Hasil untuk "kesehatan"

Menampilkan 20 dari ~259624 hasil · dari DOAJ, Semantic Scholar

JSON API
DOAJ Open Access 2025
Peran Pengaturan Kerja Fleksibel dan Motivasi Kerja dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan

Nur Aini Fitrianti, Alvin Eryandra

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji hipotesis bahwa penerapan pengaturan kerja fleksibel dan motivasi kerja secara simultan memiliki pengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan dimana penelitian dilakukan tanpa membatasi jenis organisasi tertentu. Metode penelitian kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling untuk menyasar karyawan tetap yang berkesempatan bekerja secara fleksibel, dengan responden yang bersedia dan sesuai dengan kriteria sebanyak 233 responden. Pengukuran pengaturan kerja fleksibel menggunakan skala (Hyunjeong Kim, 2023)  dengan nilai reliabilitas melalui Cronbach's α sebesar 0,782 dan terdapat 4 aitem valid dari 5 aitem melalui proses seleksi, motivasi kerja diukur menggunakan skala The Work Extrinsic and Intrinsic Motivation Scale (WEIMS) (Tremblay., et al, 2009)  dengan nilai reliabilitas melalui Cronbach's α sebesar 0,891 dan keseluruhan aitem valid, terakhir kinerja karyawan diukur menggunakan skala Job Performance Scale (Caliskan Koroglu, 2022) dengan nilai reliabilitas melalui Cronbach's α sebesar 0,938 dan keseluruhan aitem valid. Hasil dari uji menggunakan perangkat lunak Jamovi 2.6.25 dengan model regresi berganda menunjukkan secara simultan terdapat pengaruh positif signifikan dari pengaturan kerja fleksibel dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan (R2= 0,575; p0,001). Temuan ini menemukan bahwa pengaruh motivasi kerja (β=0,876; p0,01) lebih besar dibandingkan pengaturan kerja fleksibel (β= -0,257; p=0,01) terhadap kinerja, oleh karenanya penting untuk organisasi dalam penguatan motivasi kerja dalam mendukung keberhasilan implementasi pengaturan kerja fleksibel guna optimalisasi kinerja.

Education (General), Psychology
DOAJ Open Access 2025
Factors Influencing Access to Health Services and Choice to Give Birth at Home: A Scoping Review

Sandra da Costa Neto, Mufdlilah, Askuri

Background: The increase in the number of home births highlights the importance of understanding the factors that influence access to health services for childbirth. Purpose: The aim of this scoping review was to identify the best evidence on factors influencing access to health services and choice to give birth at home. Methods: The database was searched from 2019 to 2024 from various databases, including PubMed, Science Direct, and Wiley. As well as using search engines such as Google Scholar and Research Rabbit and selecting them using Mendeley's help. Critical appraisal and data charts were adopted from the JBI checklist, including cross-sectional, case-control, and qualitative exploratory JBI. From the 1598 articles identified, only eleven met the inclusion criteria. Results: The results of this review identified three themes, including factors influencing access to health services for home birth, the impact of limitations and the main barriers faced by mothers. Conclusion: Access to health services for mothers who give birth at home is limited by various factors, including but not limited to geography, economy, education, socio-culture, and occupation, among others. Improving access to maternal health services should focus on more affordable facilities, better maternal and family health education, and socio-cultural changes that support delivery in health facilities. As a result, these barriers reduce the utilization of health facilities, which increases the risk of complications and maternal mortality.

DOAJ Open Access 2024
Edukasi Prenatal Gentle Yoga sebagai Upaya Relaksasi Pada Ibu Hamil

Aldina Ayunda Insani, Rafika Oktova, Indah Sundari

This community service aims to increase pregnant women's knowledge regarding prenatal gentle yoga as a relaxation effort to reduce maternal discomfort during pregnancy. The method of implementing the activity consists of 3 stages: the preparation stage, the implementation of the health examination for pregnant women, and education. This activity was held on July 20, 2023, and was attended by 22 pregnant women in the first, second, and third-trimester pregnant women at the Lubuk Buaya Health Center in Padang City. The activity increases pregnant women's knowledge regarding prenatal gentle yoga as a relaxation effort that pregnant women can carry out and prepare for their delivery. They know and understand the benefits of prenatal gentle yoga and are willing to participate according to indications and active in antenatal class at the Lubuk Buaya Health Center in Padang City.   ABSTRAK Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu hamil terkait prenatal gentle yoga sebagai upaya relaksasi pada ibu hamil untuk mengurangi ketidaknyamanan ibu selama kehamilannya dan persiapan persalinannya. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari 3 tahapan yaitu   tahap persiapan, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan ibu hamil dan edukasi. Kegiatan diadakan pada tanggal 20 Juli 2023 dengan 22 orang ibu hamil yang berada ada Trimester I, II dan III di Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang. Hasil kegiatan adalah meningkatnya pengetahuan ibu hamil terkait prenatal gentle yoga sebagai salah satu upaya relaksasi yang dapat dilakukan oleh ibu hamil dan persiapan persalinan. Ibu hamil telah mengetahui dan memahami terkait manfaat prenatal gentle yoga dan bersedia mengikuti senam prenatal gentle yoga (100%) sesuai dengan indikasi dan terlibat dalam kegiatan kelas ibu hamil di Puskesmas Lubuk Buaya, Padang

Social Sciences
DOAJ Open Access 2024
Hubungan Dukungan Sosial Dengan Disregulasi Emosi Pada Remaja

Puji Nurfauziatul Hasanah, Aina Putri Nur Rahmah, Achyar Effendi

Prevalensi gangguan mental emosional pada usia remaja di Jawa Barat mencapai 12,11%. Gangguan mental emosional dapat berdampak pada kesehatan secara utuh. Dukungan sosial dapat menjadi faktor penting yang dapat yang berpengaruh terhadap regulasi emosi pada remaja. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan disregulasi emosi pada remaja. Pada penelitian ini digunakan rancangan crosssectional melibatkan 177 sampel remaja menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner The Multidimentional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), dan Difficulties in Emotion Regulation Scale (DERS). Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji statistik chisquare. Hasil menunjukkan bahwa remaja sebagian besar remaja memiliki disregulasi emosi sebesar 79,7% dan lebih dari setengahnya mendapatkan dukungan sosial sedang sebesar 50,3%. Hasil penelitian ini didapatkan p-value = 0,003 (<0,05) yang menunjukan bahwa terdapat hubungan dukungan sosial dengan kejadian disregulasi emosi pada remaja. Kesimpulan penelitian adalah ada hubungan dukungan sosial dengan disregulasi emosi pada remaja. Upaya pencegahan dan penanganan disregulasi emosi yang dapat berkembang menjadi patologis yang dapat dilakukan sebagai perawat adalah melakukan kolaborasi dengan pihak sekolah, orang tua, dan ahli psikologi dalam mengembangkan program bimbingan konseling dan pendidikan kesehatan mental yang bertujuan untuk deteksi dini dan meningkatkan kesehatan mental remaja.

DOAJ Open Access 2024
Jam Kerja Berlebih pada Wanita Kawin Tenaga Kerja Sektor Informal di Nusa Tenggara Barat 2022

Rara Estiningtyas, Ekaria Ekaria

Terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas, termasuk peran perempuan dalam pembangunan merupakan bagian dari tujuan pembangunan nasional. Masuknya perempuan dalam pasar tenaga kerja sering kali diiringi dengan keikutsertaan mengurus rumah tangga atau biasa disebut peran ganda. Jam kerja yang cenderung berlebih pada wanita dengan peran ganda dapat berdampak negatif terhadap urusan rumah tangga dan kesehatan, seperti depresi, tingkat energi yang rendah, dan peningkatan keluhan fisik. Di Indonesia, Nusa Tenggara Barat mempunyai angka ketimpangan gender tertinggi selama tahun 2018-2022, menempati posisi keempat penduduk bekerja di sektor informal tertinggi dan posisi kelima penduduk bekerja dengan jam kerja berlebih tertinggi, serta menjadi provinsi yang memiliki penduduk perempuan dengan keluhan kesehatan tertinggi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran dan mengidentifikasi variabel-variabel sosiodemografi yang memengaruhi jam kerja berlebih wanita kawin yang bekerja di sektor informal di NTB tahun 2022 dengan menggunakan data Sakernas Agustus 2022. Hasil pengujian menggunakan model regresi logistik biner menunjukkan bahwa usia, tingkat pendidikan, keberadaan anak usia sekolah, partisipasi kerja suami, tipe keluarga, dan wilayah tempat tinggal memiliki pengaruh signifikan terhadap status jam kerja berlebih wanita kawin yang bekerja di sektor informal di NTB. Tingkat pendidikan terakhir SMA ke atas dengan nilai odds ratio sebesar 1,8 memiliki kecenderungan paling besar terhadap wanita kawin tenaga kerja di sektor informal untuk memiliki jam kerja berlebih, selanjutnya diikuti dengan tempat tinggal perkotaan dan tipe keluarga inti.

Social Sciences
DOAJ Open Access 2024
the Pengaruh Video Guided imagery terhadap Penurunan Dismenorea pada Remaja Putri

Elvi Destariani, Yuniarti Yuniarti, Desi Widiyanti

Prevalensi dismenorea dialami oleh sebagian besar wanita usia produktif  di Indonesia sekitar 73%, dengan kejadian dismenorea primer sebanyak 54,8%. Dismenorea mempunyai dampak negatif yang signifikan terhadap kinerja akademik baik di sekolah maupun selama pendidikan tinggi yang akan memengaruhi prestasi akademik. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh video guided imagery  terhadap skala dismenorea remaja. Penelitian yang digunakan quasi eksperimen one group pre post test design. Populasi pada penelitian adalah remaja putri yang mengalami dismenorea di PMB wilayah Kota Bengkulu dengan sampel sebanyak 30 orang diambil dengan teknik purposive sampling. Data penelitian dikumpulkan melalui pre test dan post test dan diolah menggunakan program SPSS. Hasil analisis data didapatkan: ada selisih nilai pada hasil pre test dan post test dan ada pengaruh video guided imagery terhadap penurunan dismenorea pada remaja putri di PMB wilayah Kota Bengkulu  (p=0.00). Diharapkan media video guided imagery dapat digunakan sebagai alternatif pengurangan nyeri secara non farmakologis kepada setiap remaja yang mengalami dismenorea dan melatih kader remaja untuk mensosialisasikan video guided imagery dalam penatalaksanaan dismenore bagi remaja putri.

Medicine, Public aspects of medicine
DOAJ Open Access 2023
Faktor determinan riwayat kehamilan dan kelahiran sebagai penyebab stunting

Masayu Dian Khairani, Kusmiyati Tjahjono, Ali Rosidi et al.

Stunting is a condition of failure or a child's growth process that is not following their age. Many factors can cause children to experience stunting both in terms of health and outside health, such as economic conditions, nutritional status experienced by mothers during pregnancy, malnutrition, and improper feeding and care early in life. The study aimed to determine pregnancy and birth history as risk factors for stunting in children aged 24-59 months. The study used a case-control design, with the number of subjects being 176 children, calculating subjects using total sampling techniques on case subjects and matching on control subjects. The research was conducted at the Pangkalan Balai Health Center, Banyuasin Regency, South Sumatra, in 2022. Data was collected for one month and then analyzed using the chi-square test and Logistic Regression. The results showed that parental income (p= 0,034; OR= 2,571), early marriage (p= 0,001; OR= 2,760), maternal age at pregnancy (p= 0,003; OR= 2,692), nutritional status at pregnancy (p=0,020; OR=2,080), birth length (p= 0,001; OR= 6,633) and birth weight (p= 0,044; OR= 3,632) are risk factors for stunting. The most influential determinant factor was the birth length. Conclusion, parental income, early marriage, age at risk of pregnancy, nutritional status of pregnant women, birth length, and birth weight are risk factors for stunting in children aged 24-59 months at Pangkalan Balai Health Center.

Nutrition. Foods and food supply, Food processing and manufacture
DOAJ Open Access 2022
Pengembangan LKPD Larutan Penyangga Berbasis Proyek yang Terintegrasi Nilai Karakter

Nurazlina Nurazlina, Rayandra Asyhar, M. Dwi Wiwik Ernawati

Kemenristekdikti telah menetapkan nilai-nilai pendidikan karakter sebagai prioritas pengembangan Penguatan Pendidikan Karakter yang terdiri atas lima nilai utama yaitu religius, nasionalis, integritas, mandiri dan gotong royong. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKPD yang terintegrasi dengan pendidikan karakter yang layak menurut para ahli dan menarik menurut penilaian peserta didik. Penelitian desain dan pengembangan kependidikan ini menggunakan model ADDIE. Data bersifat kualitatif dan kuantitatif yang bersumber dari ahli, praktisi dan peserta didik dengan menggunakan instrumen validasi dan angket respon peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan desain berurutan eksploratori. Data kualitatif dianalisis dan dilakukan interprestasi data, sedangkan data kuantitatif dari angket respon peserta didik dianalisis dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelayakan media LKPD terintegrasi nilai karakter peserta didik pada materi larutan penyangga berbasis proyek memperoleh penilaian sangat baik (sangat layak) berdasarkan penilain ahli media, ahli materi dan ahli pedagogik. Hasil penilain guru juga memperoleh penilaian yang sangat baik. Respon peserta didik pada uji coba kelompok kecil memperoleh hasil yang sangat baik atau sangat menarik. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa produk LKPD terintegrasi nilai karakter peserta didik pada materi larutan penyangga berbasis proyek layak dan menarik digunakan sebagai media pembelajaran.

Education (General), Psychology
DOAJ Open Access 2022
Sistem Pelatihan Smart Innovation Untuk Atlit Taekwondo Menggunakan Sensor Multivariabel Dan Terintegrasi Dengan Website Selama Pandemi Covid-19

Ahmad Fahriyannur Rosyady, Adi Sucipto, Tegar Alam Qushoyyi et al.

Saat ini, pertumbuhan Covid 19 di Indonesia sangatlah signifikan, Pada Oktober 2021, jumlah kasus Covid-19 yang dilaporkan tumbuh relatif . Indonesia dan negara lain masih dihantui oleh gelombang ketiga Pandemi Covid-19. Pandemi ini berdampak pada semua sektor, terutama sektor olahraga. Atlet tidak bisa berlatih dengan aman karena atlet harus mengikuti protokol kesehatan. Dalam penelitian ini, penulis mengembangkan platform IoT untuk membantu seorang atlet. Ini dapat berguna untuk memantau atlet taekwondo. Atlet dapat melakukan latihan di rumah. Ini dapat menghindari covid-19 dan menganalisis daya tahan dan kekuatan setiap latihan menggunakan sistem IoT. Metode dalam penelitian ini adalah metode Nielsen dan sensor multivariabel. Sensor multivariabel terintegrasi dengan 3 sensor dan berdasarkan berat, usia, dan tinggi dari atlet. Sensor detak jantung akan mendeteksi detak jantung pada atlet. Setelah itu, para atlet menendang dan mengolah data melalui esp32. Selama atlet menendang, sensor Piezoelektrik akan menerima data bersama dengan sensor Limit Switch. Setelah itu akan memproses data ke Esp32. Kemudian, 3 data sensor diakumulasikan dan ditampilkan di website dashboard. Menggunakan metode sensor multivariabel, berhasil mengukur jumlah tendangan, menganalisis ketepatan tendangan dan mengukur detak jantung atlet saat menendang. Dengan menggunakan metode Nielsen, tingkat usability testing dari penggunaan produk ini adalah 94%. Nantinya, produk ini akan dilengkapi dengan sensor pendeteksi pukulan dan pelanggaran dalam olahraga taekwondo.

Electrical engineering. Electronics. Nuclear engineering
DOAJ Open Access 2022
Factors Associated with Impaired Cognitive Function in the Elderly People

Yani Sandra Rinaningsih, Atik Kridawati, Laila Ulfa

The decline in cognitive function that occurs in the elderly can result in limitations in carrying out daily work, making dependence on others so that it can reduce the quality of life. The purpose of this study was to identify cognitive function disabilities and the factors that influence cognitive function diseases in the elderly in RW 01 Kelurahan Susukan Kecamatan Ciracas, East Jakarta. This study uses a quantitative method through a cross- sectional approach. The population in this study were the elderly aged ≥ 60 years, amount to 386 people. The research sample was 197 people. The independent variables in this study were age, gender, education level, history of degenerative diseases and physical activity and the dependent variable was cognitive function in the elderly. The data was collected using the MMSE (Mini Mental State Examination) and IPAQ (International Physical Activity Questionnaire) questionnaires. Data analysis was carried out by univariate, bivariate with Chi Square test and multivariate with multiple logistic regression test predictive model. The results of the study with variables that had a significant relationship were education level variables (p-value = 0.000), history of degenerative diseases (p-value = 0.019) and physical activity (p-value = 0.000). Variables that did not have a significant relationship with cognitive function were age (p-value=0.190 and gender (p-value=1,000). The results showed that most of the elderly had normal cognitive function and there was a relationship between the level of education, history of degenerative diseases and physical activity with the cognitive function of the elderly. Future research is expected to be able to conduct studies that focus more on a more diverse educational background and develop its relationship with cognitive and dementia incidence.

Public aspects of medicine
S2 Open Access 2021
PEMAHAMAN DAN IMPLEMENTASI MASYARAKAT TENTANG PROTOKOL KESEHATAN COVID-19 DI JAWA TENGAH, INDONESIA

Arif Sofianto

ABSTRACT Various efforts have been made by the government and local governments in order to suppress the spread of COVID-19, but cases continue to increase. The purpose of this study was to determine the understanding and behavior of the community towards health protocols in Central Java. This type of research is descriptive with a quantitative approach, assisted by qualitative to deepen the analysis. This research using a survey technique involving 2,894 respondents spread throughout Central Java. The instrument used is a questionnaire through the google form media with the variable are demographic factors, knowledge about COVID-19, and implementation of the COVID-19 health protocol. Quantitative analysis used descriptive statistical techniques (sum, average, comparison, relationship), and qualitative analysis used the simultaneous model of Miles & Huberman. The conclusion of this study is that some people ignore COVID-19 due to lack of knowledge, so that it affects the implementation of weak health protocols, as well as lack of efforts to maintain health. The group of men, lower secondary education level, age 60 years and over and 20 years and below, working in trade, farmers, and labor sectors, as well as unemployed are the more groups that violate health protocols. Education is needed to increase knowledge and efforts to prevent COVID-19. Collaboration between the government and the community as well as social control is needed to increase knowledge and awareness of the implementation of the COVID-19 health protocol. Keywords: Central Java, COVID-19, Health Protocol   ABSTRAK Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah dan pemerintah daerah dalam rangka menekan penyebaran COVID-19, namun peningkatan kasus terus terjadi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemahaman dan perilaku masyarakat terhadap protokol kesehatan di Jawa Tengah. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, dibantu kualitatif untuk memperdalam analisis. Penelitian dilakukan dengan teknik survey melibatkan 2.894 responden yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Tengah. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner melalui media google form dengan variabel faktor demografi, pemahaman dan implementasi protokol kesehatan COVID-19. Analisis kuantitatif menggunakan teknik deskriptif statistik (jumlah, rata-rata, perbandingan, hubungan), dan analisis kualitatif menggunakan model simultan Miles & Huberman. Kesimpulan penelitian ini adalah sebagian masyarakat mengabaikan COVID-19 karena kurangnya pengetahuan, sehingga berpengaruh pada implementasi protokol kesehatan yang lemah, serta kurangya upaya menjaga kesehatan. Kelompok laki-laki, tingkat pendidikan menengah kebawah, usia 60 tahun ke atas dan 20 tahun ke bawah, bekerja di sektor perdagangan, petani, dan buruh, serta pengangguran merupakan kelompok lebih banyak melanggar protokol kesehatan. Edukasi diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan upaya pencegahan COVID-19. Perlu kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat serta kontrol sosial untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran implementasi protokol kesehatan COVID-19. Kata kunci: COVID-19, Jawa Tengah, Protokol Kesehatan

8 sitasi en Medicine
DOAJ Open Access 2021
Hubungan Aktivitas Luar Ruangan dengan Miopia Mahasiswa Kedokteran Angkatan 2019 Universitas Andalas

Nabila Alifina, Kemala Sayuti, Ulya Uti Fasrini

Background: Myopia or nearsightedness is a condition in which light entering the eye is focused in front of the retina, resulting in the blurry appearance of distant objects. This can be caused by disturbances in the regulation of eye growth that can be hereditary or coming from the environment, for example from outdoor activities. Based on research in 2017 in Beijing stated that more frequent outdoor activities can reduce the risk of myopia. Objective: The purpose of this study was to analyze the relationship between outdoor activity and myopia in medical students of Andalas University batch 2019. Methods: This is an analytic study with a case-control design through consecutive sampling techniques. The sample consisted of 60 respondents, 30 of them which suffered myopia and another 30 with ametropia. Data was collected using a questionnaire that has been tested for validity. Outdoor activities, namely all activities carried out in the wild or outdoors and exposed to sunlight for approximately three hours per day. The processing of the data was done with a statistical chi-square test. Results: 45% of the respondents with outdoor activity less than three hours have myopia and 5% of respondents with outdoor activity more than three hours have myopia. Statistical chi-square test was performed to see the relationship between outdoor activity and myopia with p-value = 0.001 (p <0.05). Conclusion: It was concluded that there was a significant relationship between outdoor activity and myopia in medical students of Andalas University batch 2019.

Medicine (General)
DOAJ Open Access 2021
GAMBARAN PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN CORONAVIRUS DISEASE (COVID-19) DENGAN PENDEKATAN HEALTH BELIEF MODEL PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALIKUSSALEH ANGKATAN 2017

Juwita Sahputri, Rizka Sofia

Covid-19 saat ini merupakan masalah kesehatan diseluruh belahan dunia dengan jumlah kasus terkonfirmasi positif dan jumlah kematian yang terus meningkat. WHO telah metapkan Covid-19 sebagai kejadian pandemi. Tingginya kasus Covid-19 ini berhubungan dengan persepsi individu terhadap suatu penyakit yang akan membentuk perilaku pencegahan penularan Covid-19 sesuai dengan peraturan pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pencegahan penularan terhadap Covid-19 pada Mahasiswa Program Studi Kedokteran FK Unimal angkatan 2017 berdasarkan Health Belief Model. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, menggunakan metode cross sectional dengan total sampling sebanyak 86 responden. Hasil penelitian didapatkan 65,1% responden memiliki perilaku pencegahan Covid-19 pada kategori cukup baik. persepsi kerentanan (perceived susceptible) dengan kategori baik sebanyak 28 responden (32,6%) dan kategori cukup baik sebanyak 58 responden (67,4%). Persepsi keparahan (perceived severity) kategori baik sebanyak 35 responden (40,7%) dan cukup baik 51 responden (59,3%). Persepsi hambatan (perceived barriers) kategori baik sebanyak 17 responden (19,8%) dan cukup baik 69 responden (80,2%). persepsi manfaat (perceived benefits) didapatkan kategori baik sebanyak 45 responden (52,3%), cukup baik 39 responden (45,3%) dan kurang baik 2 responden (2,3 %). Pada persepsi isyarat untuk bertindak (cue to action) didapatkan kategori baik sebanyak 47 responden (54,7%) dan cukup baik 39 responden (45,3%). Kesimpulannya persepsi HBM dan perilaku pencegahan Covid-19 responden pada kategori cukup baik.

Medicine (General)
S2 Open Access 2020
Pendidikan Kesehatan tentang Anemia kepada Ibu Hamil

Safitri Safitri

AbstractAnemia is a major factor causing maternal morbidity and mortality in developing countries. According to the World Health Organization (WHO) the prevalence of anemia in pregnant women in developing countries is 51%. In Indonesia, based on the results of the 2018 Riskesdas survey, data on the proportion of anemia in pregnant women increased from 37.1% (2013) to 48.9% (2018). Likewise, the Jambi City, in the Puskesmas Pakuan Baru there are still pregnant women who have anemia. Target outcomes expected are: there is an increased knowledge between before and after counseling. The method used is counseling. The results of dedication are an increase in knowledge in pregnant women as an effort to prevent and recognize high risk or complications of Anemia in early pregnancy.

14 sitasi en Medicine
S2 Open Access 2020
ASPEK LEGALITAS TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL DI INDONESIA

Istiana Heriani, M. Munajah

Pelayanan kesehatan tradisional di Indonesia telah diatur dalam peraturan perundang-undangan Indonesia, yakni dalam Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan diatur secara lebih rinci dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 15 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Kesehatan Tradisional Komplementer. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah tentang aspek legalitas terhadap pelayanan kesehatan tradisional serta bagaimana bentuk-bentuk perlindungan hukumnya. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat legalitas terhadap pelayanan kesehatan tradisional empiris lebih rendah dibandingkan dengan komplementer dan integrasi. Hal tersebut dibuktikan dengan tidak adanya hak memperoleh perlindungan hukum bagi pelayanan kesehatan tradisional empiris dan legalitas pelayanan kesehatan tradisional empiris hanya dibuktikan dengan Surat Terdaftar Penyehat Tradisional (STPT) sedangkan komplementer dan integrasi dibuktikan dengan Surat Tanda Registrasi Tenaga Kesehatan Tradisional (STRTKT) dan Surat Izin Praktik Tenaga Kesehatan Tradisional (SIPTKT).

10 sitasi en Political Science
S2 Open Access 2020
Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Tentang PHBS dalam Menggunakan Air Bersih Terhadap Kebersihan dan Kesehatan Rumah Tangga di Desa Sidoasih Kabupaten Lampung Selatan

Nurul Aziza, Nova Mega, B. Julia et al.

Keberhasilan program PHBS didasarkan kepada 10 indikator PHBS tatanan rumah tangga, yang salah satunya adalah peningkatan ketersediaan air bersih di rumah tangga. Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyebutkan, Provinsi Lampung merupakan salah satu daerah yang berada di bawah standar kesehatan nasional, seperti akses sanitasi dasar yang layak 38,43% (cakupan nasional 51,19%). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap kebersihan dan kesehatan rumah tangga. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan pre experimental (one group pre-post test design). Penelitian dilakukan di Desa Sidoasih Kabupaten Lampung Selatan pada bulan Maret-Mei 2020. Populasi adalah seluruh kepala rumah tangga di Desa Sidoasih yang berjumlah 574 KK. Sampel sebanyak 85 responden yang ditentukan dengan cara purpossive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data menggunakan t independent test. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh penyuluhan kesehatan dalam menggunakan air bersih terhadap kebersihan rumah tangga (p-value=0,000). Diperlukan kesadaran untuk menerapkan PHBS di lingkup yang paling kecil yaitu di rumah tangga.

10 sitasi en Mathematics
S2 Open Access 2020
ANALISIS IMPLEMENTASI PENYELENGGARAAN PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT DI ERA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL

Muhammad Rae Febrian, P. Permatasari, Rahmah Hida Nurrizka et al.

Latar Belakang: Promosi kesehatan rumah sakit (PKRS) merupakan kewajiban yang sangat penting pada era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam melindungi dan meningkatkan status kesehatan masyarakat. Namun saat ini perkembangan PKRS masih berjalan lambat di Indonesia karena belum terjaga prosesnya. Hal tersebut juga terjadi pada salah satu rumah sakit swasta di Tangerang Selatan, dimana berdasarkan studi pendahuluan secara garis besar masih belum optimal seperti standar di Permenkes No. 44 Tahun 2018 tentang PKRS.  Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dan analitik dengan tujuan untuk meninjau faktor yang dapat mempengaruhi implementasi PKRS. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen pendukung penelitian. Analisis data dilakukan dengan menggunakan konsep triangulasi sumber, metode maupun teori. Informan dalam penelitian ini berjumlah 8 orang, yang terdiri dari petugas struktural, fungsional maupun keluarga pasien. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi penyelenggaraan PKRS masih belum optimal pelaksanaannya. Meskipun telah adanya dukungan dan komitmen pelaksana yang baik, namun ada faktor lain yang bisa mempengaruhi implementasi konsep tersebut seperti masih belum lengkapnya sumber daya yang dimiliki, komunikasi yang terjalin antar petugas masih kurang terkait aktivitas PKRS, dan masih adanya hambatan sikap pelaksana terkait konsep ini. Diharapkan pihak rumah sakit agar merealisasikan dukungan dan komitmen menjadi suatu kebutuhan untuk mengimplementasikan PKRS dengan optimal. Kata Kunci : Promosi Kesehatan, Rumah Sakit, Kebijakan Analysis of Implementation of Hospital Health Promotion Implementation in the Era of National Health Insurance Background: Health promotion hospital (HPH) is an obligation that very important in national health insurance (NHI) era for protecting and improving public health status. But nowadays, HPH development is still low in Indonesia because the process is not maintained. The same thing comes from one of private hospital in South Tangerang, where based on early studied in general, it’s still not optimal yet as the standards in ministry of health regulation number 44/2018 about HPH. Method: This is descriptive and analitical from qualitative study with the aim of reviewing factors that can affect implementation of HPH. Data retrieval is done from indepth interview, observation, and document review that support this research. Data analysis is done with triangulation concept (source, methods, theory). Informants in this research were 8 people, comes from structural officer, functional officer and patient family. Results: Results from this study is showing that implementation of organizing HPH is still not good. Even there are good supports and commitments, but there are still another factors that could affect it concepts such as lack of resources, lack of communication between stakeholders about HPH, and there is barrier attitudes about this concept. Expected the hospital have to realization their supports and commitments into their needs for implementing optimal HPH. Keywords : Health Promotion, Hospital, Policy

10 sitasi en
S2 Open Access 2020
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU ORANGTUA DALAM MEMELIHARA KESEHATAN GIGI DENGAN KARIES GIGI PADA ANAK TAMAN KANAK KANAK

Rasuna Ulfah, N. K. Utami

Karies merupakan suatu penyakit jaringan keras gigi, yaitu email, dentin dan sementum, yang disebabkan oleh aktifitas suatu jasad renik dalam suatu karbohidrat yang diragikan. Peran orangtua sangat diperlukan untuk membimbing anak dalam hal pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, ini berarti pengetahuan dan perilaku orangtua dapat mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut anak prasekolah. Penelitian ini bertujuan ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan perilaku orangtua dengan karies gigi pada anak TK Pertiwi Simpang Empat Kabupaten Banjar. Penelitian ini bersifat analitik dengan rancangan cross sectional,dengan populasi penelitian seluruh anak di TK Pertiwi Simpang Empat Kabupaten Banjar. Sampel berjumlah 60 anak yang berusia 5 sampai 6 tahun. Data diambil dengan cara pemeriksaan karies gigi pada anak serta pembagian daftar pertanyaan (kuesioner) pada orangtua anak. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan orangtua dengan karies gigi anak yaitu 0,000 (p=0,000), dengan tingkat kemaknaan 5% (0,05) sehingga p<0,05 dan perilaku orangtua dengan karies gigi anak yaitu 0,000 (p=0,000), dengan tingkat kemaknaan 5% (0,05) sehingg a p<0,05. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan orangtua dengan karies gigi anak dan ada hubungan antara perilaku orangtua dengan karies gigi anak. Disarankan untuk dilakukan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada orang tua sehingga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam memelihara kesehatan gigi dan mulut.

10 sitasi en Medicine
S2 Open Access 2020
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Audio Visual Android Terhadap Kecemasan Pasien Pre Operasi Spinal Anestesi di RSU PKU Muhammadiyah Bantul

N. Nugroho, S. Sutejo, Agus sarwo Prayogi

Kecemasan pre operasi sangat membahayakan pasien, salah satu penyebabnya adalah kurang informasi. Kecangihan teknologi memungkinkan untuk menyajikan pendidikan kesehatan tidak hanya dalam bentuk gambar melainkan audio visual dengan gambar yang bererak disertai musik dan suara. Salah satunya memberikan pendidikan kesehatan menggunakan aplikasi audio visual spinal anestesi untuk menurunkan kecemasan pre operasi. Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan audio visual android terhadap kecemasan pasien pre operasi spinal anestesi di RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Penelitian ini menggunakan jenis quasi eksperimental dengan desain pre test and post test with control group. Jumlah responden 70 orang yang dipilih dengan menggunakan consecutive sampling. Instrumen menggunakan modifikasi Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS) yang telah diuji validitas 0,91. Analisa data menggunakan uji Mann Whitney. Sebelum diberikan pendidikan kesehatan menggunakan aplikasi audio visual spinal anestesi sebagian besar responden mengalami kecemasan berat dan sesudah diberikan sebagain besar responden mengalami kecemasan ringan. Hasil uji Mann Whitney nilai p-value 0,000 maka nilai p-value<0,05. Ada pengaruh pendidikan kesehatan audio visual android terhadap kecemasan pasien pre operasi spinal anestesi di RSU PKU Muhammadiyah Bantul.

10 sitasi en
S2 Open Access 2020
EFEKTIVITAS PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI SEIMBANG PADA BALITA DI KELURAHAN TINGKIR LOR, KOTA SALATIGA

Farida Utaminingtyas

Balita adalah anak yang telah menginjak usia diatas satu tahun atau usia anak dibawah lima tahun. Setiap tahun lebih dari sepertiga kematian anak didunia berkaitan dengan masalah kurang gizi. Akibat dari masalah gizi balita dapat menyebabkan efek yang serius, seperti kegagalan pertumbuhan fisik serta tidak optimalnya perkembangan dan kecerdasan, bahkan dapat menimbulkan kematian pada balita. Masalah gizi pada balita ini dapat dihindari apabila ibu memiliki pengetahuan yang cukup tentang cara pemberian makanan dan mengatur makanan balita dengan baik, salah satunya adalah dengan mendapatkan penyuluhan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penyuluhan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan ibu tentang gizi seimbang balita di kelurahan Tingkir Lor kota Salatiga. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Pra Eksperimental dengan rancangan one group pre test and post test design pada ibu balita. Sampel yang digunakan adalah sebanyak 34 responden, dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan kuesioner. Analisis data menggunakan statistik nonparametrik dengan uji Wilcoxon. Hasil uji wilcoxon signed rank tests menunjukkan hasil nilai p = 0,000 lebih kecil dari α = 0,05, maka H0 ditolak yang berarti ada pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan ibu tentang gizi seimbang balita. Simpulan, penyuluhan kesehatan tentang gizi seimbang pada balita yang diberikan kepada ibu efektivitas dalam meningkatkan pengetahuan.   Kata kunci : Gizi seimbang balita, pengetahuan, penyuluhan

9 sitasi en

Halaman 22 dari 12982