weda Angga, I. K. Sudarma, I. K. Suartama
Kurangnya media pembelajaran khususnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, guru maupun siswa hanya memanfaatkan buku yang disediakan oleh sekolah, oleh karna itu penelitian ini bertujuan untuk (1) membuat rancang bagun pengembangan media e-komik pendidikan untuk membentuk pendidikan karakter, (2) mengetahui validitas pengembangan media e-komik pendidikan untuk membentuk karakter. Subjek penelitian yaitu 2 ahli mata pelajaran, 1 ahli desain pembelajaran, 1 ahli media pembelajaran, 3 siswa untuk uji perorangan, dan 6 siswa untuk uji kelompok kecil. Metode dari pengumpulan data yang digunakan, yaitu: (1) kuisioner/angket, (2) wawancara (3) observasi. Rancang Bangun e-komik Pendidikan adalah meliputi 5 tahapan: tahap analisis (analysis), Tahap perancangan (design), Tahap pengembangan (development), Tahap implementasi (implementation), Tahap evaluasi (evaluation). (2) e-komik pendidikan ini valid dengan: (a) hasil review ahli isi mata pelajaran menunjukkan e-komik pendidikan berpredikat sangat tinggi (1,00). (b) hasil review ahli desain pembelajaran menunjukkan bahwa e-komik pendidikan ini mendapatkan berpredikat yaitu baik (81,66%) (c) hasil review dari ahli media pembelajaran menunjukkan e-komik pendidikan ini mendapatkan berpredikat baik (89%). (d) hasil review dari uji perorangan menunjukkan e-komik pendidikan ini mendapatkan berpredikat sangat baik (94,86%) (e) dan hasil review dari uji kelompok kecil menunjukkan e-komik pendidikan ini mendapatkan berpredikat baik (89,99%). Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa E-komik pendidikan yang mengutamakan pendidikan karakter layak untuk diterapkan diharapkan dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajar, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Manajemen sekolah dapat diartikan segala sesuatu yang berkenaan dengan pengelolaan proses pendidikan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, baik tujuan jangka pendek, menengah, maupun tujuan jangka panjang.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan, dengan meliputi: (1) Perencanaan program sekolah; (2) Pelaksanaan program sekolah dan (3) Hambatan yang dihadapinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, teknik pengumpulan data dilakukan melalui pedoman wawancara, pedoman observasi, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, pengawas dan guru pada SD Negeri Sungai Gampa 2 Kabupaten Barito Kuala. Hasil penelitiannya ditemukan: (1) Perencanaan program sekolah mencakup: program pengajaran, meliputi: kebutuhan tenaga guru pembagian tugas mengajar, pengadaan buku-buku pelajaran, alat-alat pelajaran dan alat peraga, pengadaan atau pengembangan laboratorium sekolah, pengadaan atau pengembangan perpustakaan sekolah, sistem penilaian hasil belajar, dan kegiatan kurikuler; (2) Pelaksanaan program sekolah yaitu strategi yang diterapkan untuk tercapainya peningkatan mutu pendidikan, meliputi: sosialisasi program, analisis SWOT, pemecahan masalah, peningkatan mutu, dan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program sekolah; dan (3) Hambatan dalam perencanaan program sekolah, antara lain kurangnya partisipasi masyarakat dan kesulitan ekonominya sehingga dukungan mereka terhadap manajemen sekolah ikut rendah
Masalah yang diangkat pada penelitian ini adalah: 1) Bagaimana pendidikan karakter peserta didik Gugus 01 Detukeli? 2) Bagaimana tingkat kedisiplinan peserta didik Gugus 01 Detukeli? dan 3) Bagaimana pengaruh pendidikan karakter terhadap kedisiplinan peserta didik kelas Gugus 01 Detukeli? tujuan Penelitian ini Untuk mengetahui: 1) sejauhmana Penerapan pendidikan karakter peserta didik kelas Gugus 01 Detukeli; 2) tingkat kedisiplinan peserta didik Gugus 01 Detukeli; dan, 3) adanya pengaruh pendidikan karakter terhadap kedisiplinan peserta didik Gugus 01 Detukeli. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif korelasional, yang dilaksanakan di Sekolah dasar dalam Gugus 01 Kecmatan Detukeli, yang terdiri dari SDK Magekoba, SDI Aedari, SDN Kurupoke dan SDK Gaibhabha, dengan Jumlah Guru sebanyak 30 orang yang keseluruhannya menjadi subyek penelitian ini. Data dikumpulkan melalui angket. Pengujian hipotesis menggunakan analisis Regresi Linear Sederhana dengan rumus Korelasi Product Moment Pearson. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1) rata-rata Pendidikan Karakter sebesar 114, sesuai dengan interval nilai variabel X Pendidikan Karakter, maka disimpulkan bahwa pendidikan karakter di gugus 01 Detukeli berada pada kategori cenderung Sedang. 2) rata-rata variabel kedisplinan 11, interval nilai variabel Y Pendidikan Karakter, maka dapat disimpulkan bahwa kedisplinan di gugus 01 Detukeli berada pada kategori cenderung Sedang. 3) pengaruh pendidikan karakter terhadap kedisiplinan peserta didik Gugus 01 Detukeli ditunjuk oleh koofesien korelasi (R) = 0,730 yang menyatakan bahwa indeks korelasi (r) X terhadap Y (R2) 0,532. Nilai F berada pada signifikan 0,000 < 0,05, sehingga hipotesis diterima dan disimpulkan bahwa pendidikan karakter berpengaruh secara signifikan terhadap kedisiplinan peserta didik
Krisis karakter pada bangsa Indonesia, mengancam nilai karakter bangsa yang bermartabat bagi bangsa Indonesia. Indonesia membutuhkan penanganan untuk menyelesaikan permasalahan karakter bangsa Indonesia yang telah mengalami penurunan terutama di era globalisasi ini. Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan salah satu mata pelajaran yang dalam tujuannya yaitu membentuk karakter bangsa. PKn diwajibkan untuk dipelajari dimulai dari tingkat dasar, menengah sampai dengan pergururan tinggi. Hal ini bertujuan untuk membentuk karakter bangsa Indonesia. Nilai-nilai Pancasila dibentuk berdasarkan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia dengan begitu, karakter yang seharusnya melekat pada setiap bangsa Indonesia yaitu karakter yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-harinya. Itulah mengapa PKn dipelajari dan diterapkan kepada peserta didik sejak sekolah dasar. Walaupun demikian, pendidikan karakter pada peserta didik tidak akan berhasil apabila hanya bergantung pada lembaga pendidikan saja, perlu adanya kontribusi dari lingkungan sekitarnya pula. Maka dari itu, tidak adil apabila ketidak berhasilan dalam membentuk karakter bangsa justru disalahkan hanya pada satu pihak saja.
Sekolah Dasar dengan program pendidikan inklusi menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi kepala sekolah dan guru di lembaga pendidikan. Pendidikan inklusi di sekolah dasar perlu mendapatkan perhatian lebih mengingat siswa sekolah dasar yang masih perlu perhatian intensif dari pendidik ditambah dengan kehadiran siswa berkebutuhan khusus, tentunya hal tersebut bukan mudah untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk melihat dan mendeskripsikan fenomena yang terjadi pada implementasi pendidikan inklusi di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, menganalisis adanya faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi pendidikan inklusi di sekolah dasar, sehingga didapatkan temuan bahwa guru perlu mengetahui lebih banyak mengenai faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi pendidikan inklusi di sekolah dasar negeri 13 pandeglang maka kepala sekolah, guru, dinas pendidikan dan masyarakat perlu bekerjasama dalam implementasi untuk dapat memberikan layanan yang tepat bagi siswa pada umumnya dan anak berkebutuhan khusus sebagai upaya peningkatan kualitas layanan pendidikan di sekolah dasar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah Implementasi Pendidikan Kewarganegaraan sebagai sebagai Pendidikan Karakter di Persekolahan khususnya di SDN 077 Sejahtera, Bandung. Adapun fokus penelitian pada karakter religius, semangat kebangsaan, rasa ingin tahu, tanggung jawab, bersahabat/komunikatif dan kerja keras. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskrptif analitis. Instrumen yang digunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) perencanaan implementasi pendidikan keawarganegaraan sebagai pendidikan karakter di persekolahan khususnya di SDN 077 Sejahtera telah disiapkan dalam perencanaan pembelajaran yaitu dalam silabus dan RPP berkarakter. (2) pelaksanaan implementasi pendidikan kewarganegaraan sebagai pendidikan karakter di persekolahan khususnya di SDN 077 Sejahtera yaitu guru PKn telah menerapkan dan menggunakan metode dan sumber belajar yang beragam serta mengintegrasikan berbagai karakter dalam kegiatan. (3) Evaluasi implementasi pendidikan kewarganegaraan sebagai pendidikan karakter di persekolahan khususnya di SDN 077 Sejahtera yaitu guru telah melakukan berbagai penilaian seperti tes tulis, tetapi masih kurang maksimal dalam melakukan penilaian terhadap sikap peserta didik selama proses pembelajaran. (4) Kendala implementasi pendidikan kewarganegaraan sebagai pendidikan karakter di persekolahan khususnya di SDN 077 Sejahtera adalah waktu pembelajaran dianggap sangat cepat, sehingga penilaian terhadap sikap siswa kurang optimal, dan pendidikan karakter dirumah yang kurang, sehingga pendidikan karakter di sekolah juga kurang optimal.
artikel ini menjawab pertanyaan penelitian yang terdapat dalam rumusan masalah, yaitu sebagai berikut: Umum. Bagaimana pengelolaan pembiayaan pendidikan SMP Negeri 1 Bengkulu Selatan? Khusus a. Bagaimana rencana pembiayaan sekolah rujukan SMP 1 Bengkulu Selatan? b. Dari apa sumber pembiayaan untuk Sekolah Menengah Pertama 1 Bengkulu Selatan? c. Bagaimana alokasi dana untuk SMP Negeri 1 Bengkulu Selatan? d. Bagaimana penggunaan dana untuk Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Bengkulu Selatan? e. Bagaimana pengawasan terhadap SMP 1 Bengkulu Selatan? f. Bagaimana upaya sekolah dalam memperkuat Manajemen Pembiayaan di SMP Negeri 1 Bengkulu Selatan? Metode yang digunakan adalah studi evaluatif. Secara umum pengelolaan pembiayaan pendidikan pada SMP Negeri 1 Bengkulu Selatan sudah cukup baik dan sesuai dengan standar pembiayaan pendidikan.
Kepemimpinan kepala sekolah saat ini belum bisa dikatakan sudah baik. Hal ini dapat dilihat dari kinerja yang belum optimal. Kepemimpinan kepala sekolah memegang peran penting, namun beberapa kepala sekolah tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Hal ini tentunya akan sangat memengaruhi aktivitas sekolah yang berdampak pada mutu pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Jenis penelitian menggunakan literatur rivew dengan menggunakan 6 artikel. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang memiliki perubahan mampu meningkatkan mutu pendidikan. Perubahan dengan mencari program-pgrogram inovasi, memperbaiki manajemen siswa dalam budaya sekolah, dan mendisiplikannya. Kepemimpinan kepala sekolah terbentuk dengan pembawaan sifatnya yang memberikan rasa nyaman kepada seluruh warga sekolah. Kepala sekolah yang baik mampu menumbuhkan budaya sekolah serta mendisiplinkan, menjadi seorang partner kerja, menciptakan kerja sama antarsemua warga sekolah untuk membentuk suasana lingkungan sekolah yang bersahabat dan memiliki tujuan. Dengan demikian, kepemimpinan kepala sekolah meningkatkan mutu pendidikan.