Implementasi Nilai Tasawuf dalam Pembentukan Akhlak Santri di Pesantren Idrisiyyah Putri
Abstrak
Tujuan dari penelitan ini adalah untuk mengetahui sejauh mana implementasi nilai-nilai tasawuf di Pondok Pesantren Idrisiyyah Putri, serta guna mempelajari metode dalam penerapan tasawuf di pondok pesantren ini. Jenis metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang mengambil data yang bersumber dari hasil observasi, maupun wawancara, serta literatur lainnya yang berkenaan dengan tema penelitian ini. Kesimpulan dari penelitian adalah bahwa Pondok Pesantren Idrisiyyah Putri mengimplementasikan nilai-nilai tasawuf diantaranya maqomat taubat, zuhud dan sabar, untuk membangun maqom ini dilakukan dengan 2 metode yaitu tafakur dan dzikir, taubat diajarkan dalam menjalankan awrod harian, dzikir secara khusus yang dilaksanakan pada hari kamis malam di bawah bimbingan Mursyid Tarekat Idrisiyyah Syeikh Akbar Muhammad Fathurrahman M.Ag yang berfungsi untuk mensucikan hati dari penyakit-penyakit bathin (Tazkiyatunnafs) dan membangun akhlakul karimah serta pengembangan kedisiplinan melalui konsep kekhilafan dan keihsanan, maqomat zuhud dilatih dengan program berseri (berinfak setiap hari ) zuhud itu tidak identik dengan fakir miskin. tapi zuhud adalah sifat qolbu kita terhadap dunia. memandang dunia bukan tujuan. tapi harta dan jabatan, ilmu adalah media. kita pulang kepada Allah tidak membawa harta dan jabatan. itu tidak akan menyelamatkan, sehingga dunia ini tidak menjadi kesombongan. Sabar diimplementasikan dengan melatih kedisiplinan dan ketahanan dalam menghadapi berbagai cobaan dan rintangan. Pondok Pesantren Idrisiyyah mengimplementasikan berbagai metode pendidikan berbasis tasawuf yang bertujuan untuk membentuk akhlak mulia pada para santri. Pendekatan ini mencakup aktivitas harian santri, baik dalam aspek akademik maupun non-akademik. Tiap metode yang digunakan memiliki peran penting dalam pembentukan karakter santri. Pembelajaran di dalam kelas bertumpu pada pembelajaran tasawuf, akhlak, dan nilai yang sesuai dengan prinsip Islam selain terdapat mata pelajaran tasawuf dengan konsep tasawuf simpatik, kemudian penyampaian pada mata pelajaran lainnya mengaitkan dengan nilai-nilai tasawuf. Kegiatan non akademik seperti pramuka, paskibra mengaitkan dengan nilai-nilai tasawuf seperti pramuka sufi yang didalamnya mengintegrasikan materi kepramukaan dengan tasawuf, dan kesempatan bagi para santri guna mengembangkan potensi diri dan keterampilan di luar pelajaran. terutama untuk menerapkan semua maqom ini, yang terpenting adalah uswah hasanah dari Mursyid Tarekat Idrisiyyah menjadi poin terpenting. melihat Guru sebagai uswah, contoh, role model dalam menegakkan sifat-sifat mahmudah.
Topik & Kata Kunci
Penulis (3)
Nur Aisyah
Rohanda
Abdul Kodir
Akses Cepat
- Tahun Terbit
- 2025
- Sumber Database
- DOAJ
- DOI
- 10.19109/sh.v2i6.26800
- Akses
- Open Access ✓