Puji Lestari, Erisandi Arditama, Zuraini binti Jamil
et al.
This research explores the shift in gender construction identified in the dynamics of local politics in Central Java, specifically during the 2024 regional head elections. The pluralist perspective on local political studies emphasizes the inevitability of diverse local actors in managing power at the local level, including for local women. This research was carried out with a descriptive qualitative approach to analysis chosen in this study, because it aims to explore in-depth understanding of social and political phenomena, namely shifts in gender construction in local political dynamics in Central Java. Data was extracted through in-depth interviews and document data. Interviews with female informants of regional head candidates in Central Java, success teams, and voters, in the simultaneous regional head elections, were conducted to explore perceptions, views, and experiences so that they could interpret freely. The interviews used purposive sampling techniques, both in person and with messages through social media to voters in Central Java. The results of the study identified the phenomenon of gender construction evolution; first, shifting beliefs, values about women who are increasingly ready, have the ability in politics, so that they get validation and recognition from the voting community; second, political party support, ownership of women's financial capital in politics; and third, women's ability to face challenges that arise from themselves. Self-confidence in facing social pressure, political pressure, and political pressure is one of the most important factors.
Mustika Diana, Hartati Hartati, Steven Anthony
et al.
Perintisan pendirian Taman Baca Masyarakat di desa muara telang marga kecamatan marga telang kabupaten banyuasin adalah program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) UPBJJ-UT Palembang dengan menggunakan anggaran 2022. Pendirian Taman Baca Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan minat minat baca masyarakat dan menjadi tempat belajar para pelajar dan anak-anak putus sekolah yang ada di desa muara marga telang khususnya dan di kecamatan muara telang pada umumnya. TBM merupakan sarana untuk pembelajaran dan pendidikan masyarakat secara nonformal. TBM diarahkan untuk memberikan pelayanan kepada warga masyarakat yang belum sekolah, buta aksara, putus sekolah, dan warga masyarakat yang kebutuhan pendidikannya tidak dapat terpenuhi melalui pendidikan formal. Perintisan TBM ini bertujuan meningkatkan literasai masyarakat sehingga dapat menciptakan masyarakat yang berdaya secara pengetahuan, ekonomi dan sosial.desa marga telang muara merupakan bagian daerah perarian yang memiliki keterbatasan akses perpustakaan secara fisik dan juga keterbatasan akses informasi digital dikarekan daerah ini masih belum tersedia jaringan internet yang memadai. Membangun literasi masyarakat pedesaan menjadi tanggung jawab perguruan tinggi sebagai salahsatu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Metode yang dilakukan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah Participatory Action Research (PAR), PAR merupakan penelitian yang melibatkan secara aktif semua pihak-pihak yang relevan (stakeholder) dalam mengkaji tindakan yang sedang berlangsung (dimana pengalaman mereka sendiri sebagai persoalan) dalam rangka melakukan perubahan dan perbaikan kearah yang lebih baik. Kegiatan ini akan dilakukan dengan tiga tahap yaitu persiapan, pelaksanaan dan monitoring. Pada persiapan tim abdimas akan membeli sarana dan prasarana yang dibutuhkan, tahap pelaksanaan tim akan menyerahkan baha-bahan dan akan memberikan materi terkait perpustakaan. Pada kegiatan monitoring tim akan mengevaluasi apakan TBM dimanfaatkan secara efektif dan efisien oleh masyarakat. Kegiatan perintisan pendirian taman baca masyarakat ini memberikan hasil berupa terwujudnya sebua taman baca masyarakat di desa muara telang marga sebagai upaya peningkatan literasi masyarakat dalam berbagai sector. Berdasarkan hasil evaluasi, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian ini berhasil dalam mencapai tujuan yaitu meningkatnya minat baca masyarakat yang dapat dari penggunaan koleksi yang ada pada TBM baik membaca do tempat maupun dibawa pulang kerumah, hal ini dapat meningkatkan literasi masyarakat muara telang marga. Manfaat yang bisa diperoleh melalui kegiatan ini yaitu terjadi peningkatan lietasi masyarakat desa Muara Telang Marga.
Purpose – The purposes of this study are to produce digital-based Islamic religious education teaching module products developed using the eXe-Learning application and to find out whether digital-based Islamic Religious Education teaching module products are feasible to use in learning.
Design/methods/approach – This study used development research (Research and Development) with the 4D development model (Define, Design, Development, and Dissemination). At the design validation stage, the digital-based Islamic Religious Education teaching module was validated by material experts and media experts. Data collection techniques used questionnaire instruments
Findings – The assessment by the material experts, consisting of 16 aspects, was 90% categorized as very feasible. The evaluation by the first media expert, consisting of 20 aspects, was 82% categorized as very feasible. The second media expert validation, as a whole, was 96% categorized as “very feasible.” The average value of material and media experts was 89.33% (Very Feasible). Meanwhile, the student response to the digital-based Islamic Religious Education teaching module, consisting of 12 aspects, obtained 67.2%, including the “feasible” category. Moreover, in terms of the module's effectiveness in learning, it had an effect in the form of increasing student skills in performing the Duha prayer.
Research implications/limitations – The implications of this development research practically have contributed to producing digital-based PAI teaching module products on the Duha prayer material used in learning. The main field trial was limited to Class IV of SDIT Al-Furqon Palangka Raya.
Originality/value – This development research supports the implementation of the Merdeka Curriculum in fulfilling the learning tools for the Merdeka Curriculum teaching modules, allowing it to contribute to the world of education
Lailatul Nuraini, Eti Elisa, Elma Tri Istighfarini
et al.
Kurikulum merdeka belajar menuntut guru untuk beradaptasi menghadapi perkembangan IPTEK di tengah era society 5.0. Guru ditekankan untuk memanfaatkan TIK dalam proses belajar mengajar yang bertujuan untuk memperkuat profil pelajar Pancasila. Salah satu bentuk pemanfaatan teknologi yaitu mengembangkan media pembelajaran yang interaktif untuk menarik minat siswa seperti modul digital. Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa belum optimalnya guru di MGMP Fisika SMA di Jember yang mengembangkan modul digital berbasis kearifan lokal sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan profil pelajar Pancasila. Oleh karena itu, Tim PKM RSH Pendidikan Fisika Universitas Jember melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pengembangan modul digital KOFIJATRA untuk mendukung terwujudnya profil pelajar Pancasila yang kemudian didiseminasikan kepada guru MGMP Fisika SMA di Jember. Metode pengabdian yang digunakan yaitu pendekatan Asset Based Based Community Development berupa kegiatan diseminasi. Instrumen evaluasi kegiatan berupa angket respon guru terhadap modul dan pelaksanaan kegiatan. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan yaitu kegiatan ini berjalan dengan baik serta respon guru terhadap modul digital sebesar 88,13% berada dalam kategori sangat baik. Dengan demikian, modul digital ini dapat digunakan secara lebih luas pada proses pembelajaran fisika.
Yusra Ramadhana, Mislaini Mislaini, Sri Gina Miranti
The South Korean education system is renowned for its structured organization and focus on high academic achievement. Its curriculum incorporates modern technology to enhance the learning experience, but high academic pressure poses significant challenges, particularly concerning students’ mental well-being. Compared to Indonesia, which adopts a more holistic approach through the Merdeka Curriculum, South Korea excels in producing globally competitive students. This article explores the comparison of the two education systems, highlighting innovations, challenges, and reforms needed to create inclusive and sustainable education.
Sheren Angelina Lumintang, Alfred Yehuda Prasetya, Yornan Masinambow
Pendidikan nasional dan pendidikan Kristen sama-sama mempunyai konsep pendidikan holistik. Namun terdapat juga perbedaan di dalamnya, sekalipun keduanya saling melengkapi dalam hal pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji serta menganalisa konsep pendidikan holistik melalui studi analisis komparatif antara pendidikan nasional dan pendidikan Kristen. Pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan digunakan dalam penelitian ini, yakni dengan memaparkan secara komparatif pendidikan nasional dan pendidikan Kristen. Hasil yang didapatkan adalah terdapat berbagai macam perbedaan yang ditelusuri dalam pendidikan nasional dan pendidikan Kristen dalam aspek pendidikan holistiknya. Perbedaan yang dilakukan secara komparasi meliputi definisi, bentuk-bentuk, profil pendidik, kurikulum pendidikan, proses pendidikan, evaluasi serta tantangan pendidikan holistik berdasarkan pendidikan nasional, dan pendidikan Kristen. Kesimpulan yang di dapat adalah pendidikan holistik sudah diterapkan di dalam sistem pendidikan nasional dan pendidikan Kristen sekalipun aspek esensinya berbeda satu dengan yang lain.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan miskonsepsi dalam menyelesaikan soal sitem pertidaksamaan linear kuadrat ditinjau dari pengamatan Guru dan yang Guru temukan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitan berjumlah 34 orang Siswa kelas X MIPA di salah satu SMA Negeri yang ada di Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan memberikan soal sistem pertidaksmaan linear dua variabel yang didalamnya menyangkut linear-kuadrat dan kuadrat-kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa miskonsepsi pada penyelesaian soal sistem pertidaksamaan linear dua variabel pada indikator pertama terdapat 45% Siswa belum dapat menerapkan rumus, 61% belum dapat memenuhi indikator kedua, dalam indikator kedua ini dibagi menjadi empat bagian yaitu 41% Siswa tidak menggambarkan model pertidaksamaan linear dua variabel kedalam diagram kartesius, 4% Siswa dapat menggambar model pertidaksamaan dengan lengkap, 9% Siswa dapat menggambar model kedalam diagram kartesius dengan tanpa kesalahan dan sisanya 7% sudah menggambarkan kedalam diagram karetsius namun masih ada yang belum tepat, pada indikator ketiga 11% Siswa melakukan kesalahan dalam penggunaan metode yaitu miskonsepsi dalam penentuan daerah hasil pertidaksamaan tersebut.
Karimulloh Karimulloh, Chandradewi Kusristanti, Arif Triman
Islam menjelaskan ikatan pernikahan sebagai sesuatu hal yang penting, suci, bermakna dan sebagai penyempurnaan ibadah kepada Allah SWT. Ikatan pernikahan ini menjadi salah satu tugas perkembangan yang perlu dijalani oleh seorang manusia yang berkaitan dengan berbagai aspek untuk menjalani kehidupan di muka bumi. Adanya pernikahan tanpa persiapan yang belum matang baik dari segi Islam, psikologi maupun finansial dapat membuat remaja yang melakukan pernikahan dini beresiko baik secara fisik, keuangan dan mendukung peningkatan kasus perceraian di Indonesia. Sebagai upaya peningkatan pengetahuan mengenai persiapan pernikahan, Program pranikah dalam pendekatan Islam, psikologi dan finansial ini dilakukan sehingga dapat memberikan sudut pandang serta mendukung persiapan mereka dalam merencanakan pernikahan sehingga dapat mengemban tanggung jawab dalam pernikahan tersebut. Partisipan pada program persiapan pernikahan dalam pendekatan Islam, psikologi dan finansial ialah remaja akhir dan dewasa muda yang belum terikat pernikahan. Adapun hasil penyuluhan program ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja mengenai pendidikan pranikah baik dari perspektif Islami, psikologi maupun finansial.
Social history and conditions. Social problems. Social reform, Communities. Classes. Races
This article discusses the importance of opening educational horizons to address global challenges through inclusive, relevant and sustainable educational insights. Challenges such as technological developments and globalization, the focus on access to education, and the relevance of education to the needs of the world of work are described as crucial factors that need to be addressed. This paper provides an overview of the importance of broad access to education, technology integration, collaboration with world industry, and efforts to achieve gender equality. By paying attention to these aspects, education can play a key role in facing global challenges and preparing future generations for a better future.
Abstract: This research aimed to test the effectiveness of mutual storytelling technique to improve the motivation to learn of fifth grade students. This research was a Time Series Design that consist of one group. The research subjects were six students selected using purposive sampling technique. The technique of collecting data using questionnaire. Data analysis using the Wicoxon Signed Rank test. Based on the result of the analisis using Wilcoxon Signed Rank Test, it showed that the significance value is 0,027 (0,027<0,05). So there is a difference between before and after given treatment to students. The conclusion of the research was that mutual storytelling technique was effective to improve the motivation to learn of fifth grade students. The result of this research could be used by classroom teachers as a reference to deepen the understanding of the implementation of mutual storytelling technique to improve motivation of learn for students. It could also be used as a reference for other researchers to innovate to conduct research using mutual storytelling techniques in other service fields.
Abstrak : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan teknik mutual storytelling untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas lima SD. Penelitian ini menggunakan Time Series Design yang terdiri dari satu kelompok. Subjek penelitian berjumlah 6 peserta didik yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Berdasarkan hasil analisis uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai signifikansi 0,027 (0,027<0,05). Dengan demikian, dapat diketahui bahwa ada perbedaan antara sebelum dan sesudah diberikan treatment pada peserta didik. Simpulan dari hasil penelitian ini adalah teknik mutual storytelling efektif untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas lima SD. Hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi bagi guru kelas untuk memperdalam pemahaman pelaksanaan teknik mutual storytelling untuk meningkatkan motivasi belajar bagi peserta didik serta dapat dijadikan referensi bagi peneliti lain untuk berinovasi melakukan penelitian menggunakan teknik mutual storytelling pada bidang layanan yang lain.
The purpose of this research is to determine whether the principal's leadership, work discipline, and teacher's work motivation can affect the performance given to the school. The method used in this research is quantitative research by measuring variables using a Likert scale and analyzing data using SPSS 21.0 for windows. This research involved 196 honorary teachers in public elementary schools throughout Mejobo District, Kudus Regency. The results showed that the correlation/relationship (R) was 0.913. It was explained that the large percentage of influence of the independent variable on the dependent variable was by testing the coefficient of determination which was the result of strengthening R (R Square) of 0.833, which means that the principal's leadership, work discipline, and motivation teacher work has an effect of 83% on teacher performance while other variables influence the rest. Whereas based on the t-test shows that the sig (one-sided) value is <0.01 out of 0.05, so H0 is rejected, and Ha is accepted according to the decision in taking the t-test that if Ha is born, then the principal's leadership, work discipline, and work motivation partially have a positive effect on teacher performance honorary elementary school in Mejobo sub-district, Kudus district. Suggestions recommended by researchers to continue to improve the performance of honorary teachers, regulations, work systems, and rewards can be paid more attention, especially to those who have served a long time as honorary teachers, and for honorary teachers themselves to further improve the quality of performance even though the status and rewards obtained are not equal to those of teachers ASN.
Ahmad Robi Ulzikri, Robi Cahyadi Kurniawan, Himawan Indrajat
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya keterlibatan pimpinan tertinggi (rais aam) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ma’ruf Amin yang ditunjuk sebagai calon wakil presiden mendampingi petahana Joko Widodo dalam pemilihan umum tahun 2019. Permasalahan penelitian muncul ketika publik meragukan soliditas antara elemen struktural NU dan elemen kultural NU (kiai kampung dan pondok pesantren) termasuk di Bandar Lampung. Maka, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana budaya politik warga NU kota Bandar Lampung dari kalangan pengurus struktural dan kalangan pondok pesantren dalam momentum Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori budaya politik Gabriel Almond dan Sidney Verba. Metode penelitian kombinasi dengan model concurrent embedded digunakan dalam penelitian ini, yaitu sebuah metode penelitian dengan menggabungkan antara pendekatan kualitatif dan kuantitatif di mana data kualitatif lebih dominan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama, tipe budaya politik warga struktural NU adalah budaya politik partisipan, karena memiliki kognisi, afeksi, dan evaluasi terhadap seluruh aspek yang meliputi sistem sebagai objek umum, objek-objek input dan output, serta pribadi sebagai objek dalam sistem dalam konteks Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019. Hasil kedua, warga kultural NU dari kalangan kiai dan santri pondok pesantren memiliki transisi tipe budaya subjek ke partisipan, hal itu karena, kelompok ini memiliki penilaian yang baik pada objek-objek input, akan tetapi masih memiliki kekurangan dalam partisipasi individu. Sejumlah faktor yang mempengaruhi budaya politik keduanya meliputi tingkat pendidikan, ketokohan, serta nilai-nilai yang menjadi pedoman keduanya dalam bertindak. Hasil penelitian dengan pendekatan budaya politik dapat disimpulkan bahwa elemen NU struktural dan NU kultural di Bandar Lampung memiliki soliditas dalam memenangkan pasangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin dalam Pemilu 2019
Political science (General), Political institutions and public administration (General)
Charanjit Kaur Swaran Singh, Eng Tek Ong, Tarsame Singh Masa Singh
et al.
This study examined the test taking strategies of weak ESL students of an English language proficiency course. Test taking strategies are known as the methods that test takers use as an alternative aimed at attaining correct answers on a specified form of language assessment. The study adopted a qualitative study. The participants in this study were forty-four learners from the Bachelor of Arts Program. The learners were asked to think aloud while reading an assigned text to answer the questions. Four learners’ thinking aloud recordings were transcribed and analysed. Focus group interviews were carried out for triangulation purposes. Data collected were analysed manually. The ESL learners implemented many test taking strategies as they coped with the reading comprehension test. The findings of the study show how ESL students used cognitive, metacognitive, compensating, and social strategies. Participants expressed that understanding and reading the passage allowed them to draw conclusions better in answering the multiple choice questions. The findings revealed that they used a compensation strategy whereby they tried guessing the answers on a number of occasions. The findings of the study implicate teachers’ roles in L2 reading and also to guide the ESL learners in the process of answering reading passage and answer the comprehension questions.
Assessment is one type of action in interaction. It is very common, as it can appear in any conversation and context. The term assessment broadly covers any evaluative action in interaction. The simplest form of assessment contains an assessable (entity or reference being evaluated) and an assessment (the evaluation towards the assessable). The current study is a preliminary study which explores the multimodal structure of assessment in Indonesian conversation. The method employed is Conversation Analysis. The data is taken from 6 hours of video recorded naturally occurring Indonesian conversation, involving a different number of participants. The current analysis suggests that assessment is a two-steps action which involves firstly the orientation to a focal point, and subsequently the production or display of evaluation towards that focal point. Evaluation can be produced verbally, displayed through non-verbal means, or a combination of the two. The non-verbal evaluation may be produced early in the turn, almost concurrent with the production of the assessable, which is earlier than its verbal counterpart. The current study adds to our understanding of the multimodal structure of conversational interaction, especially on conversational Indonesian, a language variety widely used in Indonesian society, yet receives very limited research attention.
Special aspects of education, Language. Linguistic theory. Comparative grammar
This study aimed to determine the effect of the Learning Cycle 5E model on junior high school students' science process skills. This study used the Quasi-Experimental Design study with Nonequivalent control group design. The instrument used a science process skills test. The research sample is students in class VII semester II of Junior High Scool 8 Pekalongan, which purposive random sampling technique. The data were collected by essay tests of science process skills, observation sheets, and documents. Analytical data were used instrument analysis, pretest, and posttest of science process skills, etc. Based on the value of n-gain from Learning Cycle 5E class were obtained 66.33 with moderate criteria, so the Learning Cycle 5E model is moderate in science process skills. The students' responses towards the Learning Cycle 5E model were positive, 14 of the 15 statement items included in the excellent category. It indicates that the learning cycle 5E can encourage students’ science process skills.
This study aims to analyze identifying causes of conflict, analyzing the impact of the conflict, conflict resolution, and the conflict management strategy in Muhammadiyah’s educational institutions in East Lampung. This study uses a qualitative approach. Data collection is done by using in-depth interviews, observations, and documentation. The results of the study show that there are differences of opinion, job dependence, differences in status and roles, e.g. communication, division of tasks, delay in honorarium, financial management, misunderstanding, being too sensitive. The impact of the conflict caused by being functional, such as being cooperative, prioritizing the interests of the institution, raising awareness of organization, finding the best solution, getting wiser in making decisions. Disfunctional nature such as uncomfortable working atmosphere, decreased performance, lack of enthusiasm, coming late to go home early, work atmosphere becomes tense, work hampered and delay in achieving targets. Conflict resolution is carried out by the principal by deliberation, advising, strengthening ties, compromise, accepting joint decisions based on spiritual values guided by the Qur'an and Hadith and heeding the Memorandum and Articles of Association (ADART) of the Dikdasmen Council. (4) The conflict management strategy used is collaboration, compromise and accommodation.
Keywords: Conflict Management, Education Institution and Muhammadiyah’s educational institutions.
<p>Penelitian inibertujuan untuk memperoleh pemahan secara mendalam mengenai proses pembelajaran menulis bahasa Inggris menggunakan Edmodo di SMA Insan Kamil. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan metode etnografi.Data dalam penelitian etnografi ini adalah tujuan, perencanaan, langkah-langkah, peran guru serta siswa, dan evaluasi pembelajaran menulis menggunakan Edmodo. Adapun sumber data utama mengenai informasi tujuan pembelajaran menulis bahasa Inggris menggunakan Edmodo dan informasi umum mengenai proses pembelajaran menulis menggunakan Edmodo yaitu guru bahasa Inggris di SMA Insan Kamil Bogor.Dalam merencanakan pembelajaran guru membuat perencanaan berdasarkan silabus dan kebutuhan siswa. Sedangkan dalam langkah-langkahnya secara garis besar ada empat langkah, meliputi; (i) siswa masuk ke akun grup kelas, (ii) mengecek tugas yang sudah dikirimkan guru melalui edmodo, (ii) mengunduh tugas dan (iv) mengunggah tugas yang sudah selesai ke edmodo. Dalam pembelajaran ini pengajar, mempunyai banyak peran, menjadi pengendali, pengarah, fasilitator dan juga menjadi sumber, sementara siswa berperan aktif dalam mempraktikan bahasa Inggris. Metode evaluasi yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran ini adalah evaluasi sumatif, suatu cara untuk menilai hasil belajar dalam satu program dan nilainya menjadi data yang akan dilaporkan kepada orang tua peserta didik.</p>
Abstract:
Fundamental Problems in this research is how suggestopedia method implementation in developing self-confidence at study of VIII MTs class student mathematics One Roof Sampano. This Research is research of experiment, with VIIIa class student subject as experiment class and VIIIb class as control class which is each 30 people. The result of research uses post-test data in the form of enquette trust of the student, while for the analysis of its use descriptive analysis technique and inferential. The result of research indicates that (1) Good Method suggestopedia applied in the study of VIII MTs class mathematics One Roof Sampano. This Matter is shown with the result of student activity observation in each every meeting, that and enthusiasm and activity of student progressively mount during the study process. (2) After applying [of] Suggestopedia method result of trust [of] higher experiment class x'self from [at] control class. (3) Study by using this suggestopedia method been expressed is effective, this matter is shown with result of student activity observation, teacher activity, and enquette post-test result
Abstrak:
Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana implementasi metode suggestopedia dalam membangun self-confidence (kepercayaan diri) pada pembelajaran matematika siswa kelas VIII MTs Satu Atap Sampano. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen, dengan sampel penelitian adalah siswa kelas VIIIa sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIIb sebagai kelas kontrol yang masing-masing bejumlah 30 orang. Hasil penelitian menggunakan data post-test berupa angket kepercayaan diri siswa, sedangkan untuk analisisnya menggunakan teknik analisis deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Metode suggestopedia baik diterapkan dalam pembelajaran matematika kelas VIII MTs Satu Atap Sampano. Antusiasme dan keaktifan siswa semakin meningkat selama proses pembelajaran. (2) Setelah penerapan metode Suggestopedia hasil kepercayaan diri kelas eksperimen lebih tinggi dari pada kelas kontrol. (3) Pembelajaran dengan menggunakan metode suggestopedia ini telah dinyatakan efektif, hal ini berdasarkan observasi aktivitas siswa, aktivitas guru, dan hasil post-test angket kepercayaan diri telah mencapai kriteria yang telah ditentukan.
<p>This study was intended to reveal the profile of students’ misconception of the concept of dynamic electricity in one private university in Cirebon city. In the study of physics, the misconception will hamper the achievement of physics learning goals. Misconceptions will greatly hinder the process of acceptance and assimilation of knowledge in students, so that they will hinder the success to learn more. It is necessary to conduct research on the analysis of misconception of mathematics teacher candidates on the concept of dynamic electricity. Misconception is defined as a student conception that is incompatible with the simplified conception of physicists. To identify misconceptions experienced by students, multiple-choice diagnostic tests equipped with a Certainty Response Index (CRI) can be conducted. The data obtained is then completed with interview data. This research is a descriptive research which is a research to give a description about phenomenon, or facts under study by describing the value of the variable without comparing. The study found that 81% of students’ have a misconception in the sub-chapter of electric current, and 50% in the concept of electric potential difference sub-chapter.</p>
Museum merujuk kepada bangunan tempat menyimpan khazanah sejarah purba atau yang lalu, bukan hanya tempat menyimpan peninggalan purba, museum juga menyimpan berbagai macam jenis benda hidup maupun mati. Banyak dari masyarakat kurang berminat untuk datang ke museum. Wisatawan menjadikan museum sebagai tempat wisata alternatif. Di Kabupaten Asahan yang merupakan salah satu Kabupaten di Kota Medan di Provinsi Sumatra Utara ini adalah sebuah Kabupaten yang tengah tumbuh menjadi sebuah Kabupaten yang berkembang di berbagai sector, terutama pada sector Pendidikan dan Pariwista. Pembangunan di sektor penunjang pendididkan sangatlah minim. Tidak adanya bangunan – bangunan museum di Kabupaten Asahan, Seakan kalah pamor dengan keberadaan pusat – pusat perbelanjaan yang ada di Kabupaten Asahan. Belum adanya bangunan museum yang memiliki konsep edukasi dan entertainment. Di harapkan Museum Flora dan Fauna Di Kabupaten Asahan ini dapat menunjang aspek pedidikan di Kabupaten Asahan sekaligus menjadi ikon wisata baru di Kabupaten Asahan yang menerapkan tema arsitektur edukatif.
Kata Kunci : Arsitektur Edukatif , Museum Flora dan Fauna ,
Details in building design and construction. Including walls, roofs, Urban renewal. Urban redevelopment