Rahmadi Prasetijo, Putu Angga Wiradana, I Made Gde Sudyadnyana Sandhika
et al.
Mikroplastik merupakan salah satu isu lingkungan yang semakin mengkhawatirkan karena dampaknya terhadap ekosistem laut dan kesehatan manusia. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi bentuk, warna, ukuran, dan jenis polimer mikroplastik yang ditemukan pada ikan kerapu muara (Epinephelus coioides) dan ikan baronang (Siganus sp.) di kawasan Ekowisata Mangrove Batu Lumbang, Denpasar. Sampel ikan diambil dari habitat alami mereka, kemudian dianalisis menggunakan metode destruksi saluran cerna dengan larutan KOH 10%, penyaringan dengan kertas saring Whatman, serta identifikasi menggunakan mikroskop dan spektroskopi FT-IR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk mikroplastik yang paling banyak ditemukan adalah fibers, dengan persentase mencapai 80% pada kedua jenis ikan, diikuti oleh fragmen dan film dalam jumlah yang lebih kecil. Warna mikroplastik yang dominan adalah bening (56-60%), diikuti oleh warna biru, hitam, dan cokelat. Sebagian besar partikel berukuran kecil (≤1 mm), sehingga lebih mudah tertelan dan terakumulasi dalam tubuh ikan. Analisis FT-IR mengidentifikasi polyethylene dan polyacetylene sebagai polimer utama, yang kemungkinan besar berasal dari limbah rumah tangga dan aktivitas manusia seperti perikanan. Penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas manusia, termasuk pembuangan sampah plastik, berkontribusi besar terhadap pencemaran mikroplastik di kawasan mangrove. Hasil ini memberikan gambaran penting untuk pengelolaan limbah plastik yang lebih baik dan upaya mitigasi pencemaran. Dengan langkah-langkah yang tepat, dampak negatif terhadap ekosistem mangrove dan kesehatan masyarakat dapat diminimalkan, mendukung keberlanjutan ekosistem dan kehidupan di wilayah pesisir.
The Diet Dietary Approach to Stop Hypertension (DASH) diet limits sodium and saturated fat and is high in fiber and minerals that can help control blood pressure. Date fruits are high in fiber and contain minerals and polyphenolic compounds that can lower blood pressure along with the DASH diet. This report is to observe the effect of DASH diet with date fruit combination on blood pressure changes in chronic hypertensive clients under fasting conditions. The study design was a single case study design to observe the effect of DASH diet combined with date fruit on hypertensive patients in fasting conditions. Subjects are patients undergoing homecare nutrition or diet programs by a nutritionist. The intervention was carried out for five days. The procedures include nutritional screening and assessment, diagnosis and nutritional care planning, implementation of nutritional care, and monitoring and evaluation. Data were analyzed through a descriptive approach to describe changes in blood pressure. Respondents' food intake during the intervention reached >80% of needs. Sodium intake was <1500 mg/day and fiber was>20 g/day. Blood pressure before the intervention showed grade I hypertension, while blood pressure on day 1 to day 5 of the intervention showed normal. The DASH diet combined with the provision of dates can support the reduction of blood pressure in patients with hypertension.
Keywords: DASH Diet, date fruit, hypertension, fasting
Riset ini bertujuan guna mengungkapkan hubungan antara regulasi diri dengan self-compassion pada Mahasiswa Psikologi Universitas Medan Area yang sedang menyelesaikan skripsi. Riset ini menggunakan metode riset kuantitatif. Sampel dari riset ini berjumlah 70 mahasiswa. Teknik pengumpulan data dalam riset ini ialah penyebaran skala likert. Hasil riset ini menyatakan ada hubungan positif yang signifikan antara regulasi diri dengan self-compassion pada mahasiswa Psikologi Universitas Medan Area yang sedang menyelesaikan skripsi, dibuktikan dengan nilai rs ialah 0,526 dengan nilai p yaitu 0,001 0,005. Koefisien Determinasi (KD) dari hubungan variabel bebas (regulasi diri) dengan variabel terikat (self-compassion) ialah sebesar sebesar 27,7%. Yang berarti kontribusi atau sumbangan regulasi diri terhadap self-compassion ialah 27,7% sementara sisanya (72,3%) dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti.
Lingkungan fisik sekolah berperan penting dalam membentuk perilaku sosial siswa, termasuk dalam mencegah bullying. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh desain lingkungan fisik terhadap bullying melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Fokus kajian mencakup visibilitas, pengawasan, serta penerapan prinsip Crime Prevention Through Environmental Design (CPTED) dalam desain sekolah. Literatur dikumpulkan dari database seperti ScienceDirect dan Google Scholar, dengan kata kunci “school bullying” pada rentang 2014–2024. Studi yang dipilih merupakan penelitian empiris dalam disiplin ilmu sosial, psikologi, dan kesehatan, yang membahas hubungan desain fisik sekolah dan bullying. Kriteria inklusi mencakup studi yang meneliti desain fisik dengan fokus pada keamanan dan pengawasan, serta dampaknya terhadap pengurangan bullying. Studi non-empiris atau yang tidak relevan dikecualikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa prinsip CPTED, seperti peningkatan visibilitas dan pengawasan alami, efektif menurunkan kejadian bullying. Area yang terbuka dan mudah diawasi terbukti lebih aman dibandingkan area tersembunyi. Selain itu, desain yang menunjang kenyamanan siswa turut meningkatkan kesejahteraan psikososial dan mencegah risiko gangguan mental di masa depan. Kajian ini juga menyajikan ilustrasi desain sekolah berbasis CPTED sebagai rekomendasi praktis dalam mendukung kebijakan anti-bullying di lingkungan pendidikan.
Puasa adalah praktik menahan diri dari makan dan minum selama jangka waktu tertentu, yang sering kali memiliki dimensi spiritual, budaya, atau kesehatan. Dalam konteks penelitian yang disebutkan, puasa intermiten adalah bentuk puasa yang dilakukan secara teratur, biasanya dengan periode waktu tertentu di mana seseorang tidak mengonsumsi makanan. Penelitian ini bertujuan mengkaji manfaat puasa, khususnya puasa intermiten, terhadap kesehatan masyarakat dengan malakukan ulasan terhadap artikel yang dipublikasikan antara tahun 2020 hingga 2025. Melalui analisis komprehensif, ditemukan bahwa puasa intermiten dapat meningkatkan sensitivitas insulin, membantu pencegahan diabetes tipe 2, serta memberikan keuntungan kardiovaskular melalui pengurangan tekanan darah dan kolesterol LDL. Selain itu, puasa intermiten juga terbukti efektif dalam manajemen berat badan, kesehatan mental, dan mengurangi gejala depresi dan kecemasan. Penelitian menunjukkan bahwa puasa berpotensi menurunkan peradangan, sehingga mengurangi risiko penyakit kronis dan berkontribusi pada peningkatan umur panjang dengan cara mengurangi stres oksidatif. Kesimpulannya, praktik puasa yang sehat, terutama puasa intermiten, dapat menjadi strategi penting dalam upaya pencegahan penyakit dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Makoto Oe, Supriadi Syafiie Saad, Suriadi Jais
et al.
Abstract Background and Aims More effective preventive care can potentially be provided if the characteristics of both the first ever and the recurrent foot ulcers can be clarified. The purpose of this study was to characterize first ever and recurrent foot ulcers in diabetic patients. Methods This study was conducted as a secondary analysis of a prospective study that was entitled: “Factors associated with the discontinuation of wound care specialist clinic visits in patients with diabetic foot ulcers.” In 73 diabetes‐related foot ulcer patients who visited one wound clinic in Indonesia between August 2020 and February 2021, we investigated characteristics of the patients and wounds, healing period, and cost. Results Trauma was shown to be the primary cause of the diabetic foot ulcer in both the first ever foot ulcer (n = 48) and recurrent foot ulcer (n = 25) patient groups (95.8% and 100.0%, respectively). The DMIST score for the first ever foot ulcer patients was significantly higher than the DMIST score for the recurrent foot ulcers. This was found to be especially the case in the first ever foot ulcer patients, as not only were there signs of inflammation (45.8%), but there were also signs of local infection (35.4%), or osteomyelitis and signs of local infection (14.6%) present. In the eight first ever foot ulcer patients and in the nine recurrent ulcer patients who were able to be followed through complete healing, the costs found for the first ever foot ulcer patients were significantly higher as compared to the costs for the recurrent foot ulcer patients. Conclusion To avoid diabetes‐related foot ulcers, specialized educational programs on trauma prevention need to be established. Moreover, patients without diabetes‐related foot ulcer histories should be educated regarding the need to undergo early consultations before developing any infections.
Noor Ahda Fadillah, Fakhriyah Fakhriyah, Nita Pujianti
et al.
Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat dan menjadi penyebab kematian paling tinggi. Hipertensi mengakibatkan kurang lebih 7,5 juta kematian di seluruh dunia dari 12,8% total kematian keseluruhan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar prevalensi beberapa faktor risiko hipertensi pada masyarakat di Kabupaten Banjar khususnya di wilayah Kecamatan Aluh-Aluh yaitu konsumsi gula berlebih (1,5%), garam berlebih (2,5%), lemak berlebih (1,2%), kurang konsumsi buah dan sayur (3%), merokok (1,2%), obesitas sentral (6,3%), dan obesitas (2,9%) dari total penduduk usia > 15 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Aluh-Aluh. Rancangan penelitian menggunakan desain cross sectional berbasis data sekunder yang diambil dari data SIPTM (posbindu PTM periode Januari-April 2021) Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Aluh-Aluh sebanyak 815 orang. Sampel yang diambil sebanyak 725 orang sesuai dengan kriteria yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan perilaku merokok (p-value=0,026) dengan kejadian hipertensi. Sedangkan jenis kelamin (p-value=0,105), pendidikan terakhir (p-value=0,084), pekerjaan (p-value=0,426), status pernikahan (p-value=0,575), konsumsi buah dan sayur (p-value=0,072) menunjukan tidak ada hubungan dengan kejadian hipertensi. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa perilaku merokok secara bermakna beresiko tinggi menyebabkan kejadian hipertensi.
Abstract: Every woman wants to have a baby safely. Delivery can be normal or Section Cesaria (SC). Midwives who experience complications are referred to by the midwife as PPK I to the PPK II BPJS Hospital. SC measures include BPJS Health capitation. The referral flow is regulated by the National Health system which is divided into first-level health services (PPK I). and advanced level (PPK II). The implementation of the referral still encountered problems in PPK II such as patient refusal. This research is a qualitative descriptive study with an empirical judicial approach, namely analyzing the process of patient referral for SC measures related to BPJS, collaboration between midwives and PPK II BPJS, obstacles and problem solving for patient referral for SC action. The results of the SC action research are based on medical indications, the referral process from PPK I to PPK II has no obstacles in accordance with the rules and uses the BPJS SISRUTE, Midwives do not get fees for referring BPJS patients in PPK II, obstacles in the form of requests for BPJS class advancement, financing claims BPJS is sometimes jammed, the patient refuses to be referred because the room is not available. Resolving these obstacles requires the socialization of BPJS regulations, regular financial management, and the maximum use of SISRUTE. Therefore the need for the Government to always improve the quality of BPJS services with clear regulations.
Abstrak: Setiap perempuan ingin melahirkan bayi dengan aman. Persalinan dapat secara normal atau Section Cesaria (SC). Persalinan yang mengalami penyulit dirujuk Bidan sebagai PPK I ke Rumah sakit PPK II BPJS. Tindakan SC termasuk kapitasi BPJS Kesehatan. Alur rujukan diatur oleh sistem Kesehatan Nasional yang terbagi menjadi pelayanan Kesehatan tingkat pertama (PPK I). dan tingkat lanjutan (PPK II). Pelaksanaan rujukan tersebut masih menemui masalah di PPK II seperti adanya penolakan pasien. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan yudiris empiris yakni menganalisis proses rujukan pasien tindakan SC terkait BPJS, Kerjasama bidan dengan PPK II BPJS, Hambatan dan penyelesaian masalah rujukan pasien tindakan SC. Hasil penelitian Tindakan SC didasarkan pada indikasi medis, proses rujukan dari PPK I ke PPK II tidak ada kendala sudah sesuai dengan aturan dan menggunakan SISRUTE BPJS, Bidan tidak mendapatkan pembayaran tambahan (fee) dalam merujuk pasien BPJS di PPK II, hambatan berupa permintaan naik kelas BPJS, klaim pembiayaan BPJS yang kadang macet, adanya penolakan pasien dirujuk dengan alasan ruangan tidak tersedia. Penyelesaian hambatan tersebut perlunya sosialisasi aturan BPJS, manajemen keuangan yang teratur, penggunaan SISRUTE secara maksimal. Oleh karena itu perlunya Pemerintah selalu melakukan peningkatan kualitas pelayanan BPJS dengan regulasi yang jelas.
Ahmad Hafizullah Ritonga, Novesar Jamarun, Syukri Arief
et al.
This study reports that Precipitated Calcium Carbonate (PCC) nanoparticles from limestone can be modified with oleic acid (OA), which was applied to LLDPE/CNR blends in the presence of the LLDPE-g-OA coupling agent. This study investigates PCC characteristics from limestone that has been modified with OA and its implications of increasing impact strength, thermal properties, and morphology changes in LLDPE/LLDPE-g-OA/CNR/O-PCC composites. Organo-PCC (O-PCC) was prepared by mixing the PCC with OA in n-hexane solvent. The polymer composites were made by mixing LLDPE, LLDPE-g-OA, and CNR simultaneously in an internal mixer at 160 °C with speed rotation of 100 rpm, followed by O-PCC. The characterization results of O-PCC obtained CaO compounds of 97.9%, crystallinity degree of 61.6%, crystals size of 48.6 nm, and scalenohedral-shaped crystals. The results of the impact strength test on LLDPE/LLDPE-g-OA/CNR/O-PCC composites with an O-PCC concentration of 5 wt% showed an increase of 21.5% compared to no fillers. The presence of O-PCC resulted in the thermal properties of polymer composites with a melting point of 125.5 °C and a decomposition temperature of 468.7 °C. The morphology did not result in significant differences in the surface structure after adding O-PCC nanoparticles.
Indah Novita Sari, Titi Susanti, Rina Rakhmawati
et al.
Penelitian ini bertujuan untuk mengulas tentang urgensi pengelolaan arsip personal, membahas tahapan pengelolaan berlandaskan records continuum model dan mendiskusikan alternatif pengelolaan arsip personal dengan memanfaatkan aplikasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan objek penelitian pada Rukun Warga (RW) Punukan, Kulon Progo. Data primer didapatkan dari wawancara dan focus grup discussion dengan para informan yakni ibu-ibu anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang merupakan penanggung jawab arsip di lingkup keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arsip personal perlu dikelola mengingat fungsinya yang krusial dalam menunjukkan perjalanan hidup, memberikan bukti kepemilikan dan menjamin hak seseorang serta membentuk memori kolektif. Berdasarkan records continuum model, penelitian ini menemukan kategori arsip personal yang dihasilkan (created) oleh warga Punukan meliputi identitas, kesehatan, keuangan, asuransi, aset, pendidikan, pekerjaan dan lain-lain. Perekaman (capture) dapat dilakukan melalui alih media dan lahir secara digital (born digital). Kajian ini juga menemukan berbagai kendala yang ditemui warga Punukan dalam pengorganisasian (organize) arsip elektronik. Hambatan disebabkan oleh kerusakan perangkat, tersebarnya arsip pada banyak perangkat serta tidak adanya penamaan file serta klasifikasi. Pemilik arsip personal memiliki alternatif dalam mengelola arsip mereka dengan memanfaatkan aplikasi seperti Arsip Keluarga (AKAR), Aplikasi Elektronik Masyarakat (Emas) dan FamilySearch. Kendati demikian, pengguna disarankan memilih aplikasi dengan sistem keamanan tinggi agar tidak terjadi kebocoran informasi.
Abstract: Indonesia is a state of law, where almost all provisions must be contained in the legislation. In the health aspect, it is also inseparable from the legal aspect, one of which is circumcision. Circumcision is a medical and invasive procedure whose implementation and evaluation are monitored by experts and professionals. In this study, I raised several matters of health law in it, namely, Do All Health Workers Have the Competence to Perform Circumcision Actions according to health law? The purpose of this study was to determine the juridical aspects of the circumcision of boys by doctors at the service as well as liability in the event of a home or even death. This research method is normative juridical. This article describes various problems related to circumcision as well as legal aspects related to male circumcision. Based on the results of a literature study, the authority for circumcision in boys is only with doctors, this is evidenced by the 2012 Indonesian Doctor Competency Standards which become competency level 4A, namely, doctors can carry out circumcision actions independently. The authority for circumcision can be delegated from doctor to nurse through a mandate, provided that the recipient of the mandate is a competent person in the field of circumcision, so there needs to be an institution that issues circumcision competencies for the nurse so that doctors can only delegate authority to competent nurses.
Keywords: Competence, Circumcision, Health Law
Abstrak: Indonesia sebagai Negara hukum, dimana hukum semua ketentuan harus termaktum dalam perundang-undangan. Dalam aspek kesehatan juga tidak lepas dari aspek hukum, salah satunya adalah tindakan sirkumsisi. Tindakan sirkumsisi adalah tindakan medis dan bersifat invasif yang pelaksanaan dan evaluasi dipantau oleh tenaga ahli dan professional. Pada penelitian ini saya mengangkat beberapa isu hukum kesehatan didalamnya, yaitu Apakah Semua Tenaga Kesehetan Memiliki Kompetensi Melakukan Tindakan Sirkumsisi Menurut hukum kesehatan?Bagaimana Kewenangan Tenaga Kesehatan Dalam Tindakan Sirkumsisi Di Layanan kunjungan rumat ? tujuan penelitian ini adalah mengetahui aspek yuridis pada tindakan sirkumsisi anak laki-laki oleh dokter di layanan rumah serta pertanggungjawaban dokter apabila terjadi kecacatan atau bahkan kematian. Metode penelitian ini adalah yuridis normatif. Artikel ini menjelaskan berbagai permasalahan berkaitan dengan tindakan sirkumsisi serta aspek hukum yang berkaitan dengan layanan sirkumsisi laki-laki. Berdasarkan hasil studi kepustakaan, Kewenangan tindakan sirkumsisi pada anak laki-laki hanya ada pada dokter, ini dibuktikan dengan Standar Kompetensi Dokter Indonesia tahun 2012 yang menjadi komptensi tingkat 4A yaitu dokter mampu melaksanan tindakan sirkumsisi secara mandiri. Kewenangan tindakan sirkumsisi dapat dilakukan pelimpahan dari dokter kepada perawat melalui delegasi, dengan syarat penerima delegasi adalah orang kompeten di bidang sirkumsisi, sehingga perlunya ada lembaga mengeluarkan sertifikat kompetensi sirkumsisi untuk perawat sehingga dokter hanya dapat melimpahkan kewenangan kepada perawat yang berkompeten.
Kata Kunci : Kompetensi, Sirkumsisi, Hukum Kesehatan
Penelitian terdahulu menunjukkan adanya perbedaan proses adaptasi yang dialami oleh individu dewasa awal yang orangtuanya bercerai dan yang orangtuanya tidak bercerai. Kasus menunjukkan hasil adaptasi yang negatif dan positif oleh perceraian orangtua tersebut. Penelitian ini mendeskripsikan bagaimana resiliensi pada individu dewasa awal terhadap situasi akibat perceraian orangtua dengan metode kualitatif. Ketiga partisipan memiliki kesulitan yang berbeda-beda namun terdapat persamaan yaitu tumbuhnya ketakutan yang membuat subjek untuk antisipasi dalam berhubungan dan menyiapkan diri dalam berumah tangga. Sumber resiliensi "I am”, "I have”, dan "I can” juga memenuhi adaptasi individu. Perubahan beradaptasinya menjadi lebih berpikir jauh dalam bertindak, lebih dewasa, dan lebih bersyukur dari sebelum adanya peristiwa perceraian. Penelitian dilakukan karena pada masa dewasa awal seseorang mulai dihadapkan tanggungjawab yang lebih serius dalam kehidupan yang berdampak besar dan dewasa awal adalah masa pembentukan hubungan dekat menuju pernikahan sehingga individu dewasa awal dituntut untuk memahami diri dan melakukan adaptasi yang sesuai.
Nurlela Nurlela, Mia Azizah, Anak Agung Eka Suwarnata
Indonesia kaya akan sumber bahan pangan dengan kandungan komponen bioaktif yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi olahan pangan fungsional yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan. Bahan pangan lokal tersebut adalah porang (Amorphophallus muelleri Blume) yang mengandung serat pangan tinggi dan jagung yang mengandung β-karoten dan bebas gluten. Dalam upaya memanfaatkan porang dan jagung, serta kondisi pandemi COVID-19 yang menuntut masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan, mendorong kami untuk mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat ini. Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menyebabkan kegiatan pengabdian masyarakat diadakan secara virtual yang dikemas dalam bentuk webinar menggunakan aplikasi zoom dan youtube. Metode pelaksanaan yang dilakukan meliputi: edukasi berupa pemaparan materi dan pemutaran video praktek pembuatan mi berbahan baku tepung porang dan jagung, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi. Kegiatan berjalan lancar dan antusiasme yang luar biasa dari peserta yang berasal dari berbagai kalangan. Implikasi dari kegiatan ini adalah peserta memperoleh ilmu pengetahuan dan wawasan mengenai budidaya porang, teknologi pengolahan jagung dan porang menjadi bahan pangan fungsional.
Kata kunci: serat pangan, gluten, beta karoten, pangan fungsional, covid-19
ABSTRACT
Indonesia is rich in food sources containing bioactive components that have the potential to be developed into functional food, which provide health benefits. That local food sources are porang (Amorphophallus muelleri Blume) which contains high dietary fiber and corn which contains β-carotene and is gluten free. To take the advantages of porang and corn, also the COVID-19 pandemic condition which requires the public to pay more attention to health, it encourages us to conduct this community service activity. The Policy of Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) causes community service activities to be carried out virtually such as webinar using zoom and youtube applications. The implementation methods include: presentation and video playback of the practice of making noodles made from porang flour and corn, followed by a discussion session. The activity was successful and there was great enthusiasm from participants from various background. The implication of this activity is the participants gain knowledge and insight about porang cultivation, corn and porang processing technology into functional food ingredients.
Keywords: dietary fiber, gluten, beta carotene, functional food, covid-19
Martunus Martunus, Farid Agushybana, Sri Achadi Nugraheni
Berdasarkan hasil studi pendahuluan didapatkan bahwa pengumpulan data kesehatan ibu pada dinas kesehatan Kabupaten Bungo sering mengalami keterlambatan pengumpulan, kurang lengkapnya pengisian data dan membutuhkan waktu yang lama untuk menyajikan data yang diperlukan. Salah satu model evaluasi yang dapat digunakan untuk menilai penerimaan dan penggunaan sebuah sistem teknologi informasi adalah evaluasi dengan menggunakan metode model penerimaan teknologi (Technology Acceptance Model atau TAM). Metode pada penelitian ini ialah oobservasional anallitik, menggunakan analisis regresi linear berganda untuk mengetahui hubungan antara variabel persepsi terhadap kemudahan, persepsi terhadap kemanfaatan dengan variabel sikap dan minat untuk menggunakan sistem informasi kesehatan ibu. Tujuan penelitian ini adalah Menerapkan evaluasi penerimaan sistem informasi pelayanan kesehatan ibu dengan menggunakan metode TAM di dinas kesehatan Kabupaten Bungo. Jenis penelitian yang digunakan adalah Kuantitatif. Subyek penelitian yaitu, bidan desa dan bidan koordinator di 19 puskesmas sejumlah 38 orang. Variabel persepsi terhadap kemudahan berpengaruh terhadap sikap untuk menggunakan SIK dengan nilai P-Value=0,000. Variabel persepsi terhadap kemudahan berpengaruh terhadap minat untuk menggunakan SIK dengan nilai P-Value=0,002. Variabel persepsi terhadap kemanfaatan berpengaruh terhadap sikap untuk menggunakan SIK dengan nilai P-Value=0,003. Variabel persepsi terhadap kemanfaatan berpengaruh terhadap minat untuk menggunakan SIK dengan nilai P-Value=0,002. Perlunya ada pelatihan yang berkelanjutan terkait Sistem Informasi Kesehatan Ibu sehingga dapat meningkatkan keterampilan dan menambah kepercayaan diri bidan dalam menggunakan Sistem Informasi Pelayanan Kesehatan Ibu.
Prastuti Soewondo, Meliyanni Johar, Retno Pujisubekti
et al.
Background: Progress towards health-for-all must be supported by quality health facilities that are available to everyone. However, health care facilities in remote and underdeveloped areas, borderland, and outlying islands or Daerah Terpencil, Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK) are facing some constraints to have access to health coverage.
Aim: This study aimed to provide a comprehensive picture of the readiness of primary healthcare centers or puskesmas as the main provider of primary health services located in remote areas.
Methods: Observations were taken from 18 primary healthcare centers in locations that had been identified by the government as remote and underdeveloped areas, borderland, and outlying islands in 3 provinces: Bengkulu, Nusa Tenggara Timur (East Nusa Tenggara), and South Sulawesi.
Results: The findings reveal that many facilities in primary healthcare centers are still insufficient. In particular, roads to primary healthcare centers are in poor physical conditions, operational hours are too short, and doctors and lab technicians are unavailable. The good news is that primary healthcare centers have managed to run many indoor and outdoor activities, such as health education classes and detection of priority diseases in the community. Regarding primary healthcare centers’ finances, they largely depend on public funding to support their increasing expenses to provide health services, pay worker salaries, and run indoor and outdoor activities.
Conclusions: Overall, some constraints faced by the primary healthcare centers in DTPK include difficult access to facilities and temporary health personnel. All of this information provides valuable inputs to policymakers in building a health infrastructure and human resources for health in DTPK.
Keywords: Remote area, Human resources for health, Primary healthcare center.
Computer applications to medicine. Medical informatics, Public aspects of medicine
Indirawaty Indirawaty, Rahman Rahman, Khaerunnisa Khaerunnisa
et al.
Yoga therapy in the world of nursing is known as the term complementary therapy. To avoid stress, one of the most efficient and has been done for centuries is to do yoga. The efficacy of yoga in helping to relieve stress is no doubt. Yoga helps keep people away from stress. According to Hawari (2008), the high incidence of stress in Indonesia is also the reason why stress should be prioritized handling because in 2008 recorded about 10% of the total population of Indonesia experiencing mental disorders or stress. The high level of stress is generally caused by economic pressures or poverty (Ministry of Health, 2009). General Purpose of this study To determine the influence of complementary therapies of yoga meditation on stress patients in Soul Polyclinic of Special Hospital Area of South Sulawesi Province. True Experiment Design True Experimental Design. Population in this study all stress patients who came to visit in Soul Polyclinic of Special Hospital Area of South Sulawesi Province amounted to 60 respondents consisting of 30 respondents in the group without intervention 30 people for the intervention group (Sugiono, 2011). The statistical test used: Mann Whey test and Wilcoxon test. The result of analysis test using Mann Whitney got data that value The result shows that Ha rejected and Ho accepted which mean there is no difference of the average of stress level in the group without intervention and intervention group during pre-test. The results of the test The results show that Ha accepted and Ho rejected which means there is a difference in the average level of stress in the group without intervention and intervention group at post-test. The above statistical test results give us an illustration that there are two groups in this study, that is the group of respondents treated only with pharmacology therapy, and one group of respondents treated with pharmacology therapy and complementary therapies of yoga meditation. The results showed that the group gave pharmacological therapy and complementary therapies had a higher cure rate than the group of respondents who received only pharmacological therapy
Aulia Fash Farabi, Afriwardi Afriwardi, Gusti Revilla
Hipertensi dapat mengganggu fungsi organ lain terutama organ vital seperti jantung dan ginjal. Hipertensi tidak hanya menyerang di usia tua saja, tetapi juga remaja. Merokok merupakan salah satu faktor pencetus hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan merokok dan tekanan darah pada siswa SMK N 1 Padang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah 111 orang siswa kelas XI SMK N 1 Padang. Penilaian status merokok dengan menggunakan kuesioner Global Youth Tobacco Survey (GYTS) yang telah disadur dan digabungkan dengan indeks Brinkman dan penilaian tekanan darah dengan sphygmomanometer air raksa serta stetoskop. Hasil penelitian didapatkan siswa bukan perokok sebanyak 68 orang (61,3%) dan perokok ringan sebanyak 43 orang (38,7%). Rata- rata tekanan darah sistolik siswa sebesar 112,57 mmHg dan tekanan darah diastolik siswa sebesar 70,05 mmHg. Didapatkan tekanan darah sistolik perokok ringan lebih rendah 2,1 mmHg dibandingkan bukan perokok dan tekanan diastolik perokok ringan lebih rendah 2,92 mmHg dibandingkan bukan perokok. Hasil analisis data statistik kebiasaan merokok dengan tekanan darah sistolik didapatkan p = 0,15. Hasil analisis data statistik kebiasaan merokok dengan tekanan darah disatolik didapatkan p = 0,078. Sedangkan hasil analisis data statistik kebiasaan merokok dengan mean arterial pressure (MAP) didapatkan p = 0,094, Simpulan penelitian ini menunjukan tidak terdapat hubungan kebiasaan merokok dengan tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik dan MAP.
Lembaga Perkreditan Desa (LPD) memiliki karakteristik khusus yang berbeda dengan lembaga keuangan lainnya, sehingga dalam operasionalnya perlu dilakukan pembinaan dan pengawasan. Dimana setiap LPD wajib menyampaikan laporan tentang hasil kegiatan, perkembangan dan likuiditas secara teratur setiap bulan dan laporan tingkat kesehatan tiap tiga bulan kepada pengawas, Bank Pembangunan Daerah Bali, Pembina Lembaga Perkreditan Desa Kabupaten (PLPDK) dan aparat (prajuru) desa, sehingga diketahui perkembangan dari masing-masing LPD. Selain itu Pembina PLPDK juga berfungsi sebagai pembina teknis, pengembangan serta pelatihan bagi LPD. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh temuan eksplanatif yang teruji tentang, (1) pengaruh KAP, CAR, dan LDR secara simultan terhadap Profitabilitas pada LPD Kecamatan Banjar tahun 2015-2016, (2) pengaruh KAP, CAR, dan LDR secara parsial terhadap Profitabilitas pada LPD Kecamatan Banjar tahun 2015-2016. Identifikasi variabel-variabel yang digunakan dalam model penelitian ini dikelompokkan menjadi dua yaitu variabel bebas (independent) dan variabel terikat (dependent). Variabel bebasnya adalah KAP (X1), CAR (X2), dan LDR (X3) sedangkan Variabel terikatnya adalah Profitabilitas (Y). Analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan dilanjutkan pemilihan uji statistik yaitu: (1) uji asumsi klasik, dan (2) analisis regresi linear berganda. Tujuannya adalah menetapkan apakah variabel bebas mempunyai hubungan dengan variabel terikatnya, penetapan tingkat signifikasi dan diakhiri dengan penelitian dasar penarikan kesimpulan melalui penerimaan atau penolakan hipotesis. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa, (1) Ada pengaruh yang positif dan signifikan secara simultan dari KAP (X1), CAR (X2), dan LDR (X3) terhadap profitabilitas (Y) pada Lembaga Perkreditan Desa Kecamatan Banjar Tahun 2015-2016; (2) Ada pengaruh yang positif dan signifikan secara parsial dari KAP (X1), CAR (X2), dan LDR (X3) terhadap profitabilitas (Y) pada Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Kecamatan Banjar Tahun 2015-2016.
Kata Kunci: Kualitas Aktiva Produktif, Capital Adequacy Ratio, Loan to Deposit Ratio, Profitabilitas, Lembaga Perkreditan Desa (LPD)
This aim of study were to determine the effect of Islamic income on financial health of sharia banks; To know the effect of financing profit sharing on financial health of sharia banks; To determine the effect of Islamic income on the fraud of sharia banks; To know financing profit sharing on fraud of sharia banks and to determine the effect financial health on fraud of sharia banks. The population research were all sharia banks in Indonesia. Selected samples were 8 sharia banks. Analysis method used path analysis. The results showed that Islamic income had positive and significant effect on financial health, financing profit sharing had positive and significant effect on financial health. Islamic income had a negative and significant effect on fraud. Shared financing had a negative and significant effect on fraud. Financial health hada positive and significant effect on fraud.
This research is aimed to analyze the determinant of poverty in South Sulawesi on 2010-2014 period. Using the annual data from Badan Pusat Statistik (BPS) and Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK), the estimation applies the Panel Regression with Random Effect Model (REM) as analytical tool in order to analyze the effect of regional economic growth, unemployment, healthy index, school participation rate and local government expenditure on poverty in South Sulawesi. The empirical results show that all determinant variables simultanously have a positive significant effect on poverty. Meanwhile, regional economic growth partially have a positive effect on poverty. The others such as unemployment, healthy index, school participation rate and local government expenditure partially have a negative effect on poverty. Because of that matters, local government shall to create an economic growth inclusively, improve the health and education public infrastructures, and increase the supervision of expenditures to keep going effective and efficient in the poverty reduction effort.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan atau faktor-faktor yang mempengaruhi kemiskinan di Provinsi Sulawesi Selatan periode tahun 2010 sampai 2014. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder dari publikasi data statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Data-data tersebut ditabulasikan ke dalam struktur data panel yaitu gabungan antara data yang berbentuk time series dan cross section dalam bentuk tahunan. Dengan teknik purposive sampling, penelitian ini menggunakan data 24 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan untuk kemudian dianalisis dengan metode teknik Analisis Regresi Data Panel dengan pendekatan Random Effect. Hasil empiris membuktikan bahwa seluruh variabel determinan yang terdiri dari pertumbuhan ekonomi regional, jumlah pengangguran, indeks kesehatan, angka partisipasi sekolah dan belanja daerah secara simultan berpengaruh signifikan terhadap jumlah kemiskinan di Provinsi Sulawesi Selatan. Sementara secara parsial, variabel pertumbuhan ekonomi regional berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan, sedangkan variabel-variabel lainnya yaitu pengangguran, indeks kesehatan, angka partisipasi sekolah dan belanja daerah berpengaruh negatif terhadap kemiskinan. Oleh karena itu, pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan bersifat inklusif, mampu meningkatkan fasilitas pendidikan dan fasilitas kesehatan secara merata tidak hanya terpusat pada satu daerah saja, serta meningkatkan pengawasan keuangan terkait pengeluaran atau belanja pemerintah kabupaten/kota agar tepat sasaran sehingga pengeluaran atau belanja pemerintah dapat terus berjalan efektif dan efisien dalam upaya pengurangan kemiskinan.