Hasil untuk "kesehatan"

Menampilkan 20 dari ~388675 hasil · dari CrossRef, DOAJ, Semantic Scholar

JSON API
DOAJ Open Access 2025
Sistem Monitoring Suhu Tubuh, Detak Jantung dan Saturasi Oksigen Berbasis Web Server

Alamsyah Alamsyah, Tan Suryani Sollu, Candra S

Sistem monitoring kesehatan seperti suhu tubuh, detak jantung, dan saturasi oksigen merupakan aspek yang sangat vital dalam mendeteksi gejala awal dari berbagai penyakit seseorang terutama dalam kondisi pasca-pandemi COVID-19. Namun, permasalahan yang muncul adalah adanya keterbatasan dalam sistem monitoring konvensional yang bersifat manual dan tidak real-time yang seringkali menghambat efisiensi dalam proses memonitoring kesehatan, khususnya di lingkungan rumah sakit, puskesmas, atau pemantauan individu di rumah. Untuk itu, tujuan penelitian ini adalah merancang dan mengembangkan sistem monitoring kesehatan yang mampu mengukur tanda-tanda vital sign secara real-time dan terintegrasi dengan web server agar data dapat diakses secara jarak jauh melalui smartphone. Penerapan metode yang digunakan dalam penelitian ini mencakup perancangan perangkat keras menggunakan sensor MLX90614 untuk suhu tubuh, sensor MAX30100 untuk denyut jantung dan saturasi oksigen, serta mikrokontroler ESP32-CAM yang memiliki konektivitas Wi-Fi dan kamera. Data yang diperoleh dari sensor dikirimkan secara otomatis ke web server berbasis protokol HTTP dan ditampilkan dalam antarmuka berbasis web yang ramah pengguna. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada integrasi sensor vital sign dengan ESP32-CAM berbasis IoT yang tidak hanya mengirimkan data biometrik secara real-time, tetapi juga memungkinkan pengawasan visual melalui kamera bawaan, yang sangat berguna untuk verifikasi pasien dalam konteks monitoring jarak jauh. Hasil pengujian sistem menunjukkan bahwa perangkat mampu membaca dan mengirimkan data dengan tingkat akurasi rata-rata suhu tubuh sebesar 99,34 %, detak jantung sebesar 87,89 %, dan saturasi oksigen sebesar 99,13%.   Kata Kunci - monitoring, suhu, detak jantung, saturasi oksigen, web server.

Information technology
CrossRef Open Access 2023
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN PETUGAS KESEHATAN TERHADAP PELAKSANAAN PROMOSI KESEHATAN DI RS. BHAYANGKARA TK. III BANJARMASIN TAHUN 2022

Fakhsiannor Fakhsiannor, Akhmad Fauzan, Netty Netty

Pelaksanaan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) di RS. Bhayangkara Tk. III Banjarmasin, Berdasarkan dari data studi pendahuluan kegiatan promosi kesehatan rumah sakit di RS. Bhayangkara Tk. III Banjarmasin tidak terlaksana secara rutin dikarenakan petugas kesehatan telah memiliki tugas dan fungsinya masing-masing diluar dari bidang Promosi Kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan tindakan petugas kesehatan terhadap pelaksanaan promosi kesehatan rumah sakit di RS. Bhayangkara Tk.  III  Banjarmasin  Tahun  2022.  Metode  penelitian  ini  merupakan  jenis  penelitian  kuantitatif  dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah populasi dan sampel sebanyak 48 responden petugas kesehatan pada bagian pendaftaran, rawat jalan (poliklinik) dan rawat inap. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, angket dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan sebagian besar responden menyatakan terlasana sebanyak 41 responden (85,4%), tidak terdapat hubungan antara pengetahuan (p-value = 0,111) dan tindakan (p-value = 0,080) dengan pelaksanaan promosi kesehatan, dan terdapat hubungan antara sikap (p-value= 0,004) dengan pelaksanaan promosi kesehatan di RS. Bhayangkara Tk. III Banjarmasin Tahun 2022. Disarankan bagi instansi untuk tetap melaksanakan promosi kesehatan rumah sakit secara rutin dengan pengetahuan yang baik dan sikap yang positif kepada pasien, keluarga pasien serta pengunjung rumah sakit.

CrossRef Open Access 2023
Kualitas Pelayanan Kesehatan dan Kepuasan Pasien Peserta Jaminan Kesehatan Nasional di Puskesmas X Kota Padang

Febry Handiny, Fitri Fitri, Syalvia Oresti

Abstrak
 Latar belakang: Kepesertaan JKN di Indonesia yang terbanyak berasal dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) (APBN) sebesar 49,10%. Pada akhir tahun 2020, jumlah kepesertaan JKN mencapai 222,4 juta jiwa, di mana terjadi penurunan dibandingkan dengan kepesertaan tahun 2019. Pada akhir tahun 2021 jumlah kepersertaan BPJS di Puskesmas X Kota Padang menurun dari 23.637 menjadi 23.053 dari 70.300 penduduk. Salah satu penyebabnya yaitu kurangnya kejelasan informasi yang disampaikan petugas administrasi pada saat melayani pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien peserta JKN di Puskesmas X Kota Padang Tahun 2022. 
 Metode: Studi cross sectional dilakukan di Puskesmas X Kota Padang pada Februari-Agustus tahun 2022. Populasi adalah pasien peserta JKN yang berkunjung ke Puskesmas X Kota Padang dengan sampel sebanyak 43 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan angket, dianalisis secara univariat dan bivariat dan di uji mengunakan uji chi-square. 
 Hasil: Dimensi mutu ditemukan berhubungan signifikan yaitu kehandalan (p=0,001), daya tanggap (p=0,001), jaminan (p=0,011), empati (p=0,001) dan bukti fisik (0,001) dengan tingkat kepuasan pasien peserta JKN. 
 Kesimpulan: Diharapkan kepada Puskesmas X dapat meningkatkan kualitas dan mutu pelayanan kesehatan dengan meningkatkan profesionalitas sumber daya manusia melalui peningkatan kemampuan manajerial dan pelatihan-pelatihan sesuai kompetensi, meningkatkan dan mengembangkan sarana dan prasarana dalam mencapai pelayanan prima
 Quality of Health Services and Patient Satisfaction Participating in the National Health Insurance at the X Health Center in Padang City
 Abstract
 Background: The most NHI (National Health Insurance) participation in Indonesia came from the non-contributory modality (PBI) from a state budget (APBN) segment of 49.10%. At the end of 2020, the number of HNI participants reached 222.4 million people, which was a decrease compared to the participation in 2019. At the end of 2021, the number of Social Security Agency of health (BPJS) participation in the X Public Health Center, Padang decreased from 23,637 to 23,053 from 70,300 residents, one of the reasons was the lack of clarity of information submitted by administrative officers when serving patients. The purpose of this study was to determine the relationship between the quality of health services and the satisfaction of HNI participants at the X Public Health Center in Padang, West Sumatera.
 Methods: A cross sectional study was conducted at the X Health Center of Padang during February to August 2022. The population was the NHI participants who visited the X  Health Center with a sample of 43 respondents. The sampling technique used  purposive sampling. Data were collected through questionnaires, analyzed univariately and bivariately and tested using chi-square tests.
 Results: The quality dimensions were found to be significantly related, namely reliability (p=0.001), responsiveness (p=0.001), assurance (p=0.011), empathy (p=0.001) and physical evidence (0.001) with the level of satisfaction of JKN participant patients.
 Conclusion: It is hoped that Puskesmas X can improve quality of health services by increasing the professionalism of human resources through increasing managerial capabilities and training according to competence, improving and developing facilities and infrastructure in achieving excellent service.

DOAJ Open Access 2023
The acceptance and commitment therapy (ACT) reduce stress in patients with type 2 diabetes mellitus

Nobel Bistara Difran, Susanti Susanti, Pranata Satriya et al.

Background/Aim: Diabetes mellitus patients may be more vulnerable to stress due to the requirement for lifestyle changes and blood sugar management. Stress occurs when people sense a mismatch between their available resources and the expectations put on them, especially when the expectations are believed to be excessive in comparison to the preceding circumstance. The purpose of this study was to look at the effectiveness of the acceptance and commitment therapy (ACT) as a stress-reduction intervention in patients with type 2 diabetes mellitus (T2DM) by enhancing their psychological well-being. Methods: A total of 40 people were allocated to either the intervention or control groups at random. The intervention group got counselling on the pillars of diabetes control, followed by a stress level pre-test. Following that, the ACT intervention was carried out. After completing the post-test, the control group got the same intervention. The ACT module and a questionnaire to evaluate stress levels in T2DM patients were used in this study. Results: Following the ACT session, the measuring findings for stress levels in the intervention group showed a reduction. Both the intervention and control groups saw stress reduction; however, the intervention group had a greater reduction. Conclusions: The ACT intervention reduced stress levels in the intervention group. ACT appeared as the variable having the largest effect on lowering stress levels after taking into account variables such as duration of suffering, education, sex and age-related to T2DM.

CrossRef Open Access 2022
UPAYA PERLINDUNGAN PETUGAS KESEHATAN MELALUI PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN COVID-19 DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN PROVINSI JAMBI

Muhamad Fajar Maulidi Tanjung, Robiana Modjo, Rosinta Uli et al.

Indonesia pernah menjadikan kasus COVID-19 aktif dan tingkat kematiannya tertinggi dibandingkan rata-rata kasus global dan pernah menjadikan kasus COVID-19 tertinggi di Asia Tenggara pada akhir februari 2021. Sebuah studi menjelaskan bahwa lebih dari setengah petugas kesehatan mengalami kasus positif COVID-19, salah satu sumber pajanannya adalah di tempat kerja. Petugas kesehatan merupakan garda terakhir dalam menangani pandemi untuk mengurangi angka keparahan dan kematian dari kasus ini. Sehingga pemerintah mengeluarkan pedoman protokol kesehatan yang merupakan tindakan untuk melindungi pertugas kesehatan melalui Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020. Tujuan studi ini untuk menggambarkan penerapan protokol kesehatan pada fasilitas kesehatan Provinsi Jambi dalam menangani pandemi COVID-19 ini. Desain studi ini adalah cross-sectional pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan secara online dan offline. Pelaksanaan studi ini adalah bulan maret hingga agustus 2021, di 6 fasilitas pelayanan kesehatan (4 rumah sakit dan 2 puskesmas).  Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan protokol kesehatan didominasi kategori “cukup”, 2 fasilitas pelayanan kesehatan berkategori “baik” dan 1 fasilitas pelayanan kesehatan berkategori “sangat Baik”. Komponen penilaian kategori rumah sakit yang terendah adalah sumberdaya manusia, manajemen pasien, komunikasi risiko & keterlibatan masyarakat, dan surge capasity, koordinasi & komponen kesehatan kerja, kesehatan mental & dukungan psikososial. Komponen penilaian kategori Puskesmas yang terendah adalah komponen administrasi, keuangan dan kebelangsungan bisnis, manajemen pasien dan kesehatan kerja, kesehatan mental dan dukungan psikososial. Dari hasil penelitian tersebut bahwa masih perlunya perbaikan dan peningkatan penerapan protokol kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan tersebut dalam upaya perlindungan petugas kesehatan.

DOAJ Open Access 2022
Determinants of the Use of Traditional Contraceptive Methods in Indonesia (2017 IDHS Data Analysis)

Henny Fatmawati, Evi Martha

The 2017 IDHS shows that modern family planning tools/methods tend to decrease while traditional family planning methods increase. This study aimed to determine the factors associated with using conventional contraceptives in Indonesia. This study uses secondary data from the 2017 IDHS. The sample size is 11,542 women of childbearing age 15-49 years. The dependent variable in this study was the use of traditional contraceptives. In contrast, the independent variables consisted of age, education level, mother's occupation, economic status, area of residence, number of children, desire to have children, the decision to use contraception, knowledge of family planning tools/methods, knowledge of fertile periods, visits by field officers, sources of information from the mass media, and ownership of health insurance. The analysis results show that women of childbearing age who are <20 years old or >35 years old, have a higher education level, and live in urban areas tend to use traditional contraceptive methods. Furthermore, women of childbearing age with good knowledge about family planning methods and their fertile period also tend to use traditional contraceptive methods. In addition, the husband's decision to use contraception and not to accept visits by field workers also influences women of childbearing age to use traditional contraceptive methods. The sources of information from the mass media and the use of conventional contraceptives were not different. BKKBN, through Family Planning Field Officers (PLKB), needs to socialize the family planning program so that it can motivate people to switch to modern contraceptive methods, especially long-term contraceptive methods.

Public aspects of medicine
DOAJ Open Access 2022
Hubungan Lama Kerja dan Pelatihan dengan Ketepatan Waktu Tanggap Penanganan Pasien Di IGD RSHB Batam

Revi Yulia

Response time adalah waktu yang dibutuhkan pasien untuk mendapat pertolongan yang sesuai dengan penyakit mendesak sejak memasuki ruang gawat darurat. Ini memiliki standar yang harus dilakukan≤ 5 menit. Banyak faktor yang berhubungan dengan waktu tanggap penanganan pasien di IGD. Diantaranya ada Lama kerja yang menggambarkan pengalaman seseorang dalam menguasai bidang tugasnya. Pada umumnya, petugas dengan pengalaman kerja yang banyak tidak memerlukan bimbingan dibandingkan dengan petugas yang pengalaman kerjanya sedikit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lama kerja dan pelatihan dengan ketepatan waktu respon pasien di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Harapan Bunda Batam. Metodologi yang digunakan adalah observasional analitik, desain lintas bagian. Teknik pengambilan sampel penelitian yaitu total sampling dengan total sebanyak 20 perawat ri ruang Instalasi gawat darurat . Penelitian dilakukan pada tanggal 09-11 Oktober 2017. Teknik analisis data menggunakan test fisher Hasil penelitian diperoleh dari 20 orang perawat yang bekerja di kegawatdaruratan ruang RS Harapan Bunda, dengan mayoritas pekerjaan baru sebanyak 13 perawat (65,0%) , oleh mayoritas perawat tidak ada yang melatih 12 perawat (60,0%) dan sebagian besar waktu respon tepat sebanyak 12 perawat (60,0%). Didapatkan nilai p yaitu lama kerja (0,015) dan pelatihan (0,05) dengan α 0,05. Artinya ada kerja panjang dan latihan bersama ketangkasan merespon. Agar meningkatkan  kualitas  dan  mutu pelayanan   yang   cepat,   dan   mampu menyelamatkan   pasien   gawat   darurat dengan memberikan  perawat  IGD.

Medicine (General)
DOAJ Open Access 2022
WORKPLACE DEVIANT BEHAVIOUR OF HEALTHCARE WORKERS IN ISLAMIC HOSPITAL

Budiman Budiman, Septi Ardianty, Indah Wigati et al.

Workplace Deviant Behavior has a negative impact on the accomplishment of organizational goals, creates social and economic losses, as well as interferes with a person's safety at work. This study aimed to determine whether Islamic personality and workplace spirituality had any direct effects on work-deviant behavior. Workplace spirituality was also put to the test as a mediator at the same time. Islamic personality was assessed using the Ummatic Personality Inventory (UPI), workplace spirituality was assessed using the Spirituality of Work Scale (SWS), and workplace deviant behavior was assessed using the Workplace Deviant Behavior Inventory (WDB). Confirmatory factor analysis (CFA) and structural equation modeling (SEM) were used to analyze data from N = 311 healthcare professionals working in an Islamic hospital in Palembang, South Sumatera, Indonesia. Workplace spirituality, according to the study's findings, acted as a mediator between Islamic personality and deviant behavior at work, having a negative indirect influence. In conclusion, workplace spirituality and Islamic personality were the most significant influences on deviant behavior. In addition, coaching programs to improve collaboration and group cohesiveness among healthcare professionals should be implemented, as well as corrective teamwork training, to guarantee high productivity.

Islam, Psychology
DOAJ Open Access 2022
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN TENTANG PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DENGAN RUMAH POSITIF JENTIK WARGA RT. 003 RW.002 KEL. TEBING KEC. TEBING KABUPATEN KARIMUN

Kholilah Samosir, siti rizkaramdhaniartie, Iwan Iskandar et al.

The Incidence Rate of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in Karimun Regency was 92.6 per 100,000 population. Tebing sub-district is the sub-district with the highest number of dengue fever cases, as many as 108 cases, 28 cases of which are in the Tebing sub-district. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge, attitudes and actions of residents about dengue disease with larva positive homes in the RT. 003 RW. 002 in Tebing Village, Karimun Regency in 2021. This research was an analytical study with a cross-sectional approach. The number of samples as many as 98 respondents. There was 32 respondents (32.7%) had good knowledge, there were 50 respondents (51%) had a good attitude, and 19 respondents (19.4%) had good actions against dengue disease. Houses with positive dengue mosquito larvae as many as 23 (23.5%). There was no relationship between knowledge and larvae positive house (Pvalue 0.959 > 0.05) and attitude with larva positive house (P value 0.336 > 0.05). However, the action against DHF was associated with positive larvae (Pvalue 0.000 < 0.05). People should do 3M Plus activities more often and keep their houses clean regularly, not store used goods that have the potential to breed mosquitoes, and sprinkle abate powder.

Other systems of medicine
DOAJ Open Access 2022
Aplikasi Jurnal Harian Covid-19 untuk Pemantauan Isolasi Mandiri (PISOM)

Mutiara Anggun, Margaretha Amanda, Tri Ahmad Sandi et al.

Penyakit Coronavirus 2019 (Covid-19) merupakan penyakit infeksi virus SARS-CoV-2 yang mempengaruhi sistem pernapasan pada tubuh manusia dan dapat menular. Kasus Covid-19 di Indonesia semakin meningkat dari waktu ke waktu sehingga membutuhkan perhatian secara khusus. Pada kasus pasien yang terkonfirmasi “Tanpa Gejala” dan “Gejala Ringan” maka pasien tersebut harus melakukan isolasi mandiri di rumah. Pasien yang melakukan isolasi mandiri tersebut harus dipantau oleh petugas kesehatan melalui telepon. Hal ini menimbulkan masalah baru dikarenakan jumlah petugas yang terbatas untuk melakukan pemantauan pada pasien. Dari permasalahan tersebut, penulis membuat penelitian yang menghasilkan sebuah aplikasi Jurnal Harian Pasien Covid-19 untuk Pemantauan Isolasi mandiri (PISOM)”. Adapun tujuan dari aplikasi ini adalah untuk membantu petugas kesehatan dalam memantau pasien yang melakukan isolasi mandiri di rumah dan diharapkan data yang dihasilkan dapat dijadikan bahan penelitian lebih lanjut oleh pihak-pihak terkait. Aplikasi ini berbasis sistem operasi Android pada pasien dan web pada petugas kesehatan sehingga dapat mempermudah para pengguna dalam pengoperasian dan dapat diakses di manapun dan kapanpun. Dengan adanya aplikasi ini diharapkan dapat mempermudah dan membantu pasien dalam menjalani isolasi mandiri dan petugas kesehatan yang melakukan pemantuan.   Abstract Coronavirus disease 2019 (Covid-19) is an infectious disease, caused by the SARS-CoV-2 virus which affects the respiratory system in the human body and can result in death. Hundreds of millions of cases have been reported in different countries and regions. Since March 2020 the Indonesian government has declared Covid-19 a national disaster. "Asymptomatic" and "mild" Covid-19 patients are required to self-isolate at home and monitored by health workers by telephone. Due to the limited number of health workers and facilities and infrastructure. The author made a study that aims to assist health workers in monitoring Covid-19 patients who are self-isolating at home. By using the waterfall method, an application "Covid-19 Patient Daily Journal Application for Self-Isolation Monitoring (PISOM)" was produced. This application is tested with Usability Testing using the System Usability Scale (SUS) method, assessment result for this application is at Grade B, in this case the PISOM application can be used as a supporting tool to help health workers monitor Covid-19 patients who are self-isolating at home.

Technology, Information technology
S2 Open Access 2021
Prenatal Yoga Untuk Kondisi Kesehatan Ibu Hamil

K. D. Adnyani

In essence, pregnancy is a natural nature that must be carried out by women which at the same time can be a threat to the safety of their souls. So that this is not a serious threat, pregnancy needs treatment with good help. One of the activities that pregnant women can do is doing prenatal yoga activities. Yoga is a form of mind body practice that originated in India. Yoga is a science that explains the link between physical, mental, and spiritual humans to achieve overall health. Prenatal yoga (yoga for pregnancy) is a modification of classical yoga which has been adapted to the physical condition of pregnant women which is done with a more gentle and slow intensity. The principles of prenatal yoga are the principles of prenatal yoga, namely breathing with full awareness. Prenatal yoga practice can help improve the health of pregnant women. Posture and breathing exercises have a relaxing effect and help reduce physical stress. There are several techniques that can be done in prenatal yoga, namely calming or centering the mind, pranayama, warming up and implementing asanas for pregnant women.

15 sitasi en Medicine
S2 Open Access 2021
Penggunaan Media Sosial selama Pandemi Covid-19 dalam Promosi Kesehatan di Rumah Sakit Kabupaten Tangerang

Luthfia Vionita, Diansanto Prayoga

Latar belakang: Indonesia dan dunia saat ini sedang dilanda pandemi COVID-19 yang mana merupakan penyakit menular akut. Namun, dibalik pandemi COVID-19 komunikasi dan informasi berkembang sangat pesat yang membuat perubahan dalam kehidupan manusia dan berpengaruh pada intervensi kesehatan yang melibatkan masyarakat umum dalam meningkatkan derajat kesehatan dengan mempengaruhi perilaku masyarakat tersebut. Oleh karena itu, bagian dari promosi kesehatan dapat dimasukkan dalam pemasaran sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari penggunaan media sosial selama pandemi COVID-19 dalam promosi kesehatan di Rumah Sakit Kabupaten Tangerang.Metode: Penelitian ini menggunakan metode deksriptif kuantitatif dengan sampel yaitu seluruh rumah sakit yang berada di Kabupaten Tangerang yaitu dengan jumlah 20 rumah sakit. Data penelitian merupakan data sekunder yang diperoleh dari hasil pencarian menggunakan bantuan internet/search engine pada tiap media sosial (Website, E-mail, Facebook, Twitter, Instagram, Tiktok, dan Spotify).Hasil: Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tipe rumah sakit di kabupaten Tangerang sebagian besar yaitu tipe C dengan persentase sebesar 80% (16 rumah sakit). Penggunaan media sosial sebagai fasilitas dalam promosi kesehatan di rumah sakit yang tersebar di kabupaten Tangerang paling banyak menggunakan Website, Intagram, E-mail, serta Fanspage Facebook. RS St. Carolus Summarecon Serpong memiliki postingan terbanyak di media sosial Instagram dan postingan tersebut terkait dengan promosi kesehatan selama pandemi COVID-19. Adanya strategi promosi kesehatan dengan giveaway membuat media Instgram RS Mitra Keluarga Gading Serpong memiliki jumlah like postingan sebanyak 16.884 dan 1.890 comment.Simpulan: Selama pandemi COVID-19 penggunaan platform media sosial dapat berpotensi dalam promosi kesehatan dimana Website dan Instagram merupakan media sosial yang paling banyak digunakan oleh rumah sakit yang berada di Kabupaten Tangerang dimana 16 pengguna Website dan 14 pengguna Instagram dengan 80% (16 rumah sakit) bertipe C. Strategi promosi kesehatan dengan giveaway dapat menarik minat masyarakat serta konten yang menarik dapat meningkatkan jumlah likes, comments, shares, dan views.Kata kunci: media sosial; promosi kesehatan; pandemi COVID-19 ABSTRACTTitle: Social Media Used For Health Promotion When COVID-19 Pandemic At The Tangerang District HostpitalBackground: Indonesia and the world are currently being hit by the COVID-19 pandemic, which is an infectious disease. However, the COVID-19 communication and information pandemic is developing very rapidly which makes changes in human life and affects health interventions that involve the general public in increasing health status by influencing the behavior of these people. Therefore, part of the promotion can be included in social marketing. This study aims to study the use of social media during the COVID-19 pandemic in health promotion at Tangerang District Hospital.Method: This study used a quantitative descriptive method with a sample of all hospitals in Tangerang Regency, with a total of 20 hospitals. Research data is secondary data obtained from search results using the help of internet / search engines on each social media (website, e-mail, Facebook, Twitter, Instagram, TikTok, and spotify).Result: The results of this study indicate that the type of hospital in Tangerang district is mostly type C with a percentage of 80% (16 hospitals). The use of social media as a facility in health promotion in hospitals in Tangerang district mostly uses Website, Intagram, E-mail, and Facebook Fanspage. RS St. Carolus Summarecon Serpong has the most posts on social media Instagram and these posts are related to health promotion during the COVID-19 pandemic. With a health promotion strategy with a giveaway, the Mitra Keluarga Gading Serpong Hospital Media Instgram has 16,884 likes and 1890 comments.Conclusion: During the COVID-19 pandemic the use of social media platforms has the potential for health promotion where Website and Instagram are the most widely used social media by hospitals in Tangerang Regency where 16 Website users and 14 Instagram users with 80% (16 hospitals) are type C Health promotion strategy with giveaway can attract public interest and interesting content can increase the number of likes, comments, shares, and views.Keywords: social media; health promotion; COVID-19 pandemic

10 sitasi en
S2 Open Access 2021
Kefir dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

I. W. R. Aryanta

Pola hidup dan pola makan yang kurang baik, paparan polutan, perubahan iklim, dan stres dapat mengganggu keseimbangan mikroflora dalam saluran pencernaan mengakibatkan terjadinya dominasi mikroba yang kurang menguntungkan. Kefir sebagai minuman susu terfermentasi dengan biji kefir sebagai kultur starter yang mengandung probiotik (bakteri asam laktat dan khamir yang menguntungkan) mampu memberikan kes eimbangan mikroflora dalam usus. Kajian pustaka ini bertujuan untuk mengetahui kandungan probiotik dan zat gizi dalam kefir serta manfaatnya bagi kesehatan. Probiotik yang mendominir kefir adalah bakteri asam laktat dari genus Lactobacilli (L. kefir, L. casei, L. paracasei, L. acidophilus, L. brevis, L. plantarum, L. fermentum, L. rhamnosus), dis usul oleh Lactococcus lactis subsp.lactis dan L. subsp. cremoris. Khamir yang terkandung dalam kefir adalah Candida kefir, Kluyveromyces lactis, dan Saccharomyces cerevisiae. Kefir kaya dengan protein dengan asam-as am amino yang esensial, vitamin (vitamin A, B1, B2, B5, B6, B7, B9, B12, C, dan Vitamin K), dan mineral (kalium, kalsium, fosfor, magnesium, zat besi, seng, tembaga dan mangan. Manfaat kefir bagi kesehatan adalah: meningkatkan kekebalan tubuh, mengatasi penyakit infeksi, mengontrol kadar gula darah, menurunkan kadar kolesterol jahat, menurunkan risiko penyakit jantung, meningkatkan kesehatan tulang dan menurunkan risiko osteoporosis, mencegah kerusakan gigi, mencegah dan menurunkan risiko kanker, membantu detoksifikasi racun, memperbaiki proses pencernaan serta mengatasi sembelit dan diare, mengatasi penyakit intoleransi laktosa, membantu penurunan berat badan, mengontrol inflamasi, dan meningkatkan kesehatan kulit dan rambut.

10 sitasi en
S2 Open Access 2021
Kesehatan Digital dan Disrupsi Digital pada Layanan Kesehatan di Rumah Sakit

Sidhi Laksono

Kesehatan digital mengubah penyediaan layanan kesehatan di seluruh dunia untuk memenuhi tantangan yang terus berkembang akibat bertambahnya populasi yang menua dengan berbagai kondisi kronis. Transformasi digital dan inovasi disruptif menggambarkan reorientasi komprehensif industri termasuk model bisnisnya karena datangnya zaman teknologi digital yang berupa digitalisasi produk, layanan, dan proses. Adapun produk kesehatan digital dapat berupa kesehatan elektronik (eHealth), kesehatan seluler (mHealth), teknologi informasi kesehatan, telekesehatan atau telekonsultasi (telehealth/telemedicine). Semua produk digital tersebut, jika tidak bisa diaplikasikan dalam waktu sekarang dan mendatang akan menyebabkan disrupsi digital dalam layanan kesehatan tradisional di RS. Artikel ini akan membahas secara singkat mengenai kesehatan digital dan disrupsi digital pada layanan kesehatan di RS.

10 sitasi en
S2 Open Access 2021
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PERAN ORANG TUA DALAM MENJAGA KESEHATAN GIGI DAN MULUT SISWA KELAS I

Lilis Banowati, Supriatin Supriatin, Parid Apriadi

Penyebab timbulnya masalah gigi dan mulut pada masyarakat salah satunya adalah faktor perilaku atau sikap mengabaikan kebersihan gigi dan mulut. Hal tersebut dilandasi oleh kurangnya pengetahuan akan pentingnya perawatan gigi dan mulut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peran orang tua dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut siswa kelas 1. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasy Expriment) dengan rancangan penelitan One Group Pretest-Postest.Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua siswa kelas 1 dengan jumlah sebanyak 44 orang. Penentuan sampelnya dengan menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner disebarkan melalui aplikasi sosial online ke responden dan dianalisis secara statistika menggunakan uji univariat dan bivariat (uji t test).Berdasarkan hasil penelitian tentang peran orang tua dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut  siswa kelas 1 di MI Salafiyatul Huda 2 Larangan Selatan Kota Cirebon sebelum diberi pendidikan kesehatan pada kondisi awal (pretest) didapatkan nilai rata-rata peran orang tua 23,48 (SD=2.162), dan setelah dilakukan pemberian pendidikan kesehatan didapatkan nilai rata-rata 26,14 (SD=1.863). Dengan p value 0,000<0,05, artinya ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peran orang tua dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut siswa anak kelas 1 di MI Salafiyatul Huda 2 Larangan Selatan Kota Cirebon Tahun 2020. Penyuluhan menjaga kesehatan gigi dan mulut anak dapat direkomendasikan sebagai salah satu tindakan alternatif untuk membantu orang tua dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut anak mereka.Kata Kunci: Pendidikan kesehatan, perawatan gigi dan mulut.  AbstractOne of the causes of dental and mouth problems in the society is the behavioral factor or attitude to ignore the dental and mouth hygiene. This is based on the lack of knowledge of the importance of dental and mouth care. This study aims to determine the effect of providing dental and mouth care. This type of research is a quasi-experimental with One Group pretest-posttest design. The population in this study were the parents of grade 1 students with a total of 44 people. Determination of the sample using total sampling. The data was collected use the questionare that spread through applications online social to respondents and statistically analyzed by using the univariate and bivariate test (t-test). Based on the results of this study, the role of the parent from 1st grade students in MI Salafiyatul Huda 2 Larangan Selatan Cirebon City before being given health education in the initial conditions (pre-test), obtained an average value of the role of parents 23,48 (SD =2,162), and after the implementation of the provision of health education obtained an average value of 26,14 (SD = 1,863). With p value 0,000<0,05. This means that there is an effect of health education on the role of parents in maintaining oral health for grade 1 students at MI Salafiyatul Huda 2 Larangan Selatan, Cirebon City in 2020. Counseling on maintaining children's dental and oral health can be recommended as an alternative action to assist parents in maintaining their child's dental and oral health.Keywords: Health education, Dental and mouth care

10 sitasi en
S2 Open Access 2021
Determinan Ability To Pay dan Willingness To Pay Iuran Peserta Mandiri BPJS Kesehatan di Kecamatan Takabonerate (Studi Kasus di Kabupaten Kepulauan Selayar)

Andi Hildayanti, A. Batara, M. Alwi

Program BPJS Kesehatan dapat menjadi jaminan kesehatan yang tepat bagi pekerja yang berpenghasilan tidak tetap agar dapat merasakan pelayanan kesehatan yang cukup memadai dan dapat mengurangi risiko masyarakat menanggung biaya kesehatan dari kantong mereka sendiri out of pocket dalam jumlah yang sangat besar dan sulit diprediksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi ability to pay dan willingness to pay iuran BPJS Kesehatan pada peserta mandiri di Kecamatan Takabonerate. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang merupakan peserta mandiri BPJS Kesehatan. Pengambilan sampel menggunakan tehnik simple random sampling yaitu pengambilan sampel secara acak/random. Sampel penelitian sebanyak 72 responden. Penelitian ini menemukan bahwa kemampuan membayar (ability to pay) iuran BPJS Kesehatan sebesar 68,1% yang sanggup mengeluarkan pembayaran iuran BPJS Kesehatan. Dan reponden yang mempunyai kemauan membayar (willingness to pay) sebesar 66,7% responden yang mau mengeluarkan pembayaran iuran BPJS Kesehatan. Faktor yang paling dominan mempengaruhi kemampuan membayar (ability to pay) dan kemauan membayar (willingness to pay) iuran BPJS Kesehatan pada peserta mandiri di Kecamatan Takabonerate yaitu faktor persepsi mutu pelayanan kesehatan.

CrossRef Open Access 2021
KAJIAN LITERATURE : PENGUNAAN TELEHEALTH PROGRAM DALAM PELAYANAN KESEHATAN REHABILITATIF

Evanny Indah Manurung

Pendahuluan : Kemajuan teknologi dalam bidang kesehatan menjadi salah satu faktor dalam memenuhi kesehatan yang optimal, terutama di tempat yang menyediakan pelayanan kesehatan, misalnya, rumah sakit, klinik, puskesmas, dan home care. Penggunaan teknologi dalam membantu pelayanan kesehatan yaitu, penggunaan teknologi untuk telehealth.. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk melihat pengaruh penggunaan telehealth dalam pelayanan kesehatan. Metode yang digunakan, yaitu metode kepustakaan atau literature review. Hasil yang didapatkan ada 10 artikel, yang menyebutkan penggunaan telehealth ini sangat efektif dalam meningkatkan pelayanan kesehatan, terutama untuk klien dengan tempat tinggal yang jaraknya jauh dari pusat pelayanan kesehatan. Kesimpulan : Penggunaan telehealth ini tidak hanya berguna untuk klien saja, tetapi juga untuk pemberi layanan kesehatan itu sendiri, yaitu, menambah tingkat pengetahuan para tenaga medis dan memperbaharui informasi untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang akan mereka berikan. Saran: Penggunaan telehealth dalam bidang keperawatan dapat meningkatkan asuhan keperawatan yang lebih optimal, terutama dikeperawatan Indonesia. Sebagai perawat komunitas misalnya, dalam memberikan asuhan keperawatan promosi kesehatan, metode telehealth sangat efektif.

1 sitasi en
S2 Open Access 2020
Peran Agama dalam Membentuk Kesehatan Mental Remaja

Yasipin Yasipin, Silvia Rianti, Nur Hidaya

Abstract: Religion Role for The Health of Teenager mental. The purpose of writing to describe and find out how to improve the character of the nation based on Evidence Based. This research is a library research that uses written material taken from several literatures, in the process of searching literature used several databases such as Pubmed, NCBI, Google scholar and sciencedirect. Conclusion 1). Mental health can affect the condition of one's mind, feelings and mood 2). As a result of mental health disorders cause a person to be ineffective 3). Mental health problems can be overcome by religious therapy 4). Dhikr can make someone relax. 5). The higher the understanding of one's religion, the more healthy the mental condition.

29 sitasi en Psychology
S2 Open Access 2020
Jurnal Sains dan Kesehatan

Pengaruh Penambahan, Bonggol Nanas, Pada Susu et al.

The present study utilizes pineapple weevil waste with the aim of testing the durability and flavor of the formulation between pineapple weevil milk bean. Pineapple cob which is one of the abundant waste in Indonesia and has not been used optimally turns out to have nutritional content and bromelain compounds that have many benefits for health, not only that pineapple hump is also useful for preventing cancer and sinusitis. The combination of pineapple green beans in milk making is one of the efforts to improve nutrition in it. In general, this study aims to determine the durability of shelf life and the taste of pineapple green bean hump milk. This research consisted of two methods, namely an experiment to test the storability of milk and a survey with 23 respondents for milk taste.

25 sitasi en

Halaman 16 dari 19434