Penelitian Pengaruh Sudut Cetakan Bentuk Kerucut (Cropong) Terhadap Mutu Bingkai (Plepet) Kulit Kerang Simping
Abstrak
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-family: 'Arial','sans-serif';">Dalam industri kerajinan kulit kerang simping, sistem rangkai (pateri) diperlukan sebagai bingkai (plepet) dari plat kuningan dengan ketebalan 0,1 – 0,2 mm. Bingkai tersebut dibuat perajin dengan menggunakan alat cetakan yang berbentuk kerucut yang disebut cropong. Ujung potongan-potongan plat kuningan dengan ukuran tertentu dimasukkan ke dalam cropong kemudian ditarik sehingga menjadi bingkai yang bentuknya seperti pipa yang mempunyai alir memanjang. Pada umumnya bingkai yang dihasilkan mempunyai kelengkungan yang cukup besar sehingga mutu barang jadi yang dihasilkan kurang memuaskan (kurang rapi).</span></p><span style="font-size: 11.0pt; line-height: 115%; font-family: 'Arial','sans-serif'; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA;">Dalam percobaan ini dilakukan proses pembuatan bingkai dengan bahan potongan plat kuningan ukuran tebal 0,2 mm. Lebat 4 mm dan panjang 20 cm. Alat cetakan yang dipergunakan terdiri dari 3 macam sudut, masing-masing 30<sup>o</sup>, 45<sup>o</sup> dan 60<sup>o</sup>. Diameter ujung ketiga cetakan sama yaitu 2 mm dengan proses penarikan konstan dan horisontal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuatan bingkai dengan menggunakan cetakan berbentuk kerucut dengan sudut cetakan yang semakin kecil (sampai sudut 30<sup>o</sup>) dapat menghasilkan bingkai yang semakin baik mutu dan penggunaannya.</span><p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-family: 'Arial','sans-serif';">Dalam industri kerajinan kulit kerang simping, sistem rangkai (pateri) diperlukan sebagai bingkai (plepet) dari plat kuningan dengan ketebalan 0,1 – 0,2 mm. Bingkai tersebut dibuat perajin dengan menggunakan alat cetakan yang berbentuk kerucut yang disebut cropong. Ujung potongan-potongan plat kuningan dengan ukuran tertentu dimasukkan ke dalam cropong kemudian ditarik sehingga menjadi bingkai yang bentuknya seperti pipa yang mempunyai alir memanjang. Pada umumnya bingkai yang dihasilkan mempunyai kelengkungan yang cukup besar sehingga mutu barang jadi yang dihasilkan kurang memuaskan (kurang rapi).</span></p><span style="font-size: 11.0pt; line-height: 115%; font-family: 'Arial','sans-serif'; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA;">Dalam percobaan ini dilakukan proses pembuatan bingkai dengan bahan potongan plat kuningan ukuran tebal 0,2 mm. Lebat 4 mm dan panjang 20 cm. Alat cetakan yang dipergunakan terdiri dari 3 macam sudut, masing-masing 30<sup>o</sup>, 45<sup>o</sup> dan 60<sup>o</sup>. Diameter ujung ketiga cetakan sama yaitu 2 mm dengan proses penarikan konstan dan horisontal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuatan bingkai dengan menggunakan cetakan berbentuk kerucut dengan sudut cetakan yang semakin kecil (sampai sudut 30<sup>o</sup>) dapat menghasilkan bingkai yang semakin baik mutu dan penggunaannya.</span>
Topik & Kata Kunci
Penulis (2)
Maryono Maryono
Bambang Moyoretno
Akses Cepat
- Tahun Terbit
- 2016
- Sumber Database
- DOAJ
- DOI
- 10.22322/dkb.v15i1.1050
- Akses
- Open Access ✓