Hasil untuk "kesehatan"

Menampilkan 20 dari ~389001 hasil · dari DOAJ, Semantic Scholar, CrossRef

JSON API
CrossRef Open Access 2025
LITERATUR REVIEW : HUBUNGAN ANTARA STRES KERJA DAN KESEHATAN MENTAL TENAGA KESEHATAN

Analizza Ina Lea, Arini Novita Ati, Luh Putu Ruliati

Stres kerja merupakan tantangan serius dalam dunia kesehatan yang berdampak langsung pada kesejahteraan mental tenaga kesehatan. Tekanan pekerjaan yang tinggi, tanggung jawab emosional yang berat, dan keterbatasan dukungan sosial menjadikan profesi ini sangat rentan terhadap kelelahan emosional, kecemasan, hingga depresi. Literatur review ini bertujuan untuk memahami hubungan antara stres kerja dan kesehatan mental pada tenaga kesehatan dengan menyoroti faktor penyebab, mekanisme psikologis yang terlibat, serta implikasi praktis bagi pengelolaan kesehatan kerja. Pendekatan tinjauan integratif digunakan untuk menelaah delapan artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2018 hingga 2025, yang terdiri dari lima penelitian internasional dan tiga penelitian di Indonesia. Pencarian dilakukan melalui basis data Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect dengan menggunakan kata kunci ‘stres kerja’, ‘kesehatan mental’, ‘tenaga kesehatan’, dan ‘burnout’. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa beban kerja berlebih, dukungan organisasi yang minim, serta tekanan emosional berkontribusi terhadap meningkatnya risiko gangguan psikologis dan penurunan kesejahteraan mental. Model Job Demand–Control menjelaskan bahwa tingginya tuntutan kerja dengan kontrol yang rendah memperparah tekanan psikologis tenaga kesehatan. Penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa keterbatasan staf, sistem kerja bergilir, serta budaya kerja yang hierarkis memperbesar risiko stres dan burnout. Tinjauan ini menegaskan pentingnya intervensi berbasis organisasi seperti penyesuaian beban kerja, pelatihan manajemen stres, dukungan psikologis, dan kepemimpinan suportif untuk menjaga kesehatan mental tenaga kesehatan.

CrossRef Open Access 2025
Pendidikan Kesehatan tentang Kesehatan Reproduksi pada Remaja di SDK Untung Suropati 2 Sidoarjo

Sisilia Indriasari Widianingtyas, Widayani Yuliana, Yunita Wiguna

Reproductive healthy is a state of health related to problems with the organs of reproduction, which begins in adolescence, marked by the onset of menstruation in girls or wet dreams in boys. Sex education for adolescents provides knowledge about sexual aspects and develops constructive attitudes for adolescents in dealing with sexual problems that occur early. Taboo views surrounding information about reproductive healthy within families result in the ineffective dissemination of such information. Therefore, comprehensive and targeted reproductive health education interventions are needed for adolescents to help them understand bodily changes, reproductive roles, as well as risks and prevention methods. The educational session was conducted on Friday, October 4, 2024. Participants in the educational activity were all students in grades 5 and 6 at SDK Untung Suropati 2 Sidoarjo. The material was presented in the form of a PowerPoint presentation designed to be as engaging as possible, making it easier for participants to understand the content. The evaluation results showed that 97% of participants were able to understand physical changes during puberty, the risks of sexually transmitted diseases (STDs), how to maintain reproductive organ hygiene and the risks of infection, some incorrect information about sexuality, hormonal changes and emotional development during puberty, and the importance of reproductive organ hygiene.

DOAJ Open Access 2024
Studi Analisis Tahanan Isolasi dan Estimasi Umur Transformator Menggunakan Metode Health Index di PT PLN (Persero) UPT Cawang

Juanto Sirait, Teguh A Nugroho, Soni Prayogi

Keandalan operasi transformator sangat tergantung pada kondisi isolasi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tahanan isolasi dan mengestimasi umur transformator dengan menggunakan metode Health Index di PT PLN (Persero) UPT Cawang. Metode Health Index ini mengintegrasikan berbagai parameter kondisi transformator, termasuk hasil pengukuran tahanan isolasi, pengujian minyak isolasi, dan parameter operasional lainnya, untuk memberikan gambaran komprehensif tentang kondisi kesehatan transformator. Data diperoleh dari pengujian lapangan dan laboratorium yang dilakukan secara periodik. Hasil analisis menunjukkan bahwa beberapa transformator memiliki nilai tahanan isolasi yang mendekati batas minimal yang direkomendasikan, mengindikasikan adanya penurunan kualitas isolasi. Estimasi umur transformator dilakukan berdasarkan nilai Health Index yang dihitung, dengan mempertimbangkan degradasi material isolasi dan kondisi operasional transformator. Transformator dengan nilai Health Index yang rendah diidentifikasi memiliki risiko tinggi terhadap kegagalan operasional dan memerlukan tindakan pemeliharaan atau penggantian segera. Studi ini memberikan wawasan penting bagi manajemen pemeliharaan di PT PLN (Persero) UPT Cawang untuk meningkatkan keandalan dan efisiensi operasi transformator. Implementasi metode Health Index terbukti efektif dalam memprediksi umur sisa transformator dan merencanakan strategi pemeliharaan preventif. Dengan demikian, dapat diharapkan peningkatan kontinuitas layanan penyaluran energi listrik dan pengurangan risiko gangguan operasional.   Kata kunci: Estimasi Umur, Health Index, Pemeliharaan Preventif, Tahanan Isolasi, Transformator.

Information technology
DOAJ Open Access 2023
Hubungan antara Tingkat Pengetahuan Perawat dan Kualitas Manajemen Nyeri Pasien Pascabedah di RSUP Dr. Sardjito

Miftahul Jannah, Arifin Triyanto, Anita Kustanti

Background: The escalating number of surgical procedures globally, including in Indonesia, has not been followed by quality improvement in postoperative pain management. Insufficient postoperative pain management quality creates new problems, i.e.: decreasing in patients’ quality of life, prolonging hospital stay, and impacting the family’s quality of life. Literature indicates that the quality of pain management is influenced by various factors, one of which is the nurse’s knowledge of postoperative pain management. Objective: To determine the correlation between nurse’s level of knowledge and the quality of postoperative pain management in RSUP Dr. Sardjito. Method: This study was a descriptive correlational design with a cross-sectional approach. There were 47 nurses from Cendana Wards 1-3 in RSUP Dr. Sardjito as respondents who were selected through total sampling. Likelihood Ratio test was employed to identify the relationship between the nurse’s knowledge level and the quality of postoperative pain management. Results: The majority of nurses demonstrated a satisfactory level of knowledge regarding postoperative pain management, comprising 45 respondents (95,7%). However, the quality of pain management remained low in 30 respondents (63,8%). Likelihood ratio analysis indicated that there was no significant relationship between the nurse’s knowledge level and the quality of pain management, with a significance level of 0,683 (p > 0,05). Conclusion: There is no significant correlation between nurse’s level of knowledge and the quality of postoperative pain management. ABSTRAKLatar Belakang: Peningkatan jumlah operasi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, tidak diiringi dengan peningkatan kualitas manajemen nyeri pascabedah. Kualitas manajemen nyeri pasca bedah yang tidak memadai, dapat menimbulkan masalah baru, seperti penurunan kualitas hidup pasien, perpanjangan masa tinggal di rumah sakit, dan dampak terhadap kualitas hidup keluarga. Literatur menyatakan bahwa kualitas manajemen nyeri dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah pengetahuan perawat mengenai manajemen nyeri pascabedah. Tujuan: Menentukan hubungan antara tingkat pengetahuan perawat dan kualitas manajemen nyeri pada pasien pasca bedah di RSUP Dr. Sardjito. Metode: Penelitian ini adalah studi deskriptif korelasional dengan desain potongan lintang. Pengambilan sampel dengan metode total sampling yang melibatkan 47 perawat dari Bangsal Cendana 1-3 di RSUP Dr. Sardjito. Uji Likelihood ratio digunakan untuk mengidentifikasi hubungan kedua variabel. Hasil: Mayoritas perawat memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai manajemen nyeri pascabedah (95,7%). Namun, kualitas manajemen nyeri masih rendah pada 30 responden (63,8%). Analisis menunjukkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan perawat dan kualitas manajemen nyeri dengan taraf signifikansi 0,683 (p > 0,05). Simpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan perawat dan kualitas manajemen nyeri pascabedah.

DOAJ Open Access 2023
Penyusunan Instrumen Alat Ukur Performa Adaptif pada Masyarakat Maritim Binaan TNI AL

Putri Febrianti, Dian Juliarti Bantam, Andy Sulistiono

Masyarakat maritim membutuhkan performa adaptif baik untuk dapat bertahan dan memahami perubahan yang terjadi dalam lingkungan kerjanya. Individu yang memiliki performa adaptif yang baik biasanya akan cenderung lebih mudah dalam menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi di lingkungan kerjanya. Pada penelitian terdahulu alat ukur performa adaptif hanya disusun dan digunakan pada subjek karyawan dari suatu perusahaan. Hal ini menyebabkan alat ukur terdahulu kurang dapat mewakili apabila digunakan untuk mengukur performa adaptif masyarakat maritim. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat ukur performa adaptif yang dikhususkan untuk masyarakat maritim terutama yang berada di wilayah dusun Trisik, Kelurahan Banaran, Kulon Progo. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menyebarkan kuisioner melalui paper based dan didapatkan responden penelitian sebanyak 143 orang. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Confirmatory Factor Analysis (CFA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 11 faktor yang terbentuk dari 42 komponen yang di analisis dan reliabilitas dari alat ukur performa adaptif dengan koefisien alpha 0,917.

Education (General), Psychology
CrossRef Open Access 2023
PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN ANAK USIA SEKOLAH DALAM PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN PADA SAAT PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS

Yunita Sari, Abdurrahman Hamid, Maria Ulfah

Kepatuhan menerapkan protocol kesehatan selama pandemi Covid-19 menjadi hal yang penting untuk membantu mencegah transmisi virus. Butuh peran serta dan dukungan dari berbagai lapisan masyarakat, tidak hanya kelompok dewasa melainkan juga kelompok anak usia sekolah. Mengingat anak usia sekolah (AUS) merupakan kelompok yang berisiko, pemberlakuan pembelajaran tatap muka terbatas akan meningkatkan status AUS menjadi kelompok rentan. Sejak ditetapkannya pemberlakuan pembelajaran tatap muka terbatas sejak Maret 2021 terdapat sebanyak 1.300 klaster sekolah  dengan sebanyak 15 ribu anak terpapar Covid-19 selama masa PTM. Kasus klaster sekolah paling banyak terjadi di jenjang Sekolah Dasar dan TK/PAUD. Sehingga perlu dilakukan identifikasi tingkat kepatuhan anak usia sekolah dalam menerapkan protocol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan kepatuhan AUS dalam menerapkan protocol kesehatan selama pembelajaran tatap muka terbatas. Merupakan penelitian korelasi dengan rancangan cross sectional dengan melibatkan sampel sebanyak 71 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrument tentang pengetahuan dan kepatuhan AUS dalam menerapkan protocol kesehatan yang dikembangkan oleh peneliti dan dilakukan uji validitas serta reliabilitas. Data dianalisis secara bivariat dengan menggunakan spearman rho untuk mengetahui ada tidaknya hubungan. Hasilnya menunjukkan bahwa p value 0,034 (p<0,05) yang berarti ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan AUS dalam menerapkan protocol kesehatan selama pembelajaran tatap muka terbatas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pentingnya menekankan kedisiplinan dalam penerapan protocol kesehatan bagi AUS untuk dapat mencegah penyebaran Covid-19 yang disesuaikan dengan karakteristik AUS.Kata kunci: kepatuhan anak usia sekolah; pembelajaran tatap muka terbatas; pengetahuan; protocol kesehatanAbstract Compliance with implementing health protocols during the Covid-19 pandemic is important to help prevent virus transmission. It requires participation and support from various levels of society, not only the adult group but also the group of school-age children. Considering that school-age children (AUS) are a group at risk, the implementation of limited face-to-face learning will increase the status of AUS to a vulnerable group. Since the enactment of limited face-to-face learning in March 2021, there have been 1,300 school clusters with as many as 15 thousand children exposed to Covid-19 during the PTM period. Most cases of school clusters occur at the elementary school and kindergarten/PAUD levels. So it is necessary to identify the level of compliance of school-age children in implementing health protocols to prevent transmission of Covid-19 in schools. This study aims to determine the relationship between knowledge and AUS compliance in implementing health protocols during limited face-to-face learning. This is a correlation study with a cross-sectional design involving a sample of 71 students. The results show that there is a relationship between knowledge and AUS compliance in implementing health protocols during limited face-to-face learning. The conclusion from this study is the importance of emphasizing discipline in implementing health protocols for AUS to be able to prevent the transmission of Covid-19 which is adjusted to the characteristics of AUS.Keywords: knowledge; compliance of school-age children; health protocols; limited face-to-face learning

CrossRef Open Access 2023
Pengaruh Google Sites “Ketoprak” terhadap Tingkat Pemahaman dan Capaian Kepatuhan Fasilitas Kesehatan Mitra BPJS Kesehatan KC Purwokerto

Mitsalina Maulida Hafizh, Unting Patri Wicaksono Pribadi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dashboard performance Kepatuhan melalui Google Sites yang mudah diakses oleh FKRTL terhadap tingkat pemahaman Faskes dan tingkat kepatuhan Faskes terhadap kontrak. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu dengan menggunakan satu sampel penelitian dan analisa data dengan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman pada perwakilan Manajemen dan PIC FKRTL terkait kepatuhan Faskes terhadap kontrak dan terdapat peningkatan skor kepatuhan Faskes terhadap kontrak pada bulan September 2022. Adapun presentase kenaikan skor kepatuhan Faskes dapat mencapai 20% pada FKRTL terkait.

S2 Open Access 2022
TINJAUAN PERBANDINGAN PENYELENGGARAAN TELEMEDICINE ANTARA INDONESIA DAN AMERIKA SERIKAT

W. Andrianto, Atika Rizka Fajrina

Dewasa ini, penggunaan telemedicine semakin berkembang akibat keberadaan pandemi Covid-19, tak terkecuali di Indonesia. Walau begitu, Amerika Serikat telah menerapkan telemedicine jauh sebelum pandemi Covid-19 menyerang. Amerika Serikat sebagai negara adidaya sudah jauh lebih maju dalam menerapkan telemedicine, baik dari segi teknologi maupun regulasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyelenggaraan telemedicine di Amerika Serikat sehingga bisa didapatkan sebuah konsep baru yang dapat diterapkan di Indonesia, mengingat telemedicine memiliki peran besar dalam pelayanan kesehatan modern. Bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah bentuk yuridis normative dan merupakan tipe penelitian deskriptif. Perbedaan yang paling mencolok dari dalam hal penyelenggaraan telemedicine di Indonesia dan Amerika Serikat adalah adanya pedoman (guidelines) yang disusun oleh ATA dalam masing-masing bidang kesehatan. Sedangkan, di Indonesia belum ada karena telemedicine di Indonesia masih cenderung baru. Padahal, keberadaan pedoman per bidang kesehatan ini penting untuk meningkatkan kualitas pemberian layanan kesehatan, memudahkan dokter dalam memberikan pelayanan kesehatan, pasien jadi lebih percaya, standarisasi, sebagai bentuk pemenuhan hak atas kesehatan, dan meningkatkan derajat kesehatan pasien sebaik-baiknya. Kata Kunci: Amerika Serikat, Indonesia, Perbandingan, Penyelenggaraan Telemedicine

14 sitasi en
S2 Open Access 2022
Universal Health Coverage: Internalisasi Norma di Indonesia

C. R. A. Saputro, Fenny Fathiyah

Abstrak: Akses terhadap pelayanan kesehatan merupakan bagian dari hak asasi manusia. Sebagai upaya mewujudkan hak tersebut, PBB dan WHO menginisiasi sebuah program yakni universal health coverage (UHC). PBB  mendorong penerimaan dan implementasi UHC oleh seluruh negara di dunia guna memberikan hak akses pelayanan kesehatan terhadap seluruh penduduk dunia.  Indonesia sebagai salah satu anggota PBB tentu juga mendorong upaya pemenuhan UHC di dalam negeri. Tulisan ini melihat bahwa UHC merupakan sebuah norma internasional baru yang berusaha untuk disebarkan ke seluruh dunia. Dengan menggunakan konsep difusi norma yang dikemukakan oleh Finnemore & Sikkink serta konsep lokalisasi norma oleh Amitav Acharya, penulis berargumen bahwa Pemerintah Indonesia telah melakukan lokalisasi norma UHC di Indonesia dengan aktor lokal yang ditunjuk yakni BPJS Kesehatan.

14 sitasi en
S2 Open Access 2022
GAMBARAN KONDISI KEKURANGAN ENERGI KRONIS PADA IBU HAMIL DI INDONESIA, FAKTOR PENYEBABNYA, SERTA DAMPAKNYA

Dimas Heryunanto, S. Putri, Raudina Izzah et al.

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih terbilang tinggi. Penyebab kematian ibu salah satunya adalah Kekurangan Energi Kronis (KEK). Ibu hamil penderita KEK tentu akan mengalami berbagai permasalahan kesehatan. Kesehatan ibu hamil sangat penting karena mereka dapat memengaruhi kesehatan bayi yang dikandungnya. Oleh karena itu, perlu kita ketahui bagaimana kondisi dari penyakit KEK yang diderita oleh ibu hamil di Indonesia. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui gambaran kondisi, faktor penyebab, dan dampak dari KEK pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan merujuk pada sembilan jurnal sesuai dengan kriteria eksklusi dan inklusi yang ditetapkan. Hasil studi literature review menunjukkan bahwa status ekonomi rendah, jarak kehamilan yang terlalu dekat, golongan usia berisiko, tingkat pengetahuan ibu, serta kurangnya asupan gizi seperti energi, karbohidrat, protein dan lemak memiliki pengaruh terhadap risiko ibu hamil menderita KEK. Pengaruh atau hubungan jumlah paritas ibu dan penghasilan keluarga terhadap kejadian KEK pada ibu hamil sampai saat ini masih menjadi perdebatan. Dapat disimpulkan bahwa KEK merupakan penyakit yang memiliki beberapa faktor risiko serta dampak buruk bagi ibu hamil dan bayi. Faktor risiko KEK antara lain adalah status ekonomi, jarak kehamilan, usia, asupan gizi, dan tingkat pengetahuan. Dampak dari KEK adalah anemia pada ibu hamil serta Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dan Stunting pada bayi. Untuk mencegah KEK, kami menyarankan ibu untuk menunda kehamilan jika belum berusia cukup atau telah memasuki usia berisiko, memenuhi angka kecukupan gizi, dan mencari informasi terkait KEK.

12 sitasi en
S2 Open Access 2022
Pengetahuan Mengenai Bahaya Merokok dengan Keinginan Berhenti Merokok Masyarakat Desa Pakel

Yudha Nur Iriyanti, Ayik Mirayanti Mandagi

Merokok merupakan kebiasaan yang memiliki dampak buruk bagi kesehatan maupun lingkungan. Prevalensi merokok di Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, baik pada laki-laki ataupun perempuan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui promosi kesehatan mengenai bahaya merokok yang akan menimbulkan keinginan untuk berhenti merokok. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan total populasi sebanyak 30 responden masyarakat Desa Pakel. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuesioner penelitian. Pada usia <15 tahun responden sudah mulai merokok dengan persentase sebesar 86,7%. Sebagian besar keadaan yang membuat merokok pada responden adalah saat santai sebesar 66,7%. Masyarakat memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi mengenai dampak dari bahaya merokok dengan persentase sebesar 73,3%. Masyarakat memiliki keinginan yang tinggi untuk berhenti merokok hal ini didapatkan dengan persentase sebesar 86,7%. Kesimpulan dalam penelitian ini tingkat pengetahuan masyarakat yang tinggi mengenai bahaya merokok mendorong keinginan seseorang untuk berhenti merokok

12 sitasi en
S2 Open Access 2022
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan Di Rumah Sakit : Systematic Review

Fadhilatul Hasnah, Dian Paramitha Asyari

Rumah sakit merupakan bagian integral dari keseluruhan sistem pelayanan kesehatan yang melayani pasien dengan berbagai jenis pelayanan. Keberhasilan pelayanan kesehatan di rumah sakit tidak terlepas dari berbagai faktor pelayanan. Oleh karena itu, agar dapat terus mengembangkan dirinya dan untuk kelangsungan hidup organisasi, manajemen rumah sakit perlu melakukan peningkatan kinerja karyawan. Penelitian ini menggunakan metode systematic review. Sumber data penelitian ini didapatkan melalui penelusuran literatur di internet melalui database Portal Garuda dan Google Schoolar yang dipublikasikan. Sebanyak 16 artikel masuk ke dalam systematic review. Kompensasi, gaya kepemimpinan, motivasi dan kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja. Semakin meningkat kompensasi, motivasi dan kepuasan kerja akan meningkat pula kinerja

12 sitasi en
DOAJ Open Access 2022
Optimalisasi Video Edukasi: Upaya Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Dalam Mematuhi Protokol Kesehatan Di Era New Normal

Komarudin Komarudin, Laila Puspita

Early in 2020, we are welcomed by the Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) outbreak. The lack of public awareness to always comply with health protocols is one of the triggers of the increasing number of Covid-19 spread in Indonesia. The lack of parental awareness of the importance of disciplining their children to always comply with health protocol regulations, such as not wearing a mask, not keeping distance, and awareness to wash their hands is one of the causes of the spread of covid-19. Therefore, efforts are needed to raise awareness of parents and children to comply with health protocols in the midst of the covid-19 outbreak through educational videos. This service is carried out by conducting socialization accompanied by the creation of children's educational videos about covid-19 and how health protocols should be carried out. This service was done to the villagers of Bagelen as many as 40 parents and their children. The instrument used in this study is a questionnaire of awareness of the master / child to the dangers of covid-19.

Social history and conditions. Social problems. Social reform, Communities. Classes. Races
DOAJ Open Access 2022
Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap Minimum Acceptable Diet pada anak usia 6-23 bulan di Indonesia

Muh. Guntur Sunarjono Putra, Mira Dewi, Lilik Kustiyah et al.

Indonesia is one of the countries with high nutritional problems caused by inadequate feeding practices. A minimum acceptable diet (MAD) is used to assess feeding practices in children with low achievement (53,6%) aged 6-23 months. This study aimed to determine the factors influencing MAD in children aged 6-23 months in Indonesia. This study uses a cross-sectional study design to use secondary data from the 2017 IDHS. The subjects in this study were 4.783 children aged 6-23 months. Data were collected using the 2017 IDHS and WHO UNICEF 2010 questionnaires in assessing feeding practices. Statistical tests used were Chi-square, Spearman, and Multiple logistic regression. This study showed that the prevalence of MAD was 53.7%. Factors influencing MAD were the location of residence (p= 0,001), wealth index (p<0,001), mother's occupation (p= 0,007), father's education level (p= 0,022), mother's education (p= 0,003), media exposure (p= 0,012), geographic area (p<0,05), child's age (p<0,001), and birth order (p<0,05). The dominant factor influencing MAD is the education level of mothers who do not attend school. In conclusion, there is an influence between socio-demographic and economic characteristics and the characteristics of children with MAD in Indonesia.

Nutrition. Foods and food supply, Food processing and manufacture
S2 Open Access 2021
Identifikasi Faktor-Faktor Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah

Rifatolistia Tampubolon, Jeanita Fernanda Lasamahu, Bagus Panuntun

Latar Belakang penelitian adalah anemia yang dapat terjadi pada ibu hamil dengan kondisi kekurangan darah merah pada trimester I - II dengan kadar hemoglobin (Hb) <11 gr / dl dan trimester III <10,5 gr / dl. Penyebab anemia kehamilan misalnya kekurangan zat besi, pendarahan kehamilan, jarak kehamilan terlalu dekat, paritas, umur ibu, dan pendidikan. Tujuan penelitian adalah mengetahui dan melihat kejadian faktor-faktor yang memengaruhi anemia pada ibu hamil. Metode penelitian adalah desain penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei analitik, dilakukan di wilayah Kecamatan Amahai – Kabupaten Maluku Tengah. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini Cross Sectional Survey, kriterianya ibu hamil trimester II - III menderita Anemia di wilayah Kecamatan Amahai. Hasil penelitian oleh berbagai faktor, usia ibu hamil berkisar 20 - 35 tahun (81%), berpendidikan SMA (71%), pekerjaan Ibu Rumah Tangga (84%). Pengetahuan ibu hamil cukup (81%). Kepatuhan ibu hamil mengonsumsi tablet Fe tidak patuh (74%). Sosial budaya dengan kategori mitos atau pantangan makan (68%), pengobatan dan pencegahan anemia (90%). Riwayat kehamilan kehamilan kehamilan trimester II (77%), trimester III (23%), kadar Hb kurang (100%), status paritas Primigravida (48%), penyulit kehamilan (13%). Layanan kesehatan Antenatal Care, yaitu tidak rutin melakukan kunjungan (32%), petugas periksaan kehamilan oleh Bidan (84%), tempat kehamilan kehamilan diluar fasilitas kesehatan (68%), tidak mendapatkan pengetahuan, informasi dan pengetahuan (10%). Rerata semua kebutuhan gizi ibu hamil berkategori kurang dari 80% angka kecukupan gizi, begitupula juga rerata persentasenya. Kesimpulan dalam penelitian ini berbagai faktor terkait, perlu memberikan informasi yang mudah dilaksanakan ibu hamil dengan memanfaatkan kader kesehatan setempat.

28 sitasi en
S2 Open Access 2021
Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Pengobatan Diabetes Mellitus

Zaenab M. Syahid

Pendahuluan; tanpa disadari, penyakit diabetes melitus banyak menimpa masyarakat Indonesia. Tujuan; mengetahui berbagai faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pengobatan diabetes melitus. Metode: data diperoleh dari database elektronik dengan menggunakan google scholar dengan menggunakan kata kunci “diabetes mellitus, faktor, kepatuhan pengobatan”. Studi pustaka ini dilakukan dengan cara menganalisis artikel ilmiah berbahasa Indonesia terbitan 2015 hingga 2020, kemudian setelah dilakukan pemilihan jurnal diperoleh 6 artikel kualitatif yang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil; menemukan bahwa banyak faktor yang berhubungan dengan kepatuhan terhadap pengobatan diabetes melitus yaitu faktor usia, pengetahuan, motivasi, sosial (dukungan keluarga dan tenaga kesehatan), pendidikan, ekonomi, akses dan psikologis. Tenaga kesehatan dan tenaga kesehatan harus mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pengobatan diabetes melitus sehingga komplikasi dapat dicegah dan ditangani dengan tepat. Kesimpulan; menjadi dasar bagi petugas kesehatan dan pengambil kebijakan dalam merencanakan kiat-kiat pencegahan dan pengendalian diabetes melitus

22 sitasi en
S2 Open Access 2021
Kesiapan Penerapan Pelayanan Kelas Standar Rawat Inap dan Persepsi Pemangku Kepentingan

Golda Kurniawati, Citra Jaya, Sekarnira Andikashwari et al.

Salah satu amanah dari Undang-Undang No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) adalah adanya pelayanan medis dan non-medis yang sama, tidak ada perbedaan, dalam rangka mencapai keadilan sosial. Dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), keadilan ini diterjemahkan sebagai pelayanan kelas standar rawat inap untuk menggantikan tingkatan fasilitas akomodasi rawat inap yang saat ini berlaku. Memasuki tahun keempat implementasi Program JKN, amanah ini masih belum dapat terwujud. Untuk itu, studi ini berupaya menganalisis kemungkinan penerapan kelas standar rawat inap, termasuk menghitung ketersediaan tempat tidur di Indonesia untuk mendukung penerapan tersebut. Studi ini menggunakan mixed method di mana studi kuantitatif dilakukan melalui metode survei terhadap 520 responden peserta JKN yang pernah mendapatkan pelayanan rawat inap di rumah sakit. Studi kualitatif dilakukan melalui wawancara dan diskusi terarah pada pembuat kebijakan Program JKN. Hasil studi menunjukkan bahwa seluruh responden studi dari peserta maupun pembuat kebijakan mendukung penerapan kelas standar rawat inap dengan preferensi yang beragam. Meskipun demikian, disepakati bahwa diperlukan waktu setidaknya 5 tahun untuk memastikan penerapan kelas standar rawat inap dapat dilaksanakan dengan baik. Rumah sakit khususnya membutuhkan waktu untuk mempersiapkan sarana dan prasarana agar sesuai dengan ketentuan kelas standar rawat inap. Studi ini merekomendasikan kepada seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung kebijakan kelas standar rawat inap. Tenggat waktu penerapan kelas standar rawat inap pada dokumen Peta Jalan Jaminan Kesehatan perlu direvisi, dilengkapi dengan beberapa regulasi tambahan dan sosialisasi yang intensif.

S2 Open Access 2021
Faktor Risiko Kejadian HIV Pada Kelompok Usia Produktif di Indonesia

Diah Rohmatullailah, Dina Fikriyah

HIV merupakan salah satu masalah kesehatan global, di Indonesia jumlah kasus HIV positif dari tahun ke tahun semakin meningkat dan paling banyak terjadi pada kelompok usia produktif yaitu usia 25-49 tahun. HIV merupakan virus yang melemahkan kekebalan tubuh manusia. Kejadian HIV dipengaruhi oleh banyak faktor yang mendukung penyebaran kasus ini. Tujuan untuk mengetahui faktor yang berisiko terhadap kejadian HIV di Indonesia. Metode yang digunakan adalah penelusuran pustaka dengan menelaah faktor risiko kejadian HIV berdasarkan 10 jurnal kesehatan yang dipublikasikan 10 tahun terakhir sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil jurnal yang telah direview, faktor yang berisiko terhadap kejadian HIV yaitu  jenis kelamin laki-laki OR=1,77, usia 1 OR=23,32, hubungan seksual tanpa kondom OR=5,34, penggunaan narkoba suntik yang bergantian OR=9,3. Untuk ke depannya, Dinas Kesehatan perlu mengoptimalkan metode promosi kesehatan kepada pekerja seksual terkait penggunaan kondom, penyuluhan mengenai HIV pada semua usia, kerjasama antara aktivis peduli HIV, lembaga swadaya masyarakat (LSM), tenaga medis, dan instansi terkait.

21 sitasi en
S2 Open Access 2021
Tingkat Kepuasan Masyarakat Terhadap Pendaftaran Online Pada Aplikasi Mobile JKN

Herlinawati, Lilis Banowati, Devi Revilia

Pandemi Covid-19 yang terjadi diseluruh negara termasuk Indonesia, membuat BPJS Kesehatan harus beradaptasi dengan pola layanan baru yang benar-benar memperhatikan protokol kesehatan tanpa mengurangi kualitas pelayanan yang selama ini sudah berjalan baik. Mobile JKN merupakan salah satu alternatif paling efektif yang saat ini bisa dijalankan oleh BPJS Kesehatan untuk tetap bisa melayani dalam kondisi seperti ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat terhadap pendaftaran online BPJS Kesehatan pada aplikasi mobile JKN pada masa Pandemi Covid 19. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi adalah seluruh peserta BPJS di Kabupaten Cirebon Tahun 2021 yang telah mendowload aplikasi mobile JKN. Populasi sejumlah 129.357 peserta. Besar sampel menggunakan rumus Slovin di dapatkan 100 responden diambil dengan teknik accidental sampling. Analisa data menggunakan analisa univariat dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar (73%) responden merasa puas terhadap pendaftaran online BPJS Kesehatan pada aplikasi Mobile JKN pada masa pandemi Covid-19. Di harapkan kepada BPJS Kesehatan Cabang Kabupaten Cirebon untuk melakukan sosialisasidan demonstrasi melalui media cetak, elektronik, dan radio lebih intensifi mengenai penggunaan aplikasi Mobile JKN.

20 sitasi en
S2 Open Access 2021
PELATIHAN PEMBUATAN ECO-ENZYME DARI LIMBAH ORGANIK RUMAH TANGGA SEBAGAI ALTERNATIF CAIRAN PEMBERSIH ALAMI

Oleh Cici Wuni, Ahmad Husaini, P. Wulandari et al.

Pengelolaan sampah harus dilkukan secara komprehensif. Penanganan sampah harus dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat, pardigma baru dengn memandang sampai sebai sumber daya yang memilik manfaat. Kegiatan pengabdian msyarakat ini bertujuan untuk menambah wawasan/ mengeduksi masyarakat untuk dapat mengolah sampah organik rumah tangga menjadi alternative produk alami untuk cairan pembersih, desinfektan dan pupuk organic dengan teknologi ramah lingkungan.  Seperti yang kita ketahui, pada kondisi pandemik saat ini penggunaan cairan pembersih/desinfektan dengan kita sadari selalu digunakan setiap hari. Dengan pembuatan dan pemanfaatan eco-enzyme dapat membantu masyarakat mengurangi pengeluaran rumah tangga, selain itu kegiatan ini dapat membantu mengurangi pencemaran lingkungan dari zat kimia akibat penggunaan cairan pembersih kimia. Metode pengabdian ini adalah sosialisasi, pelatihan dan pendampingan membuat eco-enzyme. Kegiatan pengabdian ini dilakukan secara tatap muka dengan tetap mematuhi protocol kesehatan. Hasil kegiatan ini masyarakat sasaran mengetahui cara membuat eco-enzyme dari sampah organic rumah tangga serta dapat mempraktekkannya sendiri

20 sitasi en

Halaman 44 dari 19451