Hasil untuk "kesehatan"

Menampilkan 20 dari ~388671 hasil · dari CrossRef, DOAJ, Semantic Scholar

JSON API
DOAJ Open Access 2026
Prediksi Tingkat Kesepian Berdasarkan Profil Media Sosial Menggunakan Algoritma Random Forest

Asep Lukman Arip Hidayat, Achmad Solichin

Pada era digital yang semakin berkembang, media sosial telah menjadi bagian penting yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia modern, terutama bagi generasi muda, termasuk Generasi Z di SMK Tunas Media yang lahir pada awal abad ke-21 dan menjadi generasi pertama yang tumbuh dengan akses internet, teknologi dan media sosial. Beberapa penelitian terkini mengungkapkan bahwa meskipun Generasi Z tumbuh dalam era teknologi yang sangat terhubung, mereka ternyata memiliki gejala tingkat kesepian yang sangat tinggi bahkan melampaui seluruh generasi sebelumnya, salah satu penyebabnya adalah penggunaan media sosial yang berlebihan, sehingga mereka lebih mengutamakan komunikasi digital dibandingkan interaksi secara langsung. Sekitar 73% dari mereka mengatakan bahwa mereka merasa terisolasi. Hal ini tentunya berdampak pada kesehatan mental mereka, 91% melaporkan mengalami stres fisik atau emosional, dan 68% mengatakan bahwa mereka merasa khawatir tentang masa depan. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk melakukan deteksi dini pada siswa-siswi SMK Tunas Media yang berisiko mengalami kesepian. Teknologi pembelajaran mesin Random Forest, dapat digunakan untuk memprediksi tingkat kesepian siswa berdasarkan data profil media sosial. Algoritma ini dapat mempelajari data profil media sosial, seperti pola aktivitas, konteks konten yang dibagikan, interaksi sosial, ekspresi emosi, dan jaringan sosial. Selain itu, penggunaan data UCLA Loneliness Scale merupakan salah satu alat psikometri yang paling umum digunakan untuk mengukur tingkat kesepian dapat diintegrasikan dengan hasil prediksi model pembelajaran mesin untuk memberikan validitas tambahan dalam menilai kesepian. Penelitian ini menunjukkan hasil yang signifikan dalam peningkatan kinerja model klasifikasi setelah diterapkan metode Random Forest yang dioptimalkan dengan Optuna. Dalam penelitian ini, model digunakan untuk memprediksi tingkat kesepian berdasarkan profil media sosial, dan berhasil mencapai akurasi 90%. Hal ini menunjukkan bahwa model Random Forest yang dioptimalkan dengan Optuna memiliki potensi besar dalam mengklasifikasikan tingkat kesepian rendah dan tinggi pada siswa generasi Z.

Information technology
DOAJ Open Access 2026
The Differences Between Think Pair Share and Stratagem Learning Models in Improving Knowledge of Premature Sex Prevention in Students at SMA Samarinda

Muhammad Bachtiar Safrudin, Della Saputri

Adolescent growth and development causes physical, cognitive and psychosocial changes, which are followed by sexual maturity, followed by attraction to the opposite sex, thereby triggering the potential for premarital sexual behavior. This problem requires preventive treatment efforts in the form of health education. Health education models that are suitable for upper secondary students are think-pair-share (TPS) and stratagem. This research aims to see the differences in the effectiveness of the think-pair-share and stratagem health education methods on knowledge of premarital sex prevention. This research design uses a quasi-experimental pre- and post-test with a control group design. The population in this study was 120 class X students at SMA 11 Samarinda. The sampling technique used was random sampling with a total of 42 samples each. Adolescent students' prevention knowledge was measured with a questionnaire consisting of 16 items. The research results show a change in knowledge score of 4, given the TPR model education, while the Stratagem model increases by 6. The results of the Mann-Whitney test show a p-value of 0.000 (<0.05), where there is a difference between the TPS and Stratagem models. The stratagem model is suitable for teenagers because of the teenager's character who likes relaxed and fun learning.

Nursing, Medicine (General)
DOAJ Open Access 2024
Evaluasi Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Suatu Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU), Kota Palembang

Mochammad Chaerul, Desmonda Fitri Milenia

ABSTRAK Energi, terutama dalam bentuk listrik merupakan salah satu kebutuhan esensial bagi manusia. Untuk memproduksi listrik dibutuhkan berbagai macam proses, termasuk melalui kombinasi pembangkitan tenaga gas dan uap. Dalam proses produksi, suatu Pembangkit Listik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) menghasilkan berbagai macam jenis limbah, diantaranya yang terkategori sebagai limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber timbulan dan mengevaluasi pengelolaan limbah B3 di suatu PLTGU di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Metode yang digunakan berupa observasi detail dan analisis kepatuhan pengelolaan limbah B3 berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku. Selama masa observasi, limbah B3 yang dihasilkan berupa minyak pelumas bekas atau oli bekas, sludge oil, kain majun bekas, kemasan bekas B3, filter bekas dari fasilitas pengendalian pencemaran udara, limbah terkontaminasi, sludge IPAL, dan limbah kimia hasil analisis laboratorium. Secara umum, PLTGU tersebut telah melakukan pengelolaan limbah B3 dengan memadai, terutama di tahapan pelabelan, pengemasan, dan penyimpanan. Pengangkutan dan pengolahan limbah B3 dikerjasamakan dengan pihak ketiga yang telah memiliki izin terkait. Pengelolaan limbah B3 di suatu industri menjadi penting agar tidak menimbulkan dampak negatif ke lingkungan dan kesehatan manusia. Kata kunci: evaluasi, limbah B3, pengelolaan, PLTGU ABSTRACT Energy especially in form of electricity is one of essential needs for human. To produce electricity, various processes are needed, including a combination of gas and steam power generation. In the production process, a Combined Cycle Gas-Fired Power Plant (CCGP) generates various type of wastes, including those categorized as Hazardous and Toxic Waste. The study aims to identify sources and to evaluate the hazardous waste management at a gas and steam power plant located in Palembang City, South Sumatra. The method used was detailed observation and analysis of hazardous and toxic waste management compliance based on applicable laws and regulations. During observation period, hazardous and toxic waste generated including used lubricating oil or used oil, sludge oil, used cloth, used hazardous and toxic packaging, used filters from air pollution control facilities, contaminated waste, sludge WWTP, and chemical waste resulting from laboratory analysis. In general, the gas and steam power plant has managed hazardous and toxic waste adequately, especially in the labeling, packaging and storage stages. Transporting and processing of hazardous and toxic waste was carried out in collaboration with third parties who have the relevant permits. Hazardous and toxic waste management in an industry is important so that it does not cause negative impacts to the environment and human health. Keywords: evaluation, CCGP, hazardous waste, management

Environmental technology. Sanitary engineering, Environmental engineering
DOAJ Open Access 2024
PENGOLAHAN LIMBAH SEKAM PADI DAN KULIT SINGKONG MENJADI BIOBRIKET DI KELOMPOK TANI NAGARI BATUHAMPAR KABUPATEN 50 KOTA

Elidahanum Husni, Fauzan Ariga, Agung Prananda

Batuhampar merupakan salah satu Nagari yang ada di Kecamatan Akabiluru, Kabupaten 50 Kota, Provinsi Sumatera Barat. Hasil pertanian yang cukup banyak di Kenagarian Batuhampar adalah singkong dan padi. Selama ini limbah singkong dan padi langsung dibuang atau dibakar. Pembakaran limbah dapat menyebabkan polusi udara, sementara pembuangan limbah secara sembarangan dapat mencemari air tanah dan menciptakan masalah sanitasi. Selain itu, limbah ini juga dapat menjadi sumber penyakit dan merugikan kesehatan masyarakat setempat. Oleh karena itu kegiatan pemanfaatan limbah sekam padi dan kulit singkong menjadi biobriket merupakan solusi untuk mengurangi limbah tersebut. Tujuan kegiatan ini adalah pemanfaatan limbah sekam padi dan kulit singkong menjadi biobriket Di Kelompok Tani Nagari Batuhampar Kabupaten 50 Kota. Kegiatan ini dilakukan dengan beberapa metode, seperti survey lapangan, pembuatan biobriket, dan sosialisai pemanfaatan limbah sekam padi dan kulit singkong kepada para kelompok tani. Kegiatan ini telah terlaksana dari tanggal 24 Juli – 10 Agustus 2023. Hasil evaluasi akhir sosialisasi menunjukkan bahwa selama kegiatan ini berlangsung, kemauan dan semangat para peserta untuk mengikuti dan menyimak cukup tinggi. Hal ini teramati dari para peserta yang melontarkan pertanyaan dan tanggapan selama kegiatan berlangsung. Diharapkan agar kegiatan ini dapat dilanjutkan untuk kelompok tani dengan komoditi hasil pertanian yang berbeda agar limbah-limbah yang dihasilkan dapat dimanfaatkan dengan baik dan dapat meningkatkan perekonomian para petani.

DOAJ Open Access 2024
PROFIL HEMATOLOGIS SAPI PASUNDAN BETINA (Kasus di Teaching Farm Sapi Potong Ciparanje)

Afifah Husna, Nena Hilmia, Diky Ramdani et al.

Status kesehatan ternak dalam suatu lingkungan merupakan hal penting yang mendukung keberlangsungan budidayanya yang dapat dilihat melalui parameter profil hematologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil hematologis sapi pasundan betina dipelihara di Kandang Teaching Farm Ciparanje. Penentuan sampel dilakukan meggunakan teknik purposive sampling. Objek penelitian adalah sapi pasundan betina terdiri dari rentang umur 1,5 – 2 tahun sebanyak 9 ekor dan umur >2 tahun sebanyak 9 ekor. Parameter yang diukur adalah jumlah leukosit, jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, nilai hematokrit, dan indeks eritrosit. Hasil penelitian menunjukkan sapi pasundan kelompok umur 1,5-2 tahun memiliki jumlah leukosit, jumlah eritrosit relatif lebih tinggi dan kadar hemoglobin, nilai hematokrit, dan indeks eritrosit relatif lebih rendah dibandingkan kelompok umur >2 tahun. Kisaran profil hematologis penelitian ini dapat berguna sebagai nilai referensi untuk pemeliharaan sapi pasundan dalam mengevaluasi kondisi klinis yang berbeda.

CrossRef Open Access 2023
Hubungan Sikap Dengan Pengetahuan Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi

Sri Wahyuni, Sarifudin Andi Latif

The globalization of information through the media has caused changes in the sexual behavior of teenagers in general. Sexual exploitation in television, magazines, video clips, online media and films influences many young people to engage in sexual activities freely. Media penetration of changes in adolescent sexual behavior due to not being accompanied by adequate sex education both at home by parents and at school by teachers. The aim of this research is to determine the attitude factor analysis of adolescent knowledge about reproductive health.&#x0D; This type of research uses quantitative research, this research uses a cross sectional research design, which is research that studies the correlation between exposure or risk factors (independent) and consequences or effects (dependent), with data collection carried out simultaneously at one time between risk factors and the effect (point time approach). The population and sample in this study were all teenagers who lived in the working area of the Padongko Health Center, Barru Regency, totaling 82 people and the sampling technique used was accidental sampling.&#x0D; The results of the research to look at the Chi-Square table, obtained (dk) or (df) = 1 and the significance level was set at 0.05, so the Chi-Square table value was 49.801. Based on the results of the Chi-Square test, it was found that the calculated Chi-Square value was smaller in the Chi-Square table (4,880 < 49,801). Based on this value because the calculated chi-square value < chi-square table, it can be concluded that adolescent knowledge is related to reproductive health. . Based on the results of the analysis of the asymp.sig value of 0.027 < 0.05, it can be concluded that adolescent knowledge is related to reproductive health.&#x0D; Suggestions for the midwife profession can increase its role in providing health education and counseling regarding adolescent reproductive health.

DOAJ Open Access 2023
Defisit Tindak Tutur Penderita Skizofrenia di Balikpapan: Kajian Pragmatik Klinis

Yessy Ade Winarti, M. Jafar Haruna, Bibit Suhatmady

This study aims to examine the form of speech act deficit and conversation structure deficit in the speech of schizophrenia patients at Klinik Ego Balikpapan. This research is qualitative research with a clinical pragmatics approach. The research location is at Klinik Kesehatan Jiwa Ego Balikpapan. This research's data collection technique is free listening (SBLC). The data analysis technique is through data collection, reduction, presentation, analysis, and conclusion. The results of the research on the form of speech act deficit of schizophrenia patients: (1) descriptive locution deficit, (2) assertive illocution deficit, and (3) declarative illocution deficit. The conversational structure deficits found: were (1) conversational turns, (2) adjacent pairs, and (3) pauses. Patients experience pragmatic deficits with a pattern of not being able to speak with a completely clear sentence pronunciation, often repeating sentences, and their speech is slightly slower than normal people in general. However, interlocutors can accept the communication skills of schizophrenic patients because they have good information power. Patients can be invited to talk even though the answer response is chattering according to their wishes as a form of their delusions, and there are some utterances with words with unclear meanings.

Language and Literature
S2 Open Access 2022
Keterpaparan Informasi Kesehatan Reproduksi Terhadap Pengalaman Seksual Remaja

Keterpaparan Informasi, Kesehatan Reproduksi, Pengalaman Seksual et al.

Masa remaja adalah masa antara dari anak-anak menjadi dewasa yang ditandai dengan perubahan secara fisik dan seksual yang signifikan. Salah satu masalah yang seringkali muncul pada masa ini adalah perilaku seksual berisiko yang terjadi saat organ reproduksi belum matang. Saat ini informasi kesehatan reproduksi bagi sebagian masyarakat masih dianggap tabu. Data menunjukkan walaupun sebagian besar remaja telah mendapatkan informasi mengenai kesehatan reproduksi, namun perilaku seksual berisiko pada remaja tetap tinggi. Perilaku seksual berisiko disni seperti berciuman, berpelukan, meraba dan atau merangsang.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterpaparan informasi kesehatan reproduksi remaja terhadap perilaku seksual remaja berisiko di Provinsi Kalimantan Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional melalui analisa data Survei Kinerja dan Akuntabilitas Program (SKAP) Remaja Tahun 2019 dengan unit analisis Provinsi Kalimantan Tengah. Hasil Penelitian menujukkan sebagian besar remaja di Kalimantan Tengah merupakan kelompok remaja awal (usia 10-14 tahun) yaitu 54,2%, berpendidikan dasar (65,7%), berjenis kelamin laki-laki (53,8%) dan memiliki tingkat kesejahteraan rendah (65,1%).  Sumber informasi kesehatan reproduksi remaja dari media luar ruang terbanyak didapatkan melalui televisi (64,2 %), dari petugas terbanyak didapatkan dari guru (70,9%) dan dari institusi didapatkan terbanyak dari pendidikan formal (73,7%). Sebanyak 2,2 % remaja mengaku pernah melakukan hubungan seksual. Tidak terdapat hubungan antara keterpaparan informasi kesehatan reproduksi remaja dengan pengalaman seksual remaja di Kalimantan Tengah (p< 0,05). Diperlukan kerjasama berbagai pihak dalam upaya promosi kesehatan reproduksi remaja dan pencegahan perilaku seksual berisiko pada remaja.

1 sitasi en
DOAJ Open Access 2022
Pelatihan Fardhu Kifayah Jenazah Pasien Terpapar Covid–19 pada Perawat Ruang Intensive Care Unit (ICU)

Muhammad Jalaluddin Assuyuthi Chalil, Maulana Siregar

Pelaksanaan fardhu kifayah jenazah yang meninggal akibat covid–19 dalam situasi pandemik seperti saat ini tidak jarang menimbulkan masalah serius di masyarakat, yang biasanya dipicu oleh ketidakpercayaan anggota keluarga kepada pihak rumah sakit terhadap kesesuaian pelaksanaan fardhu kifayah itu sendiri berdasarkan Syariat Agama Islam. Perawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) isolasi covid-19 memiliki peranan yang sangat penting dalam masalah ini dikarenakan merekalah yang diberi wewenang untuk melaksanakan pemulasaran jenazah terpapar covid-19. Telah dilaksanakan pelatihan terhadap perawat ICU isolasi covid-19 Rumah Sakit Bunda Thamrin dan Columbia Asia Medan, yang bertujuan untuk menghasilkan perawat yang mampu melaksanakan fardhu kifayah jenazah terpapar covid-19 sesuai dengan Syariat Agama Islam namun tidak melanggar prinsip-prinsip protokol kesehatan. Materi pelatihan ini didasarkan pada buku pedoman pemulasaran dan penguburan jenazah akibat covid-19 di masyarakat dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2020 dan Fatwa Majlis Ulama Indonesia tentang pedoman pengurusan jenazah (Tajhiz Al-Janaiz) muslim yang meninggal karena covid-19. Metode pelatihan menggunakan 5 tahapan, diawali pre-test, dilanjutkan dengan pemaparan teoritis, peragaan menggunakan alat peraga dan manikin, dilanjutkan dengan praktek menggunakan metode role play oleh peserta, dan diakhiri dengan post-test. Hasil dari kegiatan ini adalah diperolehnya perawat ICU isolasi covid-19 yang mampu melaksanakan fardhu kifayah berdasarkan pedoman diatas.

Special aspects of education
DOAJ Open Access 2022
Hubungan antara Kadar Serum Kortisol Pagi Hari dan 25-OH Vitamin D pada Anak dengan Sindrom Nefrotik

Adrian Umboh, Valentine Umboh, Ronald Rompies

Latar belakang. Sindrom nefrotik (SN) adalah penyakit ginjal kronis yang paling sering terjadi pada anak yang diobati dengan kortikosteroid dosis tinggi dan dapat menyebabkan insufisiensi adrenal sekunder, mengakibatkan penurunan kadar kortisol. Proteinuria pada SN secara tidak langsung dapat menyebabkan defisiensi vitamin D yang merupakan faktor risiko terjadinya berbagai penyakit, seperti riketsia, kanker, dan infeksi. Tujuan. Untuk mengetahui hubungan kadar serum kortisol pagi hari dengan kadar 25-OH vitamin D pada anak sindrom nefrotik. Metode. Metode penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan potong-lintang pada 30 anak berusia 1-18 tahun dengan sindrom nefrotik yang berobat di Poliklinik Anak RSUD Prof. Dr. R.D. Kandou, Manado. Hasil. Kadar kortisol serum pagi hari pada anak dengan SN ditemukan terendah pada SN resisten steroid, dan tertinggi pada SN sensitif steroid. Subjek dengan insufisiensi vitamin D paling banyak ditemui pada kategori SN resisten steroid. Ditemukan hubungan bermakna yang kuat antara kadar kortisol pagi hari dengan kadar vitamin D, dimana kadar kortisol <3 mg/l memiliki risiko 3,5 kali lebih besar mengalami insufisiensi atau defisiensi vitamin D dibandingkan kadar kortisol yang lebih tinggi. Kesimpulan. Penelitian ini menemukan hubungan bermakna yang kuat antara kadar kortisol pagi hari dengan kadar vitamin D pada anak dengan sindrom nefrotik.

Medicine, Pediatrics
DOAJ Open Access 2022
Prevalensi Serkaria Schistosoma japonicum pada Keong Oncomelania hupensis lindoensis, Kepadatan Keong, dan Daerah Fokus, di Daerah Endemis, Indonesia

Hayani Anastasia, Junus Widjaja, Samarang Samarang et al.

ABSTRACT Schistosomiasis in Indonesia is caused by the trematode worm S. japonicum, with the snail Oncomelania hupensis lindoensis as the intermediate host. To eliminate schistosomiasis by 2020, cross-sectoral schistosomiasis control is carried out, including implementing environmental management based on the results of mapping the focus areas. This study aimed to determine whether there was a decrease in foci and infection rates in snails with comprehensive cross-sectoral schistosomiasis control activities in the pilot village. This study used a cross-sectional design conducted in six schistosomiasis endemic areas. The results showed that snail density, infection rate, and the number of focus areas decreased after the inter-sectoral intervention. The prevalence of schistosomiasis in snails varied; in some focus areas, the prevalence of schistosomiasis in snails decreased after the intervention, but in some focus areas, the prevalence of snails did not decrease. ABSTRAK Schistosomiasis di Indonesia disebabkan oleh cacing trematoda jenis S. japonicum dengan hospes perantara keong Oncomelania hupensis lindoensis. Eliminasi schistosomiasis pada tahun 2020 pengendalian schistosomiasis dilakukan oleh lintas sektor termasuk didalamnya pelaksanaan manajemen lingkungan yang dilakukan berdasarkan hasil pemetaan daerah fokus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada penurunan jumlah fokus dan infection rate pada keong dengan adanya kegiatan pengendalian schistosomiasis secara komprehensif oleh lintas sektor di desa percontohan. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional yang dilakukan di enam daerah endemis schistosomiasis. Hasil menunjukkan kepadatan keong, infection rate, dan jumlah daerah fokus menurun setelah dilakukan intervensi oleh lintas sektor. Prevalensi schistosomiasis pada keong bervariasi, sebagian daerah fokus prevalensi schistosomiasis pada keong berkurang setelah dilakukan intervensi, namun pada beberapa daerah fokus prevalensi pada keong tidak mengalami penurunan.

Infectious and parasitic diseases
DOAJ Open Access 2022
Pemberdayaan Kader Peningkatan Kesehatan Ibu Hamil dengan Self Assesment Emesis Gravidarum Pada Masa Pandemi Covid-19

Suryani Manurung, Sri Handayani, Tarwoto et al.

Tujuan dari program PKM adalah mengoptimalkan peran serta kader dalam upaya peningkatan Kesehatan ibu hamil melalui pengendalian emesis gravidarum dengan self assessment emesis gravidarum. Metode penyelesaian permasalahan dengan pendekataan fungsional dalam mengelola masalah kesehatan menggunakan observasional dan pelatihan kader menerapkan form self assessment emesis gravidarum melalui pendampingan kader. Pengelolaan masalah emesis gravidarum telah dilakukan dengan diskusi  yang melibatkan kepala Puskesmas, penanggung jawab atau pengelola program KIA, dan para kader dari Posyandu masing-masing RW. Kegiatan sesuai POA dilakukan yakni sosialisasi kartu  self assesment emesis gravidarum, implementasi penerapan kartu self assesment emesis gravidarum,  monitoring dan evaluasi kegiatan  Hasil Kegiatan untuk menyelesaikan permasalahan emesis gravidarum yakni diperoleh pemahaman dan ketrampilan kader. Kader memiliki kemampuan dan ketrampilan menerapkan kartu self assessment emesis gravidarum dimasing masing RW terhadap ibu hamil, teridentifikasi ibu hamil yang mengalami emesis gravidarum yang membutuhkan rujukan tidak ada.

Social Sciences
S2 Open Access 2020
Masalah Kesehatan Ibu Dan Anak Pada Pernikahan Usia Dini Di Beberapa Etnis Indonesia; Dampak Dan Pencegahannya

H. Puspasari, Indah Pawitaningtyas

The negative impact of early age marriage in Indonesia is the risk maternal and infant mortality by 30%, as many as 56% of adolescent girls experienced domestic violence, only 5.6% of adolescents with early marriage still continue schooling after marriage. This article arrange by further analysis and literature review of the ethnographic research book series on the Center for Research and Development in Humanities and Management Health, NIHRD. This article aim to determine the impact of early marriage on the maternal and child health in several ethnic groups in Indonesia and about the prevention. Cases of early marriage still occur in many ethnic groups in Indonesia and contribute to mortality and morbidity for mothers and children. The impact of early marriage on maternal and child health includes miscarriage, premature, bleeding and maternal death. They must get a education health about repoduction health from reliable source. It is necessary for the government’s role to provide education about reproductive health and positive activities to avoid early age marriage. Especially in districs that have high rates of early age marriage. Abstrak Dampak negatif dari pernikahan dini di Indonesia  adalah risiko kematian ibu dan bayi sebesar 30 %, 56% remaja perempuan mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga, dan hanya 5,6% remaja dengan pernikahan dini yang masih melanjutkan sekolah setelah kawin.  Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui dampak pernikahan usia dini terhadap kesehatan ibu dan anak di beberapa etnis di Indonesia serta pencegahannya. Artikel dibuat berdasarkan analisis lanjut dan kajian literatur dari buku seri riset etnografi Pusat Penelitian dan Pengembangan Humaniora dan Manajemen Kesehatan, Badan Litbang Kesehatan. Kasus pernikahan dini masih banyak terjadi di berbagai etnis di Indonesia dan menyumbang angka kematian dan kesakitan bagi Ibu dan Anak. Dampak pernikahan dini terhadap kesehatan ibu dan anak antara lain, terjadinya keguguran, kelahiran premature, perdarahan hingga kematian ibu. Sebaiknya remaja memiliki pengetahuan mengenai pentingnya kesehatan reproduksi dan mendapatkan pendidikan kesehatan reproduksi yang benar dan layak dari sumber yang terpercaya. Perlu peran pemerintah untuk memberikan edukasi tentang kesehatan reproduksi dan kegiatan-kegiatan yang positif untuk menghindari pernikahan dini.  Edukaski tersebut khususnya untuk masyarakat di daerah yang memiliki angka pernikahan dini yang cukup tinggi.

41 sitasi en
S2 Open Access 2020
Tanggung Jawab Negara terhadap Jaminan Kesehatan dalam Perspektif Hak Asasi Manusia (HAM)

Mikho Ardinata

Peranan negara dalam pemenuhan kebutuhan dasar rakyat sangat diperlukan terutama di dalambentuk pelayanan kesehatan secaramenyeluruh,dengan diakui kesehatan sebagai salah satu hak asasi manusia yaituseperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, Tujuan daripenelitian ini ialah untuk mengetahui bentuk tanggung jawab negara terhadap jaminan kesehatan dalam perspektif hak asasi manusia. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian hukum normatif. Hasil penelitian ini ialah Dalam pemenuhan hak dasar warga negara atas kesehatan, pemerintah terikat tanggung jawab untuk menjamin akses yang memadai bagi setiap warga negara atas pelayanan kesehatan yang layak dan optimal. Sebagai upaya untuk menghormati, melindungi dan memenuhi kewajiban negara dengan mengimplementasikan norma-norma HAM pada hak atas kesehatan.

34 sitasi en
S2 Open Access 2020
Dampak Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Terhadap Gangguan Kesehatan Masyarakat

Astry Axmalia, Surahma Asti Mulasari

Kehadiran suatu tempat pembuangan akhir sampah (TPA) dalam suatu wilayah tentu akan menimbulkan masalah bagi penduduk sekitar, terutama yang menetap dengan jarak < 1 km. berdasarkan peraturan pemerintah No 18 tahun 2012 bahwa jarak pemukiman harus lebih dari 1 km. apabila tempat pembuangan akhir sampah tidak dikelola dengan baik, tentu akan menyebabkan pencemaran kualitas air, pencemaran udara, pencemaran tanah dari tumpukan sampah yang ditimbun. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui dampak kesehatan pada masyarakat yang tinggal disekitar tempat pembuangan akhir (TPA) sampah dan faktor resiko yang dapat meningkatkan gangguan kesehata masyarakat. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah literature review. Pengumpulan literatur dilakukan melalui database http://garuda.ristekdikti.go.id dan Google Scholar yang diterbitkan dalam kurun waktu tahun 2015 sampai dengan 2019. Ditemukan keluhan gangguan Kesehatan pada masyarakat sekitar TPA yaitu penyakit kulit, diare, gangguan pernapasan, nyeri dada, mata pedih, tenggorokan kering, tenggorokan panas, kepala pusing, batuk-batuk, cacingan dan sesak napas. Terdapat faktor yang juga menyebabkan gangguan Kesehatan masyarakat disekitar TPA adalah faktor lingkungan seperti buruknya kualitas udara yang dipengaruhi oleh pencemaran air, pencemaran udara, pencemaran tanah yang dapat menyebabkan penyakit muncul akibat adanya penumpukan dan penimbunan sampah yang menyebabkan perkembangbiakan bakteri, vector penyakit dan virus.   Kata Kunci: TPA Sampah , Gangguan Kesehatan

34 sitasi en
S2 Open Access 2020
Peningkatan Pemahaman Kesehatan pada Ibu hamil dalam Upaya Pencegahan COVID-19

Juneris Aritonang, Lolita Nugraeny, Sumiatik et al.

Pemerintah Indonesia menetapkan bencana non alam penyebaran COVID-19 sebagai bencana nasional dikarenakan bencana ini berdampak meningkatnya jumlah korban jiwa, ekonomi dan luasnya wilayah yang terkena bencana ini. Ibu hamil tercatat salah satu kelompok rentan resiko terinfeksi COVID-19 dikarenakan pada masa kehamilan terjadinya perubahan fisiologi yang mengakibatkan penurunan kekebalan parsial. Pada studi awal dilakukan sebelum kegiatan ditemukannya masih banyak ibu hamil ketika beraktivitas di luar rumah ttidak sesuai dengan protokol kesehatan seperti tidak memakai masker, masih berbicara  dengan tetangga tanpa menjaga jarak, dan sesekali tanpak masih ikut dalam kerumunan dan tingginya tingkat kecemasan ibu hamil pada era pandemi COVID-19 ini. Kecemasan yang di  tunjukkan oleh ibu hamil yang diwawancarai tersebut tidak sesuai atau berbanding terbalik dengan perilaku ibu hamil dalam kepatuhan melaksanakan protokol kesehatan kesehariannya. Sehingga dibutuhkan suatu cara yakni memberikan pendidikan kesehatan melalui penyuluhan dengan tujuan untuk peningkatan pemahaman upaya pencegahan Covid-19 pada ibu hamil, sehingga mengurangi kecemasan ibu hamil selama pandemi COVID-19. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Pengobatan Swasta Mariana, Deli Serdang Sumatera Utara. Dari kegiatan pengabdian masyarakat ini didapati adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman ibu hamil dalam upaya pencegahan COVID-19, adanya penurunan kecemasan ibu hamil selama kehamilan di era pandemi COVID-19, perlu dilakukan kegiatan serupa secara berkesinambungan hingga terjadi perubahan perilaku yang lebih baik. Perlu adanya pemantauan lebih lanjut atas perubahan perilaku setelah dilakukan penyuluhan ini.

34 sitasi en Medicine
CrossRef Open Access 2021
PENERAPAN PERILAKU PROTOKOL KESEHATAN PADA PETUGAS PUSKESMAS

Mohamad Sadli, Vinny Vilma Al Vionita

Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Berdasarkan Laporan Program Penyakit Menular di Puskesmas Sitanggal Kabupaten Brebes per 8 Desember 2020 ada 37 kasus konfirmasi dengan 8 kematian, 195 kasus suspek, 71 kasus probable, dan 73 kasus kontak erat serta terdapat 3 petugas Puskesmas yang terkonfirmasi. Wilayah Puskesmas Sitanggal Kabupaten Brebes mempunyai risiko tinggi dalam penularan Covid-19. Pada era new normal, pencegahan dan penanggulangan penularan Covid-19 harus tetap mendukung keberlangsungan perekonomian masyarakat, salah satunya dengan penerapan protokol kesehatan termasuk di lingkungan Puskesmas.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penerapan perilaku protokol kesehatan pada petugas Puskesmas di Puskesmas Sitanggal Kabupaten Brebes.Rancangan dalam penelitian ini adalah rancangan deskriptif dengan pendekatan observasi. Populasi penelitian ini adalah seluruh petugas Puskesmas Sitanggal Kabupaten Brebes yang bekerja di dalam gedung Puskesmas sebanyak 66 petugas. Jumlah sampel sama dengan jumlah populasi, sebanyak 66 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar observasi. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan observasi. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat dan penyajian data dalam bentuk distribusi frekuensi.Hasil penelitian menunjukkan penerapan perilaku penggunaan masker petugas Puskesmas sebagian besar petugas patuh (83,33%), penerapan perilaku mencuci tangan petugas Puskesmas sebagian besar tidak patuh (71,21%), penerapan perilaku menjaga jarak petugas Puskesmas sebagian besar patuh (60,61%), dan penerapan perilaku penggunaan APD petugas Puskesmas sebagian besar patuh (67,57%).Hasil penelitian dapat ditindak lanjuti dengan sosialisasi secara rutin bagi petugas Puskesmas tentang protokol kesehatan yang berlaku di lingkungan Puskesmas, adanya monitoring serta pemberlakuan sistem reward dan punishment bagi petugas sehingga dapat meningkatkan motivasi dan kesadaran diri petugas dalam mematuhi protokol kesehatan yang berlaku di lingkungan Puskesmas. Kebutuhan akan sarana dan prasarana serta APD bagi petugas juga harus selalu mencukupi agar tidak menghambat dalam penerapan protokol kesehatan.Kata kunci: Perilaku Protokol Kesehatan Petugas Puskesmas  AbstractCoronavirus Disease 2019 (Covid-19) is an infectious disease caused by Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Based on the Report of the Infectious Disease Program at Sitanggal Community Health Center, Brebes Regency as of December 8, 2020, there were 37 confirmed cases, 8 deaths, 195 suspected cases, 71 probable cases, and 73 close contact cases and there were 3 officers who were confirmed positive for COVID-19. Sitanggal CHC, Brebes Regency, has a high risk of Covid-19 transmission. In the new normal era, prevention and control of Covid-19 transmission must support the sustainability of the community's economy, one of which is by implementing health protocols including in the CHC environment. This study aims to describe the implementation of health protocol behaviors among officers of Sitanggal CHC, Brebes Regency, 2020.This was a descriptive study with an observational approach. The population of this study was all officers of Sitanggal CHC, Brebes Regency who worked in the CHC building as many as 66 officers. The number of samples was the same as the population, as many as 66 respondents. The study instrument used an observation sheet. Data were collected through observation. Data were analyzed using univariate analysis and were presented in the form of frequency distribution.The results of the study showed that most of officers complied with the implementation of using mask behavior (83.33℅), the implementation of hand washing behavior of Puskesmas officers is mostly disobedient (71.21%), social distancing behavior (60.61%), and the use of PPE behavior (67.57%), whereas most of officers did not comply with the implementation of hand washing behavior (28.79%). The study findings can be followed up with routine outreach for CHC officers about the applicable health protocols in the surrounding CHC environment, as well as monitoring and implementation of a reward and punishment system for officers so as to increase their motivation and self-awareness in complying with applicable health protocols in the CHC environment. There is a need for sufficient facilities and infrastructure as well as PPE for officers so as not to hamper the implementation of health protocols.Keywords: Health Protocol Behavior of Health Center Officers

DOAJ Open Access 2021
Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan di UPTD Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Barat

Sheline Nurpadila Julipani, Zahwa Aulia Syafitri

This study aims to determine the effect of service quality on customer satisfaction at the UPTD Health Laboratory of West Java Province. The research method used is a quantitative research method with data collection techniques through observation, interviews, distributing questionnaires and conducting literature studies related to the subject matter. Based on the results of the research, the correlation value (R) of 0.693 means that the influence of Service Quality (variable X) on Customer Satisfaction (variable Y) at the UPTD Health Laboratory of West Java Province can be categorized as strong because it is in the range (0.600-0.799). The results of the simple linear regression analysis show that the coefficient of determination (R Square) is 0.481 or 48.1%, which means that customer satisfaction at the UPTD Health Laboratory of West Java Province is influenced by service quality by 48.1%. While the remaining 51.9% is influenced by other variables or factors outside of service quality.

DOAJ Open Access 2021
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Pelayanan Pasien diinstalasi Farmasi RSUD Rantauprapat

Sri Lestari Ramadhani Nasution, Dewi Purwanti, Ermi Girsang

Adapun masalah yang ditemukan adalah waktu tunggu pelayanan resep pasien melebihi standar yang ditetapkan pemerintah untuk obat non racikan kurang dari 30 menit dan obat racikan kurang dari 60 menit, yaitu untuk obat non racikan selama 39 menit dan obat racikan selama 60,4 menit. Sedangkan faktor yang mempengaruhi waktu tunggu pelayanan obat antara lain masih adanya kekosongan obat saat pelayanan, masih adanya dokter yang belum berpedoman pada buku daftar dan plafon harga obat, sehingga petugas harus mengkonfirmasi ulang, dan adanya petugas yang belum mengerjakan resep karena masih melakukan kegiatan atau resep lain. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pelayanan pasien di Instalasi Farmasi RSUD Rantauprapat. Sampel dalam penelitian ini adalah beberapa dari pasien rawat jalan di instalasi farmasi yang berjumlah 35 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh waktu tunggu dengan kepuasan pasien. Terdapat pengaruh informasi dengan kepuasan pasien. Terdapat pengaruh sumber daya manusia dengan kepuasan pasien. Terdapat pengaruh sarana prasarana dengan kepuasan pasien. Terdapat pengaruh kepuasan terhadap peningkatan kinerja pasien. Variabel yang paling dominan dalam penelitian ini adalah variabel X4 yaitu peran informasi.

Medicine, Public aspects of medicine
DOAJ Open Access 2021
Identifikasi Telur Cacing pada Saluran Pencernaan Satwa Liar yang Dipelihara Masyarakat di Manokwari, Papua Barat

Dwi Nurhayati, Alnita Baaka, Freddy Pattiselanno

Investment of parasitic worms of captive wildlife was an impact on their health condition. This study was conducted to determine the intensity of parasitic worm infection in wild animals kept by communities in Manokwari, West Papua. The Natif method was used, by centrifuge of 20 birds and 20 mammals (Kangaroo and Deer) faeces collected from the sites. Sampling was carried out from October to November 2016. The analysis of collected faecal samples showed that bird species were not indicated (negatively infected by worm). In mammals, Nematodes and cestodes were found. Identification of existing findings showed that 3 (three) types of worm eggs were found, namely Taenia sp in kangaroos (Macropodidae), Ascaris sp (berembrio), and stronyle sp in deer (Cervus timorensis). The highest parasites intensity was stronyle sp (10 worm eggs) and the lowest intensity was Ascaris sp (3 worm eggs) .The rate of infection and investment of parasitic worm eggs in wild animals in Manokwari was categorised relatively low.

Science, Veterinary medicine

Halaman 13 dari 19434