Hasil untuk "kesehatan"

Menampilkan 20 dari ~388674 hasil · dari CrossRef, DOAJ, Semantic Scholar

JSON API
DOAJ Open Access 2024
Mengukur Work Engagement Karyawan Kontrak: Peran Job Insecurity dan Job Satisfaction di Industri Karawang

Stella Stella, Linda Mora, M. Choirul Ibad

Karyawan merupakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang saat ini dipandang sebagai aset atau modal bagi suatu perusahaan. Dilakukannya penelitian ini ditujukan untuk mengetahui pengaruh job insecurity dan job satisfaction terhadap work engagement pada karyawan kontrak di Karawang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan dengan menggunakan desain penelitian kausalitas asosiatif. Jumlah populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah karyawan kontrak di Karawang dengan rentang usia 18 sampai 55 tahun. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel non-probability sampling dan metode convenience sampling. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 330 responden. Penelitian ini menggunakan Job Insecurity Scale (JIS), Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ), dan Utrecht Work Engagement Scale-9 (UWES-9). Untuk analisis data digunakan uji regresi linier berganda. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa job insecurity dan job satisfaction mempunyai pengaruh secara simultan terhadap work engagement sebesar 63% dan 37% yang tersisa dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.

Education (General), Psychology
DOAJ Open Access 2024
Spiritual emotional freedom technique and level anxiety among people with pre-percutaneous coronary intervention

Inggriane Puspita Dewi, Izzaniar Purwanti, Perla Yualita

Introductions: Percutaneous Coronary Intervention is a low-risk diagnostic procedure, but many patients experience a high level of anxiety. Objectives: The purpose of the study was to determine the effect of SEFT on the anxiety level among people with Pre- Percutaneous Coronary Intervention. Methods: The research design used a quasi-experiment with a pretest-posttest design with a control group design.  The number of samples used G-Power with nonprobability sampling was as many as 18 people in each group (a total of 36 people). The inclusion criteria are elective inpatients, patients diagnosed with CAD who have anxiety and are able to communicate, patients indicated as primary care, and patients with complications and panic are excluded, SEFT consists of set-up, tune-in, and tapping given one hour before cardiac catheterization for 15–25 minutes with two repetitions. Questionnaires for measuring anxiety levels before and after therapy using the Hamilton Scale for Anxiety (HARS) with validity (r count 0.57–0.97) and reliability (0.93–0.97). The analysis used Mann-Whitney. Results: The short version of SEFT in the control group (p-value 0.001) and the long version of SEFT in the intervention group (p-value <0.001) were proven to have an effect on reducing anxiety scores.  there was no difference in the mean anxiety scores between the groups given the long version and the short version of the SEFT intervention (p-value 0,053). Conclusion: The conclusion of the study showed the effect of SEFT therapy on the anxiety of cardiac pre-catheterization patients. SEFT can be a complementary nursing therapy to reduce anxiety.

DOAJ Open Access 2023
The Existence of Artisanal Small-Scale Gold Mining in Indonesia, The Impact of Public Health and Environmental Sustainability : A Narrative Review

Elanda Fikri, Yura Witsqa Firmansyah, Anshah Silmi Afifah et al.

Introduction: This study reviewed the negative impacts of artisanal small-scale gold mining (ASGM). This paper presents an examination of ASGM’s impact on health, with the scope of discussion covering human diseases and disorders, toxic substances, public and miners’ safety, environmental damage, socioeconomic conditions. This study contributes mitigation recommendations for ASGM in Indonesia. This research subject is important because there has not been an ASGM study that has reviewed these aspects in Indonesia. Discussion: Chronic diseases, acute diseases, infectious diseases, and disabilities can threaten local communities’ health and survival. Toxic heavy metals such as mercury, cadmium, arsenic, and lead are difficult to avoid in ASGM, since they have a high level of use. Other pollutants generated by ASGM are noise and silicia dust. ASGM has caused accidents with a total of 36 minor injuries, an estimated 57 serious injuries, and 11 deaths. ASGM also causes water, soil, and air pollution; it is a threat to the geology of world heritage sites. ASGM has been proven to improve the community's economy in several parts of Indonesia. Conclusion: ASGM has proven to have a significant impact on public health, environmental sustainability, and the socioeconomic state of Indonesian society. In general, the lack of ASGM legitimization in Indonesia is an enabling factor for these impacts.

Environmental technology. Sanitary engineering, Environmental pollution
S2 Open Access 2022
Implementasi Program Pelayanan Kesehatan Lanjut Usia Di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur

R. Rukmini, Tumaji Tumaji, Lusi Kristiana

The elderly is vulnerable group because they suffer from many diseases (multimorbidity), functional disability and dependence on others. East Java Province has an old population structure so that it needs good handling, especially when related to health. This study aimed to analyze the implementation of the elderly health service program carried out by the East Java Provincial Health Office. This research was an observational study with a cross sectional design. Data collection employed in-depth interviews, focus group discussions, review of coverage data and related regulatory documents. Data were analized descriptively. The results showed that the East Java Provincial Health Office had a policy baseline for the Elderly health program, where the program included activities inside and outside the building. Program barriers include infrastructure, budget, human resources, and policies. Efforts to improve the elderly program are carried out with long-term care, advocacy, training and mentoring at the Puskesmas. The coverage of elderly health services in East Java Province are: 1) hospitals with Integrated Geriatric Team services (3.13%), 2) Elderly Posyandu integrated with Posbindu (7.3%) and 3) Community Health Centers for the Elderly (42.9%). As recommendation, it is necessary to increase the capacity building of human resources through training as well as to ensure the availability of facilities and infrastructure for elderly health services at Health Center. Abstrak Lansia merupakan kelompok rentan karena mengidap banyak penyakit (multimorbiditas), ketidakmampuan secara fungsional dan ketergantungan pada orang lain. Provinsi Jawa Timur memiliki struktur penduduk tua, sehingga perlu penanganan yang baik terutama terkait kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi program pelayanan kesehatan Lansia yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah, telaah data cakupan dan dokumen regulasi terkait. Analisis data secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur telah memiliki landasan kebijakan program kesehatan Lansia, di mana kegiatan program meliputi kegiatan dalam gedung Puskesmas Santun Lansia dan kegiatan luar gedung. Hambatan program meliputi, sarana prasarana, anggaran, SDM dan kebijakan. Upaya perbaikan program Lansia dilakukan dengan perawatan jangka panjang, advokasi, pelatihan dan pendampingan Puskesmas. Cakupan pelayanan kesehatan Lansia di Provinsi Jawa Timur yaitu: 1) RS dengan pelayanan Tim Geriatri Terpadu (3,13%), 2) Posyandu Lansia yang terintegrasi dengan Posbindu (7,3%) dan 3) Puskesmas santun Lansia (42,9%). Direkomendasikan, perlunya peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan serta menjamin ketersediaan sarana dan prasarana untuk Yankes Lansia di Puskesmas.

6 sitasi en
DOAJ Open Access 2022
PREFERENSI RUMAH PENGRAJIN GERABAH DI DESA WISATA PANJANGREJO, KABUPATEN BANTUL, YOGYAKARTA

Sidhi Pramudito

Abstrak_ Rumah merupakan sebuah bangunan yang terus bertumbuh secar dinamis seiring dengan kebutuhan setiap penghuni yang selalu berkembang sesuai dengan putaran waktu. Preferensi pengguna hadir sebagai sebuah perangkat mental menyangkut perasaan, harapan, atau pilihan seseorang yang mengarahkan pada kecenderungan pilihan. Pemahaman mengenai preferensi pengguna sangat penting dalam sebuah proses perancangan arsitektur karena dapat digunakan sebagai masukan sehingga tercipta hasil rancangan yang cocok dengan kondisi penggunanya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mencari tahu faktor dari preferensi rumah tinggal dan produksi gerabah bagi pengrajin gerabah yang ideal di Desa Wisata Panjangrejo, Kabupaten Bantul. Penelitian bersifat eksploratif dan analisis dilakukan secara kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara kepada pengrajin gerabah menggunakan kuesioner terbuka mengenai rumah tinggal dan produksi gerabah yang ideal. Tahapan yang dilakukan dalam analisis data yaitu open coding, axial coding, dan selective coding yang menggunakan metode analisis isi. Berdasarkan analisis, 5 faktor utama menjadi preferensi rumah tinggal dan produksi gerabah yang ideal. Kelima faktor tersebut yaitu rancangan rumah yang memiliki: (1) kebutuhan dan hubungan ruang jelas; (2) pertimbangan dalam kesehatan lingkungannya; (3) finishing desain yang baik; (4) konstruksi bangunan yang kuat; dan (5) ukuran ruang yang luas. Kata kunci: Preferensi; Rumah Pengrajin Gerabah; Ideal   Abstract_ The house is a building that continues to grow dynamically in line with the needs of each occupant who always develops according to the cycle of time. User preferences exist as a mental set of feelings, expectations, or choices of a person that leads to a preference for choice. Understanding user preferences is very important in the design process because it can be used as an input to create a design that matches the user’s conditions. This study aims to find out the factors of ideal residence preferences and pottery production for pottery craftsmen in Panjangrejo Tourism Village, Bantul Regency. The research is exploratory, and the analysis is done qualitatively. Data were collected through interviews with pottery craftsmen using questionnaires  regarding the ideal residence and pottery production. The steps taken in data analysis are open coding, axial coding, and selective coding, which using the method of content analysis. From the analysis, 5 dominant factors that become the preference for pottery craftsmen regarding the ideal housing and pottery production are house that have: (1) clear spatial needs and relationships; (2) considerations in environmental health; (3) good design finishing; (4) strong building construction; and (5) the size of the spacious room. Keywords : Preference; Craftsman's House; Ideal

DOAJ Open Access 2022
Efektivitas Biolarvasida Bactivec SL® Terhadap Larva Aedes spp. di Kelurahan Bentiring Kota Bengkulu

Dessy Triana, Naura Thania Salsabillah, Mardhatillah Sariyanti et al.

ABSTRACT Vector-borne diseases such as dengue are still a health problem in Indonesia. Vector control is the most effective measure to prevent disease transmission. Bactivec SL® has been used since 2008 in Bengkulu City in the dengue control program in Bengkulu City. Evaluation of the effectiveness of the use of biolarvicides has not been carried out effectively. This study aimed to asses the effectiveness of Bactivec SL® against larvae of Aedes sp. used to control dengue in 2020 from Bentiring Village, Bengkulu City. This research was an experimental post test only control group design in November to December 2020 . The sample was obtained from the Bentiring Village as many as 160 larvae of Aedes sp. instar III and instar IV and they were divided into 2 groups (control group and treatment group). This study used the biological test method (4 replications). Data were analyzed by one way ANOVA test and probit analysis to determine the value of LT50,90,99. The results showed that Bactivec SL® was no longer effective in controlling Aedes sp. larvae. in Kelurahan Bentiring with a larval mortality rate of 35%. The value of LT50,90,99 were 76 hours, 107 hours and 131 hours, respectively. The incidence of dengue fever in Bengkulu City in 3 consecutive years (2017-2020) has increased larvicide use rotation is very necessary for optimal control of Aedes sp larvae. ABSTRAK Penyakit tular vektor seperti dengue masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Pengendalian vektor merupakan tindakan yang paling efektif untuk mencegah penularan penyakit. Bactivec SL® telah digunakan sejak tahun 2008 di Kota Bengkulu dalam program pengendalian dengue di Kota Bengkulu. Evaluasi efektifitas penggunaan biolarvasida belum dilakukan dengan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas Bactivec SL® terhadap larva Aedes sp. yang digunakan untuk kontrol dengue pada tahun 2020 yang berasal dari Kelurahan Bentiring Kota Bengkulu. Penelitian ini merupakan eksperimental post test only control group design pada bulan November-Desember 2020. Sampel penelitian ini didapatkan dari Kelurahan Bentiring sebanyak 160 ekor larva Aedes sp. instar III dan instar IV yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok uji dengan sembilan variasi waktu. Penelitian ini menggunakan metode uji hayati sebanyak empat kali replikasi. Data dianalisis dengan uji one way ANOVA dan analisis probit untuk menentukan nilai LT50,90,99. Hasil penelitian menunjukan Bactivec SL® dosis 3 µl/L sudah tidak efektif dalam mengendalikan larva Aedes sp. di Kelurahan Bentiring dengan angka kematian larva sebesar 35%. Nilai LT50,90,99 berturut-turut sebesar LT50 76 jam, LT90 107 jam dan LT 99 131 jam.  Angka kejadian DBD di Kota Bengkulu dalam tiga tahun berturut-turut (2017-2020) mengalami peningkatan. Rotasi larvasida sangat diperlukan untuk pengendalian larva Aedes sp. yang optimal.

Infectious and parasitic diseases
S2 Open Access 2021
KESEHATAN PADA ORANG LANJUT USIA (Kesehatan Mental dan Kesehatan Fisik)

Fauzia Nur Qonita, N. Salsabila, Niken Fitri Anjani et al.

There will be a dramatic increase globally in those aged 80 or older, from about 137 million in 2017 to nearly 425 million in 2050. Aging has placed a rapidly increasing burden on health care and disease control. Improveing the quality of life of the elderly can be done through the role of the family, improving the quality of life of the elderly and improving the quality of life of the elderly. This study collected information and data about the health of the elderly, both physically and mentally, which then made up all the information or data that had been collected.

19 sitasi en
S2 Open Access 2021
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN UPAYA PERAWATAN KESEHATAN LANJUT USIA HIPERTENSI DIMASA PANDEMI COVID-19

Edy Soesanto

ABSTRAK Kejadian hipertensi di dunia diprediksikan akan meningkat setiap tahunnya dan mencapai  29,2% pada tahun 2025. Hipertensi dapat mengancam kesehatan masyarakat khususnya lanjut usia karena mempunyai potensi yang dapat menyebabkan komplikasi seperti stroke, jantung koroner dan gagal ginjal sehingga memerlukan pengobatan secara rutin. Usia lanjut dan hipertensi merupakan salah satu kondisi yang dianggap sebagai komorbid COVID-19, sehingga dapat meningkatkan tingkat keparahan dan kematian pada seseorang. Dukungan keluarga sangat dibutuhkan oleh  penderita hipertensi agar dapat melaksanakan rencana perawatan yang  telah ditetapkan dan mematuhi aturan terapinya khususnya dimasa pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya Hubungan Dukungan Keluarga Dengan  Upaya Perawatan Kesehatan Lanjut usia Hipertensi Dimasa Pandemi COVID-19. Jenis penelitian ini adalah Deskriptif Korelasi dengan menggunakan desain Cross Sectional. Jumlah sampel sebanyak 96 responden lanjut usia yang menderita hipertensi di desa Kangkung, Mranggen, Demak, berusia ³ 60 tahun, sedang menjalani terapi anti hipertensi, rutin melakukan pengobatan hipertensi di Puskesmas Mranggen I dan tinggal bersama keluarga. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan Teknik proporsional random sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan uji  Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 66 responden (68,75%) telah melakukan upaya perawatan kesehatan dengan baik. Terdapat dukungan keluarga yang baik sebesar 85 responden (88,55 ada hubungan antara dukungan keluarga dengan upaya perawatan kesehatan lanjut usia hipertensi dimasa pandemi COVID-19 dengan nilai p value   sebesar p= 0,048 (p value <0,05). Berdasarkan hasil tersebut diharapkan lanjut usia hipertensi penderita  agar tetap teratur melakukan upaya perawatan kesehatan khususnya kontrol rutin di pelayanan kesehatan meskipun dalam keadaan pandemi COVID-19 dengan memperhatikan protokol kesehatan sehingga dapat mencegah kemungkinan terjadinya komplikasi.   Keluarga   selalu memberikan motivasi dan dukungan kepada lanjut usia hipertensi untuk  selalu melakukan upaya perawatan kesehatan   dan   membantu melakukan kontrol  rutin di pelayanan kesehatan yang ada. Kata kunci: Dukungan keluarga, perawatan, lanjut usia, hipertensi

12 sitasi en Medicine
S2 Open Access 2021
Masalah Kesehatan Mental pada Wanita Hamil Selama Pandemi COVID-19

Yosi Duwita Arinda, Milla Herdayati

Latar Belakang: COVID-19 yang menyebar secara masif menimbulkan banyak manifestasi. Kelompok rentan seperti wanita hamil berisiko mengalami masalah kesehatan psikologis. Pembatasan sosial yang diterapkan menyebabkan kurangnya dukungan sosial bagi wanita hamil.Tujuan: Untuk menelaah masalah kesehatan psikologis selama pandemi COVID-19 serta dampaknya bagi wanita hamil.Metode: Metode dalam penulisan artikel ini adalah tinjauan literatur yang terdapat dalam database jurnal kesehatan yakni Lancet, PubMed, Tandfonline, dan Science Direct. Artikel terpilih berdasarkan free full text, open access, berbahasa Inggris, dan terbit tahun 2020.Hasil: Hasil studi literatur melalui database menemukan 31 artikel di Lancet Global Health, 155 artikel di PubMed, 10 artikel di Tandfonline, dan 73 artikel di Science Direct. Artikel yang relevan dengan topik yakni 30 artikel. Wanita hamil cenderung mengalami peningkatan kecemasan yang dapat mengakibatkan pada gangguan psikologis diantaranya kecemasan, stress, insomnia, depresi ataupun post-traumatic stress disorder. Gangguan kesehatan psikologis selama kehamilan meningkatkan risiko pada janin berupa perkembangan janin yang buruk, kelahiran prematur, ataupun BBLR.Kesimpulan: Wanita hamil menjadi kelompok rentan mengalami masalah kesehatan psikologis. Faktor yang mendasarinya yaitu akses pelayanan kesehatan terbatas, kurangnya dukungan sosial dari berbagai pihak, dan kekhawatiran akan kesehatan dirinya dan janin apabila tertular.

12 sitasi en Medicine
S2 Open Access 2020
PELAKSANAAN DISINFEKSI DALAM PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 DAN POTENSI RISIKO TERHADAP KESEHATAN DI INDONESIA

A. Athena, E. Laelasari, Tities Puspita

ABSTRACT When the Covid-19 pandemic was established, various countries made efforts to prevent the transmission of the disease; Indonesia is no exception. One way to break the chain of transmission is to disinfect. This article is a scoping review with the aim of getting an overview of the implementation of disinfection in preventing Covid-19 transmission in public areas and possible health risks posed in several regions in Indonesia. The data/information were collected by searching websites of various ministries/institutions and online media within 3 (three) months, starting from March 2020 (establishment of the Covid-19 pandemic) until May 2020. Data and information collected includes location, procedures, and targets of disinfection, as well as disinfectants used, and their effects on health. Data analysis was performed descriptively. The results showed that disinfection in public areas were conducted in offices, health facilities (hospitals and health centers), housing, shopping centers/malls/market, transportation areas (highways, terminals, bus stops, and vehicles). Disinfection has been carried out by spraying directly on surfaces/objects that are often touched and by spraying in the disinfection booth using irritant disinfectants. It can be concluded that the implementation of disinfection in public areas has the potential to cause health risks. It needs supervision in the implementation of disinfection, socialization and education about potential health risks to the community. Keywords: Disinfection, spraying, disinfection booths, public areas, disinfectants, health risks   ABSTRAK Saat ditetapkannya status pandemi Covid-19, berbagai negara melakukan upaya pencegahan penularan penyakit tersebut; tidak terkecuali Indonesia. Salah satu cara untuk memutus rantai penularan  adalah dengan melakukan disinfeksi. Artikel ini merupakan scoping review dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran pelaksanaan disinfeksi dalam pencegahan penularan Covid-19 di area publik dan kemungkinan risiko kesehatan yang ditimbulkan. Cara pengumpulan data/informasi adalah dengan penelusuran website berbagai kementerian/lembaga dan media online dalam kurun 3 (tiga) bulan, yaitu mulai Maret 2020 (penetapan pandemi Covid-19) sampai dengan Mei 2020. Data dan informasi yang dikumpulkan meliputi acuan, lokasi, cara, sasaran disinfeksi, serta disinfektan yang digunakan, dan pengaruhnya terhadap kesehatan. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa disinfeksi di area publik, di perkantoran, fasilitas kesehatan (rumah sakit dan puskesmas), perumahan, pusat perbelanjaan/mall/pasar, dan area transportasi (jalan raya, terminal, halte, dan kendaraan) dilakukan dengan cara penyemprotan langsung terhadap permukaan/benda yang sering disentuh dan di dalam bilik disinfeksi, menggunakan disinfektan yang bersifat iritatif. Pelaksanaannya disinfeksi di beberapa area publik masih belum sesuai dengan Protokol/Pedoman Disinfeksi dalam Pencegahan Penularan Covid-19 sehingga berportensi menimbulkan risiko kesehatan. Dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan disinfeksi di area publik berpotensi menimbulkan risiko kesehatan. Perlu adanya pengawasan dalam pelaksanaan disinfeksi dan sosialisasi serta edukasi tentang potensi risiko kesehatan terhadap masyarakat. Kata kunci: Disinfeksi, penyemprotan, bilik disinfeksi, area publik, disinfektan, risiko kesehatan

40 sitasi en Medicine
DOAJ Open Access 2021
THE PHENOMENON OF DIMLY LIT STALLS ALONG THE NORTH COAST ROAD (CASE STUDY OF INDIRECT FEMALE SEX WORKERS) AGAINST THE SPREAD OF SEXUALLY TRANSMITTED DISEASES IN JENU SUBDISTRICT TUBAN

Aris Puji Utami, Hanim Nur Faizah, Moh. Wafi Mubarok

Introduction: Cases of STIs continue to soar, one of which is due to the practice of prostitution because women sex workers (WPS) are one of the high risk groups of contracting and transmitting STIs. The purpose of this study was to explore knowledge and explore the behaviour of women sex workers indirectly. Methods: The design of this research uses descriptive qualitative research method with phenomonology. The subject of this study was women indirect sex workers who sold sexual services in exchange for money located in the village stalls of Sugiwaras District Jenu Tuban District a number of five women sex workers. Data collection techniques used in this research are observation and structured interview techniques. Result: The results of this study showed that participants' knowledge of reproductive health was not good, as evidenced by the women sex workers were not immediately able to explain the definition, signs and symptoms and how to prevent the spread of sexually transmitted infections (STIs). In terms of applying behaviour, participants were classified as negative because all participants revealed to have had unless condomless sexual intercourse and economic difficulties. Conclution: The sexual behaviour of female sex workers indirectly in the stalls along the pantura was classified as negative because all participants revealed to have had sexual intercourse without condoms and economic difficulties. Female sex workers also have low knowledge of STI.

DOAJ Open Access 2021
Kajian Status Gizi Balita Berdasarkan Pola Asuh dan Dukungan Keluarga

Suharmanto Suharmanto, Lalu Dedy Supriatna, Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani et al.

According to World Health Organization, more than 50% of infant and child deaths are related to malnutrition. This study aims to determine the relationship between parenting and family support with the nutritional status of toddlers. This study is an analytical study with a cross-sectional approach. This research was conducted at Bintang Ceria Kindergarten, Jati Agung Subdistrict, South Lampung in October-November 2019. The population in this study were all toddlers and their mothers. The inclusion criteria of this study were toddlers and mothers who were willing to be respondents, while the exclusion criteria were toddlers who came with a caregiver (non-mother). The sampling technique was a total sample of 85 toddlers. The instruments used in this study were a questionnaire on parenting styles and family support as well as measuring nutritional status using a scale and a stadiometer to use bodyweight for height. The data was collected by weighing and measuring the toddler's height, then calculating the z-score, and distributing questionnaires containing questions on parenting and family support for the mothers of the children. Data analysis used univariate analysis in the form of percentage and bivariate analysis using the Spearman test. The study found that there is a relationship between parenting styles and family support with the nutritional status of toddlers. Families need to pay attention to and fulfill the needs of balanced nutritional intake for toddlers by providing more support and attention to their toddlers.

Medicine, Medicine (General)
S2 Open Access 2018
Peran Media Sosial Dalam Upaya Promosi Kesehatan: Tinjauan Literatur

Emy Leonita, Nizwardi Jalinus

Kebutuhan informasi kesehatan yang akurat dan terkini semakin dibutuhkan seiring perkembangan teknologi informasi. Media sosial telah menunjukkan perannya dalam upaya promosi kesehatan di dunia. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk menjawab 1) urgensi pemanfaatan media sosial dalam bidang promosi kesehatan 2) Jenis media sosial yang digunakan dan kelemahannya 3) peran profesional bidang kesehatan melakukan promosi kesehatan berbasis media sosial. Penelurusan jurnal internasional dengan mesin pencarian 1) google scholar 2) since dirrect 3) sage publication 4) elsevier publication. Dari  menelusuri 100 jurnal publikasi internasional, 85 jurnal yang relevan dengan topik yang dikelompokan menjadi 35 jurnal pemanfaatan media sosial, 33 jurnal karakteristik media sosial yang digunakan serta kelemahannya dan 17 jurnal peran profesional kesehatan dalam melakukan promosi kesehatan berbasis media sosial. Hasil Penelusuran mengungkapkan media sosial berkontibusi positif terhadap upaya promosi kesehatan, namun beberapa kelemahan antara lain: kurangnya penjangkauan terhadap audien pasif, informasi palsu dan tidak akurat, kurangnya interaksi dengan audien, keterbatasan kemampuan profesional kesehatan memanfaatkan media sosial sehingga tidak menjamin keberlanjutan program. Profesional bidang kesehatan perlu merancang model promosi kesehatan berbasis media sosial dengan mengintegrasikan media sosial dengan strategi promosi kesehatan serta strategi komunikasi kesehatan.

90 sitasi en Sociology
S2 Open Access 2020
AKSESIBILITAS PEMBIAYAAN KESEHATAN DALAM PROGRAM JAMINAN KESEHATAN NASIONAL

Deysi Liem Fat Salim

Tujuan edilakukannya penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana Pengaturan Hukum mengenai Aksesibilitas Ekonomi dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional dan bagaimana Implementasi Tanggung Jawab Negara terhadap Pembiayaan Kesehatan dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional sebagai Pemenuhan Hak Atas Kesehatan, di mana dengan metode penelitian hukum normatif disimpulkan bahwa: 1. Hak atas kesehatan sebagai hak mendasar bagi setiap individu secara tegas telah dinyatakan dalam Pasal 28 H dan Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2005 tentang Pengesahan International Covenant on Economic, Social and Cultural Rights bahwa setiap orang berhak atas pelayanan kesehatan dan negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitias pelayanan kesehatan. Berdasarkan hal tersebut, upaya pemenuhan hak atas kesehatan bagi seluruh masyarakat, maka dibentuklah Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial dan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. 2. Jaminan Kesehatan Nasional menerapkan sistem pelayanan kesehatan berjenjang, yang terdiri atas Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Rujukan Lanjutan (FKRTL). Dalam hal pembiayaan kesehatan, sumber pembiayaan berasal dari pemerintah yang diatur dalam Pasal 171 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dialokasikan sebesar 5% dari APBN di luar gaji dan sebesar 10% dari APBD di luar gaji.Kata kunci: pembiayaan kesehatan; jaminan kesehatan nasional;

22 sitasi en
S2 Open Access 2020
Program Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Di Atas Kapal

Andi Hendrawan

Keselamatan kerja telah menjadi perhatian di antara pemerintah dan bisnis sejak lama. Faktor keselamatan kerja menjadi penting karena terkait erat dengan kinerja karyawan dan pada gilirannya pada kinerja perusahaan. Semakin banyak fasilitas keselamatan kerja, semakin sedikit kemungkinan kecelakaan kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan program keselamatan dan kesehatan kerja di kapal sebagai bagian dari manajemen. Program keselamatan dan kesehatan kerja, antara lain; penyuluhan, pelatihan, pemeriksaan kesehatan dan alat pelindung diri (APD). Metode penelitian yang digunakan didasarkan pada meta-analisis artikel konseling dan pelatihan yang dilakukan untuk menambah pengetahuan tentang K3. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan dicapai dengan penyuluhan dan pelatihan. Peningkatan peng getahuan dan ketrampilan menjadi tujuan utama dalam program pelatihan dan penyuluhan. Pada umunya pada industri perlayaran APD sudah tercukupi dikarena mereka berusaha memenuhi aturan yang sangat ketat

21 sitasi en
S2 Open Access 2020
Perlindungan Hukum dan Pemenuhan Hak Pekerja pada Program Jaminan Kesehatan Nasional

Tedi Sudrajat

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) berlaku pada tahun 2014, namun sampai saat ini masih banyak pemberi kerja dan pekerja yang kurang paham dengan program yang diselenggarakan BPJS Kesehatan, dan penerapannya masih belum dikategorikan optimal. Hal yang menarik dianalisis adalah Pertama, bentuk perlindungan pekerja dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Kedua, persoalan dalam penerapannya. Tulisan ini menggunakan jenis penelitian Yuridis Normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan analisis serta dianalisis secara normatif kualitatif. Dalam tulisan ini diketahui terdapat perubahan dari program Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) ke BPJS kesehatan yang berimplikasi penerapan jaminan dan pelayanan kesehatan bagi pekerja. BPJS membuat prosedur yang dapat meningkatkan keterjangkauan peserta pekerja terhadap pelayanan kesehatan secara berjenjang dari fasilitas pelayanan Kesehatan (fasyankes) tingkat pertama ke tingkat lanjut. Terlepas dari hal tersebut, terdapat beberapa persoalan hukum dalam penerapan program JKN meliputi persoalan dari aspek kepesertaan, penggunaan kartu kesehatan dan jaminan pelayanan kesehatan. Social Security Administrative Bodies (referred as BPJS) established in 2014, but until now there are still many employers and workers who are not aware of the programs held by BPJS Kesehatan, moreover the implementation was still not optimal. The problems studied were first, the form of worker protection in the National Health Insurance program and second, legal issues in its implementation. This manuscript used Normative Juridical research with statute approach, analytical approach and qualitative analysis method. In this manuscript, it known that there is a change from the Workers’ Social Security program to BPJS Kesehatan which has implications for the implementation of health insurance and services for workers. After the enactment of the BPJS Law, there are protection scheme for health insurance for both formal and informal workers. In addition, the BPJS provides a mechanism that can increase the affordability of workers to tiered health services from the first level to the advanced level. Meanwhile, there are several obstacles in the implementation of the Social Security program which include constraints on the aspects of participation, use of health cards and health service guarantees.

21 sitasi en Political Science
S2 Open Access 2020
Rekam Medis/Kesehatan Elektronik (RMKE): Integrasi Sistem Kesehatan

T. Gunawan, Gilbert Mayer Christianto

Integrasi teknologi dan informasi dengan berbagai sistem di dunia menghasilkan banyak inovasi dan kemajuan. Salah satu hasil penerapan kemajuan teknologi dan informasi dalam sistem kesehatan adalah berkembangannya rekam medis/kesehatan elektronik. Rekam medis/kesehatan elektronik sudah banyak digunakan terutama di negara-negara maju dengan macam-macam bentuknya. Di Indonesia, telah mulai dicoba untuk menerapkan sistem rekam medis/kesehatan elektronik dalam praktik. Akan tetapi belum semua penyedia layanan kesehatan sudah menerapkan sistem ini. Berikut akan dibahas lebih dalam mengenai rekam medis/kesehatan elektronik, beserta langkah- langkah penerapannya, dan problematika yang mungkin dihadapi.

21 sitasi en
S2 Open Access 2020
Pendidikan Kesehatan Meningkatkan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Ibu dalam Merawat Balita dengan ISPA

D. Sari, Diah Ratnawati

Abstrak Pendahuluan : Pendidikan kesehatan merupakan serangkaian mempengaruhi seseorang demi terciptanya perilaku hidup sehat. Penyuluhan kesehatan masyarakat merupakan suatu kegiatan pendidikan yang dilakukan dengan cara menyebarkan pesan, kepada msayarakat sehingga masyarakat sadar, tahu, mengerti, mau dan dapat melakukan satu tindakan yang behubungan dengan kesehatan. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan dan sikap pada ibu balita dalam merawat anak dengan infeksi saluran pernafasan akut di Posyandu Kelurahan Limo. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dan analisa data menggunakan menggunakan uji t-test dependent. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling pada ibu yang memiliki balita usia satu sampai lima tahun di Posyandu Kelurahan Limo sebanyak 53 orang. Hasil: Hasil penelitian menunjukan ada pengaruh antara pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan dan sikap ibu dalam dalam merawat balita dengan ISPA. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pendidikan kesehatan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan dan sikap pada ibu balita tentang ISPA di Posyandu Kelurahan Limo.

20 sitasi en

Halaman 14 dari 19434