Peran Teknologi dalam Pendidikan di Era Globalisasi
Sudarsri Lestari
The aim of the government in organizing education is to educate the life of the nation. Intelligence is needed by everyone to face the times that have entered the era of globalization.Education in the global era can be interpreted as the integration of national education into world education. In the era of globalization, the progress of the nation is largely determined by the use of science and technology. Technology that is developing now has entered the digital era, where all fields have utilized technology to facilitate work, including in the field of education. Educational technology is a system that is used to support learning so that desired results are achieved. The role of technology in education is implemented in the use of learning media,administrative tools, and lerning resources. The positive impact of technology implementation in education is more efficient in terms of time, cost, logistics and other institutional problems, while the negative impact is that technology can change social life.
422 sitasi
en
Political Science
Ilmu Pendidikan: Konsep, Teori Dan Aplikasinya
R. Hidayat, Abdillah
PENTINGNYA PENDIDIKAN BAGI MANUSIA
Yayan Alpian, Sri Wulan Anggraeni, Unika Wiharti
et al.
Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah bertujuan untuk mensosialisasikan, memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai pentingnya pendidikan bagi manusia serta memberikan motivasi kepada warga masyarakat di Desa Mulyasejati Kecamatan Ciampel Kabupaten Karawang. Pengabdian Pada Masyarakat ini merupakan wahana bagi Program Studi PGSD untuk mengabdikan keilmuannya. Khalayak sasaran Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah Para warga sekitar Desa Mulyasejati Kecamatan Ciampel Kabupaten Karawang yang merupakan warga yang bermatapencaharian sebagai petani, buruh, dan juga ibu rumah tangga dan anak-anak usia Sekolah Dasar yang berjumlah 45 orang dari yang direncanakan 80 orang. Metode kegiatan ini adalah penyuluhan dan sosialisasi yang dikemas dalam bentuk workshop selama 1 hari mengenai penyampaian materi hakikat manusia, hakekat manusia dan kebutuhan akan pendidikan, pengertian pendidikan. Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa workshop ini didukung oleh beberapa faktor yang memberikan banyak kontribusi atas keberhasilan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat. Pelaksanaan dilakukan dengan workshop, menggunakan metode ceramah yaitu dengan teknik presentasi, dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab sebagai bentuk kegiatan workshop. Hasil pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat menunjukkan tingkat pemahaman peserta pengabdian kepada masyarakat mengenai pentingnya pendidikan, peserta lebih tersadarkan akan pentingnya pendidikan dan memiliki motivasi tinggi untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kata Kunci: Pendidiakn, Manusia
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN BERORIENTASI PENDIDIKAN KARAKTER
Putu Darma Wisada, I. K. Sudarma, Adr. I Wayan Ilia Yuda S
Pembelajaran pada abad ke-21 ini, selalu dituntut untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, agar mampu menghadirkan suasana kelas yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Tapi sampai saat ini proses pembelajaran masih sangat jarang menerapkan teknologi dalam pembelajaran, sehingga proses pembelajaran yang digunakan adalah pembelajaran konvensional yang menyebabkan kurangnya minat belajar siswa dan rendahnya hasil pencapaian belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan rancang bangun video pembelajaran berorientasi pendidikan karakter, (2) menguji validitas video pembelajaran berorientasi pendidikan karakter, (3) mengetahui efektivitas pengembangan video pembelajaran berorientasi pendidikan karakter. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini, yaitu: (1) rancang bangun video pembelajaran menggunakan model pengembangan ADDIE, yaitu analysis, design, development, implementation, evaluation, (2) Pengembangan video pembelajaran ini valid berdasarkan penilaian ahli isi mata pelajaran 98,3% predikat sangat baik, ahli desain pembelajaran 93,3% predikat sangat baik, ahli media pembelajaran 96,5% predikat sangat baik, uji coba perorangan 94,53% predikat sangat baik, uji coba kelompok kecil 92,32% predikat sangat baik, uji coba lapangan 91% predikat sangat baik, (3) Efektivitas pengembangan menunjukkan, video pembelajaran berorientasi pendidikan karakter efektif meningkatkan hasil belajar Simulasi Digital (thitung = 17,900 > ttabel = 2,000 pada taraf signifikansi 5%). Kata kunci: Pengembangan, Video Pembelajaran, Pendidikan Karakter
Pendidikan Karakter: Kajian Teori dan Praktik di Sekolah
Dharma Kesuma, Cepi Triatna, Johar Permana
The Effectiveness of Using Animated Videos in Learning Mathematics to Improve Student Learning Outcomes in Elementary Schools: A Systematic Literature Review
Ranti Ayu Kartika, Berta Apriza, Darwanto
Students’ low interest in learning mathematics and their difficulties in understanding abstract concepts remain significant challenges in elementary education. This study aims to analyze the effectiveness of animated videos as a medium for mathematics instruction by employing a Systematic Literature Review (SLR) method. Data were gathered through a structured search of relevant peer-reviewed articles published within the last five years, applying specific inclusion criteria to ensure the quality and relevance of the selected sources. The SLR process was carried out systematically, involving stages of identification, screening, data extraction, and thematic analysis. The findings reveal that animated videos facilitate the delivery of mathematical content in a visual and interactive manner, which enhances students’ conceptual understanding, fosters learning motivation, and improves learning outcomes. This medium proves especially effective in supporting meaningful learning of complex and abstract mathematical topics. The study highlights the importance of content quality, curriculum alignment, and the use of contextually appropriate instructional strategies in maximizing the benefits of animated media. It is concluded that animated videos represent a promising tool for enriching mathematics instruction in elementary classrooms. The study suggests that educators design creative and well-structured animations and encourages future research to further explore technical and pedagogical factors influencing the success of animation-based learning approaches.
Kurikulum Merdeka dalam Perspektif Pemikiran Pendidikan Paulo Freire
Madhakomala, Layli Aisyah, Fathiyah Nur Rizqiqa Rizqiqa
et al.
Education itself has the essence of fulfilling the basic needs of human life and becoming a human means to carry out the life of the world in the context of the process of maintaining the necessities of life. Education aims in order to survive as a crystallization of values that are embodied in both the dimensions of psychological, sociological, social and cultural values. Studying an educational science must be related to ontological, epistemological, and axiological. The article aims to present a discussion on the study of educational thinking according to Paulo Freire and its implementation in the independent learning curriculum so that readers can get much more knowledge improvement that can be implemented also in their respective education where independent learning will be intensified by the Minister of Education as a new curriculum that begins practiced in the world of education in Indonesia. The presence of the Independent Learning curriculum, which is currently still in the experimental stage, has similarities with the educational concept proposed by Paulo that education must feel freedom both from freedom of thought and to voice opinions. The independent learning curriculum gives freedom to students in their learning activities, students are free to express their opinions, conduct discussions both with students and with the teacher. This activity is the same as that carried out by Paulo Freire in liberation education, students free themselves to express their opinions
Systematic Literature Review: Efektivitas Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Pada Pembelajaran Matematika
Sisca Afsari, Islamiani Safitri, Siti Khadijah Harahap
et al.
Pendidikan Matematika Realistik (PMR) merupakan suatu pendekatan pendidikan matematika yang diadopsi dari Realistic Mathematics Education (RME) yang telah dikembangkan di Netherland sejak tahun 1970. PMR cenderung memberikan penjelasan terkait dengan hal yang realistis, sehingga peserta didik dengan mudah mencerna pembelajaran yang disampaikan oleh pendidik. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian literatur terkait dengan efektivitas pendidikan matematika realistik (PMR) pada pembelajaran matematika. Metode penelitian yang dipilih dalam penelitian ini ialah metode SLR (Systematic Literature Review). Pengumpulan data dilakukan dengan mendokumentasi dan mereview semua artikel terkait pendidikan matematika dalam kurun waktu 2010 – 2020. Artikel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 30 artikel jurnal nasional dan internasional terakreditasi yang diperoleh dari Google Schoolar, Research Gate, SINTA, DOAJ, dan Scopus. Berdasarkan penelitian ini didapatkan bahwa Pendidikan Matematika Realistik (PMR) mampu meningkatkan hasil belajar serta dapat meningkatkan banyak kemampuan matematika peserta didik. Mulai dari kemampuan intuisi, kemampuan pemecahan masalah matematis, kemampuan koneksi dan komunikasi peserta didik.
Peran Teknologi Pendidikan dalam Perspektif Merdeka Belajar di Era 4.0
Aan Widiyono, Izzah Millati
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran teknologi pendidikan dalam perspektif merdeka belajar di era 4.0. Implementasi penelitian ini tentang bagaimana guru memahami konsep merdeka belajar dalam menerapkan teknologi pendidikan sebagai dasar pembelajaran di era 4.0. Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa menyusul pencapaian Indonesia di bawah standar dalam penilaian pendidikan global, PISA. Metode penelitian menggunakan teknik analisis deskriptif dengan kajian kepustakaan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa teknologi pendidikan sangat berperan dalam program merdeka belajar di era 4.0 dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Kondisi ini dapat dilihat dari implementasi kebijakan pokok merdeka belajar yang memberikan kebebasan berinovasi dan kebebasan belajar secara mandiri pada sekolah, guru, dan peserta didik.
Analisis Problema Pembelajaran Daring Terhadap Pendidikan Karakter Peserta Didik
Harri Jumarto Suriadi, F. Firman, Riska Ahmad
Pendidikan karakter merupakan perwujudan dalam mencapai generasi yang cerdas dan mampu memiliki akhlak dan kepribadian yang berguna bagi bangsa Indonesia. Suksesnya pendidikan dilihat dari seberapa besar karakter mereka ketika bisa menyeimbangkan kognitif, afektif dan psikomotornya untuk menjadi manusia yang sempurna. Pada tahun 2020 telah terjadi pandemi Covid – 19 yang menyebabkan semuanya berubah pembelajaran yang dilaksanakan disekolah berubah sesuai dengan aturan pemerintah dilaksanakan dirumah dengan daring atau belajar dengan jarak jauh. Penelitian yang dilakukan sekarang ialah deskriptif kualitatif dengan studi literatur yang berusaha memberikan gambaran solusi permasalahan pembelajaran daring terhadap pendidikan karakter peserta didik di sekolah menengah pertama. Naskah ini menampilkan problema pembelajaran daring, dampak pembelajaran daring terhadap pendidikan karakter peserta didik, solusi dan pemecahan masalah. Penelitian ini memakai studi pustaka / studi literatur, dengan mengkaji dari beberapa hasil penelitian, artikel, ebook dan studi kasus yang terjadi dilapangan.
Pendekatan Pendidikan Multikultural
Sipuan Sipuan, Idi Warsah, Alfauzan Amin
et al.
This study shows that multicultural education is something that is indispensable in dealing with conflicts in the era of the industrial revolution 4.0 which comes from ethnic, cultural, ethnic and religious diversity. Multicultural education (multicultural education) is a response to the development of diversity in the school population, as well as demands for equal rights for each group. To implement this, the role of educators is very necessary because they can help instill life values so that they can form characters that reflect the nation's identity. This can be implied in schools through (1) building an inclusive diversity paradigm in the school environment, (2) respecting language diversity in schools, (3) building gender sensitive attitudes in schools, (4) building critical understanding and empathy for injustice and social differences. , (5) build an attitude of anti-ethnic discrimination, (6) respect differences in abilities, and (7) respect age differences. What must continue to be developed is multicultural education as a field of study so that when there is a global revolution this multicultural approach will remain relevant.Studi ini menunjukkan bahwa pendidikan multikultural merupakan sesuatu hal yang sangat diperlukan dalam mengahdapi konflik di era revolusi industri 4.0 yang berasal dari keragaman etnis, budaya, suku dan keagamaan. Pendidikan multikultural (multikultural education) merupakan respon terhadap perkembangan keragaman populasi sekolah, sebagaimana tuntutan persamaan hak bagi setiap kelompok. Untuk mengimplementasikan hal tersebut peran tenaga pendidik sangat diperlukan karena dapat membantu menanamkan nilai-nilai kehidupan sehingga dapat membentuk karaketer yang mencerminkan identitas bangsa. Hal ini dapat diimplikasikan di sekolah melalui (1) membangun paradigma keberagaman inklusif di lingkungan sekolah, (2) menghargai keragaman bahasa di sekolah, (3) membangun sikap sensitif gender di sekolah, (4) membangun pemahaman kritis dan empati terhadap ketidakadilan serta perbedaan sosial, (5) membangun sikap antidiskriminasi etnis, (6) menghargai perbedaan kemampuan, dan (7) menghargai perbedaan umur. Hal yang harus terus dikembangkan adalah pendidikan +multikultural sebagai bidang kajian sehingga ketika terjadi revolusi global pendekatan multikultural ini akan tetap relevan.
Merdeka Belajar Kampus Merdeka terhadap Perubahan Paradigma Pembelajaran pada Pendidikan Tinggi: Sebuah Tinjauan Literatur
E. Simatupang, Indrawati Yuhertiana
Abstrak Merdeka Belajar-Kampus Merdeka adalah kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang bertujuan mendorong mahasiswa agar menguasai berbagai keilmuan untuk memasuki dunia kerja. Kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka sesuai dengan Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur review yang memungkinkan dapat memberikan penelitian lainnya yang diperoleh dari bahan acuan untuk dijadikan landasan kegiatan penelitian terhadap perubahan paradigma pembelajaran pada pendidikan tinggi. Data yang diambil dalam penelitian ini melalui pencarian dari beberapa artikel-artikel yang terkait dengan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang bertujuan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran dalam program studi lain pada perguruan tinggi yang berbeda dengan proses pembelajaran yang melalui media tatap muka mapun secara jaringan (daring). Tujuan penelitian ini sesuai dalam PERMENDIKBUD No. 3 Tahun 2020 tentang standar nasional pendidikan tinggi. Program ini untuk mendorong mahasiswa agar bisa menguasai beragam kompetensi dan program ini diharapkan agar mahasiswa mampu meningkatkan kompetensi lulusan baik softskill maupun hardskill untuk siap dengan kebutuhan zaman dan menyiapkan lulusan yang unggul, bermoral dan beretika.
Penerapan Pendidikan Indonesia Di Era Revolusi Industri 4.0
Jesika Dwi Putriani
Filsafat Pendidikan Ki Hajar Dewantara dan Perkembangan Pendidikan di Indonesia
M. Tarigan, Alvindi Alvindi, Arya Wiranda
et al.
Dasar pendidikan adalah cita-cita kemanusiaan yang universal sehingga dalam pemecahan masalah-masalah pendidikan yang komplek dibutuhkannya filsafah-filsafah agar solusi pemecahan masalah tersebut dapat dirasakan manfaatnya bagi semua kalangan. Salah satu tokoh yang memiliki filsafah kuat tentang pendidikan adalah Ki Hadjar Dewantara. Beliau adalah seorang bangsawan dari lingkungan Kraton Yogyakarta yang memiliki tingkat kepedulian yang tinggi dengan lingkungan pendidikan. Gagasan filosofis yang disapaikan oleh Ki Hajar Dewantara telah menjadi pondasi bagi pendidikan di Indonesia. Menurut Ki Hadjar Dewantara, hakikat pendidikan adalah usaha memasukkan nilai-nilai budaya ke dalam diri anak, sehingga membentuknya menjadi manusia yang utuh baik jiwa dan rohaninya. Filsafat pendidikan ini dikenal dengan filsafat pendidikan among yang di dalamnya merupakan kemampuan dasar anak dalam mengatasi masalah yang mereka alami dengan memberikan kebebasan berpikir yang luas. Dalam perumusan filsafatnya, Ki Hadjar Dewantara menggunakan kebudayaan asli Indonesia sedangkan nilai-nilai dari Barat diambil secara selektif adaptatif sesuai dengan teori trikon. Beberapa kontribusi yang diberikan Ki Hadjar Dewantara bagi pendidikan Indonesia adalah penerapan trilogi kepemimpinan dalam pendidikan, tri pusat pendidikan dan sistem paguron. Pendidikan merupakan salah satu upaya dalam mengembangkan potensi-potensi manusiawi peserta didik baik potensi fisik maupun potensi cipta, rasa, dan karsanya agar suatu potensi dapat menjadi nyata dan berfungsi bagi kehidupnya.
TUAN GURU HAJI MUHAMMAD NAJMUDDIN MAKMUN: KONTRIBUSI DAN PEMIKIRANNYA DALAM PENDIDIKAN DI LOMBOK TENGAH 1943-1970 M
Basarudin, Suparman Jayadi
Just like in Java there is Kiai, in Sunda there is ajengan, in Sumatra there is buya, in Aceh there is teungku, in Madura there is bindara, and in the Nusa Tenggara region there is Tuan Guru Besar, abbreviated as TGB. He has contributions and thoughts in the educational aspect to guide the elderly and children. This article aims to find out the contributions and thoughts of TGH Muhammad Najmuddin Makmun. This research uses historical research methods which have four stages, namely, heuristics, criticism, interpretation and historiography. In this research, the results can be obtained that, TGH Muhammad Najmuddin Makmun was a scholar who was born in 1920 M and had studied in Mecca for several years with teachers there. In terms of his leadership, he is wise, charismatic, simple and does not differentiate between the social strata of society and the students he teaches, prioritizing equality. TGH Muhammad Najmuddin Makmun educational thought is to improve and increase the existence of Islamic teachings, by referring to the teachings of monotheism education so that it can be used as a process of formation or guidance based on the Islamic religion, so that students are able to carry out their humanitarian duties as well as possible and adhere firmly to strong faith and intentions. In his contribution, he put it into educating the community, both children and the elderly. Through thoriqot establishments to educate the elderly, as well as Islamic boarding schools to educate children.
Validation Instruments for Local Culture-Based Learning Media
Dek Ngurah Laba Laksana
A tool for evaluating the media's quality is necessary for it to be an effective learning medium. Thus, the creation of educational media is essential, particularly those that are rooted in the local way of life. The aim of this research is to generate validation instruments for learning media products based on design and media aspects, particularly for culturally based learning media, that exhibit both validity and reliability. The 3D research and development model (define, design, develop) is used in this study. Three specialists who act as instrument validators make up the data sources. A questionnaire in the form of an assessment sheet for media and instructional design tools is used as part of the data gathering method. Tests for reliability and validity are two types of data analysis approaches. A descriptive analysis is then performed on the gathered data. The research yielded 15 statements that will serve as expert design evaluation instruments and 10 statements that will serve as expert instructional media assessment instruments. Expert assessments show that the assessment tools for instructional media and design are applicable for application. Furthermore, both instruments have strong empirical validity. It is anticipated that the findings of this study will advance knowledge, particularly in the area of developing tools for evaluating specialists in media and instructional design.
Pendidikan Karakter Bagi Generasi Z
Pendidikan Karakter, Bagi Generasi, Z. Andra
et al.
To influence the teaching and learning process, either through media, visual aids, learning resources, or other means, technological advances are currently increasingly sophisticated. The professional role of school principals and teachers in preparing Generation Z students is greatly affected by this. This research method uses rivew literature. Sources for this research were obtained from journal articles, books, and other documentation that explained theory and knowledge. The results of this study need character education for Generation Z due to the lack of mature characters.
Hubungan Teori Belajar dan Teknologi Pendidikan
Valentino Reykliv Mokalu, Johanes Kornelius Panjaitan, N. I. Boiliu
et al.
Perkembangan revolusi industri mengakibatkan banyak gebrakan baru bagi dunia, sehingga dampak dari revolusi itu sendiri memengaruhi dunia pendidikan. Hadirnya teknologi merupakan elemen dari era revolusi industri yang semakin berkembang dan tidak dapat lagi dihentikan, hadirnya teknologi dalam dunia pendidikan memberi wajah baru dari proses pembelajaran yang ada dalam kurikulum dan perangkat pembelajaran yang ada, sehingga para pelaku pendidikan berlomba-lomba dan berusaha menciptakan siklus pembelajaran bersifat kolaboratif antara teori belajar dengan teknologi berbasis pendidikan.Tujuan penulisan artikel ini, membahas menganai hubungan antara teori belajar dengan teknologi pendidikan, yang dianalis secara bertahap dari teori belajar beheviorisme, kognitivisme, konstruktivime dan humanisme. Kesimpulannya adalah teori belajar dan teknologi pendidikan memiliki korelasi dalam pengaplikasian pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan muridnya. Teori belajar dan teknologi pendidikan adalah satu-kesatuan yang diperlukan dalam siklus pembelajaran, sehingga atmosfer dari para peserta didik tetap berfokus pada pembelajaran yang diajarkan oleh guru.
Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini Dalam Perspektif Islam
U. Kalsum, Arsy, Rubi’ah Salsabilah
et al.
The aim of this research is to find out and analyze the basic concepts of Early Childhood Education. The research method used is descriptive qualitative. The results of this research state that early childhood education is a form of education that focuses on laying the foundation for growth and development of physical, intelligence, socio-emotional, language, communication, in accordance with the stages of development that early childhood goes through. Early childhood education is very important because early childhood will determine the character of students throughout their educational journey correctly and appropriately. Childhood education really determines overall success in the future, including the implementation of learning in preschool which will help children face the real world. In childhood, this is the initial foundation for educating children.
Dampak Pendidikan Multikultural Pada Madrasah Ibtidaiyah Di Indonesia
Muqarramah, Sulaiman Kurdi, Dampak Pendidikan Multikultural
et al.
This study delves into implementing multicultural education within Madrasah Ibtidaiyah in Indonesia, employing a library research approach and descriptive analysis methods. The study investigates the influence of multicultural education on curriculum development, challenges, opportunities, and its impact on fostering tolerance and understanding among students. Through an extensive academic literature review, the study unveils multifaceted opportunities, including enhanced cultural understanding, promotion of tolerance, enriched educational experiences, and preparation for global citizenship. However, it also uncovers challenges such as resistance to change, resource constraints, and the need for continuous adaptation. The findings underscore the importance of embracing diversity and fostering inclusive learning environments within religious-based schooling. Overall, this study highlights the potential benefits of multicultural education in Madrasah Ibtidaiyah, emphasizing its role in nurturing culturally competent and globally-aware individuals.