Hasil untuk "kesehatan"

Menampilkan 20 dari ~156988 hasil · dari CrossRef, DOAJ

JSON API
CrossRef Open Access 2025
Manfaat Puasa Terhadap Kesehatan Masyarakat: Literatur Review

Febry Istyanto

Puasa adalah praktik menahan diri dari makan dan minum selama jangka waktu tertentu, yang sering kali memiliki dimensi spiritual, budaya, atau kesehatan. Dalam konteks penelitian yang disebutkan, puasa intermiten adalah bentuk puasa yang dilakukan secara teratur, biasanya dengan periode waktu tertentu di mana seseorang tidak mengonsumsi makanan. Penelitian ini bertujuan mengkaji manfaat puasa, khususnya puasa intermiten, terhadap kesehatan masyarakat dengan malakukan ulasan terhadap artikel yang dipublikasikan antara tahun 2020 hingga 2025. Melalui analisis komprehensif, ditemukan bahwa puasa intermiten dapat meningkatkan sensitivitas insulin, membantu pencegahan diabetes tipe 2, serta memberikan keuntungan kardiovaskular melalui pengurangan tekanan darah dan kolesterol LDL. Selain itu, puasa intermiten juga terbukti efektif dalam manajemen berat badan, kesehatan mental, dan mengurangi gejala depresi dan kecemasan. Penelitian menunjukkan bahwa puasa berpotensi menurunkan peradangan, sehingga mengurangi risiko penyakit kronis dan berkontribusi pada peningkatan umur panjang dengan cara mengurangi stres oksidatif. Kesimpulannya, praktik puasa yang sehat, terutama puasa intermiten, dapat menjadi strategi penting dalam upaya pencegahan penyakit dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

DOAJ Open Access 2025
PELATIHAN PELATIH FISIK TINGKAT DASAR UNTUK SEMUA CABANG OLAHRAGA

Devi Tirtawirya, FX Sugiyanto, Budi Aryanto et al.

Sports events both in the region and nationally are a place to search for talents and show their abilities in terms of sports achievements. The results of the championships in the area are capital for higher coaching, for example National Training (Pelatnas). Many club or regional coaches lack an understanding of the physical condition of athletes. This is what causes the gap in knowledge level. Because we know that physical condition is the most important component in supporting athletes' achievements. The lack of understanding related to physical conditions is due to the fact that in the regions there is still a very minimal increase in human resources, especially physical coaches in sports. If left unchecked, it is feared that it will reduce the performance of athletes. The implementation method for improving the human resources of physical trainers is to conduct a national-level physical trainer training that last for four days. This training is attended by coaches from various sports branches from different regions. The training process is carried out theoretically and through practical field application. Based on the result of the training activities and the assessments conducted to determine of the training materials, it has been found that 5.6% of the participants have not yet met the assessment standards, while 94.4% of the the participants have understood the standard level of material comprehension. Keywords: Coach, Strength and conditioning, Sports

General Works, Social Sciences
DOAJ Open Access 2025
IDENTIFICATION OF METABOLITE COMPOUNDS IN EXTRACT AND EXTRACT FRACTIONS OF MORINGA LEAVES (Moringa oleifera) USING THIN LAYER CHROMATOGRAPHY (TLC) METHOD

Widayatul Khairi, Safwan, Irmatika Hendriyani

Moringa oleifera, known in Indonesia as "kelor," is often referred to as "the miracle tree" due to its natural nutritional and medicinal properties. Compounds found in Moringa leaf extract have been confirmed to include flavonoids. These compounds contain -OH groups attached to benzene rings, which contribute to their antioxidant, anti-inflammatory, and antimicrobial properties. The aim of this study was to identify secondary metabolites in Moringa leaves using the Thin Layer Chromatography (TLC) method. The results showed that flavonoids, tannins, alkaloids, and saponins were present in the ethyl acetate fraction, while tannins were found in both the extract and aqueous fraction. Additionally, steroids were detected in the n-hexane fraction. In conclusion, Moringa oleifera contains secondary metabolite compounds.

Biology (General)
DOAJ Open Access 2025
Analysis of Determinants of Anemia Incidence in Third Trimester Pregnant Women

Megawati Sinambela, Alfi Syahri, Rotua Sumihar Sitorus

Anemia in third-trimester pregnant women increases the risk of pregnancy complications such as preterm labor and low birth weight. Contributing factors include adherence to iron tablet consumption, maternal age, parity, nutritional status, and compliance with antenatal care (ANC) visits. This study aims to analyze the determinants of anemia in third-trimester pregnant women at the Gunung Selamat Labuhan Batu Health Center. This cross-sectional study involved 96 third-trimester pregnant women selected using consecutive sampling. Data were collected through interviews, hemoglobin level examinations, and evaluations of iron tablet adherence, nutritional status, and ANC visits. Data analysis used bivariate (chi-square) and multivariate (logistic regression) tests. Bivariate analysis showed a significant relationship between anemia and iron tablet adherence (p=0.00; PR=5.95), maternal age (p=0.00; PR=5.11), parity (p=0.00; PR=4.95), nutritional status (p=0.00; PR=7.55), and ANC visit compliance (p=0.00; PR=8.55). Multivariate analysis identified nutritional status (p=0.00; Exp(B)=16.69) and ANC visit compliance (p=0.00; Exp(B)=14.51) as the most dominant factors influencing anemia. Nutritional status and ANC visit compliance are key determinants of anemia in third-trimester pregnant women. Interventions focusing on nutritional education, ANC service optimization, and increased adherence to iron supplementation are essential to reduce anemia prevalence among pregnant women

Nursing, Medicine (General)
DOAJ Open Access 2024
Pengaruh Keragaman Pangan, Junk Food, dan Produk Tinggi Gula Terhadap Kejadian Gizi Lebih Remaja SMAN 6 Depok

Salma Aulia Kencanaputri, Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi, Sintha Fransiske Simanungkalit

Latar Belakang: Permasalahan gizi lebih pada remaja (10-18 tahun) saat ini cukup tinggi yaitu >15%. Asupan makan diketahui dapat mempengaruhi status gizi. Konsumsi pangan yang beragam diketahui dapat menurunkan peluang risiko gizi lebih pada remaja. Namun tidak demikian, remaja saat ini lebih sering mengonsumsi asupan makanan yang kurang baik seperti makanan tinggi kandungan gula, lemak, dan natrium serta rendah serat diketahui dapat meingkatkan risiko terjadinya gizi lebih. Tujuan: Mengetahui hubungan kebiasaan keragaman pangan, konsumsi makanan manis, minuman manis, dan junk food dengan gizi lebih di usia remaja. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan menggunakan metode cross–sectional yang dilakukan di SMAN 6 Depok. Metode analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square kemaknaan 95%. Sampel berjumlah 112 responden yang diambil menggunakan rumus uji hipotesis beda dua proporsi menurut Lemeshow, serta menggunakan prosedur pengambilan sampel dengan metode stratified random sampling. Uji validitas dan reliabilitas dengan tingkar signifikansi sebesar 0,05 telah dilakukan pada kuesioner sebelum disebarkan. Hasil: Analisis uji validitas menunjukkan valid dan uji realibilitas menunjukkan nilai Cronbach Alpha > r tabel (0,314). Analisis bivariat menunjukkan bahwa remaja mayoritas tidak mengalami gizi lebih (80,4%), remaja mengonsumsi pangan yang beragam (86,6%), dan remaja jarang mengonsumsi makanan (80,4%) dan minuman (69,6%) manis, serta junk food (70,5%). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara kebiasaan konsumsi keragaman pangan, konsumsi makanan manis, konsumsi minuman manis, dan konsumsi junk food dengan gizi lebih di usia remaja.

Nutrition. Foods and food supply
DOAJ Open Access 2023
Manfaat dan Hambatan Telehealth pada Asuhan Antenatal: Studi Literatur

Kirana Candra Sari, Dewi Purwaningsih

Indikator penting kesehatan ibu dan anak dalam mengukur derajat kesehatan suatu negara adalah status kesehatan ibu dan anak. Jumlah Angka Kematian Ibu (AKI) dapat diakibatkan komplikasi kehamilan. Pada kehamilan, diperlukan asuhan yang berkesinambungan dan berkualitas oleh petugas kesehatan melalui pemeriksaan antenatal. Pada awal pandemi COVID-19, praktik telehealth untuk layanan terkait kehamilan diterapkan dengan cepat. Telehealth untuk layanan terkait kehamilan kemungkinan akan terus berlanjut  walaupun pandemi telah berlalu. Agar sistem kesehatan dapat memberikan layanan terkait kehamilan yang berpusat pada individu melalui telehealth, maka diperlukan telaah untuk memahami manfaat dan hambatan pelaksanaan telehealth agar bisa terus dikembangkan. Metode yang digunakan adalah studi literatur. Database yang digunakan adalah Pubmed dan Google scholar. Kata kunci telehealth, pregnancy, dan antenatal. Kriteria inklusi adalah literatur yang dapat diakses PDF, terbit dalam kurun waktu 2019-2023. Terpilih 5 artikel yang selanjutnya ditelaah. Hasil diperoleh bahwa telehealth memiliki manfaat diantaranya membatasi paparan COVID-19, memastikan akses berkelanjutan terhadap layanan,  kenyamanan, efisiensi waktu. Hambatannya diantaranya ketidakkonsistenan mengenai kualitas dan jenis layanan telehealth yang tersedia, logistik penjadwalan telehealth yang belum teratur, serta kurangnya privacy. Disimpulkan bahwa telehelath merupakan inovasi pelayanan yang harus terus dikembangkan dengan memperhatikan manfaat dan hambatan yang telah terjadi.

Medicine, Medicine (General)
DOAJ Open Access 2023
Perilaku Ibu Ketika Hamil dalam Upaya Pencegahan Anak Lahir Stunting di Kabupaten Kampar

Dewi Anggriani Harahap, Zakkiyatus Zainiyah, Yan Sartika

Prevalensi stunting anak di Indonesia masih tinggi. Tahun 2021 di tingkat nasional stunting berada pada angka 24.4%. Stunting diakibatkan oleh masalah gizi yang sifatnya kronis atau berlangsung lama. Theory of planned behavior digunakan sebagai dasar untuk mengetahui perilaku pencegahan stunting pada anak selama masa kehamilan pada Ibu, sedangkan konsep family centered nursing digunakan sebagai dasar untuk mengidentifikasi peranan dukungan keluarga dan dukungan lingkungan dalam pengaruhnya terhadap perilaku ibu dalam pengaruhnya terhadap perilaku ibu dalam melakukan pencegahan kejadian stunting pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui perilaku pencegahan anak stunting pada saat Ibu hamil di Puskesmas Lipat Kain Kabupaten Kampar. Jenis penelitian  analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel yaitu Ibu hamil sebanyak 72 Ibu di Puskesmas Lipat Kain. Variabel independent terdiri dari pengetahuan, sikap, nilai budaya, dukungan keluarga, dukungan lingkungan, sedangkan variabel dependen perilaku pencegahan stunting. Instrument penelitian kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan reabilitas, dikumpulkan dengan cara observasi. Analisa data univariat dan bivariat. Diperoleh p value  yang paling berhubungan dengan perilaku pencegahan stunting pada anak saat Ibu hamil adalah dukungan keluarga dan dukungan lingkungan yaitu 0,000 (<0.05). Selain itu pengetahuan (0,009), sikap (0,018), dan nilai budaya (0,017) juga menunjukkan adanya hubungan dengan perilaku ibu ketika hamil dalam upaya pencegahan  anak lahir stunting.

Medicine, Public aspects of medicine
DOAJ Open Access 2023
Peran Ahli Gizi Dalam Memberikan Pelayanan Gizi Berbasis Gen di Indonesia

Rina Alfiana, Arif Sabta Aji, Erni Samutri et al.

Latar Belakang: Ilmu genetik berkembang sangat pesat memberikan dampak signifikan teradap suatu penyakit yang dapat dicegah dan dikelola oleh tenaga kesehatan professional, tetapi di Indonesia sendiri pengaplikasian dietetik masih belum banyak diketahui oleh karena itu ahli gizi perlu berperan dalam pengaplikasian nutritional genomics ini di dalam praktik kerja dietetik. Peran ahli gizi penting dalam memberikan informasi mengenai bagaimana gizi dan genetik berinteraksi dalam mempengaruhi Kesehatan dan memberikan alternatif intervensi gizi yang lebih dini. Tujuan: Mengetahui peran ahli gizi dalam memberikan pelayanan gizi berbasis gen di indonesia. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, yang dilakukan di lima provinsi di Indonesia. Data informan di dapatkan dari penelitian kuantitatif, dengan teknik pengambilan informan yaitu purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak enam orang. Pengumpulan data menggunakan structured interview dilaksanakan secara online dengan menggunakan Zoom Meeting. Analisis data yang digunakan yaitu analisis tematik dengan software NVIVO v.12. Hasil: Tenaga gizi yang sudah dan yang belum menerapkan pelayanan gizi berbasis gen ini sebagian besar sudah mengetahui terkait pelayanan gizi berbasis gen. Namun, sebagian dari mereka tidak mengetahui terkait definisi nutrigenetik dan nutrigenomik. sebagiannya mengetahui terkait peran tenaga gizi yaitu sebagai konselor untuk memberikan konseling, memberikan saran terkait pola makan yang sesuai dengan kebutuhan pasien, memberikan motivasi kepada pasien untuk menjalankan diet sesuai dengan kebutuhan pasien. Kesimpulan: Peran tenaga gizi dalam memberikan pelayanan gizi berbasis gen yaitu sebagai konselor untuk memberikan konseling, memberikan saran terkait pola makan yang sesuai dengan kebutuhan pasien, dan memberikan motivasi kepada pasien untuk menjalankan diet sesuai dengan kebutuhan pasien.

Nutrition. Foods and food supply
DOAJ Open Access 2023
Pengaruh Keikutsertaan Program Pengelolaan Penyakit Kronis Terhadap Kendali Glukosa Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Cabang Pematangsiantar

Kiki Christmar Marbun, Firdauz Hafidz As Shidieq

Latar Belakang: DM Tipe 2 merupakan salah satu penyakit yang dijamin Program JKN KIS BPJS Kesehatan. Penyakit ini bersifat kronis, tidak dapat disembuhkan namun dapat dikendalikan. Data sejumlah penelitian baik dalam maupun luar negeri menunjukkan jumlah penderita DM Tipe 2 di Indonesia terus bertambah dan Indonesia menduduki peringkat 7 dunia. Keadaan ini menyebabkan beban kesehatan baik ekonomi dan disabilitas.  Disease Management Program dikembangkan oleh berbagai Badan Penyelenggara Pembiayaan di seluruh dunia untuk mengendalikan kadar glukosa darah pasien, meningkatkan status kesehatan pasien dan mengendalikan biaya. Prolanis DM TIpe 2 adalah salah satu bentuk DMP yang diselenggarakan BPJS Kesehatan. Perlu diteliti apakah Prolanis DM Tipe 2 telah berdampak dalam pengendalian kadar glukosa darah pasien. Tujuan : Penelitian ini bertujuan menganalisa dampak Program Pengelolaan Penyakit Kronis  di BPJS Kesehatan buat Pasien DM Tipe 2 telah efektif dalam mempertahankan atau meningkatkan status kesehatan pasien   Metode : Merupakan  penelitian kuantitatif observasional dengan model kohort retrospektif dengan membandingkan pasien DM TIpe 2 yang mengikuti PRB dan Prolanis DM Tipe 2  dengan yang tidak mengikuti program, di 15 FKTP sasaran di wilayah kerja Kantor Cabang Pematangsiantar BPJS Kesehatan. Hasil: Peserta Prolanis DM Tipe 2 memiliki peluang 2,65 kali glukosa darah puasa terkendali dan peluang 4,1 kali kadar HbA1c terkendali. Rata rata glukosa darah puasa dan HbA1c peserta Prolanis DM Tipe 2 lebih rendah daripada bukan peserta Prolanis DM Tipe 2. Capaian indikator proses telah tercapai dan capaian indikator outcome belum tercapai sebagaimana Perdirjampelkes BPJS Kesehatan nomor 3 Tahun 2019.

Medicine, Business
DOAJ Open Access 2021
Hubungan Antara Status Gizi Dan Paritas Dengan Kelancaran Produksi Asi Pada Ibu Post Partum Di Wilayah Kerja Puskesmas Cipanas Kabupaten Garut

Santi Deliani Rahmawati, Halimatus Saidah

Menurut survey Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2018 ibu yang menyusui secara ekslusif sampai usia 6 bulan sebanyak 56%, salah satu pengaruh dari pemberian ASI Ekslusif adalah kelancaran produksi ASI yang diperngaruhi oleh beberapa faktor salah satunya yaitu status gizi dan paritas tahun 2018 menyebutkan bahwa ibu yang mengalami gangguan produksi ASI atau ASI tidak lancar sebesar 67% dari seluruh ibu menyusui. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui Hubungan Antara Status Gizi Dan Paritas Dengan Kelancaran Produksi Asi Pada Ibu Post Partum Di Wilayah Kerja Puskesmas Cipanas Kabupaten Garut. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasi dengan pendekatan Cross Sectional dengan Populasi penelitian adalah ibu nifas hari ke 3-7 sebanyak 44 orang dan sampel 31 orang yang diambil dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dan data dianalisis menggunakan Uji Statistik Spearman-Rho. Hasil penelitian didapatkan dari 31 responden, 11 responden (35,5%) merupakan primipara dan ASI tidak lancar, 15 responden (48,4%) status gizi mengalami KEK dan ASI tidak lancar. Ada hubungan antara status gizi dengan kelancaran produksi ASI (Ρ_value 0,004) dan ada hubungan antara paritas dengan kelancaran produksi ASI (Ρ_value 0,001). Kekuatan hubungan dapat dilihat dari nilai OR status gizi 27,429 kali lipat dan Paritas 0,915 kali lipat. Artinya Status gizi 27,429 kali lipat lebih besar pengaruhnya daripada paritas dan selebihnya di pengaruhi oleh faktor lainya. Dapat meminimalis risiko penyebab kelancaran produksi ASI salah satunya yaitu meningkatkan status gizi pada ibu nifas.

Medicine (General)
DOAJ Open Access 2021
Evaluation Of Programs For Stunting Prevention Management At Tajinan Public Health Center

rifzul maulina

Stunting is one of the problems that can human development globally. East Java is one of the provinces that has a high prevalence of stunting. This shows the low quality of health services. The government is committed to reduce stunting rates through several health policies. The policy is in the form of a program launched by the Indonesian Ministry of Health (Kemenkes), namely the Healthy Indonesia Program with a Family Approach (PIS-PK), Provision of Supplementary Food and the First 1000 Days of Life (HPK). The purpose of this study was to evaluate the intervention program for the management of nutritional status of stunting under five with elements of input, process and output. This research is a qualitative research. The initial informants were determined by purposive sampling technique. The data collection method was through in-depth interviews, observation and documentation of 6 initial informants consisting of the head of the puskesmas, the coordinating midwife for Children and Mother Health, the nutrition coordinator, the village midwife, framework and some target mothers. Two triangulation informants consisting of the family health coordinator and the district health office nutrition coordinator. The results showed that at the input stage, the health workers involved still needed additional, there were no nutrition workers. In the process element, some of the programs were well implemented including the family approach through home visits by framework, healthy programs for pregnant women, exclusive breastfeeding, growth monitoring, supplementary feeding, giving vitamin A except for the taburia program. In the output element, the coverage of the prevalence of stunting in the Tajinan Public Health Center, Malang Regency in 2018 was 17.24%

Nursing, Medicine (General)
CrossRef Open Access 2020
PENGARUH PROMOSI KESEHATAN TERHADAP PENINGKATAN KESEHATAN MASYARAKAT

Alisarjuni padang

PENGARUH PROMOSI KESEHATAN TERHADAP PENINGKATAN KESEHATAN MASYARAKAT ALI SARJUNI PADANG 197046017 alisarjunipadang@gmail.com AbstrakLatar belakang : Perkembangan Promosi Kesehatan tidak terlepas dariperkembangan sejarah Kesehatan Masyarakat di Indonesia dan dipengaruhi juga oleh perkembangan Promosi Kesehatan International yaitu dimulainya program Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD) pada tahun 1975 dan tingkat Internasional tahun 1978Deklarasi Alma Ata tentang Primary Health Care tersebut sebagai tonggak sejarah cikal bakalPromosi Kesehatan (Departemen Kesehatan, 1994). Green dan Kreuter (2005) menyatakan bahwa “Promosi kesehatan adalah kombinasiupaya-upaya pendidikan, kebijakan (politik), peraturan, dan organisasi untuk mendukungkegiatan-kegiatan dan kondisi-kondisi hidup yang menguntungkan kesehatan individu,kelompok, atau komunitas”.Tujuan : tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh promosi kesehatan terhadap peningkatan kesehatan masyarakat.Metode : Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan kajian pustaka terhadap beberapa jurnal yang berhubungan dengan pengaruh promosi kesehatan terhadap peningkatan kesehatan masyarakat, dan beberapa jurnal yang digunakan dalam melakukan literature review adalah tahun 2011 sampai 2019 sebanyak 10 jurnalHasil : dari 5 jurnal yang dilakukan sebagai pembanding, keseluruhanya menunjukkan ada peningkatan perilaku sehat sebelum dan sesudah dilakukanya promosi kesehatan.Rekomendasi : Bagi seluruh staff dalam layanan kesehatan agar meningkatkan kualitas dan frekuensi promosi kesehatan di masyarakat, karna metode ini sangatlah efektif dalam memberikan pemahaman tentang hidup sehat dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang hidup sehat.Kata kunci : Promosi, masyarakat, staff kesehatan

DOAJ Open Access 2020
Analisis perkuliahan daring mahasiswa PJKR Universitas PGRI Semarang sebagai dampak pandemi covid 19

Setiyawan, Pandu Kresnapati, Danang Aji Setyawan

The purpose of conducting this research is to obtain data on the form of lectures and the results of information on students' efforts to take part in online lectures on PJKR students at the University of PGRI Semarang as a covid effect 19. The research method uses quantitative descriptive using survey methods. Data collection techniques using a questionnaire. The subjects in this study were PJKR University PGRI Semarang students in the second, fourth and sixth semesters. Research conducted obtained the following results: (a) Aspects of the distribution of students in the second semester 47.7%, semester four 21.2% and semester six 31.1%. (b) The most widely used application aspects are Zoom 34.7%, SIP 41.2%, SPADA 1.3% and Google Classroom 22.8%. (c) The duration of online learning is more than 60 minutes 18.6%, 30 minutes to 60 minutes 64.8% and under 30 minutes 16.6%. (d) Material aspects, namely: easy to understand 71.2% and material difficult to understand 28.8%. (e) Aspects of student readiness, in the ready category of 20.9%, quite ready 52.4%, less ready 26.7%. (f) The biggest obstacle for students is challenging the signal of 58.9%, quota of 25.3%, and time of 15.8%. From the research that has been carried out it can be concluded: (1) The form of lectures conducted at the PJKR Study Program of the University of PGRI Semarang utilizes online learning platforms such as Zoom, Google Classroom, SPADA, and SIP. While for field practice lectures using video and assignment forms, (2) The efforts of students to take part in online learning are quite good with the acquisition being quite ready and the percentage is 52.4%.

Social Sciences, Sports
DOAJ Open Access 2020
Faktor-Faktor Penyebab Rendahnya Aktivitas Belajar Bahasa Arab Peserta Didik Kelas VII di MTs Nurul Falah Bukit Kemuning

Rumadani Sagala

Tulisan ini berbicara tentang Faktor-Faktor Dari Penyebab Rendahnya Aktivitas Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Bahasa Arab Kelas VII MTs Nurul Falah Bukit Kemuning, dengan fokus persoalan apa faktor-faktor penyebab rendahnya aktivitas peserta didik pada mata pelajaran Bahasa Arab kelas VII di MTs Nurul Falah Bukit Kemuning?. Selanjutnyametodepenelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif yaitu analisis data yang menekankan pada makna, penalaran, definisi suatu situasi tertentu (dalam konteks tertentu).Sementaraalatpengumpul data terkaitdenganpenelitianiniadalah interview, observasi, dan dokumentasi. Adapun dalam pengambilan kesimpulan menggunakan pendekatan berfikir induktif yaitu pemikiran yang berangkat dari fakta atau peristiwa khusus, kemudian dari fakta-fakta yang khusus dimaksud, ditarik generalisasi yang memiliki sifat umum. Mengacu padastatemen di atas, maka temuan yang dihasilkan menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab rendahnya aktivitas belajar bahasa arab peserta didik  kelas VII MTs Nurul Falah Bukit Kemuning adalah faktor internal dan eksternal. Faktor internal dapat dilihat dari indikasi yaitu tidak menjaga kesehatan, aktivitas belajar menjadi terganggu sehingga mengakibatkan tidak bergairah untuk mengikuti kegiatan belajar, minat dan motivasi yang rendah sangat mempengaruhi keinginan peserta didik dalam mengikuti aktivitas belajar bahasa arab cara belajar yang salah tidak memperhatikan waktu belajar dan tidak menggunakan teknik belajar  yang baik sehingga hasil belajarpun kurang memuaskan. Sedangkan faktor eksternal dapat dilihat dari indikasi yaitu letak sekolah yang tidak strategis dan kondusif, metode mengajar guru yang kurang memuaskan, kemampuan guru dalam mengajar, kurangnya penegakan disiplin sekolah, kurangnya penggunaan alat pelajaran, kurangnya penempatan waktu belajar disekolah dikarenakan keadaan gedung sekolah yang kurang memadai.

Language. Linguistic theory. Comparative grammar
DOAJ Open Access 2019
Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Metode Demonstrasi terhadap Tingkat Pengetahuan Manajemen Pemberian ASI pada Ibu Hamil di Posyandu Karanglegi, Kabupaten Pati

Saffanah Khairunnisa, Widyawati Widyawati, Wiji Triningsih

Background: Breastmilk is the most important baby food especially in the first months of life. The achievement level of exclusive breastfeeding in 2014 at Pati Regency was 30.4%, moreover Trangkil District was the lowest among others which was achieved 6,4%. Karanglegi Village belongs to Trangkil District. Mother’s knowledge is one of the hindrance to highten breastfeeding achievement level. Thus, health education through demonstration method is expected to increase mother's knowledge. Objective: To identify the effect of health education using demonstration method to increase the knowledge on breastfeeding management in pregnant women in Posyandu Karanglegi, Pati Regency. Methods: The study was a quantitative research type with Quasi-experimental research design using One Group pre-test and post-test. The research subjects were 14 pregnant women selected by purposive sampling. Visual aid was used during health education delivery. A questionnaire was used to asses knowledge on breastfeeding management in pregnant women and Wilcoxon Test was applied for analysis. Results: There was an increase in the mean of pretest and posttest values from 9,42 to 10,78. Statistical analysis of the mean values of total pretest and posttest showed p = 0,012 (p <0,05) which means that there was a statistically significant difference in respondents' knowledge before and after obtaining health education by demonstration method. Conclusion: The average value of breastfeeding management knowledge after being given a health education with demonstration method is higher than before given health education. ABSTRAKLatar belakang: ASI adalah makanan bayi yang paling penting, terutama pada bulan-bulan awal kehidupan. Cakupan pemberian ASI eksklusif tahun 2014 di Kabupaten Pati masih tergolong rendah, khususnya Kecamatan Trangkil (6,4%). Desa Karanglegi termasuk dalam wilayah Kecamatan Trangkil. Salah satu hal yang menghambat pemberian ASI eksklusif adalah tingkat pengetahuan ibu yang rendah. Pemberian pendidikan kesehatan menggunakan metode demonstrasi, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan ibu. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi terhadap tingkat pengetahuan tentang manajemen pemberian ASI pada ibu hamil di Posyandu Karanglegi, Kabupaten Pati. Metode: Jenis penelitian kuantitatif pre-eksperimen dengan desain one group pretest and posttest. Subjek penelitian sebanyak 14 ibu hamil yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pendidikan kesehatan dilakukan dengan bantuan alat peraga. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner untuk mengukur pengetahuan ibu. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon test. Hasil: Terdapat peningkatan nilai mean pengetahuan ibu pada saat pretest dan posttest dari 9,42 menjadi 10,78. Analisis statistik terhadap nilai mean total pretest dan posttest menunjukkan hasil p=0,012 (p<0,05), berarti terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik pada pengetahuan responden sebelum dan sesudah mendapatkan pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi efektif meningkatkan skor pengetahuan ibu.

DOAJ Open Access 2018
IMAGE QUALITY ANALYSIS 4 CHAMBER SECTIONS OF CARDIAC MRI WITH AND WITHOUT UTILIZING SHIM VOLUME IN THE STEADY STATE FREE PRECESSION SEQUENCES

Clinton Johan Ade Wicaksono, Susy Suswaty, Nursama Heru Apriantoro et al.

Background: Cardiac MRI examination is relatively rare in Indonesia. The effect of the use of volume shim on moving organs, such as the heart is relatively unknown and noticed by radiographers and cardiologists. Objective: To analyse the image quality of 4 chamber sections of Cardiac Magnetic Resonance Imaging with and without the use of shim volume on Steady State Free Precession (SSFP) sequences so that it can determine the most optimum 4 chamber images to maintain the diagnostic value by physician. Method: This research is designed through quantitative analytic approach with experiment method. The total samples used are 13 subjects ranging from 7 to 80 years old and 5 respondents and the sample undergone into a series of examinations of Cardiac Magnetic Resonance Imaging. Afterward, the 4 chamber sections in SSFP sequence were given different treatment, namely, with and without the use of shim volume. The result will be assessed by the respondents and then it will be done by non-parametric Wilcoxon Two-Sample Test and parametric Paired Sample T Test. Results: Thereafter, the result of statistic from the respondent assessment is that the quality of anatomy images has p=(0.113) whereas the p=(0.354) for the degree of artefact images and clarifies that the anatomy image quality and the degree of artefact is not too much different. Conclusion: The conclusion of the research is with and without the use of shim volume is not too significant to affect the quality of 4 chamber images.

Medicine, Microbiology
DOAJ Open Access 2016
PEMAHAMAN MASYARAKAT TERHADAP BAHAYA PENYALAH-GUNAAN PEMAKAIAN KEMASAN PRODUK MAKANAN DAN PENEGAKAN HUKUMNYA

Dewi Sulistianingsih

Food packaging is the material used to wrap food either in direct contact with food or not. The knowledge of materials packaging are very important for producers and consumers.  Consumers need to know the packaging material that is able to maintain product quality, and safety. This research used socio-legal research. The data type covered primary data obtained through interviews and observation and secondary data obtained through the study of documents. The data and information obtained will be analyzed qualitatively. The technique of checking the validity of the data will be used data triangulation technique. This article discusses about the importance of good packaging for food. The understanding of the dangers associated with the misuse of food product packaging. Communities can become victims of the lack of knowledge and understanding of the use of good packaging for food. Bad packaging is not only bad for health but also for the environment. The implemented of law enforcement against abuse of packaging is not optimal, it can be seen the level of complaints against misuse of packaging is still minimal. Keywords: Community; Food; Enforcement; Packaging Abuse ABSTRAK   Kemasan pangan adalah bahan yang digunakan untuk mewadahi dan atau pembungkus pangan baik yang bersentuhan langsung dengan pangan maupun tidak. Produsen membutuhkan pengetahuan bahan kemasan yang dapat melindungi produk yang dihasilkan, membuat produk lebih menarik, ekonomis, dan aman. Konsumen perlu mengetahui bahan kemasan yang mampu mempertahankan mutu produk, dan aman. Penelitian ini menggunakan pendekatan socio legal atau yuridis sosiologis. Jenis data yang digunakan meliputi data primer yang diperoleh melalui wawancara dan observasi dan data sekunder yang diperoleh melalui studi dokumen. Data dan informasi yang diperoleh, akan di analisis secara kualitatif. Adapun teknik pengecekan keabsahan data digunakan teknik trianggulasi data. Artikel ini membahas mengenai akan arti penting kemasan yang baik untuk makanan. Pemahaman tersebut berkaitan dengan bahaya penyalahgunaan pemakaian kemasan produk makanan. Masyarakat dapat menjadi korban atas kurangnya pengetahuan maupun pemahaman akan penggunaan kemasan yang baik untuk makanan. Kemasan yang tidak baik akan berakibat buruk tidak hanya bagi kesehatan tapi juga bagi lingkungan. Penegakan hukum terhadap penyalahgunaan kemasan juga dilaksanakan belum optimal, hal ini dapat dilihat tingkat pengaduan terhadap penyalahgunaan kemasan masih minim. Kata Kunci:  Masyarakat; Makanan; Penegakan; Penyalahgunaan Kemasan

Law, Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence
DOAJ Open Access 2016
Efektifitas Dukungan Sosial Dokter kepada Orangtua dalam Tata Laksana Anak Asma

Fx. Wikan Indrarto, Sutaryo Sutaryo, Djauhar Ismail

Latar belakang. Salah satu keberhasilan tata laksana anak asma ditentukan oleh kebersamaan (partnership) yang terbentuk antara dokter dengan orangtua. Dalam kebersamaan tersebut, orangtua harus diberi dukungan sosial (social support) oleh dokter mencakup dukungan informasi, emosi, penghargaan (appraisal), dan alat bantu (instrumental) tentang asma. Tujuan. Menilai efektifitas pemberian dukungan sosial dokter kepada orangtua dalam tata laksana anak asma. Metode. Studi intervensi dengan desain kuasi eksperimental, dan interupted time-series design. Tempat penelitian di Klinik Anak RS Bethesda Yogyakarta selama bulan Juli-Desember 2008. Intervensi yang diteliti adalah pemberian dukungan sosial dokter di ruang praktek, kepada 82 orangtua dalam tata laksana anak asma. Pengaruh yang terjadi diukur, berdasarkan penilaian orangtua maupun dokter. Hasil. Pemberian dukungan sosial dokter di ruang praktek, tidak berhubungan dengan perbaikan gejala klinis anak asma, berdasarkan penilaian orangtua (OR=1,01; IK 95% 0,57-2,10) maupun penilaian dokter (OR=1,02; IK 95% 0,79-2,21) dan perbaikan kualitas hidup menurut orangtua (OR=1,03; IK 95% 0,46-3,12). Dukungan penghargaan kepada orangtua oleh dokter merupakan dukungan sosial yang paling memberikan kepuasan kepada orangtua (p<0,05). Kesimpulan. Pemberian dukungan sosial dokter tidak berhubungan dengan keberhasilan tata laksana anak asma. Kepuasan orangtua akan pemberian dukungan sosial dokter, terutama diperoleh dari jenis dukungan penghargaan.

Medicine, Pediatrics
DOAJ Open Access 2016
RISIKO TERJADINYA KETUBAN PECAH DINI PADA IBU HAMIL DENGAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL

Sudarto Sudarto, Tunut Tunut

Abstract: Premature Rupture Of Membranes Risks Of Pregnant Women With Sexual Infections. The purpose of research is to analyze the correlation between the risks of sexually transmitted infection with the incidence of premature rupture of membranes (KPD).This research is the quantitative study with case-control design with a sample of 68 respondents, analysis of the statistical test Chi-square α = 0.05 and  95% confidence intervals. The subjects of the study mothers who have premature rupture of membranes, and not as a case of premature rupture of membranes as control, Subjects retrieval using the total sample in the case group and systematic random sampling technique to control. Secondary collection from medical records the period from January to December 2014. Results show that there is a significant association between risk factors for sexually transmitted infections with the incidence of premature rupture of membranes, other factors associated with KPD is parity. Abstrak : Risiko Terjadinya Ketuban Pecah Dini Pada Ibu Hamil Dengan Infeksi Menular Seksual. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan faktor risiko infeksi menular seksual dengan kejadian Ketuban Pecah Dini. Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif dengan rancangan case control dengan jumlah sampel 68 responden, analisis dengan uji statistik Chi-square α=0,05 dan interval kepercayaan 95%. Subyek penelitian ibu bersalin yang mengalami ketuban pecah dini sebagai kasus dan ibu yang bersalin tidak mengalami ketuban Pecah Dini sebagai kontrol. Pengambilan data menggunakan total sampling pada kelompok kasus dan teknik sistematic random sampling pada kontrol. Pengumpulan data sekunder dari catatan medis periode Januari-Desember Tahun 2014. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara faktor risiko infeksi menular seksual dengan kejadian Ketuban pecah dini, faktor lain yang berhubungan dengan KPD adalah paritas.

Public aspects of medicine
DOAJ Open Access 2014
Pengaruh Pemberian Aspartam terhadap Kadar Low-Density Lipoprotein dan High-Density Lipoprotein pada Tikus Wistar Diabetes Melitus Diinduksi Aloksan

Revivo Rinda Pratama, Eti Yerizel, Rahmatini .

<p>Abstrak<br />Aspartam telah disetujui oleh FDA untuk dikonsumsi. Konsumsi pemanis buatan ini menggunakan dosis ADI (Acceptable Daily Intake) yaitu 50 mg/kgBB. Individu dengan diabetes melitus kemungkinan menjadi antusias terhadap adanya aspartam. Aspartam dapat mempengaruhi metabolisme profil lipid. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian aspartam terhadap kadar LDL dan HDL tikus diabetes melitus diinduksi aloksan. Ini merupakan penelitian eksperimental dengan randomized post test only control group design. Subjek penelitian adalah 15 ekor tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif, dan kelompok perlakuan. Masing-masing kelompok terdiri dari lima (5) ekor tikus. Pemberian aspartam (dosis 315 mg/kgBB tikus) diberikan kepada kelompok perlakuan selama empat (4) minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian aspartam pada tikus diabetes melitus diinduksi aloksan berpengaruh terhadap penurunan kadar LDL dan peningkatan kadar HDL. Kadar LDL pada kelompok kontrol positif adalah 30 ± 2 mg/dl, pada kelompok perlakuan adalah 24 ± 2 mg/dl. Sedangkan kadar HDL pada kelompok kontrol positif adalah 19 ± 1 mg/dl, pada kelompok perlakuan adalah 22 ± 1 mg/dl. Terdapat perbedaan yang bermakna pada kadar LDL dan HDL antara kelompok kontrol positif dengan kelompok perlakuan. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah pemberian aspartam pada tikus diabetes melitus diinduksi aloksan berpengaruh terhadap penurunan kadar LDL dan peningkatan kadar HDL.<br />Kata kunci: aspartam, diabetes melitus, LDL, HDL</p><p>Abstract<br />Aspartame has been approved by the FDA for consumption. Consumption of artificial sweeteners is using ADI (Acceptable Daily Intake) dose which is 50 mg/kg. Individuals with diabetes mellitus would likely be enthusiastic consumers of aspartame. Aspartame can influence the metabolism of lipid profile. The purpose of this study was to determine the effect of aspartame on levels of LDL and HDL at rats with diabetes mellitus induced by alloxan. The research is experimental research with randomized post test only control group design. The subjects were 15 male Wistar rats those were divided into three groups: a negative control group, a positive control group, and the treated group. Each group consists of five (5) male rats. Administration of aspartame (dose of 315 mg/kg rat) was administered to the treatment group for four (4) weeks. The results showed that administration of aspartame in rats with diabetes mellitus induced by alloxan was influenced the decreased in LDL levels and increased in HDL levels. The LDL levels in positive control group was 30 ± 2 mg/dl, in the treatment group was 24 ± 2 mg/dl. While the levels of HDL in positive control group was 19 ± 1 mg/dl, in the treatment group was 22 ± 1 mg/dl. There is a significant difference in the levels of LDL and HDL between the positive control group with the treatment group. The conclusion of this research are the administration of aspartame in rats with diabetes mellitus induced by alloxan influenced the decreased in LDL levels and increased in HDL levels.<br />Keywords: aspartame, diabetes mellitus, LDL, HDL</p>

Medicine, Medicine (General)

Halaman 11 dari 7850