Dampak perceraian orang tua terhadap kesehatan mental pada anak broken home di desa Jatisrono
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak perceraian orang tua terhadap kesehatan mental anak yang berasal dari keluarga broken home di Desa Jatisrono. Perceraian merupakan salah satu faktor yang dapat mengganggu kestabilan emosi dan psikologis anak, yang berdampak pada kesejahteraan mental mereka. Berdasarkan data statistik, angka perceraian di Indonesia terus meningkat, dan dampak dari perceraian tersebut dapat mempengaruhi perkembangan emosional dan psikologis anak, menyebabkan berbagai gangguan mental seperti kecemasan, depresi, dan penurunan kepercayaan diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lokasi di Desa Jatisrono, Kecamatan Semampir, Kabupaten Surabaya. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara semi-terstruktur, observasi non-partisipatif, dan dokumentasi, dengan melibatkan empat informan yang merupakan anak-anak dari keluarga broken home di desa tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang mengalami perceraian orang tua cenderung mengalami gangguan kesehatan mental, termasuk perasaan kesedihan yang mendalam, kecemasan, serta gangguan sosial dan akademik. Sebagian besar anak menunjukkan kesulitan dalam membangun hubungan sosial yang sehat dan memiliki kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial. Penelitian ini mengungkapkan pentingnya dukungan emosional yang kuat dari lingkungan sekitar, terutama keluarga dan masyarakat, untuk membantu anak-anak mengatasi dampak negatif dari perceraian orang tua. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi orang tua, pendidik, dan masyarakat dalam memahami dampak perceraian terhadap anak dan memberikan dukungan yang diperlukan untuk menjaga kesehatan mental mereka.
Penulis (1)
Harisatul Munawwaroh
Akses Cepat
- Tahun Terbit
- 2025
- Bahasa
- en
- Sumber Database
- CrossRef
- DOI
- 10.19109/sh.v2i6.25812
- Akses
- Open Access ✓