Hasil untuk "kesehatan"

Menampilkan 20 dari ~157317 hasil · dari CrossRef, DOAJ

JSON API
DOAJ Open Access 2026
Comparison of Platelet, Leukocyte, and Erythrocyte Levels in Platelet-Rich Plasma with Centrifugation Speeds of 100 g/400 g and 300 g/750 g in Healthy Individuals

Irene Andriani Halim, Ketut Kwartantaya Winaya, Ni Made Dwi Puspawati et al.

Background: Background: Platelet-rich plasma (PRP) is an autologous blood product obtained through centrifugation and is widely applied in dermatology. Its cellular composition—particularly platelet, leukocyte, and erythrocyte levels—is influenced by various centrifugation parameters, with centrifugation speed being a critical factor. Purpose: This study aimed to compare the impact of two different centrifugation speeds, 100 g/400 g and 300 g/750 g, on the cellular composition of PRP. Methods: This cross-sectional study involved collecting blood samples from 34 healthy female subjects aged between 18 and 40 years. The samples were processed into PRP using two centrifugation speeds: 100g/400g (referred to as PRP1) and 300g/750g (referred to as PRP2). The counts of platelets, leukocytes, and erythrocytes were measured before and after centrifugation. Results: The mean platelet count in PRP2 (1,946.76 ± 436.98 × 10³/μL) was significantly higher than in PRP1 (1,445.00 ± 366.34 × 10³/μL; p = 0.000). The mean leukocyte count was significantly greater in PRP1 (58.69±22.82×10³/μL; p = 0.000) compared to PRP2 (32.68±16.20×10³/μL). Erythrocyte contamination was notably lower in PRP1 (0.16 ± 0.06 × 106/μL; p = 0.007) than in PRP2 (0.19 ± 0.06 × 106/μL). Multivariate regression analysis indicated that centrifugation speed was the most significant factor influencing variations in platelet, leukocyte, and erythrocyte counts (p < 0.05), while age and BMI had no significant impact. Conclusion: A centrifugation speed of 300 g/750 g was more effective in increasing platelet concentration but with erythrocyte levels, whereas the 100 g/400 g speed resulted in PRP with a higher leukocyte content.

CrossRef Open Access 2025
Transformasi Artificial Intelligence dalam Sistem Pelayanan Kesehatan Primer-Sekunder Daerah

Rafialdo Arifian

Artificial Intelligence (AI) transformation in primary and secondary health care systems in regions presents significant potential for enhancing efficiency, accessibility, and quality of services. This study examines the strategic transformation of artificial intelligence (AI) in primary and secondary health care systems in various regions through a multidisciplinary approach that encompasses organizational values, health human resources, and regional health policies and systems. A systematic literature review method, guided by the PRISMA approach and thematic-inductive analysis, is employed to assess the impact of AI on institutional readiness, health worker capacity, and policy formulation from the district/city to provincial levels. Literature from 2018 to 2024 is analyzed using VOSviewer software to visualize the relationships between concepts and develop an integrative conceptual framework. The study’s results indicate that effective AI transformation requires strategic leadership, organizational digital maturity, and a roadmap aligned with the institution’s vision. In primary care (Puskesmas), AI contributes to improved early detection, supports clinical decisions, and automates administrative services. In secondary care (RSUD), AI facilitates medical imaging diagnosis, optimizes referral systems, and manages chronic diseases. Nevertheless, challenges such as limited digital infrastructure, a shortage of skilled human resources, and institutional resistance pose significant obstacles. Successful adoption necessitates leadership capable of managing change, fostering cross-sector collaboration, and formulating contextual policies. Regarding human resources, digital literacy and technology acceptance are crucial factors. Structured training tailored to local needs, ongoing education, and digital competency certification are essential for cultivating adaptive human resources. Meanwhile, policy interventions should ensure the provision of infrastructure, data interoperability, and sustainable financing schemes, including public-private partnerships. AI is more than just a technological tool; it serves as a strategic lever to create more equitable, efficient, and data-driven health services at the local level. A holistic and adaptive approach is essential for the success of this transformation

1 sitasi en
CrossRef Open Access 2025
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN PERAN PETUGAS KESEHATAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT HIPERTENSI

Noorhidayah Noorhidayah, Elsi Setiandari Lely Octaviana, Rizqi Amalia et al.

Pendahuluan: Pola makan berperan langsung terhadap pengaturan tekanan darah. Makanan yang dikonsumsi sehari-hari dapat menjadi pemicu atau pelindung terhadap penyakit hipertensi. Begitu juga peran Petugas kesehatan (dokter, perawat, bidan, nutrisionis) memiliki peran strategis dalam pencegahan dan pengelolaan hipertensi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola makan dan peran petugas kesehatan dengan kejadian penyakit hipertensi.  Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik korelasi dengan desain cross sectional dengan besar sampel 92 responden. Instrumen yang di gunakan  kuesioner pola makan dan peran petugas kesehatan. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian hipertensi pada responden sebagian besar dengan tekanan darah normal sebanyak 47 (51,1%) responden. Responden dengan pola makan baik dengan tekanan darah normal sebanyak 36 orang (64,3%), Peran Petugas Kesehatan berada pada kategori tinggi sebanyak 35 orang (63,6%). Ada hubungan pola makan dengan kejadian penyakit hipertensi dngan p-value 0,003 dan peran petugas dengan p-value 0,006. Kesimpulan: kesimpulan penelitian ini yaitu pola makan dan peran petugas kesehatan yang baik dapat menurunkan angka kejadian penyakit hipertensi di Puskesmas X. Saran: Diperlukan peran petugas kesehatan melalui suatu program edukasi penyuluhan kesehatan di masyarakat tentang hipertensi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan dan menjaga pola makan yang sehat.

CrossRef Open Access 2025
LITERATUR REVIEW : HUBUNGAN ANTARA STRES KERJA DAN KESEHATAN MENTAL TENAGA KESEHATAN

Analizza Ina Lea, Arini Novita Ati, Luh Putu Ruliati

Stres kerja merupakan tantangan serius dalam dunia kesehatan yang berdampak langsung pada kesejahteraan mental tenaga kesehatan. Tekanan pekerjaan yang tinggi, tanggung jawab emosional yang berat, dan keterbatasan dukungan sosial menjadikan profesi ini sangat rentan terhadap kelelahan emosional, kecemasan, hingga depresi. Literatur review ini bertujuan untuk memahami hubungan antara stres kerja dan kesehatan mental pada tenaga kesehatan dengan menyoroti faktor penyebab, mekanisme psikologis yang terlibat, serta implikasi praktis bagi pengelolaan kesehatan kerja. Pendekatan tinjauan integratif digunakan untuk menelaah delapan artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2018 hingga 2025, yang terdiri dari lima penelitian internasional dan tiga penelitian di Indonesia. Pencarian dilakukan melalui basis data Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect dengan menggunakan kata kunci ‘stres kerja’, ‘kesehatan mental’, ‘tenaga kesehatan’, dan ‘burnout’. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa beban kerja berlebih, dukungan organisasi yang minim, serta tekanan emosional berkontribusi terhadap meningkatnya risiko gangguan psikologis dan penurunan kesejahteraan mental. Model Job Demand–Control menjelaskan bahwa tingginya tuntutan kerja dengan kontrol yang rendah memperparah tekanan psikologis tenaga kesehatan. Penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa keterbatasan staf, sistem kerja bergilir, serta budaya kerja yang hierarkis memperbesar risiko stres dan burnout. Tinjauan ini menegaskan pentingnya intervensi berbasis organisasi seperti penyesuaian beban kerja, pelatihan manajemen stres, dukungan psikologis, dan kepemimpinan suportif untuk menjaga kesehatan mental tenaga kesehatan.

DOAJ Open Access 2025
Edukasi Kesehatan Mental Remaja dari Perspektif Bidang Psikologi, Konstruksi, dan Teknologi

Puspa Ningrum, Khairunnisa' Syarif, Abdullah Adhha et al.

Kesehatan mental remaja merupakan isu global yang semakin mengkhawatirkan, terutama akibat stres, perundungan, dan dampak perkembangan teknologi. Data WHO menunjukkan 14% anak usia 10-19 tahun mengalami gangguan mental tanpa penanganan yang memadai. Oleh karena itu, tim pengabdi melaksanakan program pengabdian masyarakat di Panti Asuhan Takdir Ilahi Pekanbaru dengan sasaran kalangan remaja. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi tentang kesehatan mental dengan mengaitkan tantangan remaja dengan tekanan pekerjaan konstruksi, guna untuk meningkatkan motivasi belajar, serta membantu remaja mengembangkan potensi dan kepercayaan diri. Metode pelaksanaan kegiatan melibatkan tiga tahapan utama: persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan. Tahapan pelaksanaan terdiri dari metode ceramah, diskusi interaktif, serta simulasi dan pemutaran video edukasi yang relevan dengan kehidupan remaja. Peserta pengabdian diajak memahami hubungan tekanan mental dalam pekerjaan konstruksi dengan tantangan remaja sehari-hari, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pengamatan terhadap jumlah partisipasi, keaktifan, dan tingkat kepuasan serta pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi berbasis dari perspektif bidang psikologi, konstruksi, teknologi ini membantu peserta memahami pentingnya kesehatan mental secara kontekstual. Adanya peningkatan motivasi belajar dan pemahaman peserta terkait pentingnya menjaga kesehatan mental. Untuk tingkat kepuasan peserta diperoleh sebesar 94% sangat puas dan 6% puas terhadap kegiatan pengabdian yang dilaksanakan.

DOAJ Open Access 2025
Hubungan Iklim Organisasi Dengan Kepuasan Kerja Perawat Di RSUD Sahudin Kutacane

Alvida Utami, Salamiah Sari Dewi

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara iklim organisasi dengan kepuasan kerja karyawan di RSUD Sahudin bagian RO (Ruang Operasi) Kutacane. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Dalam penelitian ini populasi yang akan dikenakan adalah generalisasinya adalah seluruh karyawan 85 orang perawat. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 85 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teknik total sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis korelasional. Berdasarkan analisis korelasi product moment terlihat bahwasanya ada hubungan positif antara kepuasan kerja dengan iklim organisai. temuan ini diambil berdasarkan pada coefficient correlation rxy = 0,628 dengan taraf signifikansi p = 0,002 0,05. Koefisien determinasi (r2) keterkaitan antara variabel independen dan variabel dependen ialah r2= 0.394, Hal ini memperlihatkan bahwasanya kepuasan kerja mempunyai kontribusi terhadap iklim organisasi sebesar 39,4%. Berdasakan perhitungan mean kepuasan kerja karyaan tergolong tinggi, berdasarkan pada nilai rata-rata empirik yang diperoleh (79,78) lebih besar dari nilai rata-rata hipotetik (60). Selanjutnya diketahui bahwa iklim organisasi tergolong tinggi, berdasarkan pada nilai rata-rata empirik yang diperoleh (49,32) lebih besar dari nilai rata-rata hipotetik (35).

Education (General), Psychology
CrossRef Open Access 2024
Analisis Kualitas Mutu Pelayanan Kesehatan Dalam Bidang Pelayanan Kesehatan (Literatur Review)

Nurul Fajriah Istiqamah, Mujtahidah Mujtahidah

Mutu pelayanan kesehatan merupakan tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan yang diselenggarakan sesuai dengan kode etik dan standar pelayanan yang ditetapkan, sehingga menimbulkan kepuasan bagi setiap pasien. Pelayanan yang bermutu sangat diperlukan karena merupakan hak setiap pelanggan, dan dapat memberi peluang untuk memenangkan persaingan dengan pemberi layanan kesehatan lainnya. Kualitas pelayanan dan nilai berdampak langsung terhadap pelanggan. Kepuasan pelanggan dipengaruhi oleh kualitas pelayanan yang dirasakan. Tujuan dalam penelitian ini untuk menganalisis mutu pelayanan kesehatan dalam bidang pelayanan kesehatan di Indonesia. Metode penulisan artikel ilmiah ini adalah dengan metode kualitatif dan kajian pustaka. Berdasarkan kajian teori dan penelitian terdahulu diperoleh hasil kualitas pelayanan erat kaitannya dengan tingkat kepuasan pasien, jika kualitas pelayanan yang diberikan sesuai dengan standar yang telah ditentukan dan dapat diberikan secara efektif dan efisien akan berpengaruh poditif terhadap tingkat kepuasan pasien, tingkat kepuasan pasien inilah yang akan menentukan mutu pelayanan dari sebuah fasilitas pelayanan kesehatan. Kesimpulan dari penelitian ini secara keseluruhan, penelitian memberikan wawasan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas layanan kesehatan dan menekankan pentingnya kepuasan pasien dalam pemberian layanan kesehatan.

DOAJ Open Access 2023
Bioactive Compounds of the Ethanol Extract of Butterfly Pea Petals (Clitorea ternatea L.) on Gastric Proton Pump: In-Silico Analysis

Atik Kurniawati, Sri Rahayu Lestari, Fatchur Rohman

The biodiversity of medicinal plants in Indonesia reflects the potential to be used to treat non-communicable diseases such as cancer. Gastritis is a kind of symptom felt in the stomach that may trigger severe abnormalities leading to a state of cancer. This study aims to determine the potential of bioactive compounds derived from the ethanol extract of butterfly pea petals (Clitoria ternatea L.) as an in-silico anti-gastritis drug candidate. This study was a descriptive study with a qualitative approach. The molecular docking method applied specific docking using PLANTS software. The results of molecular docking indicated that there might be a similar potential as the control drug in inhibiting the gastric proton pump. Based on the analysis of the LCHRMS results, flavonoid compounds in the extract of butterfly pea petals were found to be used for docking analysis. Each flavonoid compound and the docking score from highest to lowest were Rutin (-87.05), Quercetin-3β-D-glucoside (-79.30), Quercetin (-79.28), Kaempferol (-74.80), Trifolin (-74.22), Genistein (-69.70), Kaempferol-3-glucoside-3''rhamnoside (-67.79), Biochanin A(1−) (-67.64), and Mauritianin (-58.26). The flavonoid compound named Rutin had the highest docking score above the two control drugs of Omeprazole (-66.27) and Vonoprazan (-84.45). It can be concluded that based on the in-silico study, the flavonoid compound of Rutin in the ethanol extract of butterfly pea petals (Clitoria ternatea L.) had the potential to inhibit the gastric proton pump to prevent gastritis. The chemical structure of Rutin differs from the two control drugs because it has a more complex structure consisting of five benzene rings. Further dynamic molecular tests are recommended to find out which flavonoid compounds have the most stable affinity for the target protein. Based on the in-silico test, in vivo and in vitro studies should be performed to find out more information about the potential of the flavonoid compounds in butterfly pea extract to inhibit the action of the gastric proton pump.

Nursing, Medicine (General)
DOAJ Open Access 2022
UJI TOKSISITAS AKUT DAN TERTUNDA FRAKSI BUTANOL DAUN AKAR KAIK-KAIK (Uncaria cordata (Lour) Merr.) PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus L.)

Meiriza Djohari, Tania Tiara Efendi, Noveri Rahmawati et al.

Uncaria cordata merupakan tumbuhan yang digunakan untuk mengobati diabetes dan bersifat antioksidan. Telah dilakukan penelitian tentang Uji Toksisitas Akut dan Tertunda Fraksi Butanol Daun Tumbuhan Akar Kaik-Kaik (Uncaria cordata (Lour) Merr.) pada Mencit Putih (Mus musculus L.) Jantan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek toksisitas akut fraksi butanol daun tumbuhan akar kaik-kaik melalui penentuan nilai LD50. Pengamatan yang dilakukan pada pengujian ini yaitu jumlah hewan yang mati, gejala toksik, dan pengamatan terhadap organ hewan uji. Pengamatan dilakukan selama 24 jam untuk penentuan nilai LD50 hingga 14 hari setelah pemberian sediaan uji. Pada pengamatan gejala toksik tidak terjadi adanya tremor, kejang, salivasi, diare, letargi, lemah, tidur, dan koma pada setiap hewan percobaan. Pada parameter berat relatif organ yang terdiri dari jantung, hati dan ginjal tidak ditemukan adanya efek dari fraksi tersebut, dan tidak adanya perubahan jika dibandingkan dengan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan nilai LD50 >5000 mg/kgBB yang dikategorikan relatif tidak membahayakan dan berpotensi sebagai obat herbal terstandar

Pharmacy and materia medica
DOAJ Open Access 2022
Jurnal Pengaruh Keadilan Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan PT. Aneka Bintang Sejati Labelindo Medan

Filbert Tobias, Silvira Novani, Juliana Juliana et al.

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keadilan organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT. Aneka Bintang Sejati Labelindo Medan. Hipotesis yang akan diajukan dalam penelitian ini adalah adanya pengaruh antara keadilan organisasi terhadap kepuasan kerja pada karyawan PT. Aneka Bintang Sejati Labelindo Medan. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 125 karyawan PT. Aneka Bintang Sejati Labelindo Medan dengan menggunakan teknik yaitu total sampling. Penelitian yang kami lakukan menggunakan metode kuantitatif, data penelitian ini menggunakan skala kepuasan kerja dengan 35 butir aitem dan skala keadilan organisasi dengan 24 butir aitem. Perhitungan dilakukan dengan uji asumsi yaitu uji normalitas dan linearitas. Analisis data yang digunakan adalah korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan IBM SPSS Statistics 23 for windows. Hasil data yang dianalisis memperlihatkan koefisien korelasi sebesar 0.930 dengan sig. 0.000 (p 0,05). Hasil sumbangan yang diberikan variabel keadilan organisasi terhadap kepuasan kerja adalah 86,4 persen, selebihnya 13,6 persen dipengaruhi oleh unsur lain yang tidak dipelajari dalam penelitian ini. Menurut hasil pembahasan ini dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian menunjukkan adanya korelasi jelas yang signifikan antara keadilan organisasi terhadap kepuasan kerja. Kata Kunci: Kepuasan kerja; Keadilan organisasi   Abstract This paper is to settle out the effect of organizational justice on employee job satisfaction at PT. Aneka Bintang Sejati Labelindo Medan. The hypothesis of this research is the influence of organizational justice on job satisfaction of employees of PT. Aneka Bintang Sejati Labelindo Medan. Subjects in this study were 125 employees of PT. Aneka Bintang Sejati Labelindo Medan by using a total sampling technique. This study used quantitative methods, research data using a job satisfaction scale with 35 items and an organizational justice scale with 24 items. The calculation was done by using testing assumptions, which is normality and linearity test. The data analysis we used is the Pearson Product Moment correlation with the help of IBM SPSS Statistics 23 for windows. The outcome of the data interpretation laid out a correlation coefficient of 0.930 with sig. 0.000 (p 0.05). The results of the contribution given by the justice variable to job satisfaction is 86.4 percent, the remaining 13.6 percent is affected by other things that were not inspect in this research. The conclusion of the research hypothesis shows that there is a significant positive correlation in the middle of organizational justice and job satisfaction. Keywords: Job satisfaction; Organizational justice

Education (General), Psychology
DOAJ Open Access 2021
Electronic Word of Mouth Pemasaran Madu Era Covid-19 di Wilayah Malang

Puji Akhiroh, Dewi Masyithoh, Agus Susilo

Madu menjadi produk primadona pada saat pandemik Covid 19. Madu merupakan produk alami yang terbukti memiliki dampak yang baik bagi kesehatan dan dapat menjaga imunitas tubuh. Ulasan pada google dapat kita sebut sebagai electronic word of mounth (eWOM). eWOM yang saat ini kita kenal dahulu kita sebut sebagai WOM merupakan pendapat dari seseorang terhadap suatu produk yang digunakan sebagai cara untuk menilai suatu produk. Produk yang memiliki penilaian serta ulasan yang baik secara tidak langsung akan meningkatkan pemasaran produk tersebut serta reputasi dari penjual produk karena masyarakat cenderung mempercayai rekomendasi oleh orang yang dipercaya seperti artis, tetangga, kerabat terdekat dan komentar yang disertakan bukti gambar atau video pada ulasan google. Wilayah Malang Jawa Timur memiliki penjual maupun produsen madu. Beberapa penjual madu di Wilayah Malang telah memasuki penjualan secara online dengan menampilkan usaha pada Google. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai eWOM produk madu di wilayah Malang serta mendeskripsikan mengenai rating dan ulasan yang terdapat pada mesin pencari Google terhadap produsen dan penjual madu di wilayah Malang.

Agriculture, Agriculture (General)
DOAJ Open Access 2021
Berpikir kritis dan hubungannya dengan prestasi akademik calon guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan

Suroto Suroto, Bayu Budi Prakoso, Mochamad Ridwan et al.

Kemampuan berpikir kritis wajib dimiliki oleh lulusan program sarjana di Indonesia sehingga perlu terus dikaji dan dimonitor pencapaiannya sebagai hasil belajar selain Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Penelitian korelasi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keterampilan berpikir kritis dengan IPK. Pengumpulan data berpikir kritis menggunakan metode wawancara tertutup, IPK diambil dari akun akademik pimpinan fakultas. Sebanyak 47 orang (laki-laki= 29 dan perempuan= 18) bertindak sebagai sampel yang diambil menggunakan teknik cluster random sampling. Metode confirmatory factor analysis (CFA) digunakan untuk menganalisis validitas dan reliabilitas konstruk hasil coding wawancara menggunakan LISREL 8.80 Trial. Sedangkan analisis statistik menggunakan deskriptif, Mann-Whitney Test, dan korelasi product moment menggunakan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengukuran dinyatakan valid (λ= 0,77-0,88) dan reliabel (CR= 0,86). Rata-rata tingkat berpikir kritis calon guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) berada pada tingkat rendah (M= 83,9; SD= 6,89; min= 74,6; max= 97,7). Tidak ada perbedaan kemampuan berpikir kritis calon guru PJOK laki-laki dan perempuan (U= 0,241, p= 0,81). Terdapat hubungan linear berpikir kritis dengan IPK (r (47)= 0,542, p= 0,000) dengan besar kontribusi sebesar 28%. Kondisi rendahnya berpikir kritis sangat dikhawatirkan memengaruhi tingkat inovatif para calon guru sehingga pengukuran, monitoring, dan treatment perlu dilakukan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa.

Sports, Education
CrossRef Open Access 2020
MEDFARM : JURNAL FARMASI DAN KESEHATAN

I Putu Gede Adi Purwa Hita, Putu Eka Arimbawa, Dhiancinantyan Windydaca BP

Pengobatan jerawat dewasa ini didominasi oleh kosmetika khususnya kosmetika sintetis memiliki efek samping yang tinggi, sehingga memerlukan alternatife yaitu pengobatan obat herbal. yang memiliki efek samping lebih sedikit dari obat sintetis. Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) merupakan salah satu tanaman obat herbal khas Indonesia yang secara empiris digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit. Untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol 70% daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) terhadap bakteri Staphyloccocus aureus. Pembuatan ekstrak dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 70% dan uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram yang diukur diameter zona hambatnya. Sebanyak 84,04 gram ekstrak kental daun binahong yang memiliki warna hijau kehitaman, bau khas, dan rasa pahit didapatkan melalui proses ekstraksi. Diameter zona hambat ekstrak yang dihasilkan sebesar 12,97 ± 0,54 mm, kontrol positif (kloramfenikol) 30,18 ± 0,08 mm, dan kontrol negatif tidak memberikan zona hambat. Ekstrak etanol 70% daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) memiliki aktivitas antibakteri yang kuat terhadap bakteri Staphylococcus aureus.

CrossRef Open Access 2020
KONSEP ERGONOMIK K3 (KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA) PADA PERAWAT UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS KESEHATAN

Hotmaita Habeahan

ergonomic dapat didefenisikan sebagai studi tentang aspek-aspek manusia dalam lingkungan kerjanya, yang ditinjau secara anatomi, fisiologi, psikologi, engineering, manajemen dan desain/perancangan. Ergonomi berkenaan pula dengan optimasi, efisiensi, kesehatan, keselamatan dan kenyamanan manusia di tempat kerja, di rumah dan tempat rekreasi.Perawat akan banyak terpapar dengan berbagai faktor yang dapat menimbulkan dampak negatif dan mempengaruhi derajat kesehatan mereka. Perawat selalu berhubungan dengan berbagai bahaya potensial, dimana bila tidak diantisipasi dengan baik dan benar dapat mempengaruhi kesehatan dan keselamatan kerjanya.

DOAJ Open Access 2020
Metastase Giant Cell Tumour of Bone ke Paru

Dutia Gestin, Aswiyanti Asri, Hera Novianti

Giant-cell tumor of bone (GCT) merupakan tumor tulang primer yang biasa terjadi pada dewasa muda usia 20-40 tahun. Giant-cell tumor of bone bersifat jinak tapi sangat destruktif lokal dan memiliki rekurensi yang sangat tinggi. Metastase GTC of bone ke paru sangat jarang, dengan angka kejadian 1-9% dari seluruh kasus. Belum ada penjelasan yang pasti mengenai patogenesis metastasis GCT of bone ke paru. Dilaporkan kasus giant-cell tumor of bone yang metastase ke paru pada perempuan berusia 51 tahun. Hasil diagnosis ditegakkan dari pemeriksaan sitologi pleura yang secara mikroskopik ditemukan adanya sel-sel bulat-oval, monomorf dengan sebaran sel-sel berinti banyak. Sebelumnya pasien mempunyai riwayat GCT yang didiagnosis 3 tahun yang lalu. Kata kunci: giant-cell tumor of bone, metastase, paru

Medicine, Medicine (General)
DOAJ Open Access 2018
Analisis Faktor Risiko Perilaku Dan Lingkungan Terhadap Keluhan Nyeri Kepala Pada Pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) Di Kota Malang (Studi Kasus Di SMAN 2 Kota Malang).

Febri Endra Budi Setyawan, Karis Akmal Hussin

Latar belakang: Nyeri kepala adalah salah satu keluhan paling umum dikeluhkan oleh pasien saat ke dokter. Nyeri kepala dapat dipengaruhi dari psikobiologis, perilaku, lingkungan dan pelayanan kesehatan. Nyeri kepala juga sering dikeluhkan oleh pelajar tingkat sekolah menengah atas (SMA). Tujuan: Untuk menganalisis faktor risiko perilaku dan lingkungan (psikologi, sosial, budaya) terhadap keluhan nyeri kepala pada pelajar SMA di Kota Malang (studi kasus di SMAN 2 Kota Malang). Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dengan subyek penelitian siswa dan siswi SMAN 2 Kota Malang. Pelaksanaan pada bulan Oktober-November 2017. Subyek penelitian 291 orang dengan stratified simple random sampling. Pengumpulan data dengan wawancara. Uji hipotesis menggunakan uji chi square, lambda dan regresi logistik. Hasil dan Diskusi: Tidak terdapat perbedaaan kejadian nyeri kepala berdasarkan tingkatan kelas (p=0,886). Faktor sarapan merupakan faktor terbesar yang berpengaruh dengan r=0,606 dan PR=3,5. Fungsi sarapan bagi tubuh adalah sebagai pemberi pasokan energi dan sumber tenaga untuk melakukan segala kegiatan, pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh serta mengatur proses metabolisme tubuh. Faktor lain yang berpengaruh terhadap kejadian nyeri kepala adalah perlakuan yang tidak adil, konflik keluarga, tuntutan orangtua, beban pelajaran, keteraturan makan, penggunaan gadget dan pola tidur. Kesimpulan: Faktor risiko yang berpengaruh menyebabkan timbulnya nyeri kepala pada pelajar SMAN 2 Kota Malang, yaitu: konflik dalam keluarga, tuntutan dari orangtua, beban pelajaran, sarapan, keteraturan pola makan, merokok, minum kopi, sikap yang terburu-buru, penggunaan earphone, penggunaan gadget dan tidur larut malam. Kata-kata kunci: Faktor risiko, Perilaku, Lingkungan, Nyeri kepala

CrossRef Open Access 2017
Evaluasi Kebijakan Perencanaan Obat Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kota Semarang

Fauzia Halida, Sudiro Sudiro, Johanes Sugiarto

Based on the Management of Public Drug and Health Supply Profile, the availability rate of drugs in Pharmaceutical Unit Health Department Semarang 2013-2015 was 107%, 110%, and 109% .The availability rate of drugs in Pharmaceutical Unit Health Department Semarang for 3 years in a row exceeds 100% showed a weakness in drugs planning process. Objective of this study was to analyse the planning process of drugs. This was descriptive research with qualitative method. Research subject is the primary respondents who developed drug planning policy and triangulation respondents who implement the drugs planning policy. Research object was Pharmaceutical Unit Health Department Semarang and Puskesmas. Data collected by observation, documentation study and depth interview and analysed using content analysis.  The result showed that drugs selection was according to FORNAS and DOEN stated by Ministry of Health. The compilation stage of drugs application using data according to LPLPO and LB-1. The calculation of drugs necessity used combination method between consumption method used by clinic and epidemiology method for program medicine. Based on the consumption method formula, the current leadtime in Pharmaceutical Unit Health Department Semarang was too high (6 months) which caused the supplies more than 100 %. The drugs necessity projection budget already sufficient because it was supported from several sources, such as APBD2, APBD1, APBN, DAK, JKN. The adjustment of drugs supply planning used VEN Analysis. It is suggested that Pharmaceutical Unit Health Department Semarang should shortened the current leadtime and increase the socialization of drugs guidelines therefore Puskesmas able to implement the epidemiology method

DOAJ Open Access 2017
ANALISIS ISU DAN CAPAIAN PEMBANGUNAN GENDER BIDANG PENDIDIKAN DI KABUPATEN BANYUMAS

Soetji Lestari

Abstract :This paper aims to identify gender issues and educational gender development outcomes in Banyumas Regency in Banyumas Regency. This study is interesting because the Gender Development Index (GDI) and Human Development Index (HDI) of Banyumas Regency in 2015 still show disparity. Education is one element of the three components that form the basis of HDI calculation, in addition to health and economics. This paper is a literature study based on main documents, namely Banyumas on Figures, SIGA Banyumas, Banyumas Regency’s Work Program Plan, and so on. The results of show that gender issues in education, namely; 1) at the age of elementary / junior high school children, more girls have not school than boys; 2) not all school-age children at a certain level of education can enjoy education at that level; 3) men and women in certain age groups are not yet literate; 4) number of female school participation aged 7-24 have not been equivalent to male in that age group. In fact, not all of the education policy in Banyumas Regency is gender indicative. The implication of this results is the achievement of gender education development in Banyumas Regency still needs to be improved continuously and supported by synergy between local government, school and community. Abstrak : Tulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi isu gender dan capaian pembangunan gender bidang pendidikan di Kabupaten Banyumas. Studi tentang hal tersebut menarik karena Gender Development Index (GDI) dan Human Development Index (HDI) Kabupaten Banyumas (2015) masih menunjukkan disparitas. Pendidikan adalah salah satu unsur dari tiga komponen yang menjadi dasar penghitungan HDI, selain kesehatan dan ekonomi. Tulisan ini merupakan studi pustaka yang bersumber dari dokumen utama seperti Banyumas dalam Angka, SIGA Banyumas, Rencana Program Kerja Kabupaten Banyumas, dan sebagainya. Hasil studi menunjukkan bahwa persoalan gender bidang pendidikan, yaitu; 1) pada usia anak SD/MI, lebih banyak anak perempuan yang tidak sekolah dibanding ana laki-laki; 2) belum semua anak usia sekolah pada jenjang pendidikan tertentu dapat menikmati pendidikan pada jenjang tersebut; 3) laki-laki maupun perempuan pada kelompok usia tertentu belum seratus persen melek huruf ; 4) angka tingkat partisipasi sekolah perempuan usia 7-24 belum setara dengan laki-laki dalam kelompok usia tersebut. Pada kenyataannya, belum seluruh dari kebijakan pendidikan di Kabupaten Banyumas bersifat indikatif gender. Implikasinya, capaian pembangunan gender bidang pendidikan di Kabupaten Banyumas masih perlu ditingkatkan secara terus-menerus dan didukung oleh sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat.  

Islam, Social Sciences
DOAJ Open Access 2017
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PEKERJA, KELENGKAPAN DAN HIGIENITAS APD DENGAN KEJADIAN DERMATITIS KONTAK (Studi Kasus Di Rumah Kompos Jambangan Surabaya)

Shenna Fielrantika Anggraitya Dhera

Contact dermatitis is an inflammation of skin which is caused by a substance that sticks to somebody’s skin. The cause of contact dermatitis is physical factor, a substance of plants, and other chemicals. One of prevention contact dermatitis because of working is the usage of personal protection equipments like mask, gloves, goggles, shoes, and body protection. The objectives of this research was to analyze the relation between the characteristics of worker, the completeness and the hygiene of personal protection equipments with the contact dermatitis occurrence in the house of compost Jambangan Surabaya. The methodology of this research was observational using cross sectional approach. The target of this research was all workers who have worked in the house of compost Jambangan Surabaya as 21 people were taken by total sampling technique. The variable that was observed included contact dermatitis occurrence, gender, the history of skin allergy, age, knowledge, attitude, action, and the completeness of using personal protection equipments. The primer data was taken by interview with questionnaire paper and observation. The secondary data was taken from the house of compost Jambangan Surabaya. Then, data that was taken from questionnaire was analyzed by descriptive as the narration form. The result of this research explained that the completeness of using personal protection equipments by the worker have not completed yet and for the main characteristics of the worker was their knowledge. The conclusion was using complete personal protection equipments could prevent contact dermatitis of the worker in the house of compost Jambangan Surabaya.  Keywords: Individual characteristics, Completeness and The hygiene of personal protection equipments, Contact dermatitis

Industrial safety. Industrial accident prevention, Industrial hygiene. Industrial welfare

Halaman 46 dari 7866