Peranan aliran murji’ah dalam membangun Kehidupan toleransi di masa modern
Abstrak
Toleransi adalah komponen penting dalam membangun masyarakat plural yang bertujuan menciptakan kehidupan harmonis tanpa membedakan satu sama lain. Terutama di era modern, ketidakmunculan sikap toleransi dapat berpotensi memecahbelah kesatuan. Apalagi dalam konteks berbangsa, seperti Indonesia. Kesadaran akan keragaman dalam berpikir, bersikap dan berperilaku akan menimbuhkan kehidupan yang harmonis dan toleransi, seperti kelompok Murji’ah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat library research dengan menggunakan literatur Islam sebagai rujukan utama. Hasil kajian menyatakan bahwa pertama, perbedaan dalam dunia pemikiran Islam sudah lama berkembang. Kedua,adanya ajaran toleransi yang ditawarkan oleh kelompok Murji’ah. Meskipun dalam perkembangannya kelompok ini terbagi menjadi dua kelompok besar yaitu kaum moderat (mutawasith) dan ektrim (mutasaddid). Sejak kaum Murji’ah tidak lagi tumbuh sebagai aliran yang dinamis, tetapi berubah menjadi kelompok pasif. Meskipun demikian watak aslinya tetap nampak yaitu sikap toleran. Abstract This paper explores the tolerance in the modern era. Tolerance is an important component in building a plural society aiming at living together without being distinguished from each other. Conversely, the lack of tolerance has the potential to threaten the unity especially in the context of the nation, like Indonesia. The awareness of diversity in thinking and acting will add harmonious life and tolerance, such as the Murji'ah group. This research used qualitative methods that are library research by using Islamic literature as the main reference. Therefore, it can be said that the difference in the world of Islamic thought has long been developed. It is in line with the teachings offered by the Murji'ah group. Although in its development this group is divided into two major groups namely the moderates (Mutawasith) and extreme (Mutasaddid). Since the Murji'ah no longer grew as a dynamic stream, but turned into a passive group. Nevertheless, the original character remains visible that is a tolerant attitude.
Topik & Kata Kunci
Penulis (1)
Muhamad Nurudin
Akses Cepat
- Tahun Terbit
- 2017
- Sumber Database
- DOAJ
- DOI
- 10.21043/fikrah.v5i1.1769
- Akses
- Open Access ✓