PENDIDIKAN DAN TANTANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0
Syamsuar Syamsuar, Reflianto Reflianto
Paper bertujuan memaparkan pendidikan dan tantangan pembelajaran berbasis teknologi informasi di Era Revoulusi Industri 4.0 dan kesiapan indoensia menjawab tantangan pendidikan era revolusi industri 4.0 dalam membangun system pembelajaran berbasis teknologi informasi. Di Indonesia kesiapan menghadapi tantangan pendidikan era revolusi industri 4.0 adalah segera meningkatkan kemampuan dan keterampilan sumberdaya manusia Indonesia melalu pendidikan dengan melahirkan operator dan analis handal bidang manajemen pendidikan sebagai pendorong kemajuan pendidikan berbasis teknologi informasi di Indonesia menjawab tantangan Industri 4.0 yang terus melaju pesat. Kebijakan manajemen pendidikan di Indonesia saat ini mendorong seluruh level pendidikan, terutama pendidikan tinggi untuk memanfaatkan kemajuan teknologi digital dan komputasi pendidikan era revolusi industry keempat. Beberapa solusi yang bisa dilakukan antara lain, kesesuaian kurikulum dan kebijakan dalam pendidikan, kesiapan SDM dalam memanfaatkan ICT, mengoptimalkan kemampuan peserta didik, dan mengembangkan nilai - nilai (karakter) peserta didik, serta dan kesiapan sarana dan prasarana pembelajaran berbasis digital. Key words: Pendidikan, Pembelajaran Bervasis Teknologi Informasi, Revolusi Industri 4.0
Pendidikan Karakter pada Pembelajaran Daring
Pendidikan Karakter, pada Pembelajaran Daring, I. Santika
Pendidikan karakter adalah upaya mewujudkan generasi bangsa yang cerdas dan baik (smart and good citizenship) atau memiliki ahlak mulia dan berkepribadian Indonesia. Keberhasilan pendidikan karakter mengisyaratkan pembelajaran tidak serta merta dilihat dari pesepektif ranah kognitif saja melainkan bagaimana keseimbangan ranah kognitif, afektif, dan psikomotor yang muaranya adalah mewujudkan manusia seutuhnya. Kondisi pandemi Covid-19 saat ini menjadi tantangan bagi dunia pendidikan khususnya pendidikan formal dalam upaya pendidikan karakter bangsa. Pembelajaran dominan tidak dilakukan dengan tatap muka, sehingga menjadi tantangan guru dalam proses pendidikan karakter tersebut. Disisi lain akan memberikan kesempatan bagai peserta didik dalam mengaktualisasikan nilai-nilai karakter di masyarakat dalam upaya keikutsertaan pencegahan dan penanggulangan Covid-19. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan studi literatur yang berusaha memberikan solusi bagaimana pendidikan karakter dilakukan ketika pembelajaran masih berlangsung dengan metode daring pada sekolah menengah pertama. Strategi yang ditawarkan adalah strategi pendidikan karakter multiplle intelligences berbasis portofolio..
Perkembangan Pendidikan Indonesia di Masa Pandemi Covid-19
Irinna Aulia Nafrin, H. Hudaidah
Pada masa pandemi Covid-19 pendidikan dilakukan secara daring atau online dari rumah masing-masing untuk mencegah dan menghindari penyebaran virus Covid-19. Oleh karena itu artikel ini bertujuan menjelaskan perkembangan pendidikan Indonesia di masa pandemi Covid-19 dan memberikan solusi yang tepat untuk pembelajaran daring. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan yang diperoleh dari dokumen, artikel, maupun berita yang berkaitan dengan pembelajaran daring selama Covid-19. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif yaitu metode penelitian yang berusaha mengungkap fakta kejadian yang ditulis dalam pernyataan-pernyataan yang berasal dari sumber data yang diteliti. Hasil penelitian ini adalah menjelaskan bagaimana proses dan permasalahan yang ada selama pembelajaran daring. Selain itu memberikan beberapa masukan yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di pembelajaran daring selama pandemi Covid-19. Pembelajaran yang dilakukan secara daring menjadi salah satu solusi dalam menjalankan pendidikan Indonesia dimasa pandemi Covid-19 ini sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan baik untuk mencapai tujuan pembelajaran sebenarnya.
Penguatan pendidikan karakter melalui profil pelajar pancasila bagi guru di sekolah dasar
S. Sulastri, Syahril Syahril, Nelfia Adi
et al.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh kurang optimalnyapenguatan pendidikan karakter melalui profil pelajar pancasila bagi guru di lapangan. Adapun tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk; 1) memperkuat karakter serta kompetensi, 2) berpartisipasi aktif dalam merencanakan pembelajaran aktif dan berkelanjutan, 3) mengembangkan keterampilam, sikap dan pengetahuan, 4) memecahkan permasalahan dalam berbagai situasi pembelajaran, 5) bertanggung jawab dan peduli terhadap situasi sekitar dan 6) menghargai pembelajaran sehingga mempu mencapai tujuan pendidikan. Berdasarkan pelatihan yang telah dilakukan di SDN 11 Gadut, kegiatan pengabdian ini mendapatkan respon yang positif dari para guru yang mengikuti kegiatan tersebut. Hal ini terlihat dari tingginya antusiasdari para guru pada saatmengikuti kegiatan pelatihan ini. Hal utama yang dilakukan pada saat pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah guru-guru yang menjadi peserta pelatihan diminta untuk mengidentifikasikansuatu permasalahaterkait pendidikan karakter melalui profil pelajar pancasila. Kemudian guru-guru diberikan pemahaman tentang materi-materi dan permasalahan yang berhungan dengan penguatan pendidikan karakter. Sebagai umpan balik dari kegiatan ini, pihak Koordinator Pendidikan dan guru sekolah dasar mengatakan bahwa mereka bersedia menjadi sekolah binaan untuk berbagai kegiatan demi peningkatan kualitas pendidikandi sekolah mereka. Harapannya dari pihak Koordinator Pendidikan Kecamatan Tilatang Kamang dan guru-guru yang ada di Sekolah Dasar, prestasi sekolah mereka dapat terus meningkat dengan adanya kerjasama yang dibangun dengan pihak Universitas Negeri Padang.
Dampak Kecerdasan Buatan Bagi Pendidikan
Daniel H. F. Manongga, Untung Rahardja, Irwan Sembiring
et al.
Kecerdasan buatan adalah suatu sistem yang dikembangkan dan mampu berinovasi dalam bidang studi yang dimodelkan baik pada mesin maupun komputer yang dapat memiliki kecerdasan yang sama atau bahkan lebih seperti manusia, yang ditandai dengan kemampuan beradaptasi, pengambilan keputusan, kognitif, dan belajar. Metode penelitian ini bertujuan untuk menilai AI dalam pendidikan. Secara khusus, ini menyelidiki beberapa aspek pendidikan, termasuk manajemen, pengajaran, dan pembelajaran, untuk memastikan bagaimana AI berdampak pada pendidikan. Menggunakan metode pendekatan retrospektif yang terdiri dari pengumpulan data dan bahan sekunder, atau penelitian yang dilakukan. Tujuan dari proyek ini adalah agar beberapa komponen pendidikan diperiksa untuk menentukan bagaimana penggunaan AI berdampak pada aspek-aspek ini. Berkontribusi untuk memajukan penelitian dan pengembangan gunakan informasi, teori, dan data empiris untuk mendemonstrasikan dan mendiskusikan berbagai pendekatan untuk pendidikan yang berdampak pada AI, misalnya H-Index. Analisis ini juga mengidentifikasi masalah utama lainnya dan bagaimana AI mempengaruhi standar pekerjaan guru dan mendorong kejujuran akademik. Solusi AI menganalisis data pembelajaran dengan lebih baik dan memungkinkan siswa menyesuaikan pendidikan setiap pelajar agar sesuai dengan kebutuhan unik mereka. Menurut temuan penelitian gabungan, Pendidikan Berbasis Web Cerdas memperhitungkan berbagai faktor seperti pengetahuan dan keterampilan pelajar, pembelajaran, kemampuan kompatibilitas dan mengembangkan platform untuk meningkatkan pendidikan dan pengalaman belajar. Temuan penting lainnya dari berbagai sumber adalah karena sumber pendidikan sekarang dapat diakses melalui Internet, dengan menggunakan platform instruktur melakukan tugas administratif tertentu. Misalnya, melihat atau mengevaluasi siswa bekerja lebih efisien dan efektif tentu akan menghasilkan metode pengajaran yang lebih tinggi dan berkualitas.
Preliminary study: Needs analysis of PjBL-based e-modules based on students' critical and creative thinking profiles on the human reproductive system
Sri Wulandari, Surti Kurniasih, Indarini Dwi Pursitasari
et al.
This study aims to conduct a needs analysis in the development of electronic modules based on project-based learning with a focus on human reproductive system material. The research method used in descriptive qualitative research involving interviews, observations, written tests and questionnaires as data collection instruments. Teaching materials developed in the form of interactive e-modules that can contain text, images, and learning videos, as an independent learning effort that is systematically arranged. The results of the needs analysis of 108 students in class XI IPA obtained 91% of handbooks used by students are not sufficient learning resources. According to 94% of students have difficulty understanding human reproductive system material, 91% of students need other learning resources that can be understood independently. The results of the analysis of the critical thinking skills test profile obtained an average score of 39,8% in the low category and creative thinking obtained an average score of 39,1 in the low category of 108 students in class XI IPA. These results indicate the need to develop teaching materials in the form of interactive e-modules of human reproductive system based on project-based learning to improve critical thinking skilss and creative thinking skills.
Biology (General), Education (General)
Resiliensi Masyarakat Desa Teluk Rumbia Dalam Menghadapi Bencana Banjir
Eva Febria, Ibnu Phonna Nurdin, Khairulyadi Khairulyadi
et al.
Abstrak
Resiliensi merupakan kemampuan individu, komunitas, atau kelompok dalam beradaptasi terhadap guncangan atau bencana, menyesuaikan diri, serta bangkit kembali setelah mengalami dampak tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat ketahanan masyarakat Desa Teluk Rumbia, Kabupaten Aceh Singkil terhadap bencana banjir yang kerap terjadi. Penelitian ini menggunakan teori resiliensi yang dikemukakan Susan L. Cutter, menekankan pentingnya interaksi antara kapasitas sosial, ekonomi, dan fisik dalam menentukan kemampuan komunitas menghadapi bencana. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Teluk Rumbia telah mengembangkan berbagai strategi adaptasi seperti : Membangun rumah panggung, memanfaatkan transportasi air saat banjir, serta mengandalkan pengetahuan lokal dalam membaca tanda-tanda alam. Strategi adaptasi tersebut tidak terlepas dari ikatan solidaritas sosial yang melekat sesama warga Desa. Ikatan solidaritas sosial yang terjalin pada masyarakat Desa Teluk Rumbia didasarkan pada ikatan kekerabatan, keterikatan adat dan budaya, serta senasib sepenanggungan dalam kehidupan.
Abstract
Resilience is the ability of individuals, communities, or groups to adapt to shocks or disasters, adjust, and bounce back after experiencing their impact. This research aims to determine the level of resilience of the community in Teluk Rumbia Village, Aceh Singkil Regency, to the frequent flood disasters. This research utilizes the resilience theory proposed by Susan L. Cutter, emphasizing the importance of the interaction between social, economic, and physical capacities in determining a community's ability to cope with disasters. This research uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques including observation, documentation, and in-depth interviews. The research results show that the community of Teluk Rumbia Village has developed various adaptation strategies such as: building stilt houses, utilizing water transportation during floods, and relying on local knowledge to read natural signs. This adaptation strategy is inseparable from the strong social solidarity among the village residents. The social solidarity bonds that exist in the Teluk Rumbia village community are based on kinship ties, attachment to customs and culture, and shared experiences in life.
Political science, Social sciences (General)
Peran Manajemen Kepemimpinan dalam Pengelolaan Lembaga Pendidikan Islam
Yuli Supriani, Rahman Tanjung, Annisa Mayasari
et al.
Penelitian ini menjelaskan tentang kajian terhadap peran manajemen kepemimpinan dalam pengelolaan lembaga pendidikan islam. Metode yang digunakan dalam kajian ini menggunakan metode atau pendekatan kepustakaan (library research), bahwa studi pustaka atau kepustakaan dapat diartikan sebagai serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemimpin pada hakikatnya adalah seorang yang mempunyai kemampuan untuk memepengaruhi perilaku orang lain di dalam kerjanya dengan menggunakan kekuasaan, dalam kegiatannya bahwa pemimpin memiliki kekuasaan untuk mengerahkan dan mempengaruhi bawahannya sehubungan dengan tugas-tugas yang harus dilaksanakan. Manajemen kepemimpinan atau leader lembaga pendidikan Islam adalah harus mempunyai jiwa kepemimpinan yang baik sehingga tercermin suasana yang baik, dalam pengelolaan lembaga pendidikan Islam. Baik tidaknya satu lembaga pendidikan sangat bergantung pada manajemen tipe kepemimpinan sebagai pemimpin tertinggi dalam suatu lembaga, dalam manajemen kepemimpin harus mempunyai suatu komponen yang tepat dalam mengelola sehingga menghasilkan suatu kinerja yang tepat dan bijaksana.
INTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR
Sauda Bukoting
Education is citizenship, one of the themes that is the leading sector in developing student character. Character education is also an important aspect of student development in elementary schools. One of the subjects that has great potential to integrate character education is civics education. This approach combines an understanding of rights and obligations as citizens with positive and ethical character building. This study aims to integrate character education to develop attitudes and character in elementary school students using a qualitative approach. Then the method used is the literature study method. Where the author collects data from reference articles and journals available on trusted websites. In fact, citizenship education lessons have not been successful enough to carry out this role properly because the processes that occur in educational learning are only activated in achievement, affective or attitude management is ignored. To overcome this, it is necessary to examine modifications in educational learning, one of which is by integrating the concept of character into its development so that it is better able to develop and shape the character of elementary school students. ABSTRAKPendidikan adalah kewarganegaraan, salah satu tema yang menjadi sektor unggulan dalam pengembangan karakter siswa. Pendidikan karakter juga merupakan aspek penting dalam pengembangan siswa di sekolah dasar. Salah satu mata pelajaran yang memiliki potensi besar untuk mengintegrasikan pendidikan karakter adalah pendidikan kewarganegaraan. Pendekatan ini menggabungkan pemahaman tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara dengan pembentukan karakter yang positif dan beretika. Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan pendidikan karakter untuk mengembangkan sikap dan karakter pada siswa sekolah dasar dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Kemudian untuk metode yang dilakukan yaitu dengan metode studi literatur. Dimana penulis mengumpulkan data dari rujukan artikel dan jurnal yang tersedia di website terpercaya. Pada kenyataannya, pelajaran pendidikan kewarganegaraan belum cukup berhasil untuk menjalankan peran ini dengan baik karena proses yang terjadi dalam pembelajaran pendidikan hanya diaktifkan dalam prestasi, manajemen afektif atau sikap diabaikan. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu mengkaji modifikasi dalam pembelajaran pendidikan pendidikan, salah satunya dengan mengintegrasikan konsep karakter ke dalam pengembangannya agar lebih mampu mengembangkan dan membentuk karakter siswa sekolah dasar.
Tranformasi Pendidikan Di Era Digital
Sindi Septia Hasnida, Ridho Adrian, Nico Aditia Siagian
Digital transformation has changed the paradigm in the world of education, having a significant impact on learning and teaching methods. This article discusses key aspects of this transformation, such as greater information accessibility, the development of 21st century skills, digital literacy, and various forms of online, distance, personalized and lifelong learning. Digital assessments have also become an important element in measuring student progress. This transformation not only brings opportunities, but also challenges that require collaboration, innovation and interesting learning experiences. The importance of understanding the implications of digital transformation in the world of education is emphasized to face rapid technological changes. The research method used is library research which comes from books and journals, so that the truth can be verified. Technological advances will bring many changes, information will arrive very quickly, learning will be easy to do, making interaction easier.
Pendidikan Karakter dalam Dunia Pendidikan
Sukatin Sukatin, Siti Munawwaroh, E. Emilia
et al.
Character formation is needed not only at school but also at home, in the social environment. The current program no longer targets young people attending early childhood education, but also adults. It is very important to maintain the life of this nation. The competition imagined what would unfold in the following years. Of course it will be a burden for us and our parents at this time. Children have to compete with their peers from various countries around the world. Even those of us who are still working in the future feel the same way. To demand quality human resources in the next millennium, good character is definitely needed. However, character is the main goal of an individual.
Urgensi Pendidikan Nilai di Era Globalisasi
Di era global saat ini posisi pendidikan nilai menjadi sebuah hal yang sangat sentral karena posisinya yang sangat dibutuhkan agar mampu memberikan makna setiap subjek materi untuk mengantarkan bangsa Indonesia menuju peradaban Bangsa yang maju. Tujuan artikel ini adalah untuk menyusun konsep pentingnya pendidikan nilai yang perlu diketahui oleh para pendidik dalam menghadapi kondisi kemajuan teknologi secara global. Penelitian ini menggunakan konsep library research untuk urgensi pentingnya pendidikan nilai. Hasil penyusunan secara konseptual menunjukan bahwa menunjukan bahwa pemanfaatan teknologi perlu diimbangi dengan pendidikan nilai agar nilai-nilai dan kepribadian bangsa Indonesia tetap utuh dan terjaga. Apabila penanaman nilai dalam pendidikan saat ini tidak dikuatkan maka bukan tidak mungkin Bangsa Indonesia sedikit demi sedikit akan kehilangan jati dirinya dan tidak dapat mempertahankan identitas Bangsanya karena mudah terpengaruh oleh kebudayaan asing yang mendunia. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemajuan teknologi perlu diperkuat oleh pendidikan nilai sebagai filternya sehingga siswa mampu kritis dalam penalaran dan pertimbangan moral dan mampu memilih nilai yang baik dan benar berdasarkan pada landasan, Agama, etika, moral dan norma yang berlaku di Indonesia.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat untuk Pengelolaan Air Secara Berkelanjutan di Desa Pucangan Kabupaten Sukoharjo
Alif Noor Anna, Dewi Novita Sari, Munawar Cholil
et al.
This community service aims to increase community knowledge in sustainable water management in Pucangan Village, Kartasura District, Sukoharjo Regency. The service activities are carried out through workshops and Focus Group Discussion (FGD) methods targeting PKK mothers (family welfare development). Pre-tests and post-tests with questionnaires were carried out to measure the level of understanding of PKK mothers in managing water. The results of this community service show that there has been an increase in community knowledge about sustainable shallow groundwater management by an average of 8.8%, which consists of measuring water quality, management, and processing of groundwater.
Primary School Teachers’ Perceptions of Critical Literacy in EFL Classrooms
Raden Aulia Utami Hidayat, Sri Setyaarini, Gin Gin Gustine
et al.
Critical literacy has become an essential approach in education, yet research on its perception and implementation at the primary school level, particularly in EFL contexts, still needs to be completed. This study examines primary school teachers' perceptions of critical literacy in English as a Foreign Language (EFL) classroom in West Java. Using a mixed-methods approach, data were collected from 50 primary school teachers through structured surveys and open-ended questionnaires. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics, while qualitative responses were analyzed thematically. Findings indicate a limited understanding of critical literacy, although teachers are strongly willing to incorporate it into their teaching. Key challenges include inadequate professional development, insufficient resources, and rigid curriculum constraints, emphasizing the need for targeted training to enhance students' learning experiences. Limitations include the small sample size and focus on one region. Future research should explore broader contexts and the longitudinal impacts of critical literacy practices. However, it is still expected that the study could give primary school teachers insight into critical literacy as one of the approaches in education.
Special aspects of education
Effects of short-term high-intensity exercise on oxidative stress and antioxidant levels in healthy young males
Slamet Raharjo, Mustika Fitri, Mahmud Yunus
et al.
Background and Study Aim. High-intensity interval training (HIIT) has become a popular exercise choice for people who have limited time but aim to maximize their workout results. This study aims to compare the impacts of high-intensity running interval training (HIRIT) and high-intensity progressive resistance training (HIPRT) on oxidative stress biomarkers and antioxidant levels in healthy young males.
Material and Methods. The study included 30 healthy male adolescents aged 20–23 years who participated in HIRIT and HIPRT interventions over a four-week period. Data were collected by measuring levels of Malondialdehyde (MDA) and Superoxide Dismutase (SOD) as biomarkers of oxidative stress and antioxidants. These measurements were obtained before and after the intervention using Colorimetric Assay Kits. Data analysis was performed using paired sample t-tests and independent sample t-tests with a significance level set at 5%.
Results. The results showed a significant decrease in MDA levels in both high-intensity training interventions. However, SOD levels increased significantly only in the high-intensity running interval training group (p ≤ 0.05). Additionally, comparisons between groups revealed a reduction in MDA levels and an increase in SOD levels (p ≤ 0.05).
Conclusions. These findings suggest that both high-intensity running interval training and high-intensity progressive resistance training, conducted over a four-week period, are effective in reducing oxidative stress. Additionally, both types of training increase antioxidant levels in healthy young men. However, high-intensity running interval training proved to be more effective in reducing MDA levels and increasing SOD levels.
Special aspects of education, Sports
Contributions of Public Primary School Teachers Socio-Demographic Variables to Child Abuse Reporting Practices in Nigeria
Chidubem Deborah Adamu
The study analyzed the contributions of public primary school teachers’ socio-demographic variables to child abuse reporting practices in Alimosho Local Government Area of Lagos State, Nigeria. These were to examine the contributions of the socio-demographic variables of public primary school teachers to child abuse reporting practices and determine the type of association existing between teachers’ socio-demographic characteristics and child abuse reporting practices in the study area. This research is quantitative and utilizes a cross-sectional research design. The population for the study was all the 1,105 public primary school teachers in Alimosho, Local Government Area of Lagos State, Nigeria. The study sample consisted of 314 public primary school teachers in the study area, using a multi-stage sampling technique in four stages. Data collection techniques using questionnaires. The data collected was analyzed using descriptive and inferential statistical analysis. Results showed that the mean age of respondents was 35.89 ± 7.95 years; 72(24.8%) of the respondents were primary five teachers; males were 51.7%; 50% of the respondents were Christians; 49.7% of the respondents had 5-9 years of teaching experience. Also, results showed that religion (X2 = 0.47, p = 0.007), years of teaching experience (X2 = 13.38; p = 0.001), and level of qualification (X2 = 11.21, p = 0.02) varied significantly with respondents’ child reporting practices while respondents age (X2 = 6.99, p = 0.13), gender (X2 = 0.001, p = 0.97), and primary school teachers’ class (X2 = 15.59, p = 0.79) were not significant to child abuse reporting practices.
Education, Social Sciences
Rational emotive behavioral education model to reduce aggressive behavior in adolescents
Isti Widya Khairunnisa, Feida Noor Laila Isti'adah, Gian Sugiana Sugara
Aggressive behavior is behavior that is manifested in the form of destroying objects or attacking other people verbally or non-verbally. This research tested the effectiveness of the Rational Emotive Behavior Education Model in reducing aggressive behavior in 36 class XI students at SMKN 2 Tasikmalaya. The selected students had high levels of aggressive behavior based on the Buss-Perry Aggression Questionnaire (BPAQ) scale. The experimental study with Time Series Design was conducted for 5 weeks, with one REBE intervention session per week for 40-60 minutes. The results showed a significant decrease in overall aggressive behavior scores from pre-intervention (M = 104.35) to post-intervention (M = 84.94). A significant decrease was also observed in the scores of each dimension of aggressive behavior, namely physical (29.93 to 24.42), verbal (17.68 to 14.24), anger (25.94 to 21.25), and hostility (30.49 to 24.64). These results indicate that REBE is effective in reducing aggressive behavior in students, helping them to think rationally, reducing emotional disturbances, increasing self-understanding, developing more adaptive coping strategies, and improving self-concept and sense of responsibility.
Special aspects of education
Analisa Peran Triple Helik dalam Mengatasi Tantangan Pendidikan di Era Industri 4.0
D. Wuisan, Tatik Mariyanti
Di era yang sudah canggih ini banyak sekali teknologi teknologi yang dapat membantu dalam berbagai bidang, salah satunya adalah di bidang pendidikan sudah sebaiknya di dunia pendidikan pada saat ini memanfaatkan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan proses belajar mengajar yang berkualitas dengan menggunakan teknologi Industri 4.0 di lingkungan pendidikan. Dan tujuan utama dari artikel ini adalah untuk mengusulkan institusi berbasis masyarakat (perusahaan, pemerintah, dan akademisi) untuk mengembangkan pendidikan 4.0. Rancangan tersebut dijabarkan melalui pandangan sistem yang tertata dengan baik berdasarkan praktik baik, tantangan dan peluang dalam pendidikan 4.0, dengan mempertimbangkan literatur teknis-ilmiah. Karya ilmiah utama ini berkontribusi pada penciptaan pengetahuan pendidikan 4.0 baru dan memperluas serta memperdalam literatur yang ada dan dapat mendukung penelitian baru dan mendorong inisiatif pada subjek tersebut. Kontribusi terapan utamanya adalah peningkatan akses pendidikan berkualitas melalui pengembangan pendidikan 4.0. Karya ini dikembangkan melalui tinjauan sistematis literatur teknis-ilmiah dalam pendidikan 4.0. Dalam metode penelitian ini menggunakan tinjauan literatur yang sistematis berdasarkan analisis kritis terhadap literatur yang dapat mengidentifikasi studi yang paling relevan.
Strategi Kepala Sekolah Dalam Mengelola Sumber Daya Guru Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan
Siti Yumnah, Juni Iswanto, Putri Hana Pebriana
et al.
Menumbuhkan dan meningkatkan mutu pendidikan diperlukan lembaga pendidikan yang tidak melakukan dikotonimi ilmu pengetahuan. Lembaga pendidikan yang menyadari akan manusia ciptaan Tuhan yang memiliki keistimewaannya masing-masing yaitu sekolah. Maka dari itu dalam penelitian ini mencoba mengetuhi tahapan dalam mengelola sekolah yang melakukan perkembangan mulai perencaan peningkatan mutu pendidikan, pengelolaan sumber daya guru, hingga pengawasan pelaksanaan mutu pendidikan yang ada di SMP PGRI 1 Kota Mojokerto Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang mana penelitian ini dilakukan di SMP PGRI 1 Kota Mojokerto yang merupakan objek peneliti. Sedangkan sebagai informan untuk mengetahui apa yang diteliti oleh peneliti yaitu kordinator manajemen, kordinator sekolah dan para pengajar. Adapun Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini ialah wawancara mendalam, observasi atau pengamatan terhadap kegiatan pendidikan, dan dokumentasi. Dan untuk teknik keabsahan data yaitu meliputi teknik triangulasi sumber dan triangulalsi data. Dalam penelitian ini menemukan beberapa temuan, yaitu : sejarah mengenai SMP PGRI 1 Kota Mojokerto, sikronisasi atau keterpaduan antara kependidikan umum dan kependidikan ekstrakulikuler untuk saling menunjang terjadi pendidikan yang utuh, mulai dari pelaksanaan mutu pendidikan terpadu yang meliputi perencanaan program unggulan pendidikan dan saran prasaran dalam pelaksanaan praktik yang mendalam, pelaksana mutu terpadu dalam melaksanakan setiap program atau menyiapkan SDA, dan pengawasan sumber daya guru terpadu yang dilakukan untuk menjadi tolak ukur dalam pencapain siswa yan beragam atau memiliki motivasi, dan kemudian dapat membuat kebijakan pengembangan dalam perencanaan kedepannya
ANALISIS PENILAIAN PERKEMBANGAN DAN PENDIDIKAN KARAKTER DI KURIKULUM MERDEKA SEKOLAH DASAR
Sofyan Mustoip
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cara penilaian perkembangan siswa dan pendidikan karakter yang diterapkan pada Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus pada beberapa SD yang menggunakan kurikulum merdeka di Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian perkembangan siswa lebih fokus pada kemajuan dan potensi individu dalam konteks pembelajaran. Pendekatan ini juga mengintegrasikan pendidikan karakter dalam pembelajaran dan penilaian. Pendidikan karakter tidak hanya melalui mata pelajaran khusus, tapi juga dalam tugas sehari-hari dan interaksi di sekolah. Kurikulum Merdeka di SD menerapkan pendekatan holistik dalam penilaian yang mendukung perkembangan pribadi siswa. Dengan demikian, pendidikan karakter merupakan bagian penting dalam kurikulum ini untuk membantu siswa mengembangkan nilai positif dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Adapun tantangan yang timbul, diantaranya perlu dilakukan pelatihan guru untuk mengintegrasikan pendidikan karakter dalam pembelajaran dan penilaian yang konsisten.